Panduan Install Suricata untuk Keamanan Jaringan

Oleh Fitri Aulia
Panduan Teknis Pandual Install Suricata untuk Keamanan Jaringan

Di tengah dunia digital yang terus berkembang, menjaga keamanan jaringan jadi salah satu langkah penting untuk memastikan layanan tetap stabil dan terpercaya. Dengan bantuan IDS/IPS seperti Suricata, kita bisa memantau traffic dan mendeteksi ancaman secara cepat. Pada panduan ini akan membahas cara instalasi Suricata di Ubuntu, lengkap dengan tips konfigurasi dan optimasi supaya jaringan tetap aman dan performanya maksimal.

Apa itu Suricata dan Keunggulannya?

Suricata adalah alat open-source yang berfungsi sebagai IDS (Intrusion Detection System) dan IPS (Intrusion Prevention System). Tool ini digunakan untuk memantau traffic jaringan serta mendeteksi serangan yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem. Dikembangkan oleh OISF, Suricata dapat berjalan di berbagai sistem operasi seperti Linux, Windows, dan BSD. Dengan kemampuan mendeteksi ancaman seperti DDoS, malware, dan serangan lainnya, Suricata menjadi salah satu tools yang bisa diandalkan untuk lingkungan server modern.

Keunggulan Suricata:

  1. Deteksi Traffic Jaringan yang Cepat dan Akurat
    Suricata memanfaatkan multi-threading untuk memproses paket secara paralel, sehingga performanya tetap optimal meskipun traffic sedang padat. 
  2. Dukungan untuk Berbagai Protokol
    Tidak hanya protokol umum seperti HTTP dan TCP, Suricata juga dapat menganalisis DNS, FTP, SSH, dan protokol lainnya, membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan jaringan.
  3. Pencatatan dan Logging yang Lengkap
    Suricata menggunakan format EVE JSON yang mudah dibaca dan sangat cocok untuk integrasi dengan tools analisis maupun platform visualisasi.
  4. Mendukung Integrasi dengan Tools Keamanan Lain
    Suricata dapat bekerja bersama sistem lain seperti Zeek dan berbagai solusi SIEM untuk membangun ekosistem keamanan yang lebih komprehensif.
  5. Komunitas dan Dukungan yang Aktif
    Karena bersifat open-source, Suricata mendapat dukungan besar dari komunitas global. Pembaruan rutin dan dokumentasi resmi yang lengkap membuatnya mudah dipelajari dan diimplementasikan.
Baca Juga:  Let’s Encrypt Plesk VPS: Panduan SSL Gratis & Otomatisasi

Perbedaan Mode IDS dan IPS di Suricata

Suricata

Sumber: Suricata.io

Suricata bisa dijalankan dalam dua mode utama yaitu IDS dan IPS. Keduanya sama-sama bekerja untuk mendeteksi ancaman, tapi cara kerjanya cukup berbeda. Dalam mode IDS, Suricata hanya bertugas memonitor traffic dan mencatat aktivitas mencurigakan di log. Mode ini aman dipakai untuk server mana pun karena tidak mengubah traffic apa pun—Suricata hanya mengamati dan memberi peringatan. Biasanya sysadmin menggunakan mode IDS untuk analisis awal atau lingkungan yang tidak boleh mengubah jalur traffic.

Sementara itu, mode IPS bekerja lebih jauh. Selain memonitor traffic, Suricata juga bisa langsung memblokir, menjatuhkan paket, atau menghentikan koneksi yang dianggap berbahaya. Mode ini biasanya digunakan ketika server sudah membutuhkan perlindungan aktif, bukan sekadar deteksi. Karena Suricata mengontrol alur traffic secara langsung, mode IPS butuh konfigurasi jaringan dan resource yang sedikit lebih matang agar performa tetap stabil.

Pemilihan mode IDS atau IPS tergantung kebutuhan. Kalau DomaiNesians ingin memantau aktivitas tanpa memodifikasi traffic, mode IDS sudah cukup. Tapi kalau ingin perlindungan yang lebih agresif dan otomatis mencegah serangan, mode IPS menjadi pilihan yang lebih tepat.

Langkah Instalasi Suricata di Ubuntu

Berikut adalah step-step untuk instalasi Suricata di Ubuntu:

1. Tambahkan Repository Suricata

Untuk mendapatkan versi terbaru Suricata, tambahkan repository resmi dari OISF. Pakai perintah berikut untuk menambah repository dan import GPG key:

2. Instal Paket Suricata

Setelah repository ditambahkan, instal Suricata dengan:

3. Verifikasi Instalasi

Pastikan instalasi berhasil dengan mengecek versinya:

suricata version

4. Unduh dan Update Rules Suricata

Suricata menggunakan rules untuk mendeteksi ancaman. Untuk mengambil rules default:

Baca Juga:  Cara Menambah Akun di CyberPanel Pada Cloud VPS

Jika ingin menggunakan sumber rules lain, konfigurasi dapat disesuaikan.

5. Konfigurasi Suricata

Konfigurasi utama Suricata ada di /etc/suricata/suricata.yaml. Edit sesuai kebutuhan:

Konfigurasi yang bisa disesuaikan:

  • interface: Tentukan interface jaringan yang ingin dipantau misalnya eth0.
  • output-log: Atur lokasi file log, default-nya ada di /var/log/suricata.

6. Menjalankan Suricata

Jalankan Suricata dalam mode IDS:

Gantilah eth0 sesuai interface di server. Untuk membuat Suricata otomatis berjalan saat boot:

7. Verifikasi dan Monitor Suricata

8. Menjalankan Suricata di Background

Jalankan sebagai daemon:

9. Memperbarui dan Mengelola Suricata

Update rules secara berkala:

Optimasi Suricata

Berikut beberapa langkah dan tips optimasi Suricata:

1. Gunakan Mode af-packet untuk Performa Maksimal

AF-Packet adalah metode capture yang paling optimal di Linux karena mampu memproses paket dengan tingkat efisiensi lebih tinggi dibandingkan metode lain seperti pcap. Pastikan konfigurasi AF-Packet diaktifkan di suricata.yaml:

AF-Packet

Baca Juga:  Cara Atur Packages di CyberPanel Untuk Kelola Paket Website

2. Hindari Pemrosesan Paket Berlebihan

Beberapa konfigurasi bisa membantu meringankan beban Suricata, terutama pada traffic besar. Namun, opsi seperti max-packet-count biasanya digunakan untuk debugging atau testing. Jika tujuanmu adalah membatasi load, lebih baik optimasi thread, queue, dan flow timeout seperti di atas.

3. Gunakan Hardware Acceleration

Jika server menggunakan NIC yang mendukung fitur seperti packet offloading, RSS, atau FPGA-based acceleration, fitur ini bisa membantu meningkatkan performa Suricata. Pastikan hardware acceleration diaktifkan melalui konfigurasi NIC atau driver. 

4. Sesuaikan Jumlah Thread dan Core CPU

Buka file konfigurasi /etc/suricata/suricata.yaml dan cari bagian yang mengatur jumlah thread untuk pemrosesan paket. Sesuaikan dengan jumlah core CPU.

Jika menggunakan lebih dari satu core, bisa atur cpu-affinity untuk pastikan thread tertentu berjalan di core yang optimal.

5. Optimalkan Penggunaan Memori

Jika server memiliki memori terbatas, beberapa parameter bisa disesuaikan:

Mengatur memori untuk flow:

Menggunakan Suricata Secara Efektif

Suricata jadi salah satu pilihan tepat untuk perlindungan jaringan yang responsif dan bisa diandalkan. Proses instalasi, update rules, sampai konfigurasi dasarnya juga cukup mudah diikuti di Ubuntu, jadi siapa pun bisa mulai memperkuat keamanan server. Dengan kemampuan deteksi real-time dan dukungan protokol yang luas, Suricata bisa memberi grafik yang lebih jelas tentang aktivitas di jaringan.

Kalau DomaiNesians butuh performa yang lebih stabil, menjalankan Suricata di Cloud VPS  Turbo bisa jadi langkah yang tepat. Resource yang lebih kuat dan konsisten bikin Suricata punya ruang kerja lebih lega. Dengan kombinasi konfigurasi yang benar dan infrastruktur yang mendukung, sistem keamanan jaringan bisa berjalan lebih optimal dan siap menghadapi berbagai potensi serangan.

Fitri Aulia

Hi! I'm a tech enthusiast who loves digging into how things work, especially in web development, VPS setups, and anything open-source.

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds