• Home
  • Hosting
  • Cara Mengaktifkan Redis di cPanel Hosting dan Menggunakannya untuk Website

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel Hosting dan Menggunakannya untuk Website

Oleh Mutiara Auliya
Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Website lambat hampir selalu punya satu penyebab yang sama. Setiap kali halaman dibuka, server harus mengambil data dari database dari nol. Tidak peduli apakah data itu sudah pernah diambil satu detik yang lalu.

Nah, di sinilah Redis bekerja. Redis (Remote Dictionary Server) menyimpan data tertentu langsung di memori server, jadi ketika ada permintaan yang sama datang lagi, jawabannya sudah tersedia tanpa harus menyentuh database. Hasilnya? Proses yang biasanya butuh ratusan milidetik bisa turun drastis.

Di hosting cPanel DomaiNesia, cara mengaktifkan Redis cukup lewat panel tanpa konfigurasi server manual. Tapi ada satu hal yang sering bikin bingung setelah Redis aktif: socket path. Ini adalah jalur koneksi yang dibutuhkan WordPress, Laravel, atau aplikasi PHP lain agar bisa terhubung ke Redis dengan benar. Panduan ini membahas semuanya dari awal sampai Redis benar-benar berjalan di website kamu.

Apa Itu Redis dan Fungsinya di Hosting?

Redis bukan teknologi baru. Proyek ini sudah ada sejak 2009 dan sampai sekarang masih jadi pilihan utama untuk pengelolaan cache di berbagai skala aplikasi, dari startup kecil sampai platform dengan jutaan pengguna aktif.

Cara kerjanya sederhana secara konsep. Database seperti MySQL menyimpan data di disk. Setiap query harus membaca dari sana, dan proses itu butuh waktu. Redis menyimpan data di RAM, yang aksesnya bisa ratusan kali lebih cepat. Jadi ketika ada data yang sering dibutuhkan berulang-ulang, Redis menyimpan salinannya di memori agar tidak perlu diambil ulang dari database.

Di lingkungan hosting shared cPanel, Redis paling sering dipakai untuk empat hal:

  • Cache halaman – menyimpan hasil render halaman agar tidak diproses ulang setiap ada pengunjung baru
  • Object cache – menyimpan hasil query database yang sering dipanggil, seperti data menu, widget, atau konfigurasi tema
  • Session – menyimpan data sesi pengguna lebih cepat dibanding penyimpanan default PHP
  • Queue & temporary data – dipakai aplikasi seperti Laravel untuk antrian proses background

Kalau website kamu pakai WordPress, manfaat yang paling terasa biasanya ada di object cache. Setiap kali WordPress memuat halaman, ada puluhan query yang berjalan. Dengan Redis, query yang hasilnya sama tidak perlu diulang.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Redis di Hosting?

Redis bukan fitur yang wajib diaktifkan semua orang. Ada situasi di mana Redis memang memberi dampak nyata, dan ada kondisi di mana mengaktifkannya tidak akan banyak mengubah performa.

Kamu kemungkinan akan merasakan perbedaan kalau:

  • Website sudah menggunakan WordPress dengan banyak plugin aktif
  • Ada halaman yang query databasenya berat, misalnya toko online dengan filter produk
  • Traffic mulai konsisten dan loading terasa lebih lambat di jam-jam ramai
  • Aplikasi Laravel kamu mulai butuh session atau queue yang lebih efisien

Sebaliknya, kalau website masih sangat sederhana dengan traffic kecil, Redis tidak akan banyak membantu. Cache yang belum banyak dipakai ulang tidak menghemat banyak.

Baca Juga:  Cara Menambahkan Daily Backup Premium di Hosting Domainesia

Satu hal yang perlu diperhatikan sebelum lanjut: Redis di Hosting DomaiNesia generasi baru hanya tersedia untuk paket Nimbus Go dan Nimbus Plus. Paket Nimbus One tidak menyertakan fitur ini. Kalau menu Redis tidak muncul di cPanel kamu, kemungkinan besar ini penyebabnya, bukan masalah teknis lain.

Kalau kamu ingin website dengan performa lebih baik dan butuh dukungan Redis langsung dari panel hosting, kamu bisa cek pilihan paket di hosting DomaiNesiadengan paket Nimbus Go dan Nimbus Plus.

Syarat Sebelum Mengaktifkan Redis di cPanel

Sebelum masuk ke langkah aktivasi, ada beberapa hal yang perlu dicek terlebih dahulu. Bukan karena prosesnya rumit, tapi supaya tidak ada yang terhenti di tengah jalan hanya karena satu syarat yang terlewat.

Paket Hosting yang Mendukung Redis

Di Hosting DomaiNesia generasi baru, Redis tersedia mulai paket Nimbus Go ke atas. Paket Nimbus One tidak menyertakan fitur ini. Kalau kamu belum yakin paket apa yang sedang aktif, cek di halaman Member Area DomaiNesia sebelum lanjut.

Akses ke cPanel

Cara paling mudah masuk ke cPanel adalah lewat MyDomaiNesia. Login ke akun kamu di my.domainesia.com, pilih menu My Services, klik untuk kelola pada paket yang ingin dikonfigurasi, lalu klik Login to cPanel. Tidak perlu input username atau password cPanel secara manual.

Kalau lebih suka akses langsung, buka namadomain.com/cpanel di browser dan masukkan kredensial hosting yang dikirim DomaiNesia saat pertama kali order. Belum pernah login sebelumnya? Ikuti panduan di cara login cPanel hosting.

Tahu Aplikasi Apa yang Akan Dihubungkan

Redis yang sudah aktif tidak langsung bekerja sendiri. Perlu ada langkah lanjutan: menghubungkannya ke WordPress lewat plugin cache, atau ke Laravel lewat konfigurasi .env dan database.php. Jadi sebelum aktivasi, pastikan sudah tahu ke arah mana Redis ini akan dipakai.

Extension PHP Redis Aktif

Ini yang sering terlewat. Aplikasi PHP seperti WordPress dan Laravel tidak bisa membaca Redis kalau extension redis di PHP Selector belum dicentang. Cara mengaktifkannya dibahas tersendiri setelah langkah aktivasi. Kalau belum familiar dengan PHP Selector, baca dulu cara mengubah versi PHP di cPanel hosting.

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel Hosting

Proses aktivasinya cepat. Tidak ada konfigurasi server, tidak perlu akses SSH. Semuanya bisa dilakukan langsung dari dashboard cPanel.

1. Login ke cPanel Hosting

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Login ke akun MyDomaiNesia di my.domainesia.com. Setelah masuk, pilih menu My Services di navigasi atas, lalu klik untuk kelola pada paket hosting yang ingin digunakan. Di halaman detail hosting, klik tombol Login to cPanel dan kamu akan langsung masuk tanpa perlu input username atau password lagi.

Kalau ingin akses langsung, buka namadomain.com/cpanel di browser dan masukkan username serta password cPanel kamu.

2. Cari Menu Redis

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Setelah masuk ke dashboard cPanel, gunakan kolom pencarian di bagian atas dan ketik “Redis”. Menu Redis ada di kolom khusus DomaiNesia, tempat fitur-fitur unggulan hosting dikumpulkan. Klik menu tersebut.

3. Klik Enable

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Secara default Redis belum aktif. Kalau belum pernah diaktifkan sebelumnya, kamu akan melihat status “Redis is not installed” dengan tombol Enable di sampingnya. Klik tombol itu.

4. Tunggu Hingga Redis Aktif

Proses aktivasi berlangsung beberapa detik. Kalau berhasil, tombol Enable akan berubah menjadi Disable berwarna merah, dan di bawahnya akan muncul socket path Redis kamu.

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Socket path ini bentuknya seperti ini:

Salin dan simpan path ini. Kamu akan membutuhkannya saat menghubungkan Redis ke WordPress atau Laravel. Tanpa path ini, koneksi tidak akan bisa terbentuk.

Apa Itu Socket Path Redis dan Kenapa Penting?

Kebanyakan tutorial Redis di internet mengasumsikan Redis berjalan lewat host dan port, misalnya 127.0.0.1:6379. Di hosting shared cPanel, caranya berbeda.

DomaiNesia menggunakan Unix socket untuk koneksi Redis, bukan TCP/IP. Jadi alih-alih host dan port, yang dipakai adalah path ke file socket di server. Inilah yang muncul setelah Redis aktif tadi.

Baca Juga:  Dockerfile: Panduan Lengkap Membuat Custom Container

Kenapa ini penting? Karena kalau kamu mengisi konfigurasi WordPress atau Laravel dengan host 127.0.0.1 dan port 6379, koneksi akan gagal. Bukan karena Redis tidak aktif, tapi karena Redis di hosting DomaiNesia tidak berjalan lewat jalur itu. Yang perlu diisi adalah socket path yang muncul di cPanel.

Catat formatnya baik-baik sebelum lanjut ke langkah berikutnya.

Cara Mengaktifkan Extension Redis di PHP Selector

Redis sudah aktif di server, tapi PHP belum tentu bisa membacanya. Extension redis di PHP Selector perlu diaktifkan secara terpisah, dan ini berlaku untuk semua aplikasi PHP termasuk WordPress dan Laravel.

1. Buka Select PHP Version

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Dari dashboard cPanel, ketik “PHP” di kolom pencarian lalu pilih Select PHP Version. Ini adalah fitur PHP Selector yang memungkinkan kamu mengatur versi dan extension PHP yang aktif. Kalau belum familiar dengan fitur ini, baca dulu cara mengubah versi PHP di cPanel hosting.

2. Cari Extension Redis

Di halaman PHP Selector, pilih tab Extensions. Scroll atau gunakan fitur pencarian sampai menemukan extension bernama redis. Pastikan versi PHP yang sedang aktif sudah sesuai dengan kebutuhan aplikasi kamu sebelum mengubah apapun. Extension ini tersedia mulai PHP 5.6 ke atas, kalau tidak muncul di daftar, coba ganti ke versi PHP yang lebih baru dulu.

3. Centang dan Simpan

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Beri tanda centang pada extension redis, maka akan otomatis tersimpan. Setelah disimpan, PHP di hosting kamu sudah bisa berkomunikasi dengan Redis yang tadi diaktifkan. Langkah ini cukup dilakukan sekali dan berlaku untuk semua aplikasi di hosting yang sama.

Cara Menggunakan Redis di WordPress

Redis yang sudah aktif di cPanel tidak otomatis bekerja untuk WordPress. Perlu plugin cache sebagai jembatan antara Redis dan WordPress itu sendiri.

Dua pilihan yang umum dipakai: Redis Object Cache untuk setup ringkas yang fokus ke object cache, atau W3 Total Cache yang cakupannya lebih luas mencakup page cache dan object cache sekaligus. Panduan ini menggunakan W3 Total Cache sebagai contoh. Kalau pakai plugin lain, konsepnya sama, hanya letak menunya yang berbeda.

1. Install W3 Total Cache

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Dari dashboard WordPress masuk ke PluginsAdd New, cari “W3 Total Cache”, install dan aktifkan. Pastikan versinya minimal 0.9.5. Kalau muncul wizard setup otomatis, klik Skip this setup guide, kalau tidak diskip, beberapa menu tidak bisa diklik.

2. Aktifkan Page Cache dan Object Cache

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Masuk ke PerformanceGeneral Settings. Aktifkan Page Cache dan ubah methodnya ke Redis.

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Lakukan hal yang sama untuk Object Cache. Klik Save all settings.

3. Masukkan Socket Path dan Test Koneksi

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Masuk ke PerformancePage Cache, cari field Redis hostname:port / IP:port, lalu ganti nilainya dengan socket path dari cPanel.

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Lakukan hal yang sama di PerformanceObject Cache.

Jangan isi dengan 127.0.0.1:6379, itu tidak akan bekerja di hosting DomaiNesia karena Redis berjalan lewat Unix socket. Isi dengan path lengkap seperti /home/usernamecpanel/redis.sock.

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Klik Test di masing-masing halaman. Kalau muncul “Test Passed” berwarna hijau, koneksi berhasil. Klik Save all settings.

Untuk konfigurasi W3 Total Cache lebih lanjut, baca panduan cara konfigurasi W3 Total Cache.

Cara Menggunakan Redis di Laravel

Langkah aktivasi Redis di cPanel untuk Laravel sama persis dengan panduan di atas. Yang berbeda hanya konfigurasi di dalam projectnya.

Laravel secara default mencari Redis lewat 127.0.0.1:6379. Di hosting DomaiNesia itu tidak akan jalan, Redis berjalan lewat Unix socket, jadi dua file perlu disesuaikan: .env dan config/database.php. Kalau salah satu terlewat, Laravel tetap error meski Redis sudah aktif di cPanel.

Ikuti panduan lengkapnya di panduan setting Redis Laravel di hosting.

Cara Cek Redis Sudah Aktif dan Berjalan

Ada tiga cara cek yang bisa dilakukan setelah semua langkah selesai.

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Dari cPanel, menu Redis menampilkan tombol Disable berwarna merah dan socket path terlihat. Itu artinya Redis sudah berjalan di server.

Baca Juga:  2 Cara Tambahkan Robots.txt di Wordpress (Manual & Plugin)

Cara Mengaktifkan Redis di cPanel

Dari WordPress, buka halaman konfigurasi plugin cache dan cek status koneksi. Kalau test menampilkan “Test Passed”, Redis sudah terhubung dengan benar.

Dari sisi performa, bandingkan Time to First Byte (TTFB) sebelum dan sesudah Redis aktif menggunakan GTmetrix atau Google PageSpeed Insights. Kalau TTFB turun, Redis bekerja. Kalau tidak ada perubahan, kemungkinan konfigurasi plugin atau socket path belum benar.

Kenapa Redis Tidak Muncul atau Tidak Bisa Diaktifkan?

Ada beberapa kondisi yang bikin proses cara mengaktifkan Redis di cPanel tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sebagian besar bukan masalah teknis yang rumit, lebih ke hal yang terlewat saat persiapan.

Menu Redis Tidak Muncul di cPanel

Ini penyebab paling umum. Di Hosting DomaiNesia generasi baru, Redis hanya tersedia untuk paket Nimbus Go dan Nimbus Plus. Paket Nimbus One tidak menyertakan fitur ini, jadi menu Redis memang tidak akan muncul meski sudah dicari lewat kolom pencarian cPanel.

Solusinya upgrade paket hosting. Cek pilihan paket yang tersedia di hosting DomaiNesia paket Nimbus Go & Nimbus Plus.

Redis Aktif Tapi Test Koneksi Gagal

Hampir selalu disebabkan oleh dua hal: socket path yang diisi tidak tepat, atau extension PHP Redis belum aktif. Cek kembali socket path di menu Redis cPanel, salin ulang dan pastikan tidak ada spasi atau karakter yang terpotong. Setelah itu cek PHP Selector dan pastikan extension redis sudah dicentang.

Extension PHP Redis Tidak Muncul di PHP Selector

Coba ganti ke versi PHP yang lebih baru. Extension redis tersedia mulai PHP 5.6 ke atas. Kalau versi PHP yang aktif masih di bawah itu, extension tidak akan muncul di daftar. Ikuti panduan lengkapnya di cara mengubah versi PHP di cPanel Hosting.

Redis Tiba-tiba Tidak Terkoneksi

Kalau Redis sebelumnya berjalan normal tapi tiba-tiba koneksi terputus, coba nonaktifkan Redis dari cPanel lalu aktifkan kembali. Socket path yang baru mungkin berbeda dari yang lama, perbarui di konfigurasi plugin atau aplikasi yang menggunakannya.

Redis vs Memcached: Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Keduanya sama-sama menyimpan data di memori untuk mempercepat akses. Perbedaannya ada di fleksibilitas dan use case.

Fitur Redis Memcached
Struktur Data String, list, set, hash, dan lainnya String saja
Persistensi Data                 Bisa disimpan ke disk                 Tidak, hilang saat restart
Use Case Cache, session, queue, message broker Cache sederhana
Cocok untuk WordPress, Laravel, aplikasi kompleks Website dengan kebutuhan cache dasar

Memcached lebih ringan dan mudah dikonfigurasi, cocok untuk website yang hanya butuh cache sederhana. Redis lebih fleksibel karena mendukung lebih banyak struktur data dan bisa dipakai untuk lebih dari sekadar cache.

Untuk WordPress dengan traffic yang sudah mulai berkembang, Redis biasanya pilihan yang lebih tepat karena bisa menangani object cache dan page cache sekaligus. Kalau ingin tahu lebih lanjut soal Memcached, baca panduan aktivasi Memcached di hosting DomaiNesia.

Kesimpulan

Cara mengaktifkan Redis di cPanel Hosting DomaiNesia tidak butuh konfigurasi server yang rumit. Cukup lewat dashboard cPanel, klik Enable, dan Redis langsung berjalan. Yang perlu diperhatikan setelah aktivasi adalah dua hal: menyimpan socket path dengan benar, dan memastikan extension PHP Redis sudah aktif di PHP Selector.

Redis di Hosting DomaiNesia generasi baru tersedia untuk paket Nimbus Go dan Nimbus Plus. Kalau menu Redis belum muncul di cPanel, kemungkinan besar paket hosting yang aktif perlu diupgrade terlebih dahulu.

Setelah Redis aktif dan terhubung ke WordPress atau Laravel, perbedaan performa biasanya terasa di TTFB dan kecepatan loading halaman secara keseluruhan. Untuk optimasi lebih lanjut, kamu bisa eksplorasi fitur lain di hosting DomaiNesia seperti LiteSpeed Cache dan PageSpeed yang juga tersedia langsung dari cPanel. Baca cara optimasi website WordPress agar lebih cepat.

Mulai dengan Nimbus Go atau Nimbus Plus dan aktifkan Redis langsung dari cPanel

Mutiara Auliya

Hi! I am Data Analyst and Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya