• Home
  • Berita
  • Jangan Salah Kaprah! Cracking adalah Aktivitas yang Berbeda dari Hacking

Jangan Salah Kaprah! Cracking adalah Aktivitas yang Berbeda dari Hacking

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Akhir-akhir ini Indonesia dihebohkan dengan permasalahan keamanan data yaitu peretasan beberapa situs pemerintahan yang dilakukan oleh peretas dengan inisial Bjorka. Jika dilihat dari berbagai berita, peretas ini disebut sebagai hacker, yaitu orang yang melakukan hacking. Apakah benar jika Bjorka disebut sebagai hacker?

Sebenarnya terdapat dua istilah dalam ranah peretasan ini, yaitu hacking dan cracking. Nah, cracking adalah istilah yang tidak lebih populer dari hacking namun memiliki makna yang hampir mirip sehingga tidak menimbulkan salah kaprah dalam membedakan aktivitas peretasan. Artikel ini membahas apa itu cracking dan hacking serta perbedaan cracking dan hacking. Yuk, simak hingga tuntas agar kamu makin jelas!

cracking adalah
Sumber: Envato

Apa itu Cracking dan Hacking?

Sebenarnya apa itu cracking dan hacking? Selama bertahun-tahun, terjadi perdebatan antara hacking dan cracking. Kedua istilah tersebut terkait dengan satu subjek yaitu Peretasan. Peretasan dapat didefinisikan sebagai teknik atau perencanaan yang dilakukan untuk mendapatkan akses ke sistem tanpa izin. Orang yang melakukan itu sangat cerdas dan terampil dalam komputer.  Aktivitas peretasan ini terbagi dalam 2 kategori, yaitu:

Apa itu Cracking?

Cracking adalah aktivitas yang merusak atau melanggar sistem atau komputer dari jarak jauh dengan niat buruk untuk merusak data dan mencurinya. Seorang cracker (orang yang melakukan cracking) menghancurkan data dengan mendapatkan akses secara tidak sah ke jaringan. Identitas mereka selalu disembunyikan, tentu karena mereka melakukan hal-hal yang ilegal. Cracker bisa saja melewati password komputer atau bahkan akun situs media sosial kamu, hingga contoh yang cukup mengerikan adalah mencuri detail informasi bank kamu kemudian mentransfer uang dari bank.  

Hacking adalah

Hacking adalah jenis aktivitas (cenderung baik) untuk melakukan peretasan dengan tujuan yang baik dan untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan darinya. Hacker (orang yang melakukan hacking) umumnya menemukan celah dalam sistem dan membantu mereka (pengembang sistem) untuk menutupi celah tersebut. Hacker umumnya programmer yang memperoleh pengetahuan lanjutan tentang sistem operasi dan bahasa pemrograman. Orang-orang ini tidak pernah merusak atau membahayakan data apa pun.

Mungkin kamu bisa menyimpulkan apa yang dilakukan Bjorka terhadap beberapa sistem di Indonesia termasuk dalam peretasan jenis apa. Tentunya apa yang kamu simpulkan tentu adalah opini subjektif karena kamu tidak tahu dengan pasti apa tujuan Bjorka melakukan peretasan. Namun yang perlu kamu garis bawahi adalah jangan sampai salah kaprah dengan dua pengertian ini. Menurut data yang ada, kata hacking sudah jauh dari manifesto yang ada. 

Perbedaan Cracking dan Hacking

Perbedaan cracking dan hacking yang paling mendasar adalah bahwa seorang hacker menggunakan pengetahuan mereka yang luas tentang logika dan pemrograman, sementara seorang cracker mencoba mencari pintu belakang dalam program, dan mengeksploitasi pintu belakang tersebut.

cracking adalah
Sumber: Envato

1. Cracking adalah

Cracking adalah aktivitas membobol sistem keamanan untuk alasan kriminal dan ilegal atau untuk keuntungan pribadi. Berikut ini adalah beberapa hal mengenai cracking yang dapat kamu bandingan dengan aktivitas hacking.

Tujuan

Pada bagian ini, cracking adalah kegiatan yang memiliki tujuan utama yaitu untuk mencari keuntungan dari aktivitas yang dia lakukan. Keuntungan yang dimaksud ini biasanya dari data yang mereka curi kemudian dijual di pasar gelap. Selain itu, mereka juga bisa dibayar oleh pihak tertentu karena berhasil untuk mencari data rahasia yang diperlukan.

Kemampuan

Cracking adalah hal yang berkaitan dengan pencurian data sehingga kemampuan seorang cracker adalah mencari celah sistem. Mereka mungkin saja tidak terampil dalam pemahaman logika atau pemrograman, beberapa cracker hanya tahu beberapa trik untuk mencuri data.

Untuk siapa mereka bekerja

Seorang cracker bisa saja bekerja untuk dirinya sendiri lalu menjual data yang berhasil mereka curi. Namun kamu perlu berhati-hati juga ketika instansi yang kamu punya ternyata dilirik instansi lain bahkan kompetitor untuk melakukan cracking kepada kamu.

2. Hacking

Pada dasarnya hacking membobol sistem keamanan untuk memeriksa lubang di sistem dan bekerja untuk memperbaikinya. Berikut ini beberapa hal mengenai hacking.

Tujuan

Bisa dibilang hacker adalah orang-orang baik yang meretas untuk tujuan pengetahuan. Saat melakukan aktivitas hacking, mereka memiliki tujuan utama untuk meningkatkan keamanan sistem. Apabila menemukan celah untuk dibobol, mereka melaporkannya bahkan memperbaikinya.

Kemampuan

Tentunya untuk dapat mencapai tujuan itu, hacker harus memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang ini. Mereka harus terampil dan memiliki pengetahuan lanjutan tentang OS komputer dan bahasa pemrograman. Ini sangat penting!

Untuk siapa mereka bekerja

Mereka bekerja di sebuah organisasi untuk membantu melindungi data di sana dan memberi mereka keahlian tentang keamanan internet.

Mengapa Orang Melakukan Cracking?

Seperti tindakan kejahatan lainnya, pelaku tentu memiliki berbagai alasan atau motif yang mendasari hal kegiatan itu dilakukan tak terkecuali dengan cracking ini. Ada beberapa alasan mengapa orang melakukan cracking diantaranya adalah

1. Pencurian data

Cracking adalah aktivitas yang kebanyakan berkaitan dengan pencurian data. Di dalam server perusahaan atau situs web, seorang cracker dapat mengakses semua jenis data. Salah satu pencurian data umum melibatkan pencurian informasi pengguna dan kredensial login. Kemudian, cracker akan menjual informasi ini di pasar gelap kepada penjahat lain yang dapat menggunakannya untuk serangan phishing atau untuk melakukan pencurian identitas.

2. Spionase

Saat cracker berhasil masuk ke suatu sistem, mereka memiliki akses langsung ke semua rahasia dagang yang menarik. Mereka meretas perusahaan lain sepanjang waktu untuk mencuri informasi mereka yang paling berharga dan dijaga ketat. 

3. Manipulasi

Cracking adalah kegiatan yang sebenarnya tidak selalu tentang mencuri data. Terkadang, seorang cracker mungkin ingin mengedit data yang tersimpan di server. Misalnya, mereka dapat mengubah neraca bank, memalsukan catatan hukum atau medis, atau mentransfer dana dari satu rekening ke rekening lainnya.

4. Menyebarkan malware

Begitu berada di dalam sistem, seorang cracker dapat menyebarkan malware. Mulai dari spyware yang mencatat aktivitas pengguna, adware yang menghujani pengguna dalam pop-up, ransomware yang mengenkripsi data berharga, atau bahkan rootkit yang menyembunyikan semua malware lainnya.

cracking adalah
Sumber: Envato

Contoh Cracking

Ada beberapa contoh cracking yang paling sering dilakukan oleh cracker. Kamu perlu mengetahui ini untuk menghindarkan diri menjadi korban mereka. Beberapa diantaranya sebagai berikut

1. Password cracking

Contoh cracking yang pertama adalah password cracking. Ini adalah tindakan mendapatkan password dari data yang tersimpan. Cracker akan mencoba mengambil password pengguna di database. Namun, situs web atau sistem apa pun biasanya akan sadar tentang keamanan data pengguna dan akan menyandikan password dengan hashing. Ini adalah proses menyembunyikan atau menyamarkan password dengan deretan karakter acak sehingga password terenkripsi. 

Cracker tidak punya pilihan selain mencoba dan meniru hash sebagai gantinya dengan menebak. Melakukan ini secara manual akan memakan waktu lama, jadi cracker menggunakan program khusus dan komputer yang dibuat khusus yang kuat yang dapat menghasilkan jumlah tebakan yang banyak setiap detik. 

2. Software cracking

Software cracking adalah mengacu pada modifikasi perangkat lunak untuk menghapus fitur yang tidak diinginkan atau mengganti fitur. Cracking perangkat lunak dianggap sebagai aktivitas ilegal karena mengarah pada pelanggaran hak cipta. 

3. Network cracking

Network cracking adalah ketika seseorang menerobos keamanan LAN, atau jaringan area lokal. Cracking jaringan kabel memerlukan koneksi langsung, tetapi cracking jaringan nirkabel jauh lebih nyaman, karena cracker hanya perlu dekat dengan sinyal nirkabel.

Antisipasi Terhadap Cracking

Sudah paham apa itu cracking? Cracking adalah hal yang merugikan pengguna. Selanjutnya kamu harus tahu bagaimana cara pencegahan agar terhindar dari aktivitas ilegal ini. Beberapa cara antisipasinya adalah sebagai berikut

1. Gunakan Strong Password dan Manajemen Password yang Baik

Biasanya saat kamu membuat sebuah password akan disarankan untuk membuat password yang kuat. Ini menjadi salah satu pencegahan kamu menjadi korban cracking. Kamu juga tak perlu khawatir lupa dengan password yang sulit untuk diingat karena sekarang sudah banyak aplikasi pengelola password atau password.

Pengelola password menyimpan semua password kamu dengan aman sehingga kamu dapat menggunakan password unik untuk setiap akun dan tidak perlu khawatir mengingat semuanya sendiri.

cracking adalah
Sumber: Envato

2. Aktifkan Fitur Two-Factor Authentication (2FA)

Antisipasi selanjutnya terhadap bahaya cracking adalah dengan Two-factor authenticatio.  (2FA). Ini adalah sistem keamanan yang memerlukan dua bentuk identifikasi yang berbeda untuk mengakses sesuatu. Sistem ini bekerja dengan meminta dua jenis informasi dari pengguna, biasanya berupa password atau nomor identifikasi pribadi (PIN) dan kode yang dikirim ke ponsel cerdas pengguna yang telah terkoneksi sebelumnya. Sistem ini melindungi akun kamu dari bahaya cracking. Walaupun tidak menjamin 100%, tetapi lebih baik dari sekadar kamu menerapkan password saja.

3. Gunakan Antivirus

Menggunakan antivirus mungkin bagi kamu sudah tidak asing lagi. Memang, cara ini cukup efektif karena fungsi dari antivirus adalah mendeteksi dan memblokir malware sebelum dapat menginfeksi perangkat kamu.

Jangan Salah Kaprah dan Terus Sadar Terhadap Kejahatan Cyber

Sudah paham ya tentang apa itu cracking dan hacking? Tentunya tentang perbedaan cracking dan hacking kamu juga sudah paham kan? Ya, memang saat ini kamu harus terus waspada dengan peretasan. Walaupun peretasan memang memiliki makna yang buruk tapi pada dasarnya ada dua jenis peretasan yaitu cracking dan hacking. Apa itu cracking? Cracking adalah peretasan yang mengarah pada hal negatif dan merugikan sedangkan hacking tergolong tindakan yang positif dan bermanfaat bagi keamanan sistem lebih lanjut. Yuk, selalu sadar terhadap keamanan data!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah