Cara Terapkan Video Schema di WordPress (Metode Manual)
Hai DomaiNesians! Kali ini kita akan membahas Cara Terapkan Video Schema di WordPress menggunakan metode manual. Banyak pembuat konten yang ingin video mereka lebih menonjol di hasil pencarian Google, namun sering kali bingung bagaimana melakukannya tanpa bergantung pada plugin tambahan. Panduan ini hadir sebagai solusi lengkap untuk menerapkan Video Schema di WordPress secara manual agar video bisa tampil dengan thumbnail menarik beserta informasi penting langsung di halaman hasil pencarian.
Mengapa Butuh Video Schema?
Video Schema merupakan bagian dari structured data berbasis schema.org yang dirancang khusus untuk memberi tahu mesin pencari tentang konten video yang ada di halaman website. Dengan menerapkan Video Schema di WordPress, Google dan mesin pencari lainnya dapat memahami bahwa halaman tersebut berisi video, sehingga mereka bisa menampilkan thumbnail video, durasi, tanggal unggah, serta deskripsi video secara langsung di hasil pencarian. Tampilan ini biasanya muncul dalam bentuk video carousel atau rich snippet yang jauh lebih menarik dibandingkan tampilan biasa.
Tanpa Video Schema di WordPress, video yang sudah disematkan di artikel hanya akan dianggap sebagai elemen biasa oleh mesin pencari. Artinya, meskipun video tersebut ada di halaman, kecil kemungkinan muncul sebagai rich result di Google. Pengunjung pun cenderung melewatkan konten tersebut karena tidak ada petunjuk visual yang kuat di halaman hasil pencarian. Hal ini bisa mengurangi jumlah klik dan visibilitas secara keseluruhan.
Pada panduan kali ini kita akan mempelajari langkah demi langkah Cara Terapkan Video Schema di WordPress dengan metode manual tanpa bantuan plugin. Jika ingin menggunakan cara yang lebih cepat dengan plugin, kita bisa mengunjungi panduan lengkapnya di https://www.domainesia.com/panduan/cara-video-schema-di-wordpress-plugin/.
Berikut adalah beberapa skenario ketika menerapkan Video Schema di WordPress secara manual sangat berguna:
- Kita ingin mengontrol sepenuhnya kode structured data tanpa tambahan beban dari plugin.
- Website menggunakan tema atau builder yang tidak kompatibel dengan plugin schema tertentu.
- Kita hanya memiliki sedikit artikel berisi video sehingga tidak perlu fitur otomatisasi plugin.
- Ingin mempelajari dasar-dasar JSON-LD untuk keperluan pengembangan lebih lanjut.
- Hosting memiliki batasan resource sehingga lebih baik menghindari plugin tambahan.
Berikut adalah risiko jika kita tidak menerapkan Video Schema di WordPress pada artikel berisi video:
- Video tidak muncul sebagai rich result di Google sehingga kehilangan kesempatan trafik organik.
- CTR (click-through rate) menjadi lebih rendah karena hasil pencarian terlihat biasa saja.
- Persaingan dengan konten serupa yang sudah menggunakan schema menjadi lebih sulit.
- Mesin pencari sulit memahami konteks video sehingga potensi indeksasi menurun.
- Peluang tampil di Google Video Search menjadi sangat kecil.
Panduan ini akan menjadi solusi praktis untuk mengatasi semua skenario di atas dengan cara yang sederhana namun efektif.
Struktur Format Video Schema
Untuk memahami dasar-dasarnya, struktur format Video Schema dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Properti paling dasar yang wajib ada agar Video Schema di WordPress dapat ditampilkan dengan baik di mesin pencari adalah name, thumbnailUrl, dan uploadDate. Ketiga properti ini membantu Google mengenali judul video, gambar sampul, serta kapan video tersebut pertama kali diunggah.
Video Schema menggunakan format JSON-LD sebagai encoder utamanya. Format ini ditempatkan di dalam tag script pada halaman website sehingga mesin pencari dapat membacanya dengan mudah tanpa mengganggu tampilan pengunjung.
Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai semua properti yang tersedia, kita bisa membaca dokumentasi resmi langsung di https://schema.org/VideoObject.
Proses Menambahkan Video Schema Metode Manual
Setelah memahami fungsi dan struktur dari Video Schema, sekarang saatnya kita mulai proses penerapannya secara manual di WordPress.
1. Unggah Video Ke Youtube
Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan video yang akan digunakan sudah diunggah terlebih dahulu ke channel Youtube. Youtube menjadi pilihan yang paling praktis karena metadata video akan otomatis tersedia dan mudah diambil.
Setelah video berhasil diunggah, salin tautan videonya. Kita bisa menyalin langsung dari address bar browser atau menggunakan fitur Share yang ada di bawah pemutar video Youtube.
2. Akses dan Generate Code Pada Videoschema.com
Selanjutnya, buka website videoschema.com yang menyediakan generator gratis untuk membuat kode Video Schema dengan cepat. Di halaman utama, tempelkan tautan Youtube yang sudah disalin tadi ke dalam kolom Video URL. Kemudian klik tombol Generate Videoschema. Setelah proses selesai, klik tombol Copy untuk menyalin seluruh kode JSON-LD yang sudah dihasilkan.
Tool ini bekerja dengan mengambil metadata dari video Youtube seperti judul, deskripsi, thumbnail, durasi, dan tanggal unggah, lalu mengubahnya menjadi format JSON-LD yang sesuai standar schema.org dan siap disematkan ke artikel WordPress.
3. Uji Code Pada Google Rich Result
Sebelum menyematkan ke WordPress, ada baiknya kita menguji kode terlebih dahulu menggunakan alat resmi dari Google yaitu Rich Results Test yang bisa diakses di https://search.google.com/test/rich-results/.
Pada tab Code, tempelkan seluruh kode yang sudah disalin tadi. Kita juga bisa memilih jenis perangkat pengujian (mobile atau desktop), lalu klik tombol Test Code. Tool ini memungkinkan pengujian lebih dari satu kode sekaligus jika diperlukan.
Hasil pengujian akan muncul pada halaman berikutnya, lengkap dengan informasi apakah kode valid atau ada error yang perlu diperbaiki.
Pengujian ini sangat penting karena memastikan kode Video Schema di WordPress yang kita buat benar-benar dikenali oleh Google sehingga berpeluang besar muncul sebagai rich result di masa mendatang.
4. Akses Dashboard WordPress
Kini saatnya kita beralih ke WordPress. Panduan ini menggunakan layanan WordPress Hosting dari DomaiNesia yang menawarkan kecepatan tinggi dan spesifikasi memadai dengan harga mulai di bawah 25.000 Rupiah saja sesuai kebutuhan. Detail lengkapnya bisa dilihat di https://www.domainesia.com/hosting-wordpress/. Jika ada pertanyaan seputar hosting, tim support DomaiNesia siap membantu kapan saja.
Untuk mengakses dashboard, tambahkan /wp-admin/ di belakang domain sehingga menjadi seperti domain.com/wp-admin/. Jika menggunakan layanan WordPress.com, akses melalui https://wordpress.com/log-in/.
5. Tambahkan Video Schema Pada Artikel
Masuk ke dashboard WordPress, lalu buat artikel baru dengan mengklik menu Pos kemudian pilih Tambah Pos.
Pada editor artikel, klik ikon plus untuk menambahkan blok baru. Cari dan pilih blok bernama HTML Khusus. Setelah blok tersebut muncul, tempelkan seluruh kode Video Schema yang sudah disalin dari videoschema.com ke dalam blok tersebut.
Untuk memeriksa tampilan tanpa harus menerbitkan artikel terlebih dahulu, klik ikon laptop di bagian atas navigation bar lalu pilih Pratinjau di tab baru.
6. Periksa Implementasi Pada Developer Tools
Perlu diingat bahwa kode Video Schema tidak akan terlihat secara visual di halaman artikel. Kode tersebut bekerja di belakang layar. Oleh karena itu, setelah menyematkan kode, jangan lupa menambahkan embed video Youtube yang sama kembali ke dalam artikel agar konten tetap lengkap bagi pengunjung.
Untuk memastikan kode sudah tersemat dengan benar, buka artikel tersebut di browser lalu tekan tombol F12 untuk membuka Developer Tools. Pada tab Elements, cari tag script yang berisi type=“application/ld+json”. Jika kode Video Schema muncul di sana, berarti implementasi sudah berhasil.
Berhasil Menambahkan Video Schema di WordPress!
Selamat DomaiNesians! Kita telah menyelesaikan seluruh proses Cara Terapkan Video Schema di WordPress menggunakan metode manual mulai dari mengunggah video ke Youtube, menghasilkan kode JSON-LD, mengujinya di Google Rich Results Test, hingga menyematkannya langsung ke artikel menggunakan blok HTML Khusus. Dengan langkah-langkah ini, artikel yang berisi video memiliki peluang lebih besar untuk tampil menarik di hasil pencarian Google, meningkatkan visibilitas, dan tentu saja membantu menarik lebih banyak pengunjung.
Terima kasih sudah mengikuti panduan lengkap ini. Semoga Video Schema di WordPress yang sudah diterapkan memberikan hasil terbaik untuk konten kita. Sampai jumpa di artikel dan panduan DomaiNesia berikutnya!










