• Home
  • Berita
  • Ruby on Rails Adalah: Pengertian, Kelebihan & Contohnya

Ruby on Rails Adalah: Pengertian, Kelebihan & Contohnya

Oleh Mila Rosyida
Ruby on Rails Adalah: Pengertian, Kelebihan & Contohnya 1

Ruby on Rails merupakan framework web berbasis bahasa pemrograman Ruby yang dirancang untuk mempercepat pengembangan aplikasi web. Framework yang juga dikenal sebagai Rails atau RoR ini menyediakan berbagai komponen dalam satu ekosistem, mulai dari pengelolaan database, routing, controller, tampilan HTML, hingga pemrosesan pekerjaan di latar belakang.

Salah satu karakteristik utama Ruby on Rails adalah pendekatan full-stack dan penggunaan arsitektur Model View Controller (MVC). Pendekatan tersebut memungkinkan developer membangun banyak bagian aplikasi tanpa harus menggabungkan terlalu banyak framework sejak awal.

Lalu, bagaimana cara kerja Ruby on Rails dan apa saja kelebihan serta kekurangannya? Simak pembahasannya berikut ini.

Apa Itu Ruby on Rails?

Ruby on Rails adalah framework aplikasi web yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Ruby. Jika ingin memahami bahasa yang menjadi dasarnya terlebih dahulu, kamu juga dapat membaca pembahasan tentang bahasa pemrograman Ruby dan Python.

Rails termasuk framework full-stack. Artinya, framework ini menyediakan berbagai komponen yang dibutuhkan untuk menangani sisi server sekaligus menghasilkan tampilan yang diterima pengguna.

Ruby on Rails framework web berbasis Ruby

Rails dapat menangani routing, logika aplikasi, interaksi dengan database, rendering HTML, pengiriman email, background job, hingga berbagai kebutuhan aplikasi web lainnya.

Framework ini menggunakan pola Model View Controller atau MVC untuk memisahkan tanggung jawab setiap bagian aplikasi. Pemisahan tersebut membantu struktur kode menjadi lebih terorganisasi, terutama ketika aplikasi mulai berkembang.

Rails juga dikenal melalui prinsip Convention over Configuration. Developer mengikuti sejumlah konvensi yang telah disediakan Rails sehingga tidak perlu menentukan konfigurasi untuk setiap bagian aplikasi dari awal.

Bagaimana Cara Kerja Ruby on Rails?

Untuk memahami cara kerja Ruby on Rails, kamu perlu mengenal tiga komponen utama dalam arsitektur MVC. Jika ingin membahas konsepnya lebih mendalam, kamu dapat membaca artikel tentang MVC dalam pemrograman.

1. Model

Model menangani data dan logika yang berkaitan dengan data aplikasi. Pada Rails, bagian ini umumnya menggunakan Active Record untuk berinteraksi dengan database.

Sebagai contoh, pada aplikasi toko online, Model dapat digunakan untuk menangani data produk, pelanggan, transaksi, maupun hubungan antara data tersebut.

Baca Juga:  Wajib Tahu! Apache Cassandra dan Hadoop di Era Big Data

2. View

View bertugas menghasilkan tampilan yang akan diterima pengguna. Rails dapat menghasilkan halaman HTML melalui template yang kemudian dikirimkan ke browser.

View biasanya mengambil data yang telah dipersiapkan oleh Controller, kemudian menampilkannya dalam format yang sesuai.

3. Controller

Controller menangani permintaan dari pengguna, menentukan proses yang perlu dijalankan, berinteraksi dengan Model apabila membutuhkan data, kemudian menentukan View atau respons yang akan dikirimkan.

Sederhananya, ketika pengguna membuka halaman tertentu, Rails membaca route yang dituju, menjalankan Controller, mengambil atau memproses data melalui Model, kemudian mengembalikan respons kepada pengguna.

Kelebihan Ruby on Rails

Ruby on Rails menawarkan pendekatan pengembangan yang cukup terstruktur. Berikut beberapa kelebihan yang membuat framework ini masih digunakan untuk berbagai aplikasi web.

1. Menyediakan Framework Full-Stack

Rails menyediakan banyak komponen dalam satu framework. Developer dapat menangani database, routing, controller, template HTML, email, WebSocket, background job, penyimpanan file, dan kebutuhan aplikasi lainnya tanpa harus menentukan seluruh stack dari awal.

Pendekatan ini juga mendukung pekerjaan seorang full-stack developer karena banyak kebutuhan front end dan back end dapat dikelola dalam ekosistem yang sama.

2. Menggunakan Convention over Configuration

Prinsip Convention over Configuration membuat Rails memiliki struktur dan aturan default yang konsisten.

Jika developer mengikuti konvensi Rails, jumlah konfigurasi manual yang perlu dibuat dapat dikurangi. Hal ini membantu tim lebih fokus pada fitur dan logika bisnis aplikasi.

3. Mendukung Prinsip DRY

Rails mendorong prinsip Don’t Repeat Yourself atau DRY. Prinsip ini bertujuan mengurangi duplikasi logika maupun kode yang sebenarnya dapat digunakan kembali.

Dengan struktur kode yang lebih terpusat, pemeliharaan aplikasi dapat menjadi lebih mudah karena perubahan tidak harus dilakukan di banyak tempat untuk fungsi yang sama.

4. Mempermudah Pengelolaan Database

Rails menyediakan Active Record sebagai lapisan yang membantu aplikasi berinteraksi dengan database.

Developer dapat mendefinisikan model, hubungan antar-data, validasi, query, dan migrasi database melalui struktur yang terintegrasi dengan Rails.

5. Memiliki Proteksi Keamanan Bawaan

Rails menyediakan mekanisme yang membantu developer menghadapi sejumlah risiko umum pada aplikasi web, seperti Cross-Site Request Forgery (CSRF), Cross-Site Scripting (XSS), dan SQL injection.

Namun, fitur bawaan tersebut bukan berarti aplikasi otomatis aman. Developer tetap perlu memperbarui dependency, mengelola autentikasi dan otorisasi dengan benar, serta mengikuti praktik keamanan aplikasi.

6. Produktif untuk Pengembangan Aplikasi

Generator, struktur proyek, migration, Active Record, routing, testing, serta berbagai konvensi Rails dapat mengurangi pekerjaan berulang ketika membangun aplikasi.

Karakteristik ini membuat Rails menarik untuk pengembangan produk yang perlu mengalami iterasi fitur secara berkala.

7. Memiliki Ekosistem yang Matang

Ruby on Rails telah dikembangkan selama bertahun-tahun dan memiliki ekosistem library atau gem, dokumentasi, serta komunitas developer yang luas.

Baca Juga:  Mengenal Apa Itu Sistem Informasi dan Contohnya

Developer dapat menggunakan berbagai gem untuk menambahkan fungsi tertentu tanpa selalu membangunnya dari awal.

Ketika aplikasi Rails mulai membutuhkan kontrol lebih besar atas sistem operasi, dependency, web server, database, dan resource komputasi, deployment dapat dilakukan pada infrastruktur server yang lebih fleksibel. Kamu dapat melihat pilihan Cloud VPS DomaiNesia jika membutuhkan lingkungan server yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan aplikasi.

Kekurangan Ruby on Rails

Walaupun menyediakan banyak kemudahan, Rails tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap proyek. Beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan sebelum menggunakannya.

1. Perlu Memahami Ruby dan Konvensi Rails

Developer yang belum pernah menggunakan Ruby perlu memahami bahasa tersebut sekaligus berbagai konvensi yang digunakan Rails.

Rails memang menyediakan banyak fitur otomatis, tetapi memahami cara framework bekerja tetap penting agar developer dapat melakukan debugging dan menentukan struktur aplikasi dengan tepat.

2. Kurang Ideal untuk Aplikasi yang Sangat Minimal

Rails membawa banyak komponen karena dirancang sebagai framework full-stack. Untuk aplikasi yang hanya memerlukan fungsi sangat kecil atau layanan yang sangat sederhana, penggunaan framework yang lebih ringan dapat menjadi pilihan.

Namun, kebutuhan tersebut sangat bergantung pada arsitektur, target performa, dan kompleksitas proyek.

3. Ekosistem Machine Learning Tidak Sebesar Python

Jika aplikasi memiliki kebutuhan utama berupa data science atau machine learning, ekosistem Ruby tidak seluas Python untuk bidang tersebut.

Rails tetap dapat digunakan sebagai aplikasi web yang berkomunikasi dengan layanan machine learning melalui API, tetapi pemrosesan modelnya dapat dijalankan menggunakan teknologi lain.

4. Upgrade Aplikasi Lama Perlu Perencanaan

Framework, Ruby, gem, database driver, dan dependency aplikasi perlu diperbarui secara berkala.

Pada aplikasi yang sudah besar atau telah digunakan bertahun-tahun, proses upgrade dapat membutuhkan pengujian yang lebih menyeluruh untuk memastikan kompatibilitas seluruh komponen.

5. Skalabilitas Tetap Membutuhkan Arsitektur yang Tepat

Rails dapat digunakan pada aplikasi dengan jumlah pengguna besar, tetapi framework saja tidak menentukan kemampuan skalabilitas aplikasi.

Database, caching, background job, web server, konfigurasi aplikasi, monitoring, serta kapasitas infrastruktur tetap perlu dirancang sesuai beban kerja.

Contoh Penggunaan Ruby on Rails

Ruby on Rails telah digunakan untuk membangun berbagai aplikasi web dengan kebutuhan dan skala yang berbeda. Berikut beberapa contoh yang menunjukkan penggunaan Rails pada aplikasi nyata.

1. GitHub

GitHub merupakan platform kolaborasi pengembangan perangkat lunak yang menggunakan Ruby on Rails sebagai salah satu teknologi penting pada aplikasi utamanya.

GitHub sebagai contoh penggunaan Ruby on Rails

Contoh GitHub menunjukkan bahwa aplikasi Rails dapat terus dikembangkan dalam jangka panjang selama arsitektur, proses deployment, testing, dan infrastrukturnya dikelola dengan baik.

2. Shopify

Shopify merupakan platform commerce yang telah lama menggunakan Ruby on Rails. Rails menjadi bagian penting dari pengembangan platform Shopify sekaligus menjadi salah satu contoh implementasi Rails dalam skala besar.

Baca Juga:  9 Platform Blog Terbaik 2026 untuk Pemula & Bisnis

Shopify menggunakan Ruby on Rails

3. Basecamp

Basecamp merupakan aplikasi manajemen proyek yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Ruby on Rails. Framework Rails dikembangkan oleh David Heinemeier Hansson ketika mengerjakan Basecamp.

Basecamp sebagai aplikasi berbasis Ruby on Rails

Ketiga contoh tersebut menunjukkan bahwa Ruby on Rails dapat digunakan untuk produk digital dengan kebutuhan yang berbeda, mulai dari aplikasi kolaborasi hingga platform commerce.

Kapan Ruby on Rails Cocok Digunakan?

Rails dapat menjadi pilihan ketika tim membutuhkan pengembangan aplikasi web yang terstruktur dengan banyak komponen yang sudah terintegrasi.

Beberapa contoh kebutuhan yang cocok untuk Rails antara lain:

  • Aplikasi Software as a Service atau SaaS.
  • Dashboard dan aplikasi internal perusahaan.
  • Platform marketplace atau e-commerce.
  • Aplikasi berbasis akun pengguna dan database.
  • Content management system khusus.
  • Aplikasi web yang menyediakan REST API.
  • Produk digital yang membutuhkan iterasi fitur secara rutin.

Rails juga cocok ketika tim ingin mempertahankan aplikasi sebagai satu sistem terintegrasi terlebih dahulu dibanding langsung membaginya menjadi banyak layanan terpisah.

Siapkan Server untuk Aplikasi Ruby on Rails
Gunakan Cloud VPS DomaiNesia jika aplikasi membutuhkan kontrol lebih fleksibel atas resource, sistem operasi, web server, database, dan environment deployment.

Lihat Cloud VPS DomaiNesia

Apa yang Dibutuhkan untuk Menjalankan Ruby on Rails?

Aplikasi Ruby on Rails yang akan digunakan secara online membutuhkan lingkungan server untuk menjalankan Ruby, Rails, dependency aplikasi, database, serta web server atau application server.

Jika masih belum familiar dengan komponennya, kamu dapat mempelajari terlebih dahulu pengertian web server dan perannya ketika menerima permintaan dari pengguna.

Pada lingkungan server yang dikelola sendiri, developer juga perlu mempertimbangkan deployment aplikasi, konfigurasi database, keamanan, SSL, backup, monitoring, serta pengelolaan resource.

Cloud VPS dapat dipertimbangkan ketika aplikasi membutuhkan kontrol terhadap environment tersebut. Berbeda dengan lingkungan hosting yang telah memiliki konfigurasi tertentu, VPS memberi ruang lebih luas untuk menentukan runtime, dependency, database, web server, dan konfigurasi sistem yang dibutuhkan aplikasi.

Untuk memahami kegunaannya sebelum menentukan infrastruktur, kamu dapat membaca fungsi VPS Hosting. Jika memilih mengelola server sendiri, tersedia juga panduan cara install web server di Cloud VPS sebagai salah satu tahapan awal menyiapkan environment.

Ruby on Rails Masih Relevan untuk Pengembangan Web

Ruby on Rails adalah framework web berbasis Ruby yang menggabungkan berbagai kebutuhan pengembangan aplikasi dalam satu ekosistem. Rails menggunakan arsitektur MVC, prinsip Convention over Configuration, serta berbagai komponen bawaan untuk membantu developer membangun aplikasi secara lebih terstruktur.

Keunggulan Rails terletak pada produktivitas, integrasi antar-komponen, pengelolaan database, dan ekosistemnya yang matang. Di sisi lain, developer tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan resource, proses upgrade, pilihan teknologi pendukung, dan karakteristik proyek sebelum menggunakannya.

Jika aplikasi akan dijalankan di production, jangan hanya mempertimbangkan framework. Pastikan juga database, web server, keamanan, monitoring, dan kapasitas infrastruktur disiapkan sesuai kebutuhan aplikasi.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya