• Home
  • Tips
  • Cara Membuat Video LinkedIn yang Nendang Banget

Cara Membuat Video LinkedIn yang Nendang Banget

Oleh Argadahana
video linkedin

Ingin membuat sebuah video untuk halaman LinkedIn kamu? Atau penasaran apa aja sih jenis video yang bisa bekerja dengan baik di LinkedIn? Yuk ikuti bahasan kita kali ini tentang cara membuat video LinkedIn untuk halaman kamu!

Mulai dengan Mengaudit Konten Video

Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan keahlian adalah dua hal penting yang dibutuhkan orang untuk mempercayai sebuah brand. Dan dengan video, kamu bisa mendapatkan keduanya secara efektif. Video adalah sebuah agen pembangun kepercayaan yang baik.

video audit linkedin

Video jauh lebih serba guna jika dibandingkan sekedar tulisan, karena bisa membantu kamu menyampaikan pesan secara audiovisual. Selain itu kamu bisa menampilkan “wajah” dari brand yang kamu miliki. Dan dengan membuat video yang tepat untuk halaman LinkedIn, kamu bisa memanusiakan brand dan meningkatkan rasa percaya customer yang tentunya bisa membantu meningkatkan penjualan.

Sebuah strategi marketing untuk video LinkedIn tidak sesederhana “shooting dan mengunggahnya” saja. Terutama jika kamu sudah pernah membuat video sebelumnya dan belum bisa menghasilkan target yang diinginkan. Disini kamu harus lebih strategis waktu membuat rencananya.

Meskipun video merupakan konten yang serba guna, namun seperti konten marketing yang lainnya, dia tetap harus memiliki funnel yang jelas. Buat kamu yang masih asing dengan istilah funnel, bisa diartikan funnel adalah alur atau skema marketing. Nah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemukan celah apa yang kurang pada funnel tersebut. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk menemukan apa yang kurang dari funnel milikmu.

Mengaudit Konten Video yang Telah Kamu Miliki

Mulai langkah ini dengan mengumpulkan konten video yang telah kamu produksi sebelumnya dan cari tahu pada bagian funnel mana video tersebut cocok. Meski tugas ini terdengar membosankan, namun penting untuk mengetahui tujuan apa yang bisa dicapai dengan video-video tersebut. Untuk lebih jelas, kamu bisa membaginya seperti ini:

  • Konten untuk bagan funnel atas: Temukan jenis video yang bisa membantu calon customer atau pemirsa kamu untuk memecahkan masalah mereka, atau mengetahui letak permasalahan yang mereka temukan.
  • Konten untuk bagan funnel bagian tengah: Untuk funnel bagian tengah, kamu bisa mengelompokkan video yang memberikan solusi-solusi terkait permasalahan yang ditemukan oleh pemirsa kamu. Nah, disini kamu bisa menawarkan salah satu solusi terbaik dari beberapa solusi yang kamu informasikan.
  • Konten untuk bagan funnel  bawah: Pada bagan paling bawah, adalah bagian dimana video ditujukan untuk mengkonversi penonton menjadi seorang pembeli. Salah satu contoh video yang masuk ke dalam bagan ini adalah video testimonial tentang penggunaan produk kamu.

Mengaudit Persaingan

Menggunakan cara yang sama seperti diatas, namun yang berbeda disini adalah kamu harus menganalisa video yang dirilis oleh kompetitor kamu. Cari tahu video mana saja yang termasuk pada bagan atas, bagan tengah, dan bagan bawah. Selanjutnya, hitung jumlah likes, shares, dan komentar yang didapatkan video-video tersebut.

Nah, setelah kamu selesai mengaudit video-video tersebut kamu akan dengan mudah menemukan jenis video LinkedIn apa yang mereka buat. Kemudian juga bagaimana mereka menyampaikan pesan yang relevan untuk customer yang berada pada bagan funnel tertentu. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana video tersebut bisa mendorong calon pembeli untuk memasuki bagan funnel yang lebih lanjut.

Memilih Jenis Video LinkedIn yang Akan Dibuat

Video LinkedIn tidak terbatas pada format yang sudah populer misalnya live streaming atau iklan. Malah, kamu bisa bereksplorasi lebih pada video dengan jenis lain misalnya podcast atau video tutorial. Berikut ini beberapa adalah beberapa contoh video yang bisa kamu buat untuk mempromosikan brand kamu di LinkedIn.

Live Video

Live video atau video yang ditayangkan secara langsung sedang berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini. Dan bahkan berdasarkan sebuah survei menunjukkan bahwa 80% orang lebih memilih menonton live streaming dibandingkan membaca blog. Video langsung di LinkedIn bisa membantu kamu untuk lebih dekat dengan customer. Hal ini karena kamu berkesempatan langsung untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan selama live streaming berlangsung.

video live streaming

Video Tutorial

Video dengan jenis instruksional merupakan jenis video yang paling banyak dicari di internet. Dan mengunggah video tutorial di media LinkedIn adalah sebuah langkah yang pintar. Hal ini karena pengguna LinkedIn merupakan orang-orang yang haus akan informasi.

Video dibalik Layar dan Budaya Perusahaan

Jika DomaiNesians mengamati, semakin kesini, banyak brand yang semakin menunjukkan sisi manusiawi mereka. Hal ini kebanyakan dilakukan dengan cara membuka diri mereka pada publik melalui video singkat mengenai budaya perusahaan mereka. Atau beberapa memilih menampilkan kegiatan dibalik layar produksi. Pesan yang disampaikan melalui video dengan jenis ini adalah menunjukkan bagaimana solusi atau produk yang diberikan pada customer dibuat.

Video Interview

Jenis video yang satu ini termasuk video yang sedang banyak disukai oleh masyarakat. Contoh video interview adalah podcast milik Deddy Corbuzier. Jenis video seperti ini sedang naik daun dan bisa dengan mudah mengangkat brand kamu di LinkedIn.

Cara Membuat Video LinkedIn yang Lebih Optimal

Setelah kamu menentukan jenis video LinkedIn yang akan dibuat, kamu bisa mengikuti tujuh tips agar lebih optimal.

Menggunakan LinkedIn Native Video

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa native video diprioritaskan oleh LinkedIn daripada video yang berasal dari platform lain. Namun beberapa pendapat menunjukkan bahwa algoritma LinkedIn lebih condong mengoptimalkan video native mereka sendiri.

linkedin domainesia

Apa itu video native? Video native adalah jenis video yang diunggah ke platform secara langsung. Bukan melalui link, misalnya link YouTube yang dibuatkan post tersendiri pada platform lain misalnya LinkedIn.

Meskipun kamu mungkin sedang membangun channel pada platform lain, usahakan untuk membuat versi LinkedIn tersendiri. Hal ini akan memudahkan penonton untuk menikmati konten kamu pada LinkedIn tanpa harus berpindah ke platform lain.

Singkat Itu Penting

Tidak semua penonton memiliki banyak waktu hanya untuk sekedar menonton konten video yang telah kamu buat. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Alexa, menunjukkan bahwa pengguna LinkedIn adalah pengguna yang sibuk pada kesibukan kesehariannya. Jika kamu membuat video untuk platform yang satu ini, pastikan to the point agar pesan yang ingin disampaikan mudah ditangkap.

Membuat Copywriting yang Kuat

Meskipun konten berjenis video merupakan konten yang kuat untuk mendapatkan engagement, namun ada kalanya copywriting lebih banyak membantu. Riset yang dilakukan LinkedIn menunjukkan bahwa sebanyak 54% orang menonton video karena tertarik headline atau judul. Sedangkan 52% dari populasi terpengaruh pada deskripsi video.

Menambahkan Call To Action yang Jelas

Call to action atau CTA tidak selalu harus menghasilkan penjualan atau menghasilkan lead. Kamu bisa juga mengandalkan CTA untuk menjalin relasi dengan audiens kamu. Misalnya ketika kamu memiliki channel media sosial lain, contohnya Instagram, kamu dapat membuat CTA untuk mengajak mereka mengikuti akun milikmu.

Menambahkan Captions

Apakah kamu tahu bahwa sebanyak 80% orang menonton video LinkedIn tanpa menggunakan suara? Ini artinya banyak orang yang tertarik pada video yang memiliki captions atau terjemahan.

Kesimpulan

Membuat video LinkedIn dengan efektif dapat meningkatkan pengetahuan audiens terhadap brand milikmu. Seorang marketer yang baik tentunya tidak akan melewatkan kesempatan ini. Meskipun tidak melulu berujung pada pembelian secara langsung, namun cara ini dapat meningkatkan awareness.

Pastikan video yang kamu buat tetap relevan dengan brand yang kamu miliki atau sedang kamu tangani. Sampaikan nilai atau penawaran terbaik untuk penonton video kamu. Dan yang terakhir jangan lupa untuk tetap terhubung dengan mereka, sehingga para penonton tetap berada pada jalur yang tepat di funnel pemasaran milikmu. Selamat mencoba!

Argadahana

Mass communication enthusiast, currently finishing MBA @UGM. Got critics, suggestions, or want to discuss this topic more? Feel free to hit me on my social accounts. :D

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!