• Home
  • Berita
  • Acronis Backup Kini Acronis Cyber Protect: Cara Kerja Backup Website

Acronis Backup Kini Acronis Cyber Protect: Cara Kerja Backup Website

Oleh Hazar Farras
Acronis Backup

Website dapat mengalami masalah karena berbagai penyebab, mulai dari kesalahan saat memperbarui aplikasi, file yang tidak sengaja terhapus, database rusak, malware, hingga gangguan pada server. Ketika kondisi tersebut terjadi, kemampuan mengembalikan data ke kondisi sebelumnya menjadi jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui bahwa sebuah backup pernah dibuat.

Salah satu solusi yang banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah Acronis Backup. Namun, nama produknya telah berkembang. Acronis Backup kemudian dikenal sebagai Acronis Cyber Backup, dan kapabilitas backup tersebut sekarang menjadi bagian dari keluarga Acronis Cyber Protect.

Untuk lingkungan hosting dan cloud provider, termasuk server yang menggunakan cPanel dan WHM, produk yang relevan adalah Acronis Cyber Protect Cloud. Solusi ini tidak hanya berfokus pada membuat salinan data, tetapi juga menyediakan mekanisme pemulihan mulai dari satu file hingga seluruh server sesuai konfigurasi backup yang tersedia.

Artikel ini akan berfokus pada cara kerja Acronis dalam konteks backup website dan hosting. Jika kamu ingin memahami konsep full backup, incremental backup, differential backup, dan dasar pencadangan data terlebih dahulu, baca artikel apa itu backup dan jenis-jenisnya.

Acronis Cyber Protect untuk backup dan recovery website
Acronis untuk backup dan recovery website

Apa Itu Acronis Backup Sekarang?

Acronis Backup adalah nama yang sebelumnya digunakan untuk solusi pencadangan data dari Acronis. Produk tersebut kemudian mengalami perubahan nama menjadi Acronis Cyber Backup sebelum kemampuan backup-nya diintegrasikan ke dalam Acronis Cyber Protect.

Perubahan tersebut penting dipahami karena istilah “Acronis Backup” masih banyak digunakan ketika membicarakan fungsi backup Acronis. Namun, ketika mencari dokumentasi atau implementasi terbaru, kamu kemungkinan akan menemukan nama Acronis Cyber Protect atau Acronis Cyber Protect Cloud.

Dalam lingkungan hosting, Acronis Cyber Protect Cloud menyediakan integrasi untuk cPanel dan WHM. Dokumentasi resmi Acronis menjelaskan bahwa integrasi tersebut dapat digunakan untuk mencadangkan server cPanel serta melakukan pemulihan secara granular terhadap akun, website, file, database, dan mailbox.

Karena itu, artikel ini tidak akan mengulang pembahasan umum tentang manfaat backup. Fokusnya adalah menjelaskan apa yang sebenarnya dicadangkan, bagaimana proses backup berjalan, dan seberapa granular data dapat dipulihkan ketika Acronis digunakan pada lingkungan hosting.

Apa yang Bisa Dicadangkan pada Server Hosting?

Cara backup Acronis berbeda tergantung workload dan konfigurasi yang digunakan. Pada integrasi cPanel, Acronis dapat melakukan pencadangan pada level server sehingga backup tidak hanya terbatas pada satu folder website.

Beberapa komponen yang dapat terlibat dalam backup dan recovery cPanel antara lain:

  • seluruh server cPanel beserta website yang berada di dalamnya;
  • akun cPanel tertentu;
  • file dan folder website;
  • database;
  • mailbox;
  • mail filter dan mail forwarder; serta
  • komponen lain yang didukung sesuai versi dan konfigurasi integrasi.

Model ini berbeda dari proses backup website manual yang biasanya dilakukan dengan mengunduh file website dan mengekspor database secara terpisah. Jika kebutuhanmu hanya membuat backup manual melalui control panel, ikuti panduan backup website melalui cPanel.

Baca Juga:  Apa itu Copy AI: Pengertian, Fitur, dan Cara Menggunakannya

Bagaimana Cara Kerja Acronis Backup?

Agar lebih mudah dipahami, proses Acronis dapat dibagi menjadi empat tahap utama, yaitu menentukan workload, membuat recovery point, menyimpan backup, dan melakukan recovery ketika diperlukan. Setiap tahap berpengaruh terhadap seberapa cepat dan seberapa lengkap data dapat dipulihkan ketika terjadi insiden.

alur kerja Acronis Backup dari pencadangan hingga recovery
Alur backup dan recovery menggunakan Acronis

1. Menentukan Data yang Dilindungi

Administrator terlebih dahulu menentukan sistem atau data yang perlu masuk ke dalam protection plan. Pada lingkungan hosting, cakupannya dapat berupa keseluruhan server atau workload tertentu sesuai kebutuhan dan kemampuan konfigurasi.

Tahap ini penting karena tidak semua website memiliki kebutuhan perlindungan yang sama. Website company profile yang jarang berubah, misalnya, tidak membutuhkan strategi yang sama dengan toko online yang menerima transaksi dan perubahan database sepanjang hari.

2. Menentukan Jadwal dan Recovery Point

Backup kemudian dijalankan berdasarkan jadwal atau dapat dimulai secara manual sesuai kebutuhan. Setiap proses pencadangan menghasilkan titik data yang nantinya dapat digunakan sebagai recovery point.

Frekuensi backup perlu disesuaikan dengan seberapa banyak data yang dapat ditoleransi untuk hilang. Jika sebuah database berubah setiap beberapa menit, satu backup per minggu tentu memberikan risiko kehilangan data yang lebih besar dibandingkan sistem dengan interval backup yang lebih rapat.

3. Full Backup dan Incremental Backup

Strategi backup dapat memanfaatkan full backup maupun incremental backup. Full backup membuat salinan data yang lebih lengkap, sedangkan incremental backup menyimpan perubahan sejak backup sebelumnya sehingga penggunaan storage dan proses pencadangan dapat dibuat lebih efisien.

Namun, frekuensi backup tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan kapasitas storage. Administrator juga perlu memperhitungkan seberapa sering data berubah, berapa lama backup harus disimpan, dan recovery point mana yang mungkin dibutuhkan ketika terjadi insiden.

4. Menyimpan Backup di Lokasi yang Sesuai

Backup sebaiknya tidak diperlakukan sebagai file biasa yang selalu berada pada lokasi yang sama dengan data produksi. Jika data utama dan satu-satunya backup berada dalam satu sistem yang terkena kegagalan, kemampuan recovery dapat ikut terdampak.

Prinsip serupa juga berlaku ketika melakukan backup tanpa Acronis. DomaiNesia memiliki pembahasan khusus mengenai remote backup dan penyimpanan cadangan di lokasi terpisah yang dapat digunakan untuk memahami alasan pemisahan data produksi dan salinan backup.

Tidak Selalu Harus Restore Seluruh Server

Salah satu nilai penting dari integrasi Acronis dengan cPanel adalah granular recovery. Artinya, administrator tidak harus selalu mengembalikan seluruh server ketika kerusakan hanya terjadi pada satu bagian.

Sebagai contoh, sebuah website dapat mengalami beberapa kondisi berbeda berikut:

Masalah Recovery yang Dibutuhkan
Satu file konfigurasi terhapus Restore file tertentu
Database satu website rusak Restore database terkait
Mailbox pengguna bermasalah Recovery mailbox jika didukung konfigurasi
Satu akun cPanel perlu dikembalikan Restore akun terkait
Server mengalami kerusakan besar Recovery server ke recovery point yang tersedia

Pemilihan recovery yang lebih spesifik dapat menghindari perubahan yang tidak diperlukan pada data lain yang masih normal. Namun, opsi recovery yang tersedia tetap bergantung pada jenis backup, workload, versi integrasi, dan konfigurasi yang digunakan.

Jika kamu menggunakan backup cPanel biasa dan sudah memiliki file cadangan, proses pengembaliannya dapat dipelajari melalui panduan restore website melalui cPanel.

Backup Tidak Sama dengan Disaster Recovery

Backup dan disaster recovery saling berkaitan, tetapi keduanya bukan hal yang sama. Backup berfokus pada menyediakan salinan data yang dapat dipulihkan, sedangkan disaster recovery mencakup rencana yang lebih luas untuk mengembalikan sistem dan operasional setelah terjadi gangguan besar.

Sebuah perusahaan bisa memiliki backup yang lengkap tetapi tetap membutuhkan waktu lama untuk kembali beroperasi jika tidak memiliki prosedur pemulihan, prioritas sistem, target waktu recovery, penanggung jawab, serta lingkungan pengganti ketika server utama tidak tersedia.

Untuk memahami konteks yang lebih luas tersebut, kamu dapat membaca artikel disaster recovery dan penerapannya.

Tentukan RPO dan RTO Sebelum Memilih Jadwal Backup

Jadwal backup yang baik seharusnya tidak ditentukan hanya dengan memilih “harian” atau “mingguan”. Dua konsep yang dapat membantu menentukan strategi recovery adalah Recovery Point Objective (RPO) dan Recovery Time Objective (RTO).

  • RPO menggambarkan seberapa banyak kehilangan data yang masih dapat diterima berdasarkan waktu.
  • RTO menggambarkan berapa lama layanan dapat berhenti sebelum harus kembali tersedia.
Baca Juga:  Mengenal Apa Itu Digital Object Identifier Alias DOI

Misalnya, website katalog yang hanya diperbarui satu kali setiap minggu mungkin masih dapat menggunakan interval backup yang lebih longgar. Sebaliknya, toko online dengan transaksi sepanjang hari membutuhkan recovery point yang lebih rapat karena kehilangan data beberapa jam dapat berarti kehilangan banyak transaksi.

Dengan menentukan RPO dan RTO terlebih dahulu, kamu dapat memilih frekuensi backup, retention, dan metode recovery berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan hanya berdasarkan kapasitas storage yang tersedia.

Apakah Acronis Backup Menggantikan Keamanan Website?

Tidak. Memiliki backup bukan berarti website tidak lagi membutuhkan perlindungan terhadap malware, kredensial yang dicuri, celah aplikasi, atau serangan lainnya.

Backup berfungsi sebagai lapisan pemulihan ketika data sudah rusak, terhapus, atau tidak dapat digunakan. Pencegahan tetap membutuhkan langkah terpisah seperti update rutin, kontrol akses, penggunaan password yang kuat, pemindaian keamanan, dan konfigurasi server yang benar.

Jika ingin memahami salah satu ancaman yang dapat menyebabkan file website berubah atau rusak, kamu dapat membaca pembahasan tentang malware dan cara kerjanya.

Backup Lebih Teratur untuk Website Aktif
Pilih layanan hosting yang mendukung pengelolaan website dan backup secara praktis sesuai kebutuhan website kamu.

Lihat Hosting DomaiNesia

Kapan Acronis Backup Relevan Digunakan?

Tidak semua website membutuhkan sistem backup dengan kompleksitas yang sama. Kebutuhan biasanya meningkat ketika perubahan data semakin sering, dampak downtime semakin besar, atau proses recovery manual tidak lagi cukup efisien.

1. Website Memiliki Data yang Sering Berubah

Toko online, website membership, portal pelanggan, dan aplikasi web dapat menghasilkan perubahan database sepanjang hari. Pada kondisi seperti ini, backup berkala dengan recovery point yang jelas lebih relevan dibandingkan hanya membuat salinan manual sesekali.

2. Server Mengelola Banyak Akun cPanel

Administrator hosting dapat menangani banyak website dalam satu lingkungan server. Kemampuan melakukan backup pada level server sekaligus melakukan recovery granular menjadi berguna karena administrator tidak selalu harus memulihkan seluruh server ketika masalah hanya terjadi pada satu akun.

3. Proses Recovery Harus Lebih Terukur

Backup manual dapat mencukupi untuk website sederhana, tetapi semakin banyak layanan yang harus dijaga, semakin penting memiliki mekanisme untuk melihat recovery point dan status backup secara lebih terstruktur. Tujuannya bukan sekadar mengotomatisasi backup, melainkan memastikan data yang dibutuhkan memang dapat ditemukan ketika proses recovery harus dilakukan.

4. Ingin Mengurangi Ketergantungan pada Backup Manual

Human error menjadi salah satu kelemahan proses yang sepenuhnya manual. Administrator dapat lupa membuat backup sebelum deployment, upgrade plugin, perubahan database, atau konfigurasi server yang berisiko.

Jadwal otomatis membantu menjaga konsistensi, tetapi backup tambahan sebelum perubahan besar tetap disarankan. Untuk pengguna Hosting DomaiNesia yang membutuhkan frekuensi pencadangan lebih rapat, tersedia juga panduan menambahkan Daily Backup Premium.

menentukan kebutuhan Acronis Backup berdasarkan kebutuhan recovery website
Menentukan kebutuhan backup berdasarkan risiko dan kebutuhan recovery

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Mengandalkan Backup

Mempunyai sistem backup otomatis belum cukup untuk menyatakan data sudah aman. Backup perlu diperlakukan sebagai proses yang harus dipantau dan diuji, bukan sebagai fitur yang cukup diaktifkan satu kali.

1. Periksa Status Backup

Pastikan proses pencadangan benar-benar selesai tanpa error. Backup yang terus gagal tetapi tidak pernah diperiksa dapat membuat administrator baru mengetahui masalah tersebut ketika recovery sudah dibutuhkan.

2. Tentukan Retention yang Sesuai

Jangan hanya mempertimbangkan backup terbaru. Beberapa masalah baru diketahui setelah beberapa hari sehingga recovery point yang terlalu cepat dihapus dapat membuat administrator kehilangan versi data yang sebenarnya dibutuhkan.

3. Uji Proses Restore

Tujuan akhir backup adalah recovery. Karena itu, lakukan pengujian restore secara berkala pada lingkungan yang sesuai agar format backup, izin akses, database, file, dan proses pemulihannya dapat diverifikasi sebelum terjadi kondisi darurat.

4. Hindari Satu Titik Kegagalan

Data produksi dan seluruh salinan cadangannya sebaiknya tidak bergantung pada satu media atau satu titik kegagalan. Strategi penyimpanan perlu mempertimbangkan skenario kerusakan server, kesalahan administrator, kehilangan akses, maupun insiden keamanan.

Baca Juga:  Yuk, Mengenal Cloud Platform IaaS, PaaS, dan SaaS

5. Dokumentasikan Prosedur Recovery

Administrator perlu mengetahui siapa yang memiliki akses, recovery point mana yang harus dipilih, dan komponen apa yang perlu dipulihkan terlebih dahulu. Dokumentasi membuat proses recovery lebih konsisten dan tidak sepenuhnya bergantung pada ingatan satu orang.

Acronis Backup vs Backup Manual cPanel

Acronis dan Backup Wizard di cPanel sama-sama dapat digunakan dalam strategi pencadangan, tetapi keduanya mempunyai skenario penggunaan yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu kamu memilih proses yang tidak terlalu kompleks sekaligus tetap sesuai kebutuhan recovery.

Aspek Acronis pada Lingkungan Hosting Backup Manual cPanel
Otomatisasi Dapat dijadwalkan melalui protection plan sesuai layanan. Umumnya dijalankan pengguna ketika membutuhkan backup.
Cakupan Dapat mencakup server dan workload yang didukung. Umumnya berfokus pada data akun hosting yang dipilih.
Granular recovery Mendukung recovery komponen tertentu pada integrasi cPanel. Bergantung pada jenis backup yang sebelumnya dibuat.
Cocok untuk Lingkungan dengan kebutuhan backup dan recovery yang lebih terstruktur. Backup mandiri, migrasi, atau website dengan kebutuhan lebih sederhana.

Jika kamu menggunakan WordPress dan membutuhkan kontrol backup pada level aplikasi, tersedia pula metode melalui plugin maupun FTP. Langkah lengkapnya dapat dibaca melalui panduan backup dan restore WordPress.

Bagaimana Posisi Acronis Dibandingkan Aplikasi Backup Lain?

Acronis sebaiknya tidak dibandingkan hanya berdasarkan siapa yang menyediakan tombol “Backup”. Perbandingan yang lebih relevan perlu melihat workload yang didukung, granularitas recovery, lokasi penyimpanan, retention, enkripsi, integrasi dengan control panel, serta kebutuhan administrator.

Jika kebutuhanmu adalah membandingkan Acronis dengan beberapa pilihan software atau layanan lain, pembahasannya sudah tersedia pada artikel rekomendasi aplikasi backup website. Artikel ini sengaja berfokus pada Acronis agar tidak mengulang intent perbandingan tools tersebut.

FAQ Acronis Backup

Apakah Acronis Backup masih ada?

Istilah Acronis Backup masih sering digunakan untuk merujuk pada teknologi backup Acronis. Namun, produknya telah mengalami perubahan nama menjadi Acronis Cyber Backup dan kemampuan tersebut kemudian menjadi bagian dari Acronis Cyber Protect.

Apa itu Acronis Cyber Protect Cloud?

Acronis Cyber Protect Cloud merupakan platform yang ditujukan untuk penyedia layanan dan lingkungan cloud. Dalam konteks web hosting, platform tersebut memiliki integrasi dengan cPanel dan WHM untuk backup serta recovery workload hosting yang didukung.

Apakah Acronis harus me-restore seluruh server?

Tidak selalu. Pada integrasi cPanel, tersedia granular recovery sehingga komponen seperti file, database, akun, website, atau mailbox dapat dipulihkan secara lebih spesifik sesuai backup dan konfigurasi yang tersedia.

Apakah menggunakan Acronis berarti website sudah aman dari malware?

Tidak. Backup dan keamanan mempunyai fungsi berbeda. Backup menyediakan salinan yang dapat digunakan untuk recovery, sedangkan pencegahan malware dan serangan tetap membutuhkan kontrol keamanan tersendiri.

Seberapa sering website harus dibackup?

Tidak ada satu interval yang cocok untuk semua website. Frekuensi sebaiknya ditentukan berdasarkan seberapa sering data berubah, RPO yang dapat diterima, kebutuhan retention, kapasitas storage, serta dampak bisnis jika data terbaru hilang.

Apakah backup yang berhasil pasti bisa direstore?

Status backup yang sukses merupakan indikator penting, tetapi proses restore tetap perlu diuji secara berkala. Pengujian membantu memastikan recovery point, hak akses, database, file, dan prosedur pemulihan benar-benar dapat digunakan ketika terjadi insiden.

Acronis Backup Lebih dari Sekadar Membuat Salinan File

Acronis Backup telah berkembang dari solusi backup menjadi bagian dari ekosistem Acronis Cyber Protect. Dalam lingkungan hosting, Acronis Cyber Protect Cloud dapat terintegrasi dengan cPanel dan WHM untuk mencadangkan server sekaligus menyediakan recovery yang lebih granular terhadap komponen seperti website, file, database, akun, dan mailbox.

Namun, teknologi backup hanya efektif jika dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan recovery yang nyata. Tentukan RPO, RTO, frekuensi backup, retention, lokasi penyimpanan, serta prosedur restore sebelum mengandalkan sistem tersebut untuk menjaga data penting.

Dengan pendekatan tersebut, backup tidak sekadar menjadi file cadangan yang dibuat secara rutin. Backup menjadi bagian dari strategi recovery yang dapat diuji, dipantau, dan digunakan ketika website atau server benar-benar mengalami masalah.

Hazar Farras

Hi ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. Passionate about challenges, technology enthusiast, and dedicated K-pop lover always exploring new horizons and trends


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya