• Home
  • Berita
  • Wajib Tahu! 10 Jenis Framework Python Terbaik 2021

Wajib Tahu! 10 Jenis Framework Python Terbaik 2021

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Faktor kepopulerannya dipengaruhi oleh tersedianya framework Python dengan susunan syntax dan code libraries yang kuat untuk membangun beragam jenis web application, DevOps, dan struktur data.

Dengan begitu, programmer bisa memangkas waktu proses pengembangan dan lebih fokus pada penerapan logika-logika aplikasi penting.

Contohnya perusahaan digital besar seperti Instagram, Facebook, Netflix, dan Dropbox yang mengandalkan Python framework untuk membantu proses jutaan permintaan akses penggunanya setiap hari agar situs mereka terus berfungsi dengan optimal.

Framework Python
Sumber: Envato

Nah, sekarang giliran kamu untuk membuat website terbaik menggunakan salah satu framework Python yang akan kita bahas kali ini.

Sebelum menggunakan salah satu Python framework, pertimbangkan framework yang mana menyediakan struktur kode yang jelas bagi kebutuhan pengembangan program.

Selain itu, perhatikan pula aspek kompatibilitasnya dengan Cross-site scripting, kelemahan SQL injection, eksekusi file, dan desain MVC.

Definisi Framework Python

Sebelum membahas macam-macam frameworknya, ada baiknya kamu tahu definisi teoritisnya.

Jadi framework web Python adalah kumpulan module dan package yang membantu developer dalam menulis kode program dalam bahasa pemrograman Python.

Harapannya, Python framework dapat membantu web developer, web designer, administrator sistem, dan operator Linux dalam mengembangkan struktur program dengan model penataan kode aplikasi default yang cepat, konsisten, dan mudah di maintaining.

Framework Python memiliki kumpulan urutan source code tingkat tinggi yang berguna dalam pengembangan sistem berkode rumit dan juga punya berbagai libraries untuk pembuatan fitur unik.

Adapun beberapa fungsi yang terlibat dalam pengembangan aplikasi web menggunakan Python framework adalah sebagai berikut.

  • URL routing dan manipulasi data
  • Validasi nilai input form
  • Output format lengkap dengan template engines
  • Konfigurasi koneksi database
  • Keamanan data dari cross-site request forgery
  • Penyimpanan dan pengambilan session

Jenis Python Framework

Ketika membicarakan tentang sifat framework yang open source, pada dasarnya ada tiga jenis utama framework Python yang terkenal di kalangan developer, yaitu:

  1. Full-Stack Framework

Full-stack framework adalah salah satu framework aplikasi web terbaik yang yang terkenal sebagai one-stop-solution untuk memenuhi semua jenis pengembangan aplikasi.

Jenis framework ini memiliki banyak database dan komponen, mulai dari validasi form, generator form, dan layout template.

Beberapa macam Python framework pada jenis ini adalah Django, Giotto, dan CubicWeb.

  1. Microframework

Jenis framework kedua ini juga dikenal sebagai framework ringan atau non full-stack framework.

Sebab, mereka tidak menawarkan pola dan fungsionalitas tambahan seperti full-stack framework, seperti lapisan abstraksi, multi threaded database, form validation tools khusus, dan libraries.

Oleh sebab itu, programmer yang ingin menggunakan framework Python ini harus meluangkan usahanya untuk membuat beberapa source code dari dasar dan perlu menambahkan persyaratan dan fungsi tambahan secara manual.

Beberapa macam framework terbaik dari jenis ini adalah Flask, Hug, Bottle, CherryPy, Dash, dan Falcon.

  1. Asynchronous Web Framework

Jenis Python framework terakhir adalah Asynchronous yang mirip seperti microframework yang memungkinkan developer untuk menangani sebagian besar kumpulan koneksi pemrograman.

Framework ini diberi nama asynchronous karena ditujukan untuk pemrograman Python dengan library jaringan asinkron milik bahasa pemrograman.

Macam framework yang banyak developer gunakan adalah AIOHTTP.

Keuntungan Menggunakan Framework Python

Berdasarkan survey situs Stack Overflow, Python menjadi bahasa pemrograman terpopuler ketiga mengalahkan SQL.

Hingga akhir tahun 2021, ada sekitar 48,24% web developer memilih Python sebagai bahasa pemrograman andalan dalam lingkungan web development.

Penggunaan framework sangat berguna dalam membangun web apps dan website.

Seiring dengan source code yang lebih terorganisir, Python framework juga dapat meningkatkan produktivitas programmer dan menyederhanakan seluruh proses pengembangan program.

Adapun beberapa keuntungan apabila kamu menggunakan framework bahasa pemrograman Python adalah:

  • Open source
  • Sifat source code yang bisa digunakan kembali
  • Tahapan implementasi kode lebih mudah
  • Operasi sistem yang efisien
  • Termasuk framework yang aman
  • Proses integrasi yang mudah

Macam Framework Python

Jadi, kira-kira sekarang kamu sudah tahu jenis-jenis framework web apa yang perlu kamu gunakan untuk mengembangkan web apps open source berbasis bahasa pemrograman Python bukan?

Kelanjutan dari poin jenis framework, kami telah membuat daftar 10 Python framework yang bisa kamu bandingkan dari fungsionalitas dan fiturnya untuk mengetahui mana framework terbaik yang mendukung proses pengembangan program kamu.

  1. Django

Framework Django adalah salah satu framework Python yang paling banyak digunakan oleh developer untuk mengembangkan web apps dan website berskala besar.

Django memiliki arsitektur MVC yang cukup detail sebagai sebuah framework MVC.

Kepopulerannya dipengaruhi oleh sifatnya sebagai full-stack framework Python yang open source, menyediakan mode maintenance, dan asyncio library yang mana terdiri dari beberapa fitur bawaan.

Fungsionalitas Django didasarkan pada konsep DRY (don’t repeat yourself) dan explicit over implicit.

Selain itu, Python framework ini menggunakan ORM (Object Relational Mapper) untuk memetakan objek ke tabel multi-database yang memungkinkan source code bekerja di dalam database dan template engine.

Gunanya untuk memudahkan proses migrasi dari satu database ke database lain.

Django menyediakan berbagai libraries bawaan dan kompatibel dengan database, seperti MySQL, SQLite, PostgreSQL, dan Oracle.

Selain itu, framework ini mendukung localization, URL routing, autentikasi pengguna, session, cookies, web server, dan kompatibilitas dengan web browser yang mana menjadi salah satu alasan mengapa Django lebih baik daripada framework web Python lainnya

  1. Flask

Selain Django, banyak developer juga menggunakan microframework dari Flask.

Python framework ini memiliki fungsionalitas yang cukup membantu proses pengiriman dan penanganan permintaan, modular, dan desain front end yang ringan.

Flask juga menggunakan ORM yang membantu developer terkait interaktivitas database dalam menyalin kode pengganti SQL untuk membaca (read), membuat (create), menghapus (delete), dan memperbarui (update) tools dan data dalam database.

Manfaat menggunakan framework Flask adalah sifatnya yang kompatibel dengan Google App Engine dan menawarkan beberapa cara pengiriman request.

Kepopuleran Flask membuat hampir sekitar 21% infrastruktur Facebook menggunakan codebase python.

Beberapa fungsi framework Flask adalah manajemen routing dan session, debugger bawaan yang kencang, mendukung Blueprints, dan kompatibel dengan WSGI toolkit dan Jinja2 template.

Framework Python
Sumber: Envato
  1. Hug

Hug adalah framework API Python 3 yang memungkinkan developer dapat membangun program API menggunakannya kapanpun.

Framework Python ini memiliki fungsi untuk menyederhanakan konstruksi dan pembuatan prototype API karena menawarkan interface multi-threaded.

Jika kamu menggunakan Python 3 dalam lingkungan pengembangan web, maka framework Hug adalah pilihan yang tepat untuk kinerja program yang lebih cepat.

Sebab, Hug dapat menyelesaikan formasi pemrograman dalam one-click deployment melalui HTTP request atau respon dan melalui CLI (command line).

Python framework ini cocok bagi kamu yang menginginkan pemrograman dengan sedikit integrasi yang mana hanya membutuhkan cakupan source code sesedikit mungkin untuk program tetap berfungsi dan berkinerja tinggi.

Untungnya kamu bisa menemukan banyak sumber bantuan untuk berbagai masalah dari komunitasnya yang masih berkembang secara signifikan di lingkungan web development.

Keunggulan fungsi framework Hug adalah validasi anotasi, manajemen versi built-in, berkompilasi dengan Cython, serta kemampuannya untuk dijalankan dan digunakan sebagai library standar Python.

  1. Bottle

Alternatif lain dari micro framework adalah Bottle. Framework Python ini tidak memiliki banyak dependensi karena hanya berisi satu code library standar untuk setiap satu file dan didistribusikan sebagai module source file.

Dengan begitu, developer bisa memanfaatkan Bottle untuk membuat aplikasi web sederhana.

Library tersebut menyertakan template engine bawaan exception dan functions yang merupakan objek kode Python tanpa persyaratan import statement.

Salah satu fitur utama dari framework Bottle adalah kemampuan memudahkan para developer untuk bisa memaksimalkan fungsi hardware dalam proses development.

Python framework Bottle sangat ideal untuk programmer yang membutuhkan fleksibilitas dan fungsionalitas dasar dalam membangun web apps dan website sederhana dengan server HTTP/WSGI pihak ketiga.

Sama seperti framework lainnya, Bottle punya beberapa keunggulan, mulai dari kemampuan mendukung Jinja2, Mako, dan Cheetah, memiliki server pengembangan untuk HTTP, tersedianya plugin untuk database yang berbeda, serta mendukung pengunggahan file, header, dan cookies session.

  1. CherryPy

Sama seperti Django, CherryPy hadir sebagai framework Python open source yang menggunakan paradigma Object Oriented Programming.

CherryPy menggunakan server web Python multi-string WSGI yang sesuai dengan HTTP/1.1 untuk mengembangkan web apps dan database andal dalam waktu singkat.

Dengan begitu, kamu bisa menjalankan aplikasi di semua sistem operasi dan web browser yang didukung Python, seperti Windows, Mac OS, dan Linux atau Unix.

Python framework CherryPy memiliki controller module dan setup framework yang membuat proses akses data pengunggahan file templating engine dan penanganan sessions yang lebih mudah.

Tak ketinggalan CherryPy juga menyediakan support bawaan untuk tugas dokumentasi, seperti coverage, testing, dan profiling project program yang kamu buat.

Dengan CherryPy, kamu dan developer lain akan merasakan framework bahasa Python yang sangat cepat, stabil, dan handal setiap kali membuat fitur-fitur program website.

  1. Dash

Dash adalah jenis microframework open source yang dirancang khusus untuk mengembangkan aplikasi analisis data.

Banyak Data Scientist lebih memilih framework Python ini karena dibangun di atas framework lain seperti Flask, ReactJS, dan Plotly.js yang mana tidak membutuhkan terlalu banyak dasar teknologi Python.

Dengan framework Dash, developer bisa membuat segala aplikasi analisis dengan satu klik untuk manajemen database yang kuat serta kompatibel dengan fungsi cross-platform dan web apps yang mobile-ready.

Python framework populer ini memiliki dua bagian, penting yaitu bagian layout yang menjelaskan bagaimana tampilan aplikasi nantinya dan bagian fungsionalitas yang akan menggambarkan interaktivitas framework dengan developer.

Contohnya saja kamu akan menemukan sejumlah pilihan penyesuaian database yang akan mempermudah pembuatan dashboard Python.

Selain itu, interfacenya berguna dalam merepresentasikan kontrol UI untuk kebutuhan value property seperti dropdown, grafik, dan slider.

  1. Falcon

Secara spesifik, framework Python Falcon ditujukan untuk membangun web API seperti file konfigurasi.

Dengan begitu, developer dapat mengembangkan aplikasi desain untuk meningkatkan dan menggunakan program yang mendukung server HTTP.

Berbeda dengan framework backend Python lainnya yang membutuhkan banyak fitur untuk membangun aplikasi HTTP, Falcon memiliki respons yang akurat dan efisien untuk setiap kesalahan dan ancaman kerentanan HTTP.

Python framework Falcon mampu menangani sebagian besar request dengan hardware yang sama dibandingkan dengan antar hardware yang berbeda.

Hal ini yang membuat aplikasi digital seperti LinkedIn, OpenStack, dan RackSpace memilih menggunakan Falcon untuk platform mereka.

Keuntungan lain dari menggunakan framework ini adalah codebase yang extensible dan optimal, exception handling pada antarmuka, peningkatan kecepatan tambahan dengan dukungan Cython, dan menggunakan pemrosesan request berbasis DRY.

  1. CubicWeb

Sebagai framework Python yang dikembangkan dan dirancang oleh Logiweb, CubicWeb adalah framework web yang semantik, open source, dan gratis untuk siapapun gunakan.

Berdasarkan model data yang dimiliki, CubicWeb cocok digunakan sebagai platform pengembangan aplikasi fungsional.

Tidak seperti Python framework lainnya yang mana tampilan dan model akan terpisah, CubicWeb akan mengelompokkannya ke dalam sebuah arsitektur program yang dinotasikan seperti kubus.

Gabungan “kubus” tadi akan digunakan untuk membuat sebuah instance dengan bantuan database web server dan beberapa file konfigurasi penting lainnya.

Fitur sekaligus keunggulan CubicWeb adalah dukungan dari OWL (Ontology Web Language) dan RDF (Resource Description Framework), lalu kemampuan komponen kode yang bisa digunakan kembali, memiliki alur kerja keamanan yang jelas, menyederhanakan kueri terkait data jangan embedding RQL (Relational Query Language), serta dukungan untuk beberapa database.

  1. Giotto

Jika kamu mencari framework Python yang sangat kompatibel dengan konsep MVC (Model-View-Controller), maka cobalah framework Giotto untuk pengembangan aplikasi yang optimal.

Giotto memisahkan elemen model, view, dan controller secara berurutan agar para web designer, web developer, dan admin sistem bisa bekerja secara independen dan spesifik sesuai tugasnya.

Di samping itu, Giotto menyertakan module controller yang yang memungkinkan developer dapat membuat aplikasi di atas basis web, IRC (Internet Relay Chat), dan command line.

Berikut ini beberapa fitur penting dan keuntungan menggunakan Python framework Giotto.

  • URL routing otomatis
  • Persistensi database dengan SQLAlchemy
  • Source code ringkas
  • Menyediakan pola CRUD terstruktur
  • Tersedia cache bawaan yang mendukung Memcache dan Redis
  • Kompatibel dengan Jinja2 untuk template HTML
  • Beberapa controller yang pluggable
  1. AIOHTTP

Framework Python terakhir yang kita bahas pada artikel ini adalah AIOHTTP.

Macam Asynchronous framework ini bergantung pada fitur Python versi 3.5 keatas, misalnya fitur async & awaits.

Selain itu, AIOHTTP memanfaatkan library asyncio sehingga ia bekerja secara asinkron dan mampu berfungsi sebagai client framework.

Kemampuannya sebagai client framework akan menyediakan objek request dan router untuk mengaktifkan pengalihan query ke fungsi program yang dikembangkan.

Adapun beberapa fitur utama dari Python framework ini adalah kemampuan support websockets klien dengan websocket server tanpa adanya callback, dapat membantu pembuatan tampilan secara efektif dukungan middlewares, dan routing yang pluggable.

Sumber: Envato

Gunakan Framework Python Terbaik Untuk Pemrograman yang Optimal!

Dengan framework Python, segala proses developer dalam mengimplementasikan kode untuk pembuatan berbagai fitur aplikasi menjadi lebih mudah dan cepat.

Dan tentu saja tiap macam-macam framework memiliki keunggulan dan kelemahannya tersendiri.

Oleh karena itu, pemilihan Python framework perlu didasarkan atas kebutuhan pengembangan web dan preferensi dari tiap developer.

Tapi lebih dari itu, kamu beruntung karena telah menggunakan bahasa pemrograman Python yang sangat sederhana dan serbaguna untuk mengembangkan program atau website.

Teruslah semangat untuk belajar Python dan bahasa pemrograman lainnya, ya.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!