• Home
  • Berita
  • Improve Your Campaign Email Using Mailchimp

Improve Your Campaign Email Using Mailchimp

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.
Improve Your Campaign Email Using Mailchimp

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh bisnis kecil maupun penjual online adalah menemukan cara yang efisien dan low cost untuk memasarkan merek mereka ke pasar yang lebih besar. Dari situlah email marketing memerankan perannya. Baik perusahaan baru atau perusahaan lama yang sudah mapan, perencanaan email marketing yang efektif adalah koentji untuk mempromosikan dan menumbuhkan bisnis, meningkatkan revenue, dan menjual lebih banyak barang. Mailchimp memudahkan kamu untuk membuat email campaign dengan sentuhan personal dan terotomasi. Jadi, kamu bisa memperkuat relasi dengan pelanggan potensial.

Membuat Rencana Email Marketing

Mailchimp adalah sebuah marketing platform untuk membantu bisnis kecil. Marketing platform seperti apa sih? Mailchimp bisa membantu kamu membangun relasi dengan pelanggan atau memberikan saran tentang siapa saja pelanggan potensial kamu melalui social media yang terkoneksi dengan Mailchimp.

Menjalankan sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. Banyak yang harus dipersiapkan dan dipikirkan. Untuk membuat fase perencanaan lebih mudah, Mailchimp memberikan beberapa cara yang bisa jadi pertimbangan untuk merancang strategi email marketing:

Menentukan Target Audiens

Apapun yang kamu jual, kamu harus memiliki pemikiran yang jelas tentang siapa target audiens kamu. Kejelasan target audiens akan mempengaruhi keefektifan komunikasi yang terjadi antara kamu sebagai penjual dengan target audiens. Langkah awal ini memang terlihat mudah, yang terpenting adalah, sebagai pemilik bisnis kecil, kamu harus memahami brand’s demographic luar dalam.

Mailchimp membantu kamu mencari tahu dan mengidentifikasi lebih dalam tentang audiens, jadi kamu bisa mengirimkan email dengan sentuhan personal. Dengan melakukan hal tersebut, diharapkan bisa meningkatkan engagement dan menghasilkan ROI yang lebih baik. Subscriber atau audiens yang berlangganan email akan memberikan informasi penting terkait apa yang mereka suka dan buying behaviour.

mailchimp
Sumber: Pixabay

Mailchimp juga menyediakan forms yang bisa disesuaikan dengan keperluan untuk mengumpulkan informasi seperti, usia, minat, gender, dan bagaimana mereka ingin berlangganan. Bisa jadi ada pelanggan yang hanya ingin mendapatkan email tentang produk tertentu atau pelanggan yang hanya ingin menerima email dua minggu sekali.

Informasi yang Didapat Ketika Pelanggan Signup

Informasi penting yang mungkin kamu dapatkan dari signup form adalah bagaimana dan dimana. Informasi tentang dari mana pelanggan berasal, akan memudahkan kamu untuk menentukan pola komunikasi yang efektif. Selain itu, kamu juga akan lebih tahu, promosi seperti apa yang cocok diterapkan dengan segmentasi pasar tertentu.

Contohnya, pelanggan kamu lebih banyak berasal dari Facebook dan Twitter. Dari situ, kamu bisa fokus untuk membangun komunikasi melalui social media. Kamu juga bisa membuat segmentasi berbeda berdasarkan metode yang lebih spesifik, seperti Facebook.

Menentukan Isi Konten

Setelah kamu tahu segmentasi pelanggan khusus untuk bisnis kamu, sekarang coba pikirkan apa yang ingin disampaikan ke pelanggan tersebut. Email yang dikirimkan tentu memiliki tujuan tertentu yang harus disampaikan ke pelanggan, jadi harus selalu diingat alasan mereka meng-subscribe email kamu.

Membuat beberapa konten-konten umum mungkin akan membantu kamu dalam menulis email campaign. Misalnya acara yang akan berlangsung, ulasan tentang acara yang baru saja berlangsung, postingan instagram yang paling populer, atau informasi terkait produk baru. Dengan begitu, ketika kamu ingin mengirimkan email ke pelanggan, beberapa contoh konten tersebut bisa kamu pilih. Selebihnya, kamu juga bisa menciptakan konten yang lebih spesifik untuk daftar pelanggan tertentu. Tambahkan sedikit reward untuk pelanggan setia.

mailchimp
Sumber: Pixabay

Tentukan Frekuensi Pengiriman dan Tujuan Email

Memang tidak ada patokan waktu terbaik, kapan kamu harus mengirimkan email, namun jika kamu mengirimkan terlalu sering, pelanggan akan memahami isi pesan yang akan berujung unsubscribe. Untuk mereka yang memiliki blog, mungkin akan mengirimkan satu email dalam sehari. Untuk mereka yang memiliki bisnis online, mungkin akan mengirimkan email hanya dua kali dalam satu bulan.

Disarankan untuk mengirim setidaknya satu email dalam sebulan supaya pelanggan tetap engaged. Namun, kamu harus tetap memastikan jadwal mengirim email sesuai dengan kebutuhan. Bisa jadi di beberapa waktu tertentu, kamu dan tim merencanakan acara khusus atau hari libur. Jangan sampai pelanggan bingung dengan kebiasaan kamu mengirim email.

Merancang Email Campaign

Ketika merancang email campaign, kamu sebaiknya fokus pada pesan apa yang ingin kamu sampaikan, supaya pesan tersebut mudah dipahami. Disarankan untuk menuliskan semua elemen yang sekiranya harus ada di email campaign. Kemudian, urutkan dari hal yang paling penting, atau inti pesan ke paling atas, supaya pelanggan langsung memahami maksud dan tujuan email tersebut.

Buatlah tulisan yang mudah dibaca. Kamu bisa membagi informasi di email ke beberapa bagian. Pilih jenis dan ukuran tulisan yang pasti terbaca, dan jangan lupa menambahkan CTA atau Call To Action. Intinya, semua informasi yang ada di email campaign sebaiknya jelas dan to the point.

Mengirim Email dan Menghindari Spam Filter

Mailchimp bisa mengirim email dengan cepat, namun karena beberapa faktor, lama pengiriman bisa ikut terkena dampaknya. Faktor-faktor seperti konten email, server pengirim dan server penerima email. Mailchimp sendiri telah memenuhi praktik terbaik dan mendorong setiap penggunanya untuk mematuhi peraturan anti spam. Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa konten juga memegang peranan penting untuk performa pengiriman email. Oleh karena itu, penting untuk memastikan konten yang kamu buat sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat.

mailchimp
Sumber: Pixabay

Selalu Ukur Performa di Setiap Marketing Campaign

Setelah kamu membuat dan mengirim email campaign yang pertama, sekarang saatnya kamu memperhitungkan berapa nilai dari upaya yang sudah dilakukan. Bagaimana menghitung performa tersebut? Mailchimp sudah mengumpulkan datanya untuk kamu lihat dan analisis! Dari data yang telah terkumpul tersebut, kamu bisa menentukan bagaimana strategi selanjutnya, yang sekiranya bisa membuat performa menjadi lebih baik di masa mendatang.

Ratna Patria

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!