• Home
  • Tips
  • Anti Jadi Reseller Gagal dengan Tips Berikut Ini

Anti Jadi Reseller Gagal dengan Tips Berikut Ini

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Ingin buka usaha sendiri tapi terkendala modal? Mau jajal jualan tapi bingung mencari sumber barang? Sepertinya kamu bisa coba menjadi reseller. Di jaman digital seperti sekarang, menjadi reseller adalah salah satu peluang usaha yang bisa kamu lakukan. Reseller memungkinkan kamu untuk tetap bekerja, tanpa batasan ruang dan waktu, dengan modal kecil tanpa keluar rumah.

Kamu tetap memiliki pemasukan dengan modal yang tidak terlalu besar tanpa harus meninggalkan rumah. Bagaimana, tertarik untuk mencoba? Eits, tunggu dulu, itu adalah cerita menarik dari reseller yang berhasil menghasilkan uang, bagaimana kalau ternyata kamu jadi reseller gagal? Pada artikel kali ini kita akan bahas Anti Jadi Reseller Gagal dengan Tips Berikut Ini. Yuk simak!

Apa itu Reseller?

Secara harfiah, re memiliki arti kembali dan seller adalah penjual, maka reseller dapat diartikan sebagai pihak yang melakukan penjualan kembali suatu barang. Barang yang dijual diambil dari supplier yang memang menerima reseller atas produk yang mereka miliki. Nantinya, reseller akan mendapat komisi sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Apakah kamu sudah paham? Mari lanjutkan dengan hal-hal yang perlu kamu perhatikan agar tidak menjadi reseller gagal.

reseller gagal
Sumber: Pixabay

Anti Reseller Gagal Perlu Memahami:

  1. Supplier Professional

Bertindak sebagai reseller, kamu harus memastikan bahwa supplier yang kamu pilih cukup professional dan bisa bekerja sama dengan baik. Selama kalian berjualan, komunikasi dengan supplier menjadi penting karena mereka memiliki tanggung jawab atas produk dan reseller mereka. Ada beberapa aspek dari supplier yang bisa kamu perhatikan agar selama kamu menjadi reseller bisa bekerja sama dengan lancar, apa saja?

  1. Kredibilitas

Supplier yang kamu miliki haruslah memiliki kredibilitas dalam pekerjaannya menyediakan kebutuhan para resellernya. Dia dengan tanggung jawab bisa bekerja sama dan saling support untuk menjaga arus penjualan barang tetap berjalan dengan lancar.

  1. Ketersediaan barang

Penting untuk selalu memastikan bahwa kamu memiliki supplier yang komunikatif untuk memberi info stok barang. Hal ini terkait dengan membangun kelancaran usaha dengan selalu update terkait stok barang sehingga kamu juga tidak dirugikan.

  1. Komunikasi

Skill yang satu ini sangat dibutuhkan terutama ketika kamu bekerja sama dengan orang lain. Maka, pastikan bahwa supplier mu adalah orang yang bisa berkomunikasi efektif dan responsif, karena segala hal terkait penjualan mu akan selalu berkomunikasi dengan supplier.

  1. Memahami Pesaing

Sadar bahwa profesi yang kamu lakukan ini sudah banyak dilakukan orang sejak beberapa waktu ini. Kamu harus paham ketika kamu baru akan memulai menjadi reseller mulai dari sekarang. Paham bahwa kamu memiliki pesaing dan persaingan yang semakin ketat akan membuatmu memiliki trik untuk meminimalisir risiko terkait usaha yang kamu lakukan.

  1. Produk yang Kamu Jual

Ini hal yang paling penting, pahami produk yang kamu jual. Banyak reseller gagal di luar sana karena hanya sekedar berjualan tanpa memikirkan produk yang mereka jual apakah bagus, berkualitas atau tidak. Penjualan produk jaman sekarang memerlukan strategi sehingga ketika kamu paham akan produk mu, kamu jadi tahu strategi apa yang paling pas untuk memasarkan produk ke konsumen.

reseller gagal
Sumber: Pixabay
  1. Pelajari Metode Pemasaran Online

Saat ini, semua orang menggunakan internet untuk melakukan apa pun dan mencari apapun. Kamu harus paham, bahwa pemasaran produk mu juga memerlukan internet untuk melakukan pemasaran online. Ada banyak platform yang bisa kamu pilih untuk memulai memasarkan produk mu sesuai dengan kebutuhanmu. Penawaran fitur dalam platform bisa kamu maksimalkan untuk mendukung penjualan. Jika kamu sudah terbiasa menggunakan strategi pemasaran online kamu sudah memiliki modal untuk tidak menjadi reseller gagal.

  1. Pembagian Komisi

Bertindak sebagai reseller, maka kamu memiliki supplier yang notabene sebagai “bos”. Hal yang kamu perhatikan dalam hal ini adalah kejelasan terkait pembagian komisi atas usaha yang kamu lakukan secara adil untuk masing-masing pihak. Kamu juga harus membuat akun rekening bank yang berbeda dan tidak tercampur dengan rekening pribadi ketika kamu menjadi reseller. Hal ini penting agar semua transaksi penjualan yang kamu lakukan bisa dengan mudah terdeteksi dan tercatat.

  1. Manfaatkan Media Sosial

Kalau tadi kita singgung masalah pemasaran online, maka hal ini erat kaitannya dengan memiliki akun media sosial. Kamu harus memiliki akun bisnis media sosial untuk meningkatkan performa kamu dalam hal penjualan barang. Kamu bisa membuat konten berisi promosi dan informasi produk kepada orang lain.

Berhubungan dengan konten media sosial maka, kamu harus rutin atau memiliki jadwal untuk upload foto dan informasi produk terbaru ke halaman media sosial yang kamu miliki. Pastikan kamu membuat akun media sosial yang terpisah dengan akun pribadimu. Dan perlu diperhatikan juga bahwa kamu perlu mempelajari siapa pengguna di media sosialmu agar dapat menyasar konsumen dengan lebih efisien.

  1. Bangun Relasi

Penting untuk selalu memiliki mitra bisnis atau support sistem berupa relasi, entah itu dengan teman atau supplier yang mudah untuk berkomunikasi. Relasi membantu kamu memasarkan dan mengenalkan produk mu ke khalayak yang lebih luas.

  1. Promo Menarik

Jadi reseller juga perlu strategi agar barang yang kamu jual memiliki traffic penjualan yang baik. Oleh karena itu, membuat promo yang menarik konsumen perlu kamu lakukan. Lakukan promo menarik pada tema atau waktu tertentu yang sesuai dengan produk yang kamu jual, dan maksimalkan untuk melakukan pengumuman di banyak media agar menarik perhatian.

reseller gagal
Sumber: Pixabay

Menjadi Reseller Meminimalisir Resiko

Memulai bisnis dengan menjadi reseller memang salah satu pilihan yang tidak beresiko tinggi ketika memang kamu fokus untuk terjun pada menjualkan produk orang lain. Menjadi seseorang yang bisa dipercaya oleh masing-masing pihak (supplier, konsumen) adalah kunci agar tidak jadi reseller gagal.

Nah, kita sampai di akhir pembahasan, bagaimana sudah mengerti kan? Bagaimana untuk Anti Jadi Reseller Gagal dengan Hal-Hal Ini! Semoga artikel ini membantu kalian untuk memulai usaha dengan menjadi reseller. Semoga bermanfaat!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!