Panduan Memcached

Apa itu Memcached?

aktivasi memcached

Memcached atau Memory Object Caching System merupakan salah satu teknologi untuk mempercepat aplikasi web dinamis. Teknologi ini bekerja dengan cara menyimpan dan mendistribusikan data ke dalam memory server (RAM) sehingga beban database menjadi ringan. Jadi, anda tidak perlu khawatir apabila suatu website diakses oleh banyak orang. Memcached juga merupakan salah satu software yang berbasis Open Source yang simpel, powerful dan memiliki performa tinggi. Dikutip dari website resminya www.memcached.org, Memory Object Caching System ini cepat dan mudah dikembangkan, serta sangat efisien dalam menyelesaikan masalah mengenai cache data besar.

Apa Manfaat Memcached Bagi User?

Adapun manfaatnya yaitu,
1. Mempercepat aplikasi web dinamis hingga berkali-kali lipat.
2. Meringankan load (beban) database
3. Melayani lebih banyak pengunjung

Apakah Ada Fitur Memcached di DomaiNesia?

Tentu saja ada. Anda hanya perlu memiliki hosting dan akses cPanel, cukup lakukan aktivasi maka fitur Memcached akan segera aktif.

Bagaimana Cara Melakukan Aktivasi Memcached?

Untuk melakukan aktivasi Memcached, anda cukup melakukan langkah- langkah ini,

Step 1 – Login cPanel Hosting

Masuk ke dalam cpanel anda melalui http://namadomain/cpanel,
aktivasi memcached
lalu login sesuai email yang dikirim dari DomaiNesia mengenai Informasi Account Hosting
aktivasi memcached

Step 2 – Memilih Menu Memcached

Maka anda akan masuk pada halaman cPanel. Fitur Memcached ini hanya tersedia minimal paket hosting super ke atas. Kemudian pada kolom pencarian silahkan ketik “Memcached Instance”. Untuk mengaktifkan fitur Memcached di DomaiNesia, silahkan klik Memcached Instance.
aktivasi memcached

Step 3 – Start Memcached

Maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini. terdapat beberapa penjelasan mengenai apa itu memcached beserta fungsinya. Untuk mngaktifkan fitur Memcached, silahkan klik Start.
aktivasi memcached

Setelah anda melakukan aktivasi maka akan muncul gambar seperti di bawah ini. Anda dapat langsung menggunakan fitur memcached dengan direktori sock file yaitu /home/websites/memcached.sock . Apabila masih awam dengan Memcached, maka anda dapat membaca panduannya dengan melakukan klik How to use Memcached.

aktivasi memcached

Perlu diketahui bahwa hampir semua CMS (Content Management System) seperti WordPress, Joomla, Magento, dan Drupal telah support Memcached, sehingga anda tidak perlu khawatir.

Bagaimana Mengelola Fitur Memcached di WordPress?

Sebagai contoh untuk menggunakan memcached pada WordPress anda harus melakukan instalasi plugin seperti W3 Total Cache. Adapun langkah- langkahnya dapat anda baca di Panduan Cara Install W3 Total Cache. Pastikan Plugin W3 Total Cache yang anda gunakan merupakan versi terbaru atau minimal W3 Total Cache versi 0.9.5. Plugin W3 Total Cache ini berfungsi untuk mengelola Memcached itu sendiri. Oiya,  pastikan juga option memcachedanmemcachedpada versi php telah aktif! Apabila belum aktif, maka silahkan login cPanel. Kemudian, pada form pencarian, silahkan ketik “php version“. PilihSelect PHP Version. Silahkan beri tanda centang padamemcachedanmemcached. Setelah itu, klik Save.

Konfigurasi Dasar

Setelah instalasi W3 Total Cache berhasil, maka anda akan menemukan Menu Performance pada sidebar (sebelah kiri). Nah sebenarnya fitur Memcached sangat beragam. Namun ada 3 fitur yang wajib diperhatikan. Yaitu Database Cache, Object Cache dan Page Cache. Untuk itu anda perlu mengaktifkan ketiga fitur tersebut terlebih dahulu. Caranya silahkan klik Performance lalu klik General Settings. Setelah itu cari tulisan Page Cache. Kemudian beri tanda centang pada tulisan “Enable”. Lalu pada bagian Page Cache Method silahkan pilih Memcached. Setelah selesai, klik Save all settings. Anda juga harus melakukan konfigurasi sama persis seperti ini pada bagian Object Cache dan Database Cache. Scroll aja hingga menemukan tulisan “Object Cache” dan “Database Cache” lalu ubah sesuai contoh.

aktivasi memcached

Mengelola Database Cache

Salah satu keuntungan Memcached yaitu dapat meringankan beban/ load database. Nah caranya yaitu silahkan klik Menu Performance lalu pilih Database Cache. Pada bagian Memcached hostname:port /IP:port : silahkan isi dengan URL pada saat  melakukan start memcached tadi. Kemudian klik Test. Apabila muncul Test Passed dan berwarna hijau itu berarti Database Cache berhasil. Jangan lupa klik Save all settings.

aktivasi memcached

Mengelola Page Cache

Fitur yang harus diaktifkan yaitu Page Cache. Caranya hampir sama yaitu silahkan klik Performance lalu klik Page Cache. Pada bagian Memcached hostname:port /IP:port : silahkan isi dengan URL pada saat  melakukan start memcached tadi. Kemudian klik Test. Apabila muncul Test Passed dan berwarna hijau itu berarti Page Cache berhasil. Jangan lupa klik Save all settings.

aktivasi memcached

Mengelola Object Cache

Ketiga yaitu Object Cache. Silahkan klik Performance lalu klik Object Cache. Pada bagian Memcached hostname:port /IP:port : silahkan isi dengan URL pada saat  melakukan start memcached tadi. Kemudian klik Test. Apabila muncul Test Passed dan berwarna hijau itu berarti Object Cache berhasil.

aktivasi memcached

Jangan lupa klik Save all settings ketika selesai konfigurasi ya 🙂

Closing

Dengan fitur Memcached di DomaiNesia, anda dapat meringankan load database serta dapat menyelesaikan masalah mengenai cache data yang cukup besar. Memcached ini dapat digunakan diberbagai CMS salah satunya WordPress. Untuk mengelola Memcached di WordPress, anda harus melakukan instalasi plugin W3 Total Cache. Gimana? Semakin tertarik menggunakan Hosting di DomaiNesia? Yuk cek Hosting Murah dari DomaiNesia.

Panduan dibuat khusus untuk pelanggan DomaiNesia, jika ada perbedaan dalam fitur/layanan dengan layanan yang Anda pakai, silakan hubungi penyedia layanan Anda.

Pindah ke DomaiNesia

Migrasi
Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!

Related Articles

    • Hi Untung Waluyo, silakan anda membuka support ticket melalui my.domainesia.com, dengan senang hati tim support kami akan membantu mengatasi kendala tersebut, kami tunggu terima kasih 🙂

  • Saya pengguna wordpress, terus kalo saya tidak menggunakan plugin W3 Total cache apakah fitur memcache akan sia-sia?

    • Halo Maulana, iya akan sia-sia, sebaiknya digabungkan dengan w3 atau supercache

      • Saya sudah mengaktifkan baik di cpanel dan pengaturan w3 total cache, tapi kok di memcached.sock masih 0 byte ya padahal sudah buka web beberapa kali. Apa memang seperti itu?

        • Iya memang seperti itu, untuk info lebih detail silakan membuka support ticket di my.domainesia.com dengan senang hati tim support kami akan membantu, terima kasih 🙂

      • untuk settingan super cache bagaimana ? atau sudah otomatis ?

  • tolong saya gans, web semua eror kenapa apa ada kesalahan, padahal itu web masih baru belom ada artikelnya gans, tolon infonya gans

    • Halo, bisa diinformasikan nama domainnya? Atau silakan membuka support ticket melalui my.domainesia.com terima kasih

    • Silakan anda cek kembali, terima kasih

  • keren dengan fitur Memcached kini web saya sudah dapat Melayani lebih banyak pengunjung tanpa kendala di hosting, ayo aktifkan dan rasakan manfaatnya. domainesia the best off all

  • bisa minta tolong panduan penggunaan memcached dengan wp supercache?

    • Hi, unntuk wp supercache tidak mendukung memcached, terima kasih 😊