3 Cara Membuat Artikel Viral [dalam 5 menit]5 min read

3 Cara Membuat Artikel Viral

Bagaimana cara membuat artikel viral yang di-share jutaan orang? Membuat konten jualan yang high conversion? Atau mendatangkan traffic lebih banyak di website?

Text [baca: tulisan] adalah bahan bakar penyampaian informasi melalui media. Tidak hanya media yang mengandalkan tulisan artikel sebagai “dagangannya”, tapi juga jenis media-media lainnya seperti Youtube dan Instagram pun butuh tulisan.

Secara singkat, ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk membuat artikel viral dengan mudah. Pertama adalah riset mengenai tema besar yang akan disampaikan. Lalu membuat struktur untuk mengerjakan sesuai dengan standart SEO sehingga memudahkan artikel tersebut ditemukan di search engine. Dan terakhir adalah pendistribusian, melalui media sosial atau pun channel lainnya.

Riset Pendahuluan

Cara membuat artikel yang pertama adalah melakukan riset sederhana. Kenapa? Karena riset sederhana sangat membantu untuk memperkaya bahan untuk ditulis nantinya. Paling sederhana adalah dengan browsing tentang tema yang kita inginkan.

Riset sederhana juga bisa dilakukan dengan melihat trend kata kunci melalui Google Trend, Keyword Planner, atau yang paling sederhana adalah menginstall plugin untuk browser; Keyword Everywhere. Riset dengan menggunakan pihak ketiga seperti yang sudah disebutkan sangat membantu dalam memberi insight mengenai topik apa yang banyak dicari oleh audiens, namun hasil pencarian (persaingan) tidak begitu tinggi. Meski hasil pencarian sekarang semakin beragam tapi beberapa topik nyatanya masih berkembang dan menghasilkan kata kunci baru.

cara menentukan tema artikel

source: pixabay.com

Sudut Pandang

Sudut pandang, atau point of view merupakan hal penting selanjutnya yang harus dicermati sebelum memulai menulis sebuah artikel viral. Sudut pandang misalnya adalah sudut pandang sosial, ekonomi, politik. Jenis artikel yang banyak diminati oleh audiens secara umum adalah tulisan tulisan yang menggugah emosi mereka. Sebagai contoh misalnya artikel mengenai kondisi kemisinan di negara Afrika dan bagaimana mereka menghadapinya sehari-hari.

Sumber

Sumber bacaan yang baik akan membuat sebuah artikel menjadi lebih kredibel dimata pembacanya. Sebagai contoh, artikel mengenai cara membuat artikel ini yang mengambil referensi dari berbagai sumber yang menyediakan langkah-langkah penulisan. Juga mengambil sumber dari website para guru-guru internet marketing sebagai sumber tambahan karena tema besarnya adalah artikel blog.

Menentukan sumber juga penting untuk membangun outlink nantinya. Karena salah satu syarat artikel yang disukai Google adalah artikel yang punya outlink didalamnya. Outlink menandakan relevansi sebuah konten dengan artikel yang jadi acuannya, sehingga Google nantinya bisa menangkap garis besar tema yang ditulis.

Cara Membuat Artikel Viral, dalam 5 Menit!

Cara Membuat Judul Artikel

source: pixabay.com

Struktur Artikel

  • Menentukan Judul yang Menarik

Setelah melakukan riset pendahulan, selanjutnya cara membuat artikel viral terletak pada penentuan judul. Judul adalah pintu masuk utama pembaca kedalam artikel yang sudah dibuat. Judul artikel yang paling mendapat perhatian dari audiens biasanya adalah judul yang memuat tanda tanya. Atau merupakan sebuah kalimat pertanyaan.

“beberapa studi juga menghasilkan insight bahwa judul artikel dengan tanda dalam kurung memiliki jumlah klik yang lebih banyak.”

  • Membuat URL / Slug yang Baik

Url atau Slug dapat di custom sesuai dengan kata kunci yang disampaikan. Untuk mengoptimalkan penjang pendek slug, bisa dengan menggunakan plugin WordPress, Yoast SEO sebagai acuan. Panjang pendek slug akan membantu visibilitas link ketika dibagikan ke media sosial. Biasanya audiens cenderung membagikan url yang masih bisa dibaca, tanpa dipendekkan melewati shortener.

  • Mempunyai Sub Header

Sub header membuat artikel lebih mudah dibaca berdasarkan bagian bagian yang ada. Misalnya pada artikel ini, cara membuat artikel viral. Setiap bagian dan setiap langkah-langkah dijabarkan dalam sebuah sub header yang berbeda. Selain memudahkan pembaca untuk menangkap pesan, juga bisa dibuatkan navigasi sebagai pengganti daftar isi.

  • Menulis Dengan Singkat

Sebuah studi mengatakan bahwa audiens cenderung “hanya” membaca tiga paragraf pertama dari sebuah artikel. Sehingga untuk menyampaikan informasi, setidaknya harus sudah tercermin dari tiga paragaraf pertama sebuah artikel. Tidak hanya itu, tapi juga kata kunci yang dimasukkan harus ada pada paragraf pertama.

Manfaat dari melakukan ini adalah munculnya snippet atau highlight ketika link tersebut dibagikan di media sosial. Selain judul, faktor yang bisa mempengaruhi viral tidaknya sebuah artikel adalah snippet yang muncul ketika link dibagikan. Sehingga orang cukup membaca sekilas untuk mengetahui isi artikel dan tidak butuh waktu yang lama untuk membagikannya.

  • Bentuk Artikel yang Panjang

Google sangat menyukai artikel yang panjang, dengan kira kira jumlah kata sekitar 1000. Begitu juga pembaca secara umum lebih menyukai satu artikel yang mengulas dalam daripada sebuah informasi yang dipecah menjadi beberapa artikel. Namun bagaimana membuat artikel panjang menjadi tetap menarik untuk dibaca?

Rumus Piramida Terbalik

source: grid.co.id

Sebelum membuat artikel ada baiknya mengikuti rumus piramida terbalik. Rumus ini menyertakan informasi utama pada bagian paling awal sebuah artikel. Kemudian baru informasi-informasi tambahan yang lebih detal pada bagian selanjutnya. Dengan membuat artikel menggunakan rumus ini, pembaca tidak perlu lama-lama untuk mengerti point yang ada pada artikel yang ingin dia baca.

Gambar Artikel yang Representatif

Cara membuat artikel viral selanjutnya adalah penempatan ilustrasi dalam bentuk gambar. Gambar yang representatif dan sesuai mood yang dibawakan oleh artikel sangat disukai oleh pembaca. Gambar memberikan ilusrasi mengenai tulisan yang mereka baca.

Namun untuk menempatkan gambar pada sebuah artikel ada baiknya memperhatikan hal-hal ini;

  1. Disisipkan setidaknya setiap 300 kata
  2. Mengikuti ukuran yang ringan, untuk mempercepat loading speed sebuah halaman
  3. Menggunakan gambar jenis infografis, (gambar dengan bentuk infografis cenderung lebih disukai dan di-share oleh pembaca)

Menggunakan Bullet List

Bullet list atau daftar, seperti yang baru saja dicontohkan pada bagian diatas merupakan salah satu faktor artikel bisa disukai oleh Google. Menggunakan bullet list menunjukkan tendensi point-point yang ingin disampaikan penulis pada pembaca secara singkat. Selain mempermudah pembaca untuk navigasi, juga mempermudah mereka untuk mendapatkan point point khusus tanpa harus membacanya dalam bentuk deskripsi.

Mempublikasikannya Artikel Pada Channel yang Tepat

Setelah mengikuti cara membuat artikel diatas, selanjutnya adalah membagikan artikel tersebut melalui berbagai media. Secara umum channel untuk menyebarkan artikel adalah media sosial melalui jalan membagikan link. Namun, cara ini bisa ditempuh dengan beberapa metode yang lebih cantik.

Pertama adalah menggunakan plugin social share yang terdapat pada WordPress, atau menggunakan code html jika menggunakan cms lain. Tombol-tombol social share ini diletakkan pada beberapa bagian, dan umumnya pada bagian bawah judul, dibawah gambar atau infografis, dan terakhir di penghujung artikel.

Kedua adalah menggunakan bantuan pihak ketiga, misalnya Hoot Suite /  Buffer untuk membagikan link secara otomatis ke channel-channel media sosial yang terhubung pada website. Cara ini bisa sangat membantu membagikan update pada audiens yang sudah terhubung pada media sosial yang sudah dimiliki. Namun sebelum membagikan, ada baiknya mengatur judul dan gambar yang menarik [baca: clickbait] agar mendorong orang untuk membagikannya.

Selamat Menulis!

Pindah ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!

Komentar