• Home
  • Berita
  • Fungsi SSH : Remote Server Dengan Aman dan Mudah

Fungsi SSH : Remote Server Dengan Aman dan Mudah

Oleh Mila Rosyida
No ratings yet.

Fungsi SSH memang banyak digunakan sebagai akses untuk masuk server. SSH adalah perintah yang biasa digunakan apabila kamu ingin remote server dari jauh. Buat kamu yang masih asing atau belum familiar dengan SSH, tenang saja, kamu bisa mempelajarinya dengan mudah. Melalui artikel ini akan dijelaskan apa itu SSH, hingga bagaimana cara akses SSH di hosting. Yuk, langsung saja!

Apa itu SSH

Secure Shell atau SSH adalah sebuah protokol administrasi jarak jauh yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan memodifikasi berbagai macam setting file yang ada di server melalui internet.

SSH adalah protokol yang menggunakan prinsip client-server dimana client dan server berkomunikasi melalui saluran yang aman.

SSH merupakan versi secure dari telnet sebab dilengkapi dengan proses enkripsi menggunakan beberapa teknologi seperti enkripsi simetris, asimetris dan hashing.

Baca Juga : Cara Menggunakan SSH di Hosting (SSH Keys)

Berikut penjelasan detail mengenai beberapa jenis enkripsi yang dimiliki oleh SSH :

Enkripsi simetris

Enkripsi ini menggunakan satu secret key yang berfungsi untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data.

Secret key ini tersimpan pada client dan server. Selama proses transfer, secret key tersebut tidak ikut berpindah. 

Enkripsi asimetris

Enkripsi ini menggunakan dua secret key yang membentuk public-private key pair.

Public-private key pair ini membuat data yang dienkripsi oleh public key hanya bisa dideskripsikan oleh private key yang menjadi pair nya atau pasangannya. 

fungsi ssh
Sumber : Elements Envato

Hashing

Enkripsi ini dilakukan hanya satu arah, artinya data yang ditransfer tidak dapat dideskripsi.

Hal ini berfungsi untuk memastikan data yang ditransfer tidak dimodifikasi oleh hacker maupun pihak manapun.

Layanan SSH menggunakan teknik kriptografi yang digunakan untuk memastikan semua komunikasi dari dan ke server jarak jauh terjadi dengan cara terenkripsi.

SSH dibangun untuk sistem operasi yang mirip dengan Unix seperti Linux, macOS, dan BSD. Namun, SSH juga dapat berfungsi pada windows.

SSH memiliki 3 layer diantaranya :

  • Transport layer : Layer ini berfungsi untuk memastikan komunikasi yang aman antara client dan server, melakukan pemantauan enkripsi dan deskripsi data, melindungi integritas koneksi, dan melakukan caching dan kompresi data. 
  • Connection layer : Bertugas untuk melakukan prosedur otentikasi client.
  • Authentication layer : Melakukan pengelolaan saluran komunikasi setelah otentikasi.

Cara Kerja SSH

Hal yang dilakukan untuk menjalankan SSH adalah dengan menghubungkan ke server SSH dengan menggunakan SSH client.

Sebagian sistem operasi yang berbasis unix dilengkapi dengan daemon dan client yang telah diinstal sebelumnya (default).

Sehingga untuk menghubungkan koneksi dengan server, pengguna hanya perlu menjalankan perintah :

username mengacu pada akun yang ingin kamu akses. Misalnya kamu ingin mengakses root yang merupakan administrator sistem dengan hak penuh untuk melakukan perubahan sistem. 

alamat_host mewakili komputer yang akan kamu akses. Alamat_host dapat berbentuk alamat IP atau nama domain.

Pada pengguna sistem operasi windows perlu menggunakan aplikasi dan layanan third-party seperti PuTTy. Berikut tahapan kerja SSH :

  1. Berdasarkan dengan yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara kerja SSH adalah dimulai dengan menghubungkan koneksi dengan server menggunakan SSH client. SSH client ini melakukan pengkoneksian tersebut menggunakan port default 22. Pada proses ini SSH client menggunakan kriptografi yang digunakan untuk melakukan autentikasi dan identifikasi SSH server.
  2. Apabila SSH client dan SSH server menggunakan versi yang sama, koneksi akan berlanjut. SSH akan meminta public key dan host key dari SSH server untuk melakukan verifikasi.
  3. Jika key yang digunakan oleh SSH client dan SSH server tidak paired, koneksi akan secara otomatis gagal. Sebaliknya jika key yang dipakai oleh SSH client dan SSH server paired, maka selanjutnya SSH client akan membentuk session key dan melakukan enkripsi key tersebut menggunakan public key dari SSH server.  
  4. Setelah itu SSH server melakukan enkripsi balik pada public key dari SSH client untuk melakukan verifikasi balik.
  5. Terakhir. Pengguna dari SSH client harus melakukan otentikasi diri dengan menginputkan username dan password yang sudah ada. Setelah otentikasi berhasil, koneksi ke SSH server sudah terbentuk dengan aman. Kamu sudah bisa menggunakan SSH client untuk melakukan koneksi jarak jauh ke server kamu. 

Fungsi SSH

Setelah kamu mengetahui pengertian dan cara kerja SSH, berikut ini merupakan fungsi dari SSH , meliputi :

  • Melakukan kontrol server dengan mudah dan bebas

Fungsi SSH yang pertama adalah memungkinkan kamu untuk melakukan kontrol server jarak jauh dengan mudah dan bebas tanpa harus mendatangi tempat disimpannya server fisik.

Kamu dapat dengan mudah melakukan pemantauan log server, melakukan instalasi atau penghapusan aplikasi, transfer data dan lain sebagainya.

  • Menghindari cyber crime

Selanjutnya fungsi SSH yang kedua adalah untuk menghindari munculnya cyber crime.

Tiga jenis kriptografi yang digunakan SSH akan memutus koneksi secara otomatis jika ada aktivitas mencurigakan saat proses transfer terjadi.

Selain itu SSH dilengkapi dengan DNS dan IP Spoofing yang bertugas untuk melakukan perlindungan proses transfer.

Hal ini akan membantu kamu terlindung dari ancaman cyber crime seperti hacker, malware, spoofing IP dan DNS, manipulasi data, pelacakan ilegal dan lain sebagainya. 

  • Keamanan terjamin dengan sistem autentikasi

Fungsi SSH yang ketiga adalah meminimalisir pencurian data oleh hacker.

Ini terjadi sebab akan lebih sulit melakukan pencurian data jika proses transfer data dilakukan dengan enkripsi dan sistem autentikasi yang ketat seperti yang dimiliki oleh SSH.

Perlukah Menggunakan SSH?

Tentu saja! Pada dasarnya fungsi SSH adalah sebagai pelindung saat kamu mengakses server. Tidak hanya itu, dengan adanya SSH kamu bisa mengakses server hosting tanpa harus berinteraksi secara fisik.

Bayangkan saja, jika server hosting yang kamu punya ada di Singapura ataupun Amerika.

Apakah kamu harus pergi ke sana hanya untuk melakukan instalasi aplikasi tertentu? Apakah kamu harus kesana untuk melakukan restart server?

Untuk itu, dengan hadirnya teknologi SSH ini, kamu bisa meremote dan login ke cPanel Hosting layaknya berada di depan monitor server sungguhan.

Sumber : Elements Envato

Remote hosting via SSH biasanya berbasis konsol dan tanpa GUI.

Jadi, pengetahuan tentang perintah Linux sangat diperlukan agar bisa melakukan aktivitas apapun terhadap server hosting.

Catatan : Ingat, untuk mendapatkan akses SSH di DomaiNesia, minimal kamu memiliki Paket Hosting Super ya!

Bagaimana Cara Akses SSH di Hosting?

Sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk dapat mengakses SSH di hosting akan membutuhkan akses internet dan informasi akun cPanel hosting.

Apabila kamu telah membeli hosting di DomaiNesia dan sudah aktif , kamu akan mendapatkan email yang berisi informasi detail account. Di dalam informasi tersebut memuat informasi akses cPanel hosting yang kamu beli.

Saat kamu ingin mengakses SSH di hosting, tentu saja tiap sistem operasi memiliki perbedaan langkah. Tapi tenang saja, buat kamu pengguna Windows, Mac, atau Linux semua langkah- langkahnya ada di panduan Cara Akses SSH di cPanel Hosting.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.

Artikel

Lainnya


Karisa
October 5, 2022

keren nih ga bosan baca disini

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah