• Home
  • Berita
  • Mana yang Lebih Keren? Software Developer atau Software Engineer?

Mana yang Lebih Keren? Software Developer atau Software Engineer?

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Sebuah software atau aplikasi pada sistem operasi tertentu dibuat dengan tujuan untuk memudahkan manusia mengerjakan sesuatu. Dibalik software atau aplikasi, tentu saja ada sang pencipta yang mendesain agar programnya bisa berjalan dengan sempurna.

Bagi sebagian orang, yang berada di balik layar ini disebut dengan Software Developer. Tetapi, ada juga yang menyebutnya Software Engineer. Lalu apakah ada perbedaan diantara keduanya?

Software Developer dan Software Engineer

Berdasarkan Computer Science Degree Hub, Software Developer dan Software Engineer punya tugas yang berbeda. Software Engineering merujuk pada prinsip mesin pada saat pembuatan software.

Software Engineer
Sumber: Freepik

Misalnya seperti pengembangan life-cycle hingga menghubungkan dengan kebutuhan client dengan memanfaatkan teknologi yang bisa diaplikasikan; mengembangkan proses yang sistematis untuk membuat fungsi tertentu, dan menggunakan konsep engineering untuk membuat software.

Sedangkan, Software Developer adalah orang kreatif yang ada di balik program. Software Developer bertanggung jawab dengan segala proses pengembangan; berkolaborasi dengan client untuk membuat theoretical desain.

Software Developer juga perlu memiliki programmer yang membantu mereka membuat kode yang dibutuhkan, agar software berjalan sebagaimana mestinya dan melakukan pengetesan, serta memecahkan permasalahan bersama-sama. Software Developer menyediakan panduan alur kerja untuk setiap proyek yang sedang berjalan.

Kemampuan Software Engineer

Software Engineer adalah Software Developer yang sangat mahir membuat sistem yang kompleks. Software Engineer adalah orang yang tidak hanya bisa membuat aplikasi yang berfungsi dengan baik, tetapi juga berpengalaman dan tahu bagaimana cara membuat aplikasi tersebut. Tahu bagaimana cara untuk refactor, mendokumentasikan proyek, dan menganalisa kesalahan program lalu memperbaikinya.

Software Engineer berperan aktif sebagai pemimpin, konsultan, dan juga kontributor pada berbagai proyek. Mereka harus memberikan analisa, mengidentifikasi, dan mengimplementasikan teknologi terbaru untuk membantu client atau perusahaan mencapai tujuannya.

Mereka juga harus mampu mengelola sumber daya, berkoordinasi dan mengawasi technical project plans (rencana teknis proyek). Biasanya Software Engineer berkolaborasi dengan IT, operator dan staf pengembang, hingga software development life cycle.

Seorang Software Engineer Diharapkan Bisa:

  • Pengalaman teknis dan bekerja pada banyak proyek.
  • Terbiasa dengan pattern desain untuk membuat sistem yang tangguh dan minim kesalahan.
  • Bisa menggunakan alat uji coba otomatis seperti Gherkin, Cucumber, atau Ansible.
  • Tahu bagaimana cara membuat dan maintain arsitektur IT, penyimpanan data yang dalam skala besar, dan sistem cloud computer.
  • Membangun proyek yang berkelanjutan.
  • Bisa bekerja secara efektif dengan diri sendiri maupun dengan tim dari jarak jauh.
  • Senior Software Engineers harus jeli menganalisa system, desain, dan program development.

Peran Software Engineer biasanya terlibat dalam:

  • Research, design, develop, dan uji coba program serta menyusun dan mendistribusikan software.
  • Memodifikasi software yang sudah ada untuk memperbaiki cacat, mengimplementasikan dengan hardware terbaru, dan meningkatkan performa.
  • Menganalisa apa yang dibutuhkan pengguna dan menilai persyaratan software termasuk kelayakan desain dan kendala biaya serta waktu.
  • Berkonsultasi dengan customer terkait dengan spesifikasi dan desain
  • Berkoordinasi dengan software sistem untuk perilisan dan pemasangan (instalasi).
  • Mengawasi proyek yang berjalan.
Software Engineer
Sumber: Freepik

Kemampuan Software Developer

Software Developer tidak hanya bertanggung jawab untuk menulis kode, tetapi juga mereview sistem, membuat ide untuk peningkatan, termasuk upaya merealisasikan ide tersebut. Software Developer bekerja erat dengan analisis, end user, marketing, dan desainer.

Software Developer harus memastikan bahwa kode yang mereka tulis berjalan dengan melakukan uji coba, menggunakan simulasi sebelum mendistribusikan software. Mereka juga harus bisa memperbaiki bug yang ada dan merevisi program untuk meningkatkan efisiensi.

Software Developer yang baik harus kreatif, punya pengalaman teknis, banyak ide yang inovatif, dan menyelesaikan masalah customer. Software Developer biasanya mengikuti metode development lifecycle atau delivery framework seperti Scrum, XP, atau Kanban.

Seorang Software Engineer Harus:

  • Memiliki kemampuan analisa yang baik
  • Familiar dengan berbagai bahasa pemrograman untuk efisiensi kerja dengan program, seperti¬†Java, C#,¬†C++, Python.
  • Berpengalaman menggunakan platform gratis dan bersumber terbuka seperti GitHub.
  • Mampu berkomunikasi dengan baik, bisa memberikan feedback, dan teliti karena kesalahan yang kecil bisa menyebabkan masalah yang besar.
  • Dengan teliti akan membantu mengelola proyek bersamaan
  • Memahami logika pengkodean bahkan dalam bahasa pemrograman yang tidak familiar.

Software Developer harus secara berkelanjutan memantau perubahan dari program yang mereka buat, termasuk menyelesaikan caca, memasukan program berkualitas dan konsisten.

Akibatnya, Software Developer biasanya selalu mengelola waktu kerja, deadline, schedule, dan menyeimbangkan pekerjaan utama dan permasalah bug yang ada.

Software Developer atau Software Engineer?

Perbedaan utama dari Software Developer dan engineer adalah: Software Developer hanya fokus pada satu area, salah satunya seperti membangun kode.

Sedangkan engineer adalah orang yang mendesain, merencanakan, dan menerapkan prinsip engineering ke pengembangan software. Melihat hampir keseluruhan proyek dan menangani area yang lebih luas. Engineer bisa diibaratkan juga sebagai developer, tapi engineer fokus dengan arsitektur pemrograman.

Software Engineer
Sumber: Freepik

Perbedaan yang paling mencolok adalah engineer mengawasi dan developer fokus membuat program yang fungsional. Semua orang bisa menjadi developer jika mengetahui tentang konsep pemrograman, menulis kode tanpa harus menganalisa performance dan skalabilitas.

Jadi sekarang sudah paham kan, apa perbedaan antara Software Developer dan Software Engineer? Kamu tertarik jadi yang mana, DomaiNesians?

Ratna Patria

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!