• Home
  • Tips
  • Ingin Mencoba Bisnis yang Menantang? 6 Tips Menjadi Solopreneur Ini Patut Dicoba

Ingin Mencoba Bisnis yang Menantang? 6 Tips Menjadi Solopreneur Ini Patut Dicoba

Oleh Ratna Patria

Hai DomaiNesians! Ingin mencoba sesuatu yang menantang di dunia bisnis? Kamu mungkin sudah paham dengan apa yang dimaksud dengan entrepreneur, tapi bagaimana dengan solopreneur? Apakah masih asing ditelinga? Solopreneur adalah wirausahawan yang menjalankan bisnisnya sendiri serta mengelola urusannya sendiri. Mereka tidak mempekerjakan karyawan, namun mereka bisa melakukan outsourcing.

6 Tips Menjadi Solopreneur untuk Pemula

Jika kamu menjadi seorang solopreneur, kamu akan bertanggung jawab kepada diri sendiri, karena kamu tidak memiliki mitra untuk berbagi keuntungan dan kerugian, atau bahkan anggota lain yang mata pencahariannya bergantung padamu. Keuntungannya adalah, kamu lebih fleksibel dalam bekerja. Kamu bebas memutuskan persyaratan, termasuk memutuskan dimana, bagaimana, dan kapan kamu ingin bekerja. Kamu juga bebas memilih klien atau proyek yang menurut kamu lebih menarik.

solopreneur
Sumber: Freepik

Kamu memerlukan fokus yang luar biasa untuk menjadi seorang solopreneur. Kamu harus punya kemauan dan energi yang tidak ada habisnya, disiplin dalam bekerja keras, serta kemampuan untuk mengatasi tantangan yang seringkali tidak terduga. Tidak ada formula khusus untuk membuat seseorang menjadi sukses. Namun, jika kamu ingin menjadi seorang solopreneur, 6 tips menjadi solopreneur ini akan membantu kamu memulainya.

Temukan Ide Bisnis yang Tepat

Kamu harus memikirkan suatu ide bisnis yang menarik, inovatif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Bisnis yang kamu jalankan harus sesuai antara minat, keterampilan, dan permintaan pasar.

Passion

Kamu bisa memulai dengan membuat daftar ide, apa saja yang kamu sukai, kemudian sortir beberapa dari ide yang terkumpul. Pilih ide yang benar-benar membuat kamu bersemangat melakukannya. List ini hanya menyertakan ide-ide atau hal-hal yang sudah lama ingin kamu lakukan. Pastikan kamu tidak bosan jika harus melakukan ide bisnis tersebut selama bertahun-tahun kedepan.

Keterampilan

Pastikan juga kamu memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan dan mempertahankan bisnis ini. Meskipun kamu bisa belajar keterampilan baru dari nol, namun menggunakan keterampilan yang sudah lama kamu miliki, bakat bawaan, dan pengalaman kerja masa lalu, bisa membuat perjalanan solopreneur kamu menjadi lebih mudah.

Permintaan

Meskipun kamu memilih untuk melakukan hal yang disukai, kamu tidak boleh mengabaikan permintaan pasar. Setiap bisnis membutuhkan uang untuk bertahan dan berkembang. Tanpa permintaan atau kebutuhan pasar, tidak akan ada pertumbuhan. Ketika tidak ada pertumbuhan, bisnis kamu tidak akan bertahan lama.

Riset Pasar

Setelah kamu memutuskan ide bisnis, kamu perlu mempelajari lebih dalam untuk mengetahui seperti apa permintaan di industri yang kamu jalani dan bagaimana cara kamu memenuhi permintaan tersebut. Riset pasar kali ini memerlukan penelitian lebih dalam mengenai konsumen dan pesaing bisnis kamu.

Konsumen

Akan ada banyak orang yang membutuhkan bisnis kamu. Oleh karena itu, kamu perlu mengidentifikasi satu atau dua kelompok yang ingin kamu layani. Identifikasi tersebut akan membantu kamu untuk fokus ke strategi marketing dan pertumbuhan yang ditargetkan, sehingga berpotensi untuk lebih efektif. Ketika kamu mengidentifikasi konsumen, cobalah untuk menggali lebih dalam, seperti memahami:

  • Kesukaan dan hobi
  • Mimpi dan aspirasi
  • Keyakinan dan nilai
  • Perilaku pembelian dan konsumsi

Pesaing

Identifikasi pesaing utama dan pelajari apa yang mereka tawarkan. Amati bagaimana pesaing memposisikan diri di pasar, serta temukan kekuatan dan kelemahan mereka. Jelajahi akun media sosial mereka, dan pahami bagaimana mereka berinteraksi dengan audiens, serta platform apa saja yang digunakan. Riset ini akan memberimu gambaran tentang bagaimana pasar bekerja dan menemukan celah, sehingga kamu bisa menyesuaikan posisi penawaran yang lebih sesuai.

Buat Rencana Bisnis (One-page Business Plan)

Setiap bisnis membutuhkan rencana, meskipun itu adalah usaha milik sendiri. Rencana bisnis membantu kami menentukan arah dan berfungsi sebagai titik referensi jika kamu mengalami kebuntuan atau kelelahan dengan tugas-tugas tersebut. Perlu kamu ketahui bahwa kebuntuan dan kelelahan adalah sesuatu yang wajar terjadi pada solopreneur. Kamu tidak perlu membuat rencana yang rumit, bahkan rencana bisnis satu halaman saja sudah cukup untuk memberikan struktur pada bisnis kamu, serta menjelaskan cara untuk memenuhinya.

solopreneur
Sumber: Freepik

Berikut ini adalah beberapa aspek yang bisa kamu sertakan dalam rencana bisnis:

  • Kebutuhan pasti yang akan dipenuhi oleh produk atau jasa yang ditawarkan
  • Bagaimana kami akan membedakan diri dengan pesaing lainnya
  • Poin harga
  • Sumber pendapatan
  • Dana yang tersedia, keuangan yang dibutuhkan, dan bagaimana cara kamu mengumpulkannya
  • Strategi pemasaran dan promosi

Setelah kamu memulai bisnis dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan tempat kamu beroperasi, kamu selalu bisa mengembangkan rencana bisnis untuk memasukan lebih banyak detail.

Buat Website dan Daftarkan Nama Domain

Apapun bisnis yang ingin kamu bangun, di zaman sekarang ini kamu tetap perlu online presence atau kehadiran online. Bukan hanya sekedar kehadiran online, namun kamu butuh sesuatu yang kuat, supaya konsumen atau klien yang potensial bisa dengan mudah menemukan bisnis kamu. Saat ini, semua orang melakukan pencarian online untuk apapun yang mereka butuhkan. Dan memiliki website akan membuat kamu lebih mudah diakses oleh konsumen maupun klien.

Website yang kamu bangun, nantinya bisa menjadi toko online atau portfolio online yang menampilkan kontak dan informasi bisnis kepada audiens. Namun sebelum itu, kamu harus mendaftarkan nama domain yang tepat terlebih dahulu. Nama domain yang kamu daftarkan tidak hanya menjadi sebuah link, namun akan menjadi sebuah identitas online juga.

Nama domain yang profesional dan bermakna, akan memberikan kredibilitas pada bisnis kamu dan menjadikan kamu sebagai pengusaha yang memiliki kredibilitas. Hal ini juga membantu membangun komunitas pengunjung yang tepat dan menetapkan niche market bisnis kamu.

Saat membuat nama domain, sebaiknya kamu menggunakan nama bisnis atau nama kamu sendiri, bersama dengan kata kunci lain yang berkaitan dengan industri bisnis untuk memperkuat brand. Kamu tidak perlu ragu menggunakan ekstensi domain baru, karena kamu akan lebih mudah memperoleh nama domain yang kamu mau. Misalnya, seorang teknisi bisa menggunakan ekstensi domain .TECH. Jika kamu mau membuka toko online, .STORE tentu akan lebih cocok digunakan.

Gunakan Sistem Otomasi

Kamu sebagai solopreneur bukan hanya pendiri dan CEO bisnis. Kamu juga merangkap sebagai manajer, pembuat konten, desainer, akuntan, bahkan eksekutif layanan pelanggan. Memenuhi begitu banyak posisi bisa membuat kamu kewalahan, bahkan untuk seorang multitasker sekalipun. Mengerjakan banyak hal sekaligus juga bisa membuat kamu melewatkan hal-hal detail kecil yang sebenarnya perlu kamu perhatikan, seperti pemasaran, ide, dan perencanaan untuk masa depan.

Outsourcing ke agensi mungkin bukan menjadi pilihan yang tepat untuk semua orang. Untungnya, saat ini ada banyak variasi aplikasi gratis dan berbayar yang tersedia secara online. Sehingga setiap solopreneur seperti kamu, dapat menemukan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Tetapkan Rutinitas

Menjadi seorang solopreneur bisa menguntungkan kamu, karena memiliki jadwal yang fleksibel, namun bukan berarti kamu tidak memiliki jadwal sama sekali. Solopreneur memiliki banyak tugas. Dan tanpa rutinitas, kamu akan melewatkan tugas-tugas penting atau bahkan bekerja terlalu keras.

Kamu harus bisa mematuhi jadwal yang dibuat untuk diri sendiri. Kamu bisa mencoba hal-hal berikut ini untuk dijadikan sebagai patokan rutinitas:

  • Cari waktu saat kamu merasa paling produktif dan buat rutinitas di sekitar jam tersebut. Namun, kamu juga perlu mengakomodasikan waktu untuk bertemu dengan klien atau partner lainnya.
  • Tetapkan jam kerja untuk hal-hal yang perlu kamu lakukan setiap hari. Seperti membalas email, mengirim faktur, dan melakukan follow up, sehingga tidak ketinggalan saat kamu sibuk dengan tugas lain yang lebih penting.
  • Jangan lupa untuk memperhitungkan waktu makan, istirahat dan olahraga. Kamu juga memerlukan tubuh yang sehat agar dapat bekerja secara efisien.
  • Luangkan setidaknya satu hari libur setiap minggu untuk melakukan sesuatu yang kamu sukai. Misalnya menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman atau sekedar beristirahat, supaya kamu merasa segar kembali untuk hari-hari mendatang.

    solopreneur
    Sumber: Freepik

Jangan Tunggu Waktu yang Tepat

Setelah kamu menemukan ide bisnis yang solid, cobalah untuk mengumpulkan semua energi dan kemauan kamu dan langsung menjalankannya daripada menunggu waktu yang tepat. Pahami peluang serta resiko, tetapi jangan terganggu oleh tantangan karena ada beberapa hal yang bisa kamu pelajari selama perjalanan solopreneur. Selamat mencoba!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!