• Home
  • Tips
  • 10 Cara dan contoh Menulis Daftar Pustaka Untuk Karya Ilmiah

10 Cara dan contoh Menulis Daftar Pustaka Untuk Karya Ilmiah

Oleh Ayoni Sulthon
10 Cara dan contoh Menulis Daftar Pustaka Untuk Karya Ilmiah 1

Hai DomaiNesians! Cara menulis daftar pustaka yang benar dimulai dengan mencatat identitas sumber, memilih gaya sitasi yang diwajibkan, lalu menyusun setiap referensi secara konsisten. Untuk tugas sekolah, makalah, laporan penelitian, hingga skripsi, sumber yang digunakan bisa berupa buku, jurnal, website, dan karya ilmiah lainnya.

Artikel ini membahas aturan dasar serta 10 contoh daftar pustaka dari berbagai jenis sumber. Contohnya menggunakan pola APA edisi ke-7 agar mudah dipelajari. Namun, jika sekolah, dosen, atau kampus menyediakan pedoman tersendiri, ikuti pedoman tersebut sebagai acuan utama.

Ilustrasi panduan menulis daftar pustaka untuk tugas dan karya ilmiah

Pengertian dan Fungsi Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah kumpulan informasi tentang sumber yang digunakan dan dirujuk dalam suatu tulisan. Bagian ini biasanya ditempatkan di akhir karya ilmiah untuk memudahkan pembaca menemukan buku, artikel jurnal, dokumen, atau halaman web yang menjadi dasar pembahasan.

Penulisan daftar pustaka bukan sekadar formalitas. Referensi membantu pembaca memeriksa asal informasi, membedakan gagasan penulis dengan pendapat orang lain, serta menelusuri bacaan yang relevan untuk penelitian berikutnya.

  • Memberikan kredit kepada sumber: penulis menunjukkan dari mana gagasan, data, atau kutipan diperoleh.
  • Membantu menghindari plagiarisme: sumber yang dipakai diakui secara jelas melalui sitasi dan daftar referensi.
  • Memudahkan verifikasi: pembaca dapat mencari dan mengevaluasi sumber aslinya.
  • Memperkuat argumen: pembahasan menjadi lebih mudah dipertanggungjawabkan karena mengacu pada sumber yang dapat ditelusuri.

Daftar pustaka berkaitan erat dengan sitasi di dalam teks, tetapi keduanya tidak sama. Sitasi singkat, misalnya (Santoso, 2022), menunjukkan sumber pada paragraf tertentu. Daftar pustaka memberikan informasi yang lebih lengkap tentang sumber tersebut.

Aturan Dasar Menulis Daftar Pustaka

Sebelum menyalin contoh, pastikan kamu sudah mengetahui gaya penulisan yang diminta. APA, IEEE, Vancouver, Chicago, dan gaya lain memiliki aturan berbeda, terutama untuk urutan nama, penggunaan angka, tanda baca, serta penulisan judul.

  1. Gunakan satu gaya secara konsisten. Jangan menggabungkan format nama penulis dari satu gaya dengan format judul atau penerbit dari gaya lainnya.
  2. Catat identitas sumber sejak awal. Simpan nama penulis, tanggal atau tahun terbit, judul, nama jurnal atau penerbit, volume, nomor, halaman, dan DOI atau URL jika tersedia.
  3. Sesuaikan penulisan nama penulis. Dalam APA, nama keluarga atau nama yang digunakan sebagai nama belakang ditulis lebih dahulu, diikuti inisial. Untuk penulis Indonesia yang tidak memiliki nama keluarga, periksa cara nama tersebut dicantumkan pada sumber dan ikuti panduan institusi.
  4. Urutkan referensi secara alfabetis. Pada gaya APA, daftar referensi umumnya diurutkan berdasarkan nama penulis pertama atau nama organisasi.
  5. Cocokkan dengan sitasi di dalam teks. Setiap sumber yang disitasi harus dapat ditemukan dalam daftar referensi, kecuali kategori tertentu seperti komunikasi pribadi dalam APA.
  6. Perhatikan unsur yang dicetak miring. Judul buku dan nama jurnal mempunyai perlakuan berbeda. Jangan otomatis mencetak miring semua judul artikel.
  7. Gunakan DOI jika tersedia. Untuk artikel jurnal, tulis DOI dalam bentuk tautan https://doi.org/... sesuai identitas sumber yang sebenarnya.
  8. Rapikan tata letak. Gaya APA menggunakan indentasi menggantung (hanging indent) pada baris kedua dan seterusnya dalam setiap entri referensi.

Dalam APA edisi ke-7, kota penerbit tidak lagi menjadi unsur wajib untuk referensi buku. Aturan lama yang selalu meminta lokasi penerbit atau mengganti seluruh nama penulis dengan dkk. juga tidak boleh diterapkan secara otomatis pada daftar referensi APA.

10 Contoh Menulis Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber

Berikut pola penulisan yang dapat digunakan sebagai panduan. Catatan: kecuali contoh website DomaiNesia yang ditautkan secara langsung, nama orang, judul, dan penerbit pada contoh berikut merupakan ilustrasi, bukan daftar sumber nyata untuk dikutip dalam karya ilmiah. Gantilah seluruh unsur contoh dengan data dari referensi yang benar-benar kamu gunakan.

1. Daftar Pustaka dari Buku dengan Satu Penulis

Untuk buku yang ditulis satu orang, cantumkan nama penulis, tahun terbit, judul buku yang dicetak miring, kemudian penerbitnya.

Format APA: Nama belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku. Penerbit.

Santoso, R. (2022). Dasar-dasar penelitian sosial. Penerbit Ilustrasi.

Perhatikan bahwa judul buku dicetak miring dan tidak perlu ditambahkan kota terbit apabila menggunakan APA edisi ke-7.

Baca Juga:  Hindari Overload Server! Terapkan 7 Tips Ampuh Ini

2. Daftar Pustaka dari Buku dengan Dua Penulis

Jika sebuah buku memiliki dua penulis, cantumkan keduanya sesuai urutan pada sumber. Dalam APA, nama kedua penulis ditulis dengan pola nama belakang dan inisial, lalu dipisahkan dengan tanda ampersand (&).

Format APA: Penulis pertama, A. A., & Penulis kedua, B. B. (Tahun). Judul buku. Penerbit.

Putri, A., & Rahman, F. (2021). Metode belajar efektif di perguruan tinggi. Penerbit Ilustrasi.

Jika penulis berjumlah tiga orang atau lebih, jangan langsung mempersingkatnya menjadi dkk. pada daftar referensi APA. Umumnya, nama hingga 20 penulis tetap dicantumkan sesuai aturan APA edisi ke-7. Bentuk et al. memiliki aturan tersendiri untuk sitasi di dalam teks.

3. Daftar Pustaka dari Buku Terjemahan

Pada buku terjemahan, identitas penulis asli tetap menjadi unsur utama. Tambahkan nama penerjemah setelah judul buku, kemudian penerbit dan keterangan tahun terbit karya asli jika tersedia.

Format APA: Penulis asli, A. A. (Tahun terjemahan). Judul terjemahan (B. B. Penerjemah, Trans.). Penerbit. (Original work published Tahun asli).

Harper, M. (2020). Pengantar penelitian modern (S. Hidayat, Trans.). Penerbit Ilustrasi. (Original work published 2016).

Label Trans. merupakan bentuk singkatan dalam gaya APA. Apabila kampus menggunakan gaya bahasa Indonesia atau format institusi tersendiri, penanda penerjemah dapat disesuaikan mengikuti ketentuan tersebut.

4. Daftar Pustaka dari Bab dalam Buku Suntingan

Apabila kamu menggunakan satu bab yang ditulis oleh penulis berbeda dari editor buku, rujuk penulis babnya. Sertakan pula nama editor, judul buku, rentang halaman bab, dan penerbit.

Format APA: Penulis bab, A. A. (Tahun). Judul bab. In B. B. Editor (Ed.), Judul buku (pp. awal–akhir). Penerbit.

Lestari, N. (2023). Strategi membaca jurnal ilmiah. In A. Pratama (Ed.), Panduan literasi akademik (pp. 45–62). Penerbit Ilustrasi.

Jangan menggunakan nama editor sebagai penulis utama jika yang dikutip adalah bab karya kontributor tertentu.

5. Daftar Pustaka dari Artikel Jurnal Ilmiah

Artikel jurnal memerlukan judul artikel, nama jurnal, volume, nomor terbitan jika tersedia, serta halaman atau nomor artikel. Tambahkan DOI yang benar jika jurnal menyediakan DOI.

Format APA: Penulis, A. A. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. DOI jika tersedia.

Rahman, A., & Sari, N. (2024). Pengaruh literasi digital terhadap kebiasaan belajar mahasiswa. Jurnal Kajian Pendidikan, 12(2), 101–115.

Nama jurnal dan nomor volumenya dicetak miring, tetapi judul artikelnya tidak. Jika menemukan DOI, salin DOI dari halaman penerbit atau metadata jurnal; jangan membuat atau menebak DOI sendiri.

6. Daftar Pustaka dari Makalah dalam Prosiding

Makalah konferensi yang diterbitkan sebagai bagian dari prosiding dapat mengikuti format bab dalam buku suntingan apabila prosiding memiliki editor dan penerbit. Sementara itu, presentasi yang tidak diterbitkan menggunakan format rujukan konferensi yang berbeda.

Format contoh prosiding suntingan: Penulis, A. A. (Tahun). Judul makalah. In B. B. Editor (Ed.), Judul prosiding (pp. awal–akhir). Penerbit.

Wijaya, F. (2022). Pemanfaatan arsip digital dalam penelitian mahasiswa. In D. Lestari (Ed.), Prosiding Seminar Literasi Digital (pp. 73–81). Penerbit Ilustrasi.

Periksa dahulu status publikasi dan informasi prosiding. Tidak semua makalah seminar memiliki penerbit, nomor halaman, atau editor.

7. Daftar Pustaka dari Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Untuk karya akademik yang tersedia melalui repositori, cantumkan jenis karya, nama institusi pemberi gelar, nama repositori bila ada, serta URL yang mengarah ke dokumen tersebut.

Format APA untuk karya dalam repositori: Penulis, A. A. (Tahun). Judul karya [Skripsi sarjana/Tesis magister/Disertasi doktor, Nama universitas]. Nama repositori. URL jika tersedia.

Hidayat, A. (2023). Pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar [Skripsi sarjana, Universitas Ilustrasi]. Repositori Universitas Ilustrasi.

Contoh tersebut hanya menunjukkan susunan unsur. Pada penggunaan nyata, tambahkan URL repositori yang valid. Untuk skripsi yang belum dipublikasikan, keterangan dan unsur referensinya berbeda; ikuti panduan APA atau ketentuan perguruan tinggi.

8. Daftar Pustaka dari Artikel Website

Artikel website biasanya memuat penulis, tanggal publikasi, judul halaman, nama situs, dan alamat URL. Gunakan tanggal publikasi atau pembaruan substansial yang dicantumkan pada halaman, bukan tanggal saat kamu menemukannya.

Format APA: Penulis, A. A. (Tahun, Bulan Tanggal). Judul halaman. Nama situs. URL.

Patria, R. (2024, November 6). Cara membuat portofolio untuk pemula. DomaiNesia. https://www.domainesia.com/tips/cara-membuat-portofolio-untuk-pemula/

Contoh ini menggunakan artikel yang benar-benar tersedia di website DomaiNesia. Bila penulisnya merupakan organisasi dan nama organisasi sama dengan nama situs, nama situs umumnya tidak perlu diulang dalam format APA.

9. Daftar Pustaka dari Laporan Lembaga

Laporan penelitian, laporan organisasi, atau dokumen lembaga dapat mencantumkan organisasi sebagai penulis. Nama penerbit tidak perlu diulang apabila sama dengan organisasi yang menjadi penulis.

Format APA: Nama organisasi. (Tahun). Judul laporan. Penerbit jika berbeda dari penulis. URL jika tersedia.

Lembaga Studi Ilustrasi. (2024). Laporan perkembangan literasi akademik.

Jika laporan memiliki nomor publikasi, tambahkan informasi tersebut sesuai format yang berlaku. Jangan menambahkan data yang tidak tercantum pada dokumen asli.

Baca Juga:  Tips Meningkatkan Keamanan Sistem Operasi

10. Daftar Pustaka dari Berita Media Online

Untuk berita di media daring, tuliskan nama penulis, tanggal lengkap, judul berita, nama media, dan URL. Format berita berbeda dari artikel jurnal karena memiliki unsur sumber dan tanggal yang berbeda.

Format APA: Penulis, A. A. (Tahun, Bulan Tanggal). Judul berita. Nama Media. URL.

Mahendra, P. (2024, Oktober 15). Kampus memperluas akses jurnal digital bagi mahasiswa. Harian Contoh.

Pada referensi berita online yang sesungguhnya, sertakan URL artikel. Bila berita tidak mencantumkan nama penulis, ikuti aturan sumber tanpa penulis dalam gaya sitasi yang digunakan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menulis Daftar Pustaka

Kesalahan kecil dalam referensi dapat menyulitkan pembaca menemukan sumber. Sebelum menyerahkan tugas atau skripsi, periksa beberapa hal berikut.

  • Mencampurkan format APA dengan gaya lain. Contohnya, menulis nama penulis dengan inisial APA tetapi menambahkan kota penerbit menggunakan pola referensi lama.
  • Memakai dkk. di semua daftar referensi. Dalam APA edisi ke-7, penulisan beberapa penulis mempunyai aturan khusus dan tidak otomatis diganti menjadi satu nama ditambah dkk.
  • Menganggap semua nama Indonesia memiliki nama keluarga. Pastikan penempatan unsur nama tidak mengubah identitas penulis yang sebenarnya.
  • Melupakan informasi jurnal. Volume, nomor, halaman, atau DOI yang tersedia perlu dicatat agar artikel mudah ditemukan.
  • Memasukkan URL halaman depan. Sebaiknya gunakan URL langsung menuju artikel atau dokumen yang dikutip.
  • Mencantumkan sumber yang tidak pernah digunakan. Bedakan daftar referensi untuk sumber yang dikutip dengan bibliografi yang mungkin mencakup bacaan tambahan, sesuai aturan gaya penulisan.

Aplikasi pengelola referensi dapat membantu menyusun sitasi, tetapi hasil otomatisnya tetap harus diperiksa. Kesalahan metadata sumber juga bisa terbawa ke daftar pustaka yang dihasilkan aplikasi.

Dari Karya Ilmiah ke Portofolio Akademik Online

Setelah tugas akhir atau penelitian selesai, sebagian karya dapat dimanfaatkan sebagai portofolio akademik. Misalnya, kamu bisa menampilkan ringkasan penelitian, poster presentasi, proyek kuliah, atau daftar publikasi agar lebih mudah dibagikan saat mendaftar magang, beasiswa, dan pekerjaan.

Untuk menyiapkan identitas portofolio tersebut, kamu dapatmengecek ketersediaan domain .MY.ID untuk portofolio akademikdi DomaiNesia. Domain adalah alamat website; untuk menampilkan kontennya, kamu tetap memerlukan platform atau layanan publikasi yang sesuai.

Namun, tidak semua dokumen boleh dipublikasikan secara bebas. Sebelum mengunggah skripsi atau data penelitian, periksa kebijakan kampus, izin penggunaan materi pihak lain, serta kemungkinan adanya data pribadi atau informasi penelitian yang bersifat rahasia. Untuk inspirasi pengemasan karya, simak juga panduan cara membuat portofolio untuk pemula.

Checklist Daftar Pustaka Sebelum Dikumpulkan

Gunakan pemeriksaan singkat ini setelah seluruh isi tugas atau karya ilmiah selesai.

  1. Pastikan gaya sitasi mengikuti panduan sekolah, dosen, jurnal, atau kampus.
  2. Bandingkan setiap sitasi dalam teks dengan entri di daftar pustaka.
  3. Periksa ejaan nama penulis, tahun, judul, dan identitas penerbit.
  4. Pastikan volume, nomor, halaman, DOI, atau URL ditulis bila tersedia dan diwajibkan.
  5. Urutkan referensi sesuai ketentuan gaya yang dipilih dan rapikan indentasi menggantung jika diperlukan.
  6. Buka kembali DOI dan URL untuk memastikan tautannya menuju sumber yang tepat.

Dengan memeriksa unsur tersebut, kamu tidak hanya merapikan tampilan daftar pustaka, tetapi juga membantu pembaca menelusuri sumber yang menjadi dasar tulisanmu.

Karya selesai, portofolio siap diperkenalkan

Bangun Identitas Akademik dengan Domain .MY.ID

Tampilkan ringkasan penelitian, tugas akhir yang boleh dipublikasikan, dan proyek terbaik melalui portofolio online dengan alamat domain milikmu sendiri.

 

Pertanyaan Umum Seputar Daftar Pustaka

Apakah setiap karya ilmiah wajib memiliki daftar pustaka?

Jika karya ilmiah menggunakan atau mengutip sumber lain, referensinya perlu dicantumkan sesuai ketentuan. Bentuk dan nama bagian referensi mengikuti pedoman penulisan yang dipakai oleh institusi atau penerbit.

Apa perbedaan daftar pustaka dan sitasi?

Sitasi muncul di bagian isi untuk menunjukkan sumber suatu informasi atau kutipan. Daftar pustaka memuat identitas sumber secara lebih lengkap sehingga pembaca bisa menemukannya kembali.

Bagaimana jika sumber tidak memiliki tahun terbit?

Dalam APA, sumber yang tidak menampilkan tanggal dapat menggunakan penanda n.d. (no date). Jangan menebak tahun terbit; lihat kembali halaman publikasi atau metadata sumber sebelum menetapkan bahwa tanggal memang tidak tersedia.

Apakah daftar pustaka boleh menggunakan dkk.?

Penggunaan dkk. bergantung pada gaya sitasi yang diminta. Dalam APA edisi ke-7, daftar referensi umumnya menuliskan hingga 20 penulis, sedangkan singkatan et al. sering digunakan untuk sitasi dalam teks ketika ada tiga penulis atau lebih.

Untuk halaman website yang dirujuk, URL langsung biasanya menjadi unsur penting agar sumber mudah ditemukan. Pada jenis sumber lain, seperti buku cetak atau artikel jurnal, aturan pencantuman URL dan DOI perlu mengikuti gaya sitasi yang digunakan.

Menulis daftar pustaka akan lebih mudah jika identitas sumber dicatat sejak awal penelitian dan formatnya diperiksa sebelum naskah dikumpulkan. Gunakan 10 contoh di atas sebagai panduan penyusunan, lalu sesuaikan setiap detailnya dengan sumber asli serta pedoman akademik yang berlaku.

Ayoni Sulthon

SEO Strategist DomaiNesia, ask me all about SEO and Digital Marketing.


muhnurfahrul
April 20, 2021

terima kasih tips nya bang, semoga blogku keterima adsense

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya