• Home
  • Tips
  • Cara Membuat Bisnis Model Kanvas Untuk Startup

Cara Membuat Bisnis Model Kanvas Untuk Startup

Oleh Argadahana
5/5 (3)

Bisnis model kanvas adalah salah satu dari sekian model bisnis yang berkembang di dunia. Secara sederhana, model bisnis adalah strategi yang dibuat diawal untuk menjalankan sebuah bisnis. Model bisnis mengatur hubungan antara bagian produksi, distributor hingga ketangan konsumen.

Model bisnis kanvas ini pertama kali dikembangkan oleh Alexander Ostelwarder. Dengan menggunakan model bisnis ini, kita dapat menggambarkan dan mengerucutkan beberapa aspek bisnis sebagai sebuah strategi yang utuh. Bisnis model kanvas ini terdiri dari sembilan element yang dapat menunjang berjalannya sebuah bisnis.

penemu bisnis model kanvas
source: nbforum.com

Element Bisnis Model Kanvas

Bisnis startup atau bisnis rintisan memerlukan sebuah strategi yang dapat menunjang jalannya usaha kedepan. Untuk itu, bisnis model kanvas bisa menjadi salah satu tools untuk menciptakan strategi bisnis. Dan sebelum menciptakan strategi, ada baiknya mempersiapkan kesembilan hal berikut ini;

  1. Customer Segment

Pada elemen bisnis model kanvas yang pertama ini, langkahnya adalah menentukan segmentasi pelanggan yang menjadi target bisnis. Sebagai studi kasus, misalnya sebuah usaha startup yang melayani jasa dekorasi rumah. Pemilik usaha menentukan tiga segmentasi pelanggan yang dia inginkan berdasarkan produk yang dia tawarkan.

Untuk produk pertama dekorasi kamar kos, menyasar segmentasi anak mahasiswa. Kemudian untuk segment kedua adalah dekorasi rumah secara utuh, menyasar segmentasi keluarga. Dan segmentasi yang terakhir adalah dekorasi toko, menyasar pelaku bisnis dan usaha.

  1. Value Propositions

Selanjutnya adalah value prepositions yang membicarakan mengenai manfaat atau nilai yang akan didapatkan pelanggan ketika menggunakan jasa kita. Masih menggunakan studi kasus yang sama yakni jasa home decoration. Pemilik usaha menuliskan nilai yang akan didapatkan oleh pelanggan adalah; harga paling murah daripada jasa yang serupa, dan layanan yang prima dengan desain desain terbaru.

Value propositions berkaitan dengan segementasi yang telah ditulis sebelumnya. Apakah dengan segmentasi yang telah ditentukan sesuai dengan nilai yang diberikan? Atau kurang? Atau terlalu banyak?

  1. Channels

Elemen channel pada bisnis model kanvas artinya adalah media yang digunakan untuk mengantarkan nilai pada pelanggan yang ada. Channel bisa bermacam-macam sesuai dengan perkembangan. Sebagai contoh kasus, pada bisnis imajinasi kita tadi mengenai jasa dekorasi rumah. Media yang digunakan untuk mengantarkan nilai atau promosi adalah website, akun Instagram sebagai galeri dan portofolio, iklan dengan Instagram ads, dan Google ads.

Pada bagian channel juga dijelaskan secara detail misalnya; penggunaan wordpress sebagai cms website yang akan digunakan. Atau delivery seperti apa yang akan dilakukan di website tersebut. Misalnya dengan menggunakan fitur wordpress otimatis.

  1. Revenue Streams

Revenue Streams atau aliran pemasukan pada bisnis model kanvas adalah darimana saja aliran dana yang akan menjadi pemasukan bisnis. Misalnya pada contoh kasus kita, jasa dekorasi rumah; aliran dana yang masuk berasal dari jasa pengerjaan dekorasi, jasa konsultasi, dan mark-up harga bahan bahan dekorasi.

Contoh lain yang bisa dimasukkan adalah pemasukan dari paid endorsement ketika akun Instagram atau website sudah cukup besar. Hal lain yang bisa dituliskan, misalnya jasa dekorasi yang dijalankan memiliki akses untuk sewa-menyewa alat konstruksi dan memposisikan diri sebagai perantara antara penyewa dan pemilik alat.

Customer Relations
source: pixabay.com
  1. Customer Relationship

Customer relations adalah bagaimana kita mengelola pelanggan atau calon pelanggan yang sudah melalukan kontak dengan kita.  Menjalin relasi dengan customer bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Misalnya pada contoh kasus kita; orang yang telah menanyakan harga jasa bisa dimasukkan ke dalam grup Whatsapp atau mailing list untuk mengirimi mereka secara rutin berita-berita soal dekorasi rumah.

Masih pada contoh kasus yang sama, mengunggah hasil foto pengerjaan atau ide-ide dekorasi rumah di account Instagram juga menjadi salah satu yang dilakukan. Hal ini dengan asumsi dasar bahwa para pengikut akun Instagram adalah para customer dan calon customer. Relasi ini perlu dijaga dengan baik untuk mencegah mereka berpindah ke usaha pesaing yang serupa.

  1. Key Activities

Key aktivities pada bisnis model kanvas dijelaskan sebagai cara atau upaya untuk menciptakan value preposition. Untuk menambah nilai yang bisa diberikan pada pelanggan, maka seorang pebisnis harus mengembangkan produk atau jasanya agar tidak kalah dengan para pesaing. Sebagai contoh, mengambil sertifikasi untuk home decoration adalah salah satu upaya menghasilkan ide-ide baru. Contoh paling sederhana adalah studi banding yang dilakukan melalui Pinterest untuk mendapatkan konsep-konsep desain baru.

  1. Key Resources

Sumber daya kunci atau key resources adalah sumber daya yang menjadi aset perusahaan. Misalnya adalah bahan baku atau infrastruktur. Dalam contoh kasus jasa dekorasi rumah, maka aset-aset ini bisa berupa material untuk mendesain rumah dan peralatan penunjang untuk mendekorasi rumah.

Key Partnership Bisnis MOdel Kanvas
source: pixabay.com
  1. Key Partnership

Sebuah bisnis tentunya memerlukan relasi dari pihak luar. Entah sebagai produsen bahan baku, distributor bahan baku, ataupun reseller. Dan untuk contoh kasus jasa desain rumah; pada bagian partnership nama tukang yang mengerjakan proyek, toko bangunan yang menjual material, atau bahkan mitra arsitek yang bekerja didalamnya dituliskan pada partnership.

  1. Cost Structure

Pada bagian yang terakhir ini dituliskan mengenai biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Misalnya dalam contoh kasus jasa home decoration menulis; harga bahan baku material, gaji tukang setiap bulanya, gaji arsitek dan lain lain.

Tidak hanya bahan baku dan gaji yang ditulis disini namun juga pengeluaran lainnya ketika membangun startup untuk pertama kalinya. Misalnya gaji pegawai untuk mengerjakan pemasaran, marketing funds untuk melakukan kegiatan marketing. Atau dana untuk membuat situs dan membeli hosting yang terbaik.

Fungsi Bisnis Model Kanvas

bisnis model kanvas
source: medium.com

Pada jenis perusahaan startup fungsi bisnis model kanvas adalah sebagai guidelines agar tidak kebingungan ketika usaha keluar dari jalurnya. Seandainya diambil contoh dari studi kasus yang telah dilakukan. Ketika bisnis jasa home decoration kesulitan untuk memasarkan jasanya pada segement tertentu, maka bisa mengeceknya dengan channel. Apakah channel yang digunakan sudah tepat untuk segment tersebut.

Selain itu juga, bisnis model kanvas juga kurang lebih bisa membantu pemilik usaha untuk mengkalkulasi potensi potensi baru untuk menjalankan bisnisnya. Misalnya menemukan segmentasi baru dan penyesuaian produknya. Atau mungkin melepaskan key partner yang dirasa kurang bonafit untuk disejajarkan dengan cost structure.

Membuat Bisnis Model Kanvas Pertama Kamu

Setelah mengulas bisnis model kanvas diatas, sekarang saatnya membuat strategi milik kamu sendiri. Kamu bisa menggunakan template bisnis model kanvas di Google Doc’s atau membuatnya sendiri dengan ukuran yang disesuaikan. Isi satu persatu secara detail, mulai dari segementasi pasar yang ingin dikejar. Atau perkiraan nama domain yang menjual dan paket hosting murah yang akan dibeli. Bisa juga mulai memasukkan vendor penyedia domain dan hosting murah kedalam model bisnis kanvas yang sedang dibuat.

Selamat berbisnis!

Argadahana


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!