• Home
  • Tips
  • Cara Membuat Privacy Policy Page di Blog, Mudah dan Cepat!

Cara Membuat Privacy Policy Page di Blog, Mudah dan Cepat!

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Singkatnya, privacy policy adalah sebuah halaman pada website yang mana kamu sebagai pemilik website menginformasikan kepada pengguna terkait pengelolaan data pribadi pengguna selama mengakses website.

Biasanya fitur ini tersedia di hampir semua footer website.

Fitur ini penting dimiliki oleh blog atau website yang mengharuskan penggunanya untuk memasukkan data pribadi selama menggunakan website.

Bukan tanpa alasan, dengan kamu mengetahui cara membuat privacy policy, sama saja kamu sudah memahami bagaimana cara meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap website.

Sumber: Envato

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan bahwa tahapan cara membuat privacy policy adalah sangat mudah.

Kami akan rekomendasikan beberapa privacy policy generator yang bisa kamu amati, tiru, lalu modifikasi dalam website kamu.

Pengertian Privacy Policy

Privacy policy adalah sebuah dokumen pada website yang menjelaskan bagaimana website atau organisasi akan mengumpulkan, menyimpan, melindungi, dan memanfaatkan informasi pribadi yang pengguna berikan.

Maksud dari informasi pribadi akan bervariasi tergantung pada kebijakan website, tetapi secara umum, informasi pribadi terdiri dari:

  • Nama
  • Tanggal lahir
  • Alamat (kode pos dan email)
  • Detail pembayaran (nomor kartu kredit)
  • Lokasi perangkat (alamat IP, geo lokalisasi)
  • Kebiasaan browsing

Selain menguraikan bagaimana website perusahaan akan menggunakan informasi tersebut, privacy policy adalah kebijakan bagaimana perusahaan akan memenuhi kewajiban hukumnya.

Hal ini juga memfasilitasi pengguna yang membagikan datanya untuk meminta bantuan ke pihak berwajib jika perusahaan gagal memenuhi tanggung jawab tersebut.

Alasan Pentingnya Privacy Policy

Tidak peduli kamu mengelola aplikasi mobile atau website, semua privacy policy harus akurat dan sesuai fakta ​​untuk memandu pengguna dalam memahami keamanan data mereka di suatu platform.

Berikut ini 4 alasan penting mengapa privacy policy adalah bagian yang website atau aplikasi mobile butuhkan.

  • Syarat Mematuhi Hukum

Banyak negara mensyaratkan media online untuk mencantumkan privacy policy untuk membantu seseorang memahami hak informasi mereka.

Contohnya dari peraturan California Online Privacy Protection Act (CalOPPA) yang mewajibkan setiap website yang mengumpulkan informasi dari pengguna yang berbasis di California harus menampilkan privacy policy di website.

Ada juga peraturan European General Data Protection Regulation (GDPR) yang mengatur keamanan data penduduk Uni Eropa ketika mereka mengolah, menyimpan, dan memproses data pribadi pada semua website.

  • Meningkatkan Transparansi Website dan Kepercayaan Pengguna

Pengguna sangat peduli dengan privasi mereka dan ingin bertanggung jawab atas segala informasi yang mereka masukkan untuk mengakses website favoritnya.

Dengan memperhatikan cara membuat privacy policy serta menampilkannya pada website, kamu bisa menunjukkan bahwa website kamu peduli dengan privasi mereka dan tidak melakukan kejahatan yang mengatasnamakan pengguna.

Alasan lain keberadaan privacy policy adalah sebagai bukti adanya prosedur untuk menangani informasi pengguna dengan benar sehingga dapat membantu mereka mempercayai bisnis kamu.

  • Diperlukan oleh Layanan Pihak Ketiga

Banyak layanan pihak ketiga memerlukan privacy policy agar banyak website bisa bekerja sama lalu menggunakan layanan mereka, contohnya Google Ads, Google Analytics, Facebook, dan Apple.

Privacy policy memastikan mereka juga mematuhi hukum internasional apapun saat pengguna sedang menggunakan layanan mereka.

Jadi, jika kamu berencana menggunakan layanan pihak ketiga dalam operasional website, periksalah privacy policy dan persyaratan disclosure mereka.

Siapa sangka jika hanya dengan memahami dan menerapkan cara membuat privacy policy yang benar, kamu bisa menunjukkan brand personality website sehingga memenangkan hati pengguna.

Hal ini disebabkan oleh bentuk informasi website yang menarik hingga akhirnya punya kesan tersendiri di mata pengguna.

Poin yang Harus Ada di Privacy Policy

Privacy policy yang kuat haruslah informatif dan benar, tanpa penggunaan istilah tersembunyi atau bahasa yang membingungkan.

Poin-poin yang harus kamu cantumkan dan perhatikan dari cara membuat privacy policy akan bergantung pada sifat bisnis itu sendiri.

Lalu juga dari faktor lokasi operasional website dan lokasi pengguna. Namun, ada beberapa poin standar yang dapat kamu temukan di sebagian besar privacy policy.

Adapun poin informasi yang umum tersedia dalam privacy policy adalah:

  • Informasi Pribadi

Secara logis, privacy policy adalah susunan aturan yang akan memberitahu pengguna website mengenai jenis data pribadi apa yang ingin website kamu kumpulkan, baik secara langsung atau tidak langsung/otomatis.

Cantumkan secara detail mulai dari nama, lokasi, nomor telepon, hingga alamat email.

Jika kamu mengumpulkan data pribadi pengguna agar mereka bisa menggunakan website kamu, jelaskan pula secara lengkap sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat sehubungan dengan informasi apa yang ingin mereka bagikan.

  • Proses Pengumpulan

Dengan kamu membuat halaman kebijakan privasi dari cara membuat privacy policy yang benar, kamu telah berkomitmen untuk transparan dan menjelaskan cara website mengumpulkan data pribadi pengguna.

Jika kamu mengumpulkan data penggunaan, melacak lokasi geografis, atau menggunakan layanan pihak ketiga mana pun untuk tujuan iklan dan retargeting, kamu juga harus menyebutkannya.

Sebab, pengguna mungkin tidak menyadari bahwa website kamu mengumpulkan data selama mereka mengakses website.

  • Tujuan Penggunaan

Pada poin ini, pengguna tahu bahwa website akan mengumpulkan informasi pribadinya, tetapi apa yang akan kamu lakukan dengan informasinya?

Poin privacy policy ini penting ada jika kamu menggunakan data pengguna untuk menawarkan user experience yang lebih baik.

Misalnya, jika kamu menjalankan website e-Commerce, kamu bisa jelaskan bahwa informasi pribadi pengguna akan digunakan untuk memproses pembayaran dan pengiriman produk ke pelanggan.

Dalam hal ini, ada kemungkinan besar bahwa informasi pribadi mereka juga digunakan oleh pihak ketiga seperti penyedia layanan pembayaran online atau mitra pengiriman.

Dengan begitu, privacy policy adalah “lembar persetujuan” antara kamu dan pengguna.

  • Keamanan

Kamu juga harus memberi tahu pengguna bagaimana website akan melindungi informasi pribadinya dari akses yang tidak sah atau tindakan tidak bertanggung jawab lainnya.

Maka dari itu, ada baiknya cara membuat privacy policy adalah jelaskan bagaimana cara dan dimana informasi tersebut disimpan.

Contohnya, kamu jelaskan bagaimana upaya pengarsipan data, apakah telah dilengkapi enkripsi terbaru, apakah ada upaya autentikasi ketat dengan password tertentu, hingga pusat data berkeamanan tingkat tinggi manakah yang website kamu gunakan.

Sumber: Envato
  • Storage and Sharing

Pengguna harus tahu di mana website kamu akan menyimpan data mereka, berapa lama akan disimpan, dan apakah data tersebut akan ditransfer secara internasional (ini bisa terjadi jika server website berlokasi di luar negeri).

Dengan begitu, kamu harus transparan tentang siapa dan apa tujuan kamu sehingga perlu membagikan data tersebut.

Apabila kamu menggunakan layanan analitik atau iklan tertentu, kamu harus menyebutkan siapa saja mereka sambil menghubungkan link ke privacy policy masing-masing perusahaan pihak ketiga.

  • Cookies

Jika website kamu menggunakan cookies, maka kamu harus jelaskan ke dalam privacy policy kamu serta tautkan ke halaman website tempat cookie policy kamu di hosting.

Jelaskan pula bahwa cookies akan memudahkan pengguna agar tidak perlu setting apapun setiap kali menggunakan website karena riwayat kunjungannya akan terekam.

Contoh paling sederhana adalah proses login, pengguna tidak harus menuliskan ulang email karena sudah “diingat” oleh cookies.

  • Hak Subjek Data

Maksud poin ini saat cara membuat privacy policy adalah kamu harus jelaskan bahwa berbagi informasi pribadi tidaklah wajib pengguna lakukan.

Mereka boleh membatasi apa yang mereka bagikan atau mencabut persetujuan mereka kapan saja.

Kamu juga perlu bagikan informasi apakah berbagi informasi pribadi akan mempengaruhi user experience mereka dengan produk atau website.

  • Informasi Kontak

Hal wajib lain yang harus ada dalam privacy policy adalah dengan menyediakan narahubung ketika pengunjung memiliki pertanyaan atau masalah terkait dengan privacy policy kamu.

Kamu bisa cantumkan alamat email dan nomor telepon kamu.

Cara Membuat Privacy Policy

Bagi kamu yang baru saja mulai membangun website, sekarang tak perlu repot lagi membuat privacy policy manual.

Untungnya, ada banyak generator privacy policy online yang akan membantu kamu membuat privacy policy secara otomatis.

Berikut 5 generator yang akan membuat kamu sadar bahwa cara membuat privacy policy adalah sangat mudah dan praktis.

  • Free Privacy Policy

Free Privacy Policy adalah generator online yang akan membantu kamu membuat privacy policy tanpa repot menyewa pengacara untuk menulis legalitas website.

Online tool ini membantu kamu mematuhi berbagai jenis peraturan mulai dari GDPR, CalOPPA, Google Analytics, dan banyak lagi.

Bahkan kamu juga bisa membuat syarat dan ketentuan (terms and conditions), kebijakan pelacakan cookie, kebijakan refund dan return dana, disclaimers, dan lain-lain.

  • Shopify Policy Generator

Cara membuat privacy policy yang mudah juga bisa kamu lakukan dengan menggunakan layanan Shopify yang satu ini.

Shopify Policy Generator dapat membantu kamu memenuhi persyaratan privasi global sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna.

Kamu juga bisa membuat refund policy atau kebijakan persyaratan layanan di layanan unggulan Shopify ini.

Isi beberapa data di website Shopify dan mereka akan membuat template privacy policy yang bisa kamu customize sesuai kebutuhan website.

  • Privacy Policies

Serupa dengan dua generator sebelumnya, kamu bisa menggunakannya untuk dapatkan cara membuat privacy policy yang mudah dan aman.

Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Buka website resmi Privacy Policies di https://www.privacypolicies.com/
  2. Tekan tombol CTA pada landing page yang bertuliskan “Start creating your Privacy Policy”.
  3. Pilih platform tempat privacy policy akan digunakan. Lalu klik “Next Step”.
  4. Isi form sesuai perintah, klik lagi “Next Step”.
  5. Jawab pertanyaan dari mereka terkait jenis informasi yang akan website kamu kumpulkan dari pengguna.
  6. Masukkan alamat email kamu agar kamu bisa menerima dokumen privacy policy dan klik ‘Generate’.

Setelah itu kamu bisa masukkan dokumen privacy policy ke dashboard platform blogging kamu, lalu buatlah halaman baru. Jika format privacy policy adalah berbentuk code, pilih versi code editor.

  • Privacy Policy Online

Privacy Policy Online adalah generator privacy policy selanjutnya yang juga mematuhi hukum internasional seperti CCPA, CalOPPA, dan GDPR.

Platform ini juga membuat kebijakan yang memenuhi persyaratan jaringan periklanan terkemuka dan aplikasi pihak ketiga.

Cukup dengan mengisi formulir web awal di situs resminya, lalu sistem mereka akan men-generate kebijakan baru sesuai website kamu.

Dengan Privacy Policy Online, kamu juga dapat membuat format terms and conditions.

  • Termly

Platform terakhir yang tak kalah hebat dalam membantu kamu mendapatkan cara membuat privacy policy termudah adalah Termly.

Mereka terintegrasi dan efektif untuk privacy policy yang sesuai dengan GDPR, CCPA, CalOPPA, Google Analytics, AdSense, e-commerce laws, dan lain sebagainya.

Termly juga menawarkan pembaruan pengacara otomatis yang artinya setiap kali undang-undang baru disetujui, privacy policy kamu saat ini akan diubah dan diperbaharui secara otomatis.

Hebatnya, kamu bisa membuat beberapa kebijakan untuk platform yang berbeda, membantu memastikan kamu terlindungi di mana pun layanan kamu berada.

Bagaimana, Cara Membuat Privacy Policy Itu Gampang, ‘kan?

Nah, itulah beberapa cara membuat privacy policy page yang anti ribet. Selain kelima cara di atas, harapannya kamu semakin bisa menyadari bahwa privacy policy adalah bukan sekedar fitur formalitas dalam sebuah website.

Pasalnya, disana pengguna bisa mengetahui apa yang website lakukan terhadap data pribadinya.

Sebagai pemilik website, kamu perlu ingat, dengan tersedianya cara membuat privacy policy page di atas, bukan berarti kamu bisa meng-copy-paste kebijakan privasi milik website lain.

Cara membuat privacy policy
Sumber: Envato

Anggap saja halaman privacy policy adalah seperti perjanjian tertulis yang website tawarkan secara khusus dan selanjutnya pengguna setujui dengan sukarela.

Sebab, pada dasarnya, dalam menggunakan website kamu dan pengguna lainnya harus tunduk dan menaati segala hukum dan kebijakan yang ada.

Apabila kamu punya pertanyaan lain seputar pembuatan blog atau website, jangan ragu untuk mencari jawabannya di blog DomaiNesia ya!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!