Apa Itu WHOIS? Fungsi, Cara Kerja, dan Privasi Domain
WHOIS adalah layanan pencarian informasi registrasi yang digunakan untuk mengetahui detail pendaftaran nama domain, seperti registrar, tanggal registrasi, status, dan nameserver. Informasi kontak pendaftar juga dapat tersedia, tetapi sebagian data pribadi bisa disamarkan atau tidak ditampilkan kepada publik.
Istilah WHOIS berasal dari pertanyaan bahasa Inggris “who is”, yang berkaitan dengan siapa pihak yang bertanggung jawab atas suatu sumber daya internet. Selain nama domain, pencarian WHOIS juga digunakan untuk informasi alokasi alamat IP, meskipun pengelola dan jenis datanya berbeda.
Bagi pemilik website, memahami WHOIS membantu kamu memeriksa informasi domain dan menjaga data kontak tetap sesuai. Artikel ini membahas cara kerja WHOIS, informasi yang dapat ditemukan, serta kaitannya dengan perlindungan privasi.

Cara Kerja WHOIS
Informasi yang ditemukan melalui WHOIS berasal dari proses registrasi dan pengelolaan domain. Ketika mendaftarkan domain, kamu diminta memberikan data kontak yang diperlukan kepada registrar atau penyedia tempat kamu membeli domain.
Data tersebut dapat mencakup nama, alamat, email, dan nomor telepon pendaftar. Registrar mengelola informasi pelanggan, sedangkan registry mengelola data pendaftaran pada ekstensi domain yang menjadi tanggung jawabnya.
Ketika seseorang melakukan pencarian WHOIS, layanan pencarian meminta data kepada sistem yang relevan dan menampilkan informasi yang boleh diakses. Karena aturan publikasi data berbeda, hasil pencarian suatu domain tidak selalu memuat identitas lengkap pendaftarnya.
ICANN berperan dalam koordinasi dan kebijakan sistem nama domain global, sedangkan PANDI mengelola registry domain .ID. Jadi, seluruh data kontak pemilik domain tidak tersimpan dalam satu database publik milik ICANN.
Perkembangan penting: menurut pengumuman resmi ICANN tentang RDAP, sejak 28 Januari 2025, Registration Data Access Protocol atau RDAP menjadi sumber utama penyediaan informasi registrasi domain generik atau gTLD, seperti .COM dan .ORG, menggantikan layanan WHOIS. Istilah WHOIS masih sering digunakan untuk menyebut pencarian data domain, tetapi teknologi yang digunakan dapat berupa RDAP.
Pendaftaran domain juga tidak otomatis membuat website langsung bisa diakses. Pemilik domain tetap perlu mengatur DNS dan menghubungkannya ke layanan website yang digunakan.
Kamu perlu memberikan data kontak yang akurat dan memperbaruinya ketika terjadi perubahan. Informasi yang sengaja dipalsukan atau tidak diperbarui dapat menyebabkan penangguhan maupun pembatalan registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk mengurangi keterbukaan data pribadi, penyedia domain dapat menawarkan WHOIS Protection atau layanan privasi sejenis. Ketersediaan dan biayanya bergantung pada ekstensi domain serta ketentuan penyedia, sehingga kamu perlu memeriksa detail layanan sebelum mengaktifkannya.
Apa Itu Database WHOIS?
Database WHOIS dapat dipahami sebagai kumpulan catatan registrasi yang dapat ditelusuri melalui layanan WHOIS. Catatan tersebut dikelola oleh pihak yang bertanggung jawab atas domain atau sumber daya internet terkait, bukan oleh satu direktori tunggal untuk seluruh internet.
Pada domain, informasi yang tersedia dapat meliputi registrar, status, tanggal registrasi, dan nameserver. Sementara itu, pencarian alamat IP berkaitan dengan informasi alokasi jaringan dan kontak organisasi pengelolanya.
Data tersebut membantu pengguna mengetahui pihak yang dapat dihubungi ketika muncul masalah teknis atau penyalahgunaan. Namun, hasil pencarian tidak selalu mengungkap identitas pribadi pendaftar karena adanya pembatasan akses dan perlindungan privasi.
Cara Memperbarui Informasi WHOIS?
Informasi kontak yang kamu masukkan saat registrasi dapat diperbarui melalui akun pengelolaan domain. Kamu perlu melakukan pembaruan ketika alamat email, nomor telepon, atau data kontak lain berubah.
Letak menu dapat berbeda pada setiap penyedia. Untuk domain yang dikelola melalui DomaiNesia, alur umumnya adalah sebagai berikut:
- Masuk ke akun MyDomaiNesia menggunakan akun yang mengelola domain tersebut.
- Buka menu Domains, lalu pilih nama domain yang ingin diperbarui.
- Pilih menu Contact Information pada bagian pengelolaan domain.
- Perbarui informasi kontak pada kolom yang tersedia menggunakan data yang benar.
- Klik Save Changes untuk menyimpan pembaruan.
- Periksa email dan selesaikan konfirmasi atau verifikasi apabila diminta oleh penyedia.
Kamu dapat melihat petunjuk antarmuka pada panduan mengubah detail WHOIS domain. Saat mengisi formulir, tetap gunakan data yang akurat; perlindungan privasi dilakukan melalui pengaturan atau layanan privasi, bukan dengan memasukkan identitas palsu.
Kenapa Entri WHOIS Disembunyikan?
Informasi pribadi dapat disembunyikan untuk membatasi akses publik terhadap alamat, email, atau nomor telepon pendaftar domain. Pembatasan ini membantu mengurangi peluang pengambilan data kontak untuk pesan yang tidak diinginkan.
Data yang tidak ditampilkan tidak selalu berarti pemilik domain membeli layanan tambahan. Sebagian informasi dapat disamarkan karena kebijakan perlindungan data yang diterapkan oleh registrar atau registry.
Karena itu, keterangan seperti redacted atau informasi kontak yang disamarkan bukan bukti bahwa sebuah website melakukan penipuan. Kamu tetap perlu memeriksa informasi lain ketika menilai kredibilitas website.
Cara Menyembunyikan Informasi WHOIS?
Kamu dapat memeriksa ketersediaan WHOIS Protection atau ID Protection pada domain yang digunakan. Layanan tersebut membantu menyamarkan informasi pribadi dalam hasil pencarian publik, dengan cakupan yang mengikuti kebijakan penyedia dan ekstensi domain.
Di DomaiNesia, alur penambahan ID Protection dapat dilakukan melalui langkah berikut apabila opsi tersebut tersedia untuk domain kamu:
- Masuk ke akun MyDomaiNesia yang mengelola domain.
- Buka menu Domains, kemudian pilih nama domain yang dimaksud.
- Masuk ke menu Addons pada halaman pengelolaan domain.
- Pilih ID Protection, lalu periksa ketentuan dan biaya yang ditampilkan.
- Selesaikan pemesanan serta pembayaran apabila diperlukan.
- Setelah layanan aktif, periksa kembali informasi domain yang terlihat pada pencarian publik.
Untuk langkah yang lebih lengkap, ikuti panduan menambahkan ID Protection. Apabila tampilan akun berbeda atau pilihan layanan tidak muncul, hubungi tim dukungan untuk memeriksa ketersediaannya.
Jika kamu masih menyiapkan domain untuk website, kamu bisa mengecek ketersediaan nama domain di DomaiNesia. Sebelum mendaftar, periksa juga biaya perpanjangan dan ketersediaan perlindungan privasi pada ekstensi pilihanmu.
Pengertian Apa Itu WHOIS
WHOIS merupakan protokol dan layanan pencarian informasi registrasi sumber daya internet. Dalam konteks domain, WHOIS membantu pengguna memeriksa detail pendaftaran serta informasi kontak yang tersedia untuk publik.
Catatan registrasi dapat berisi data pendaftar, registrar, tanggal pembuatan, pembaruan, kedaluwarsa, status, dan nameserver. Kelengkapan hasilnya bergantung pada sumber data, jenis domain, dan kebijakan publikasi yang berlaku.
Dalam arsitektur WHOIS tradisional, terdapat dua model penyimpanan data yang dikenal sebagai model tipis dan model tebal. Perbedaan keduanya berkaitan dengan pembagian data antara registry dan registrar, bukan jaminan bahwa seluruh informasi pribadi dapat dilihat oleh siapa saja.
Model Tipis
Pada model tipis atau thin WHOIS, registry menyimpan informasi dasar tentang domain serta rujukan ke registrar yang mengelolanya. Informasi tersebut dapat mencakup nameserver, status, dan detail registrasi tertentu.
Untuk memperoleh informasi tambahan, layanan pencarian perlu meminta data kepada registrar terkait. Dengan demikian, pencarian dapat melibatkan lebih dari satu sumber.
Model Tebal
Pada model tebal atau thick WHOIS, registry menyimpan data registrasi yang lebih lengkap, termasuk informasi kontak yang disampaikan melalui registrar. Model ini memungkinkan lebih banyak informasi tersedia dari sisi registry.
Meski demikian, data yang disimpan tidak selalu sama dengan data yang ditampilkan kepada publik. Kebijakan privasi tetap dapat membatasi informasi yang muncul dalam hasil pencarian.
Secara umum, data registrasi domain mendukung berbagai kebutuhan berikut:
- Membantu operator jaringan menemukan kontak yang relevan ketika menangani masalah teknis.
- Membantu pemilik domain memeriksa status dan informasi pendaftaran.
- Mendukung penyelidikan penyalahgunaan domain melalui prosedur yang sesuai.
- Membantu penanganan spam, phishing, penipuan, dan konten ilegal.
- Mendukung pemeriksaan dugaan pelanggaran merek atau hak kekayaan intelektual.
- Membantu pengguna menemukan registrar dan saluran pelaporan penyalahgunaan.

Siapkan identitas online untuk website kamu
Temukan Nama Domain yang Sesuai dengan Idemu
Cek pilihan nama dan ekstensi domain di DomaiNesia untuk website pribadi maupun bisnis. Tinjau harga serta ketentuan domain pilihanmu sebelum melanjutkan pendaftaran.
Fungsi dari Penggunaan WHOIS
WHOIS membantu pengguna memahami informasi registrasi domain dan menemukan pihak yang relevan untuk dihubungi. Untuk contoh pencarian yang lebih praktis, kamu dapat membaca panduan cara cek WHOIS domain.
Berikut beberapa jenis informasi yang perlu kamu pahami ketika membaca hasil pencarian. Tidak semua kolom akan tersedia pada setiap domain.
-
Informasi kontak. Catatan registrasi dapat memuat informasi pendaftar atau kontak terkait. Nama, alamat, email, dan nomor telepon pribadi dapat disamarkan, diganti dengan kontak layanan privasi, atau tidak ditampilkan kepada publik.
-
Informasi registrar. Bagian ini dapat menunjukkan nama registrar, situsnya, IANA ID, serta kontak pelaporan penyalahgunaan. Informasi tersebut membantu pengguna menemukan pihak pengelola registrasi yang relevan.
-
Kontak billing. Beberapa sistem pengelolaan domain menyediakan kontak penagihan untuk kebutuhan administrasi. Kontak ini berbeda dari faktur, nominal pembayaran, atau riwayat transaksi, yang bukan merupakan informasi publik standar dalam hasil WHOIS.
-
Status domain. Status menunjukkan kondisi atau pembatasan tertentu pada domain. Sebagai contoh,
clientTransferProhibitedberarti transfer domain dibatasi, sedangkanpendingDeletemenunjukkan domain sedang berada dalam tahap menuju penghapusan. -
Tanggal penting. Hasil pencarian dapat menampilkan tanggal pembuatan, pembaruan data, dan kedaluwarsa registrasi. Tanggal pembaruan data tidak selalu berarti domain baru saja diperpanjang, sehingga kamu tetap perlu memeriksa masa aktif melalui akun penyedia.
-
Nameserver. Bagian ini menunjukkan nama server yang digunakan untuk delegasi DNS domain. Kamu dapat membaca penjelasan fungsi nameserver untuk memahami hubungannya dengan pengaturan domain dan layanan website.
Tujuan Adanya WHOIS
WHOIS membantu menyediakan informasi registrasi yang diperlukan untuk pengelolaan domain dan koordinasi teknis. Administrator jaringan dapat menggunakan kontak yang tersedia untuk menindaklanjuti gangguan atau melaporkan penyalahgunaan.
Data registrasi juga dapat membantu pemeriksaan awal terhadap spam, phishing, penipuan, dan dugaan pelanggaran merek. Namun, data WHOIS saja tidak cukup untuk memastikan bahwa sebuah website aman atau bahwa pendaftarnya melakukan pelanggaran.
Informasi yang tersedia harus digunakan secara bertanggung jawab sesuai ketentuan layanan pencarian. Pengambilan data untuk mengirim spam atau melakukan kueri otomatis yang melanggar batas layanan perlu dihindari.
WHOIS juga dapat menjadi salah satu petunjuk ketika memeriksa apakah domain telah terdaftar. Akan tetapi, hasil pencarian yang kosong belum tentu berarti domain bisa dibeli, sehingga ketersediaannya tetap perlu dikonfirmasi melalui penyedia registrasi.
Jika kamu masih membandingkan beberapa pilihan, pertimbangkan kemudahan penulisan, relevansi dengan identitas website, dan potensi kemiripan dengan merek lain. Panduan memilih nama domain yang bagus dapat membantu kamu menyusun pilihan sebelum mendaftar.
Kaitannya WHOIS Domain dengan WHOIS Privacy
WHOIS berkaitan dengan pencarian data registrasi, sedangkan WHOIS Privacy berkaitan dengan pembatasan keterbukaan data pribadi dalam hasil pencarian tersebut. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam pengelolaan informasi domain.
Layanan privasi dapat menyamarkan informasi kontak tertentu atau menampilkan kontak perantara sesuai mekanisme penyedia. Untuk memahami pertimbangannya lebih lanjut, kamu dapat membaca pembahasan WHOIS Privacy Protection.
Perlindungan tersebut tidak menyembunyikan seluruh informasi teknis domain maupun alamat IP server yang dapat diketahui melalui DNS. WHOIS Privacy juga tidak menggantikan pengamanan akun, website, atau email.
Memberikan Perlindungan Identitas Pribadi
WHOIS Privacy membantu membatasi keterbukaan informasi pribadi pada pencarian data domain. Perlindungan ini berguna ketika kamu tidak ingin alamat atau kontak pribadi mudah dikumpulkan dari direktori publik.
Meski informasi publik disamarkan, penyedia tetap membutuhkan data registrasi yang benar. Kamu perlu menjaga data tersebut tetap akurat agar proses verifikasi dan komunikasi terkait domain dapat berjalan.
Mengurangi Risiko Spam
Penyamaran email dapat mengurangi peluang alamat tersebut diambil langsung dari data registrasi untuk mengirim pesan massal. Namun, WHOIS Privacy tidak memblokir seluruh spam karena alamat email bisa ditemukan melalui sumber lain.
Kamu tetap perlu menggunakan penyaring spam dan berhati-hati terhadap pesan yang meminta kata sandi atau pembayaran mencurigakan. Periksa permintaan terkait domain melalui akun resmi penyedia sebelum mengambil tindakan.
Membantu untuk Mengamankan Data
Pembatasan akses publik membantu mengurangi paparan informasi kontak yang dapat disalahgunakan. Manfaat tersebut merupakan bagian dari perlindungan data, bukan jaminan bahwa domain atau website akan bebas dari seluruh ancaman.
Lengkapi pengelolaan privasi dengan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, dan pengaturan keamanan domain yang tersedia. Kamu dapat mengikuti panduan meningkatkan keamanan domain di MyDomaiNesia untuk memeriksa perlindungan tambahan.

Kesimpulan
WHOIS membantu pengguna memahami informasi registrasi domain, mulai dari registrar dan status hingga tanggal penting serta nameserver. Data kontak yang terlihat dapat berbeda karena kebijakan privasi, dan pencarian data gTLD kini menggunakan RDAP sebagai pengganti protokol WHOIS.
Sebagai pemilik domain, kamu perlu memastikan informasi kontak tetap akurat dan memahami data apa saja yang tersedia untuk publik. Periksa ketersediaan layanan privasi sesuai ekstensi domain, lalu lengkapi perlindungannya dengan pengamanan akun dan pengelolaan domain yang baik.