• Home
  • Berita
  • Devops adalah Profesi Menjanjikan, Pelajari Tugas dan Skillnya!

Devops adalah Profesi Menjanjikan, Pelajari Tugas dan Skillnya!

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Istilah devops adalah istilah yang asing bagi kebanyakan orang, namun jika kamu seorang programmer maka kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Devops bukan berupa bahasa pemrograman, teknologi, dan software. Namun devops adalah sebuah pola pikir yang diterapkan dalam dunia IT. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat proses pembuatan software juga semakin efektif, salah satunya dengan menerapkan prinsip devops.

Prinsip ini sudah digunakan oleh banyak perusahaan raksasa dunia seperti Amazon, Gojek, Microsoft, dan masih banyak lagi yang lain. Apabila kamu ingin belajar devops, otomatis kamu harus memahami dahulu tugas dan juga skill devops yang harus kamu punya. Penasaran apa saja? Yuk simak terus penjelasan dari DomaiNesia!

Devops adalah Gabungan Dua Istilah

Devops adalah gabungan dari dua istilah yaitu development dan operations. Secara praktiknya, tim development bertugas untuk membuat dan mengembangakan aplikasi agar berjalan lebih efektif. Sedangkan tim operation bertanggung jawab untuk  memastikan segala kebutuhan operasional berjalan dengan baik seperti jaringan dan sumber daya yang lain. Sebelum adanya devops, semua sistem dikembangkan dengan model Waterfall yang tidak adanya integrasi antar tim. Jadi semua tim bekerja pada lingkungannya masing-masing sehingga proses pengembangan sistem menjadi sangat panjang dan tidak efektif.

Nah, maka dari itu devops hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan kehadiran devops ini mampu mengubah model pengembangan sistem karena tim development dan tim operation akan saling berkolaborasi dan bekerja sama yang pasti menjadikan proses pengembangan sistem lebih cepat. Didukung dengan berbagai tools modern yang bisa membantu tugasnya. Tools tersebut mampu membantu banyak aktivitas seperti mendeteksi bug, melakukan kolaborasi kode, hingga memasang konfigurasi.

devops adalah
Sumber: Envato

Baca juga: Apa itu Developer? Mengenal 10+ Perbedaan tentang Developer IT Mudah

Apa Saja Tugas Devops?

Dari pengertian devops di atas, bisa kita lihat sepintas bahwa devops memiliki banyak tugas dan tanggung jawab. Jika kamu ingin belajar devops maka kamu harus mengerti juga tugas devops itu sendiri. Jika memang nanti kamu ingin terjun ke dunia devops maka kamu akan disebut sebagai devops engineer. Kembali lagi, tugas devops cukup banyak loh DomaiNesian! Berikut beberapa tugas devops.

  1. Menciptakan ide dan menjelaskan mengenai sistem yang akan dibangun seperti fitur dan kegunaannya.
  2. Melacak keberadaan bug dan melakukan monitoring sistem.
  3. Merancang prototype yang bersumber dari hasil diskusi yang sudah dilakukan dengan user.
  4. Mendokumentasikan setiap proses dalam pengembangan aplikasi atau SDLC.
  5. Melakukan pengembangann aplikasi yang memanfaatkan tools otomisasai agar lebih cepat dan tidak memakan banyak waktu.
  6. Saling melakukan komunikasi dalam proses pengembangan aplikasi jika terjadi permasalahan.
  7. Melakukan inovasi dengan cepat tanpa mengorbankan stabilitas dan kualitas.

Di atas merupakan gambaran dari tugas devops secara garis besar saja. Meskipun terlihat sangat banyak dan rumit namun tugas devops bisa berjalan dengan lancar apabila komunikasi dan kolaborasi antar tim bisa berjalan dengan baik. Nah setelah ini DomaiNesia akan menjelaskan tugas devops secara lebih rinci dan detail.

1. Continuous Integration

Pertama, tugas devops adalah untuk melakukan Continuous Integration. Continuous Integration adalah melakukan testing sistem secara berulang untuk menemukan bug. Jika pada proses pertama ini ditemukan error atau bug maka hal tersebut bisa langsung ditangani oleh tim developer dan tim QA.

2. Continuous Delivery

Setelah berhasil melakukan Continuous Integration, maka selanjutnya tugas devops adalah melakukan Continuous Delivery yang berarti melakukan update atau pembaruan kode dengan tujuan untuk memperbaiki sistem.

3. Continuous Deployment

Apabila kedua proses di atas sudah selesai dan berjalan dengan baik, maka tugas devops adalah melakukan Continuous Deployment. Continuous Deployment atau lebih dikenal dengan proses CD adalah proses yang dimana aplikasi dirilis secara otomatis setelah terjadinya perubahan. Dengan begitu tim development bisa melihat perubahan yang terjadi di berbagai environment seperti develop, production, atau testing. 

4. Configuration Management

Configuration management adalah tugas devops selanjutnya. Setelah berhasil melakukan perubahan dan pembaruan kode guna memperbaiki sistem, maka proses selanjutnya yaitu melakukan pemeliharaan terhadap konfigurasi di dalam sistem. Nantinya, tim akan melakukan pengecekan dan memastikan bahwa otomatisasi sudah berjalan secara maksimal.

Infrastructure as a Code (IAC)

IAC adalah sebuah proses dari sistem arsitektur yang berupa infrastruktur dari sistem melalui kode yang bisa diprogram, distandarisasikan, dan mudah untuk diduplikasi. IAC berguna ketika sistem hilang maka kamu tidak perlu mengembangkan aplikasi dari awal lagi sebab IAC akan menyediakan data, sumberdaya, dan juga mengembalikan konfigurasi sistem.

Logging

Tugas devops adalah mengamati dan mengidentifikasi logging dari sistem, baik itu bila terjadi error maupun keberhasilan dari proses update. Data ini akan didapatkan secara real time dan nantinya digunakan untuk proses monitoring. 

Monitoring

Terakhir, tugas devops adalah melakukan monitoring sistem. Monitoring disini bertujuan untuk mendeteksi segala aktivitas dan hal yang berkaitan dengan sistem. Monitoring bisa dilakukan ketika ada informasi dari proses logging didapatkan. Dalam monitoring, tugas devops adalah mengidentifikasi perubahan kode apakah berdampak baik atau buruk terhadap sistem. Apabila terjadi penyimpangan maka bisa sesegera mungkin dilakukan perbaikan.

devops adalah
Sumber: Envato

Baca juga: Kamu Developer? Javascript adalah Hal Wajib yang Harus Kamu Tahu

Skill Devops yang Wajib Diketahui!

Selain tugas devops, apabila kamu ingin belajar devops lebih dalam lagi maka kamu juga harus memahami beberapa skill yang harus dimiliki. Seperti yang kita bahas sebelumnya bahwa devops adalah jembatan penghubung antara tim development dan juga tim operations. Maka dari itu, devops harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas mengenai keduanya. Berikut skill devops yang wajib kamu tahu jika ingin belajar devops.

1. Memahami konsep devops

Skill devops yang utama dan harus dimiliki yaitu memahami konsep devops itu sendiri. Sebelum menjalankan suatu hal, otomatis kamu harus memahami dan mengetahui apa konsep dan alasan kamu melakukan kegiatan tersebut kan? Nah sama dengan belajar devops kamu juga harus memahami konsepnya. Konsep utama dari devops adalah menghubungkan antara tim development dan tim operations dengan tujuan agar tidak terjadi kesenjangan di antara keduanya. Dengan begitu segala tugas dan permasalahan bisa diselesaikan dengan cepat dan tersusun rapi. Untuk memahami konsep devops seperti apa, terlebih dahulu kamu juga harus paham tugas devops disisi teknisnya.

2. Menguasai berbagai tools 

Devops adalah jembatan antara kedua tim, yang otomatis menuntunnya untuk bisa menguasai berbagai tools yang digunakan pada keduanya. Skill devops ini harus kamu miliki sebab dalam praktiknya devops tidak bisa lepas dari tools otomatisasi. Sebenarnya tidak ada aturan baku yang mengatur skill devops untuk menguasai tools apa saja. Tetapi alangkah baiknya kamu sudah mempersiapkan beberapa tools berikut ini.

Docker

Docker adalah tools yang memiliki kemampuan untuk mengemas dan mengoperasikan aplikasi secara aman. Biasanya docker diandalkan untuk beberapa kegiatan seperti infrastruktur source code, konfigurasi sistem, dan juga untuk tools pendukung.

Sentry

Sentry adalah tools yang dapat membantu dalam mendeteksi semua proses sistem baik berupa bug atau kesalahan. Tools gratis ini bisa mendukung berbagai macam bahasa pemrograman seperti Ruby dan Javascript.

GitHub

Siapa yang masih asing dengan tools satu ini? GitHub adalah tools yang digunakan oleh tim untuk memudahkan dalam proses kolaborasi kode. Maka dari itu, jika kamu ingin belajar devops maka kamu harus memahami berbagai aplikasi source code management yang salah satunya adalah GitHub. 

Phantom

Phantom adalah tools yang digunakan ketika ingin membangun sebuah infrastruktur. Dengan tools ini maka dapat mengurangi resiko yang terjadi seperti kesalahan dalam melakukan konfigurasi dengan memanfaatkan teknik seperti device quarantine dan juga file detonation.

SonarQube

Jika kamu bergelut di dunia pemrograman, SonarQube adalah tools yang sudah tidak asing lagi digunakan di berbagai perusahaan IT. SonarQube adalah tools yang digunakan untuk melakukan pengecekan kualitas kode secara otomatis, sebab kita tahu bahwa satu sistem saja bisa dikerjakan oleh banyak programmer, maka dari itu tidak mungkin kan harus dilakukan pengecekan secara manual? Nantinya SonarQube akan membantu dalam proses pengecekan kode yang bisa berupa bug dan code smell. 

Slack

Slack adalah tools yang digunakan untuk berkolaborasi dengan memanfaatkan toolchain dan bisa juga digunakan untuk berkomunikasi antar tim.

2. Problem-solving

Salah satu skill devops adalah problem solving. Sebab tanggung jawab utama dari seorang devops adalah mengidentifikasi masalah secara efektif dan yang pasti melakukan perbaikan atas masalah yang sudah ditemukan tadi. Untuk itu, devops diharuskan mampu memecahkan masalah yang sering terjadi di dalam sistem seperti bug, anomali, dan juga menyesuaikan feedback user dengan sistem yang sudah berjalan. Disamping skill devops ini, devops juga harus bisa mengkomunikasikan masalah, ide, atau inovasi kepada banyak orang sebab perannya yang sebagai jembatan antara tim.

3. Mampu mengoperasikan cloud

Cloud banyak digunakan oleh perusahaan dan juga organisasi untuk menyimpan dan mengelola data yang jumlahnya sangat besar. Nah, dalam belajar devops kamu harus menguasai skill devops satu ini. Sebab cloud computing sangat dibutuhkan dalam dunia IT dan pengembangan sistem nantinya. Kemampuan ini meliputi pemahaman dalam merancang dan membangun sistem di cloud, memaksimalkan fitur yang disediakan, dan juga mengatasi kompleksitas.

4. Memahami linux fundamental dan scripting

Saat ini, banyak perusahaan yang memanfaatkan sistem operasi linux untuk menghosting website mereka, sebab banyak tools konfigurasi yang berjalan pada sistem linux seperti Chef dan Ansible. Maka dari itu, skill devops terakhir yang harus dimiliki yaitu memahami linux. Selain itu, devops juga harus memahami lebih dari satu scripting. Jika tidak maka sebaiknya kamu sudah bisa menguasai dan berpengalaman dengan satu bahasa scripting yang lazim digunakan, misalnya saat ini scripting yang banyak digunakan yaitu Python.

devops adalah
Sumber: Envato

Baca juga: Ketahui Skill dan Tugas Ini Sebelum Jadi Back End Developer!

Apakah Kamu Tertarik Belajar Devops?

Devops adalah penghubung antara tim development dan juga tim operation yang bertujuan untuk menghubungkan keduanya agar proses pengembangan dan juga perbaikan sistem lebih cepat dan efisien. Tanggung jawab dan tugas devops juga tidak main-main karena berurusan dengan keberhasilan sistem seperti, melakukan inovasi, melacak bug, melakukan pengembangan sistem, mendokumentasikan setiap proses, dan masih banyak lagi.

Namun, jangan takut untuk belajar devops sebab nantinya tugas dan tanggung jawab ini akan dikerjakan secara tim dan bukan perorangan saja ya! Selain itu, untuk belajar devops kamu harus memiliki kemampuan seperti cloud computing, problem solving, menguasai Linux, dan memahami scripting. Devops adalah profesi yang banyak dibutuhkan saat ini selain programmer. Alasannya karena dengan adanya devops maka segala urusan mengenai hal teknis bisa ditangani. 

Tapi, tidak semua organisasi dan startup memilikinya sebab biaya yang diperlukan cukup besar yaitu di kisaran Rp 10 juta hingga Rp 35 juta. Untuk itu, kamu bisa menggunakan layanan yang sudah disediakan oleh DomaiNeisa. Sebab beragam layanan tersebut memiliki tingkat performa dan keamanan yang sangat baik. Jika terjadi kesulitan dalam penggunaan, tenang saja sebab ada customer service DomaiNesia yang siap membantu kamu 24/7 loh! Jadi kamu tidak perlu menggunakan jasa devops lagi jika menggunakan web hosting Indonesia yang berkulitas dari DomaiNesia. Tunggu apalagi? Yuk gunakan sekarang!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!