• Home
  • Tips
  • Cara Flush DNS di Windows, macOS, dan Linux

Cara Flush DNS di Windows, macOS, dan Linux

Oleh Mila Rosyida
Cara Flush DNS di Windows, macOS, dan Linux 1

Flush DNS adalah proses menghapus cache DNS lokal agar perangkat meminta kembali informasi alamat IP saat kamu membuka website. Langkah ini dapat membantu ketika perangkat masih memakai alamat lama, misalnya setelah perubahan DNS, perpindahan server, atau munculnya error akses yang hanya terjadi pada perangkat tertentu.

Kamu tidak perlu melakukan flush DNS secara rutin. Gunakan langkah ini sebagai bagian dari diagnosis karena flush DNS tidak menambah bandwidth, tidak mempercepat propagasi DNS di seluruh internet, dan tidak memperbaiki server website yang sedang bermasalah.

Apa yang Terjadi Saat DNS Cache Dihapus?

Perangkat menggunakan DNS untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP. Jika kamu ingin memahami proses tersebut dari awal, baca penjelasan tentang cara kerja DNS.

Sistem operasi menyimpan sebagian hasil pencarian DNS agar permintaan berikutnya tidak selalu dimulai dari awal. Setiap catatan memiliki masa simpan yang berkaitan dengan Time to Live atau TTL. Setelah cache lokal dihapus, perangkat akan meminta jawaban DNS lagi dan membuat cache baru dari respons yang diterima.

Proses ini tidak mengubah DNS record, nameserver, atau pengaturan resolver yang kamu gunakan. Flush DNS juga tidak memaksa cache milik ISP maupun resolver publik untuk mengabaikan TTL.

Kapan Kamu Perlu Melakukan Flush DNS?

Flush DNS layak dicoba ketika gejala mengarah pada data DNS lokal yang sudah tidak sesuai. Beberapa situasi yang umum meliputi:

  • Website dapat dibuka dari perangkat atau jaringan lain, tetapi gagal di perangkat yang kamu gunakan.
  • Website baru berpindah server dan perangkat masih mengarah ke alamat IP lama.
  • DNS record baru saja diubah, tetapi perangkat masih menampilkan versi website sebelumnya.
  • Browser menampilkan error resolusi nama, seperti server tidak ditemukan atau alamat DNS tidak dapat ditemukan.
  • Kamu sedang melakukan diagnosis setelah memperbaiki pengaturan DNS yang keliru.
Baca Juga:  Website Crash Saat Trafik Tinggi: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Mencegahnya

Jika perubahan DNS dilakukan melalui Cloudflare, pastikan record dan status proxy sudah benar dengan mengikuti panduan setting DNS di Cloudflare. Flush DNS pada perangkat tidak dapat memperbaiki record yang salah di penyedia DNS.

Jika masalah muncul saat perpindahan server, kamu dapat mempertimbangkan migrasi hosting DomaiNesia agar pemindahan website dan pengecekan akses mengikuti alur yang lebih terarah.

Persiapan Sebelum Flush DNS

Simpan pekerjaan yang sedang berjalan, lalu pastikan kamu memiliki akses administrator atau sudo. Kamu tidak perlu mengubah nameserver maupun DNS record hanya untuk membersihkan cache lokal.

Setelah menjalankan perintah, tutup dan buka kembali browser atau aplikasi yang bermasalah. Sebagian aplikasi dapat menyimpan cache sendiri sehingga perubahan dari sistem operasi belum langsung terlihat pada sesi yang masih terbuka.

Pindahkan Website dengan Alur yang Lebih Terarah
Gunakan layanan Migrasi Hosting DomaiNesia untuk memindahkan website dan menata tahap pengecekan akses setelah perpindahan server.

Migrasikan Hosting ke DomaiNesia

Cara Flush DNS di Windows, macOS, dan Linux

Pilih langkah sesuai sistem operasi yang kamu gunakan. Salin perintah dengan tepat karena setiap sistem memakai utilitas yang berbeda.

1. Cara Flush DNS di Windows 10 dan Windows 11

  1. Tekan tombol Windows, lalu ketik Command Prompt.
  2. Klik kanan Command Prompt, lalu pilih Run as administrator.
  3. Masukkan perintah berikut, lalu tekan Enter.

Windows akan menampilkan pesan bahwa DNS Resolver Cache berhasil dibersihkan. Microsoft juga menyediakan perintah PowerShell berikut dengan fungsi yang setara:

2. Cara Flush DNS di macOS

  1. Tekan Command + Space untuk membuka Spotlight.
  2. Ketik Terminal, lalu tekan Enter.
  3. Jalankan perintah berikut.
Baca Juga:  7 Strategi Konten Marketing Yang Harus Kamu Terapkan

Masukkan kata sandi administrator jika diminta. Terminal tidak menampilkan karakter saat kamu mengetik kata sandi, dan macOS biasanya tidak memberikan pesan sukses setelah perintah selesai.

3. Cara Flush DNS di Ubuntu atau Linux dengan systemd-resolved

Distribusi Linux dapat memakai layanan resolver yang berbeda. Untuk Ubuntu atau distribusi lain yang menggunakan systemd-resolved, buka Terminal dan jalankan:

Kamu dapat memeriksa apakah systemd-resolved aktif dengan perintah berikut:

Jika hasilnya bukan active atau perintah resolvectl tidak tersedia, cari tahu layanan resolver yang digunakan sebelum menjalankan perintah lain. Hindari me-restart seluruh layanan jaringan hanya untuk membersihkan cache karena tindakan tersebut dapat memutus koneksi yang sedang aktif.

Cara Memeriksa Hasil Flush DNS

Setelah cache dihapus, buka kembali website yang sebelumnya bermasalah. Uji juga melalui mode privat atau browser lain agar cache aplikasi tidak mengaburkan hasil diagnosis.

Pada Windows, kamu dapat melihat isi cache yang sudah terbentuk kembali dengan perintah berikut:

Daftar tersebut tidak harus kosong karena Windows dan aplikasi dapat segera membuat entri baru. Untuk memeriksa alamat IP yang dikembalikan oleh resolver, gunakan nslookup atau dig, lalu bandingkan hasilnya dengan DNS record yang seharusnya aktif.

Jika Website Masih Tidak Bisa Diakses

Flush DNS hanya menyelesaikan masalah yang berasal dari cache DNS lokal. Jika masalah masih terjadi, lanjutkan diagnosis dengan urutan berikut:

  1. Uji website dari jaringan lain. Gunakan koneksi seluler atau perangkat lain untuk membedakan masalah lokal dari gangguan website. Kamu juga dapat memakai tools untuk mengecek website down.
  2. Periksa hasil resolusi DNS. Jalankan nslookup namadomain.com atau dig namadomain.com dan pastikan alamat IP sesuai dengan server tujuan.
  3. Periksa DNS record dan TTL. Flush lokal tidak membantu jika A record, AAAA record, CNAME, atau nameserver masih salah.
  4. Tutup VPN, proxy, atau aplikasi pengubah DNS untuk pengujian. Aplikasi tersebut dapat memakai resolver dan cache yang berbeda dari sistem operasi.
  5. Periksa file hosts. Entri manual pada file hosts dapat mengalahkan jawaban DNS dan tetap mengarahkan domain ke alamat lama.
  6. Identifikasi pesan error. Jika browser menampilkan NXDOMAIN, ikuti diagnosis khusus untuk DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN.
Baca Juga:  Langkah Awal Belajar Copywriting Untuk Strategi Marketing

Apa yang Tidak Diselesaikan oleh Flush DNS?

Flush DNS tidak memperbaiki semua masalah akses website. Tindakan ini tidak meningkatkan kecepatan paket internet, tidak menghidupkan server yang sedang down, tidak memperbaiki DNS record yang salah, dan tidak menghapus cache pada resolver publik.

Membersihkan cache lokal juga bukan perlindungan lengkap terhadap DNS poisoning. Jika kamu mencurigai insiden keamanan, periksa pengaturan resolver, perangkat, router, dan DNS record karena cache yang dihapus dapat terisi kembali dari sumber yang masih bermasalah.

FAQ tentang Flush DNS

Apakah flush DNS membuat internet lebih cepat?

Flush DNS tidak menambah bandwidth atau mempercepat koneksi secara umum. Langkah ini dapat memulihkan akses jika cache lama menyebabkan perangkat memakai alamat IP yang salah atau menunggu respons yang tidak lagi valid.

Apakah flush DNS aman?

Flush DNS lokal umumnya aman karena sistem akan membuat cache baru saat kamu kembali membuka website. Permintaan DNS pertama setelah proses tersebut mungkin memerlukan pencarian ulang sebelum hasilnya disimpan kembali.

Seberapa sering flush DNS perlu dilakukan?

Kamu tidak perlu menjadwalkannya setiap hari atau setiap minggu. Lakukan saat ada gejala yang relevan, setelah perubahan DNS, atau sebagai salah satu langkah diagnosis masalah akses.

Apakah flush DNS mempercepat propagasi DNS?

Tidak. Flush DNS hanya menghapus cache pada perangkat yang kamu gunakan. Resolver milik ISP atau penyedia DNS publik tetap mengikuti cache dan TTL mereka masing-masing.

Mengapa website masih menampilkan server lama setelah flush DNS?

Penyebabnya dapat berupa cache browser atau aplikasi, file hosts, cache resolver di jaringan, DNS record yang belum tepat, TTL yang belum berakhir, atau cache CDN. Bandingkan hasil nslookup atau dig dengan alamat IP server tujuan untuk mempersempit penyebabnya.

Flush DNS Sesuai Sistem Operasi

Gunakan ipconfig /flushdns di Windows, perintah dscacheutil dan mDNSResponder di macOS, atau resolvectl flush-caches pada Linux yang memakai systemd-resolved. Setelah itu, buka kembali browser dan cek hasil resolusi domain sebelum melanjutkan ke langkah diagnosis lain.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya