• Home
  • Tips
  • ERR_CONNECTION_REFUSED: Penyebab dan 10 Cara Mengatasinya

ERR_CONNECTION_REFUSED: Penyebab dan 10 Cara Mengatasinya

Oleh Mila Rosyida
ERR_CONNECTION_REFUSED: Penyebab dan 10 Cara Mengatasinya 1

Hai DomaiNesians! Pernah menemukan pesan ERR_CONNECTION_REFUSED saat membuka website di Google Chrome? Pesan tersebut menunjukkan bahwa browser mencoba menghubungi alamat tujuan, tetapi koneksinya ditolak.

Masalah ini dapat berasal dari website yang sedang bermasalah, layanan web server yang tidak aktif, port yang tertutup, konfigurasi proxy, firewall, atau jaringan di perangkatmu. Chromium sendiri mengategorikan error ini sebagai koneksi TCP yang ditolak, bukan sebagai respons HTTP dari sebuah website.

Untuk mengatasinya, lakukan pengecekan secara bertahap. Mulailah dengan mencoba membuka website melalui perangkat atau jaringan lain untuk memastikan apakah masalah hanya terjadi di sisi kamu atau juga dialami pengguna lain.

Jika website dapat diakses dari tempat lain, lanjutkan dengan memeriksa kondisi router, pengaturan proxy, cache browser, DNS, dan firewall di perangkatmu. Sementara itu, jika kamu adalah pemilik website, pastikan layanan web server berjalan dengan normal serta port 80 dan 443 terbuka dan dapat menerima koneksi.

Apa Itu ERR_CONNECTION_REFUSED?

ERR_CONNECTION_REFUSED adalah pesan kesalahan yang muncul ketika browser tidak berhasil membuat koneksi ke server pada alamat dan port tujuan.

Sederhananya, perangkatmu sudah mencoba membuka koneksi, tetapi koneksi tersebut tidak diterima. Kondisi ini berbeda dengan error DNS yang umumnya muncul saat nama domain tidak dapat diterjemahkan menjadi alamat IP.

Error ini paling sering ditemukan di browser berbasis Chromium seperti Google Chrome. Namun, pesan serupa juga dapat muncul pada aplikasi lain dengan istilah seperti connection refused, ECONNREFUSED, atau could not connect to server.

Penyebab ERR_CONNECTION_REFUSED

Penyebab error dapat berasal dari perangkat pengguna, jaringan, maupun server website.

1. Layanan Web Server Tidak Berjalan

Website membutuhkan layanan seperti Apache, Nginx, atau LiteSpeed untuk menerima permintaan dari browser. Jika layanan tersebut berhenti, koneksi ke website dapat ditolak.

2. Port Website Tidak Terbuka

Website umumnya menggunakan port 80 untuk HTTP dan port 443 untuk HTTPS. Jika port tersebut tertutup oleh firewall atau tidak digunakan oleh layanan apa pun, browser tidak dapat membuat koneksi.

3. Konfigurasi Proxy atau VPN Bermasalah

Proxy dan VPN mengubah jalur koneksi internet. Server proxy yang tidak aktif, alamat yang salah, atau konfigurasi yang sudah tidak berlaku dapat membuat website gagal diakses.

4. Firewall Memblokir Koneksi

Firewall dapat membatasi akses berdasarkan aplikasi, alamat IP, port, atau jenis jaringan. Pemblokiran dapat terjadi di perangkat pengguna, router, server, maupun layanan cloud.

5. Domain Mengarah ke Alamat IP yang Salah

Masalah DNS biasanya menampilkan error yang berbeda. Namun, apabila domain berhasil diterjemahkan ke alamat IP yang salah dan tidak ada layanan pada IP tersebut, koneksi tetap dapat ditolak.

6. Ekstensi atau Pengaturan Browser Bermasalah

Ekstensi VPN, proxy, keamanan, dan pemblokir iklan dapat memengaruhi permintaan browser. Konfigurasi Chrome yang berubah juga dapat mengganggu akses ke website tertentu.

7. Gangguan pada Router atau Jaringan Lokal

Router yang tidak merespons dengan baik, konfigurasi jaringan yang bermasalah, atau koneksi ISP yang sedang terganggu dapat memengaruhi akses ke website.

Baca Juga:  Hindari Overload Server! Terapkan 7 Tips Ampuh Ini

Cara Mengatasi ERR_CONNECTION_REFUSED di Chrome

Cobalah langkah-langkah berikut secara berurutan. Mulai dari pemeriksaan sederhana sebelum mengubah konfigurasi jaringan atau keamanan.

1. Periksa Apakah Website Bisa Diakses dari Jaringan Lain

Pertama, pastikan apakah masalah hanya terjadi di perangkatmu atau dialami semua pengunjung.

Lakukan beberapa pengujian berikut:

  • Buka website lain melalui browser yang sama.
  • Buka website yang bermasalah melalui mode Incognito.
  • Gunakan browser lain.
  • Coba melalui perangkat berbeda.
  • Beralih dari Wi-Fi ke data seluler.
  • Periksa status website menggunakan layanan pengecekan uptime.

Jika website tidak dapat dibuka melalui perangkat dan jaringan mana pun, kemungkinan masalah berada di sisi server.

Sebaliknya, apabila website dapat dibuka melalui data seluler tetapi tidak melalui Wi-Fi, periksa router, DNS, firewall, atau pengaturan jaringan lokal.

2. Periksa URL dan Protokol Website

Pastikan alamat website sudah ditulis dengan benar. Periksa juga apakah website menggunakan HTTP atau HTTPS.

Sebagai contoh, layanan tertentu mungkin hanya tersedia melalui:

Memasukkan protokol atau port yang salah dapat membuat browser mencoba terhubung ke layanan yang tidak tersedia.

Pemilik website juga perlu memeriksa konfigurasi redirect dari HTTP ke HTTPS. Redirect yang salah dapat mengarahkan pengguna ke alamat atau port yang tidak aktif.

3. Restart Router dan Perangkat

Restart dapat membantu menyegarkan koneksi router dan mengatasi gangguan sementara pada perangkat jaringan.

Cara Restart Router

  1. Matikan router melalui tombol daya atau cabut adaptor listrik.
  2. Tunggu sekitar 20–30 detik.
  3. Sambungkan kembali adaptor atau nyalakan router.
  4. Tunggu hingga lampu indikator internet kembali stabil.
  5. Buka ulang browser dan coba akses website.

Restart tidak selalu mengganti alamat IP publik, tetapi dapat membantu memulihkan koneksi router yang tidak bekerja dengan normal.

4. Nonaktifkan VPN atau Periksa Pengaturan Proxy

Jika menggunakan VPN, putuskan koneksi untuk sementara, lalu buka kembali website. Server VPN tertentu mungkin tidak dapat menjangkau alamat website atau sedang diblokir oleh server tujuan.

Periksa juga konfigurasi proxy di Chrome dan sistem operasi. Alamat proxy yang salah atau server proxy yang sudah tidak aktif dapat memicu kegagalan koneksi.

Kamu dapat membaca panduan mengatur proxy di browser untuk memeriksa apakah konfigurasi proxy sudah sesuai.

Jangan menonaktifkan VPN apabila koneksi tersebut diwajibkan oleh kantor atau organisasi. Hubungi administrator jaringan apabila kamu tidak mengetahui fungsi konfigurasi tersebut.

5. Hapus Cache dan Data Situs Chrome

Cache menyimpan sebagian data website agar halaman dapat dimuat lebih cepat. Data yang sudah rusak atau tidak sesuai dengan konfigurasi website terbaru terkadang mengganggu proses akses.

Cara Menghapus Cache dan Cookies di Google Chrome

  1. Buka Google Chrome.
  2. Tekan Ctrl + Shift + Delete di Windows atau Command + Shift + Delete di macOS.
  3. Pilih rentang waktu yang diperlukan.
  4. Centang Cached images and files.
  5. Centang Cookies and other site data apabila ingin membersihkan data situs.
  6. Klik Delete data atau Hapus data.

Google menyediakan pilihan jenis data dan rentang waktu yang ingin dihapus. Menghapus cookies dapat membuatmu keluar dari akun pada sejumlah website. lebih lengkap dapat dibaca pada artikel cara menghapus cache di Google Chrome.

6. Periksa Ekstensi Chrome

Ekstensi yang mengelola VPN, proxy, keamanan, DNS, atau pemblokiran konten dapat mengubah cara Chrome membuat koneksi.

Cara Memeriksa Ekstensi Chrome

  1. Klik ikon titik tiga di Google Chrome.
  2. Pilih Extensions, lalu klik Manage extensions.
  3. Nonaktifkan ekstensi untuk sementara.
  4. Buka kembali website yang bermasalah.
  5. Aktifkan ekstensi satu per satu untuk menemukan ekstensi yang menjadi penyebabnya.

Kamu juga dapat mencoba mode Incognito. Namun, beberapa ekstensi dapat diizinkan untuk tetap berjalan dalam mode tersebut, sehingga periksa pengaturannya terlebih dahulu.

Hapus ekstensi yang tidak dikenal atau tidak lagi digunakan. Instal ekstensi hanya dari sumber terpercaya.

7. Flush DNS dan Reset Konfigurasi Jaringan Windows

Cache DNS menyimpan hasil penerjemahan nama domain ke alamat IP. Jika data tersebut sudah tidak sesuai, Windows mungkin mencoba terhubung ke alamat lama.

Cara Membersihkan Cache DNS di Windows

  1. Cari Command Prompt melalui menu Start.
  2. Klik kanan Command Prompt, lalu pilih Run as administrator.
  3. Jalankan perintah berikut:
    ipconfig /flushdns
  4. Tutup Google Chrome, lalu buka kembali browser tersebut.

Panduan tambahan tersedia dalam artikel cara flush DNS.

Baca Juga:  7 Rekomendasi Plugin Kalkulator Pajak WordPress

Jika masalah terjadi pada banyak website, kamu bisa mencoba mereset konfigurasi jaringan di Windows. Microsoft menyarankan beberapa perintah untuk memperbaiki Winsock, TCP/IP, alamat IP, dan cache DNS.

Cara Reset Konfigurasi Jaringan di Windows

  1. Buka Command Prompt sebagai administrator.
  2. Jalankan perintah berikut satu per satu:
    netsh winsock reset
    netsh int ip reset
    ipconfig /release
    ipconfig /renew
    ipconfig /flushdns
  3. Setelah semua perintah berhasil dijalankan, restart komputer agar perubahan diterapkan.

Langkah ini membantu memperbaiki konfigurasi jaringan yang bermasalah dan sering efektif jika error terjadi di banyak website sekaligus.

8. Gunakan DNS Publik

Jika masalah masih terjadi, kemungkinan resolver DNS dari jaringanmu bermasalah. Kamu bisa mencoba menggunakan DNS publik seperti Cloudflare atau Google Public DNS.

Contoh DNS Cloudflare:

Contoh Google Public DNS:

Pada Windows 11, pengaturan DNS dapat ditemukan melalui Settings → Network & Internet → pilih koneksi → DNS server assignment → Edit. Cloudflare juga menyarankan mencatat konfigurasi DNS lama sebelum menggantinya agar dapat dipulihkan apabila terjadi masalah. i DNS tidak akan memperbaiki layanan web server yang sedang mati. Langkah ini hanya relevan apabila masalah berkaitan dengan resolusi domain atau alamat IP yang digunakan.

9. Periksa Firewall dan Antivirus

Firewall atau antivirus dapat memblokir browser, alamat IP, maupun port tertentu.
Pemeriksaan Sebelum Mematikan Proteksi

Periksa notifikasi dan log pemblokiran untuk mengetahui penyebab akses dibatasi.
Pastikan Google Chrome telah diizinkan mengakses jaringan.
Hapus aturan pemblokiran yang sudah tidak relevan.
Tambahkan aplikasi atau website ke daftar izin hanya apabila benar-benar terpercaya.
Periksa apakah masalah hanya muncul pada jaringan publik atau juga terjadi pada jaringan privat.
Pelajari juga cara kerja firewall agar kamu memahami fungsi aturan masuk dan keluar pada sebuah koneksi.

Menonaktifkan firewall atau antivirus sebaiknya hanya dilakukan sebagai pengujian sementara dan pada website yang dipercaya. Aktifkan kembali proteksi segera setelah pengujian selesai.

10. Reset Pengaturan Chrome

Reset Chrome dapat menjadi pilihan terakhir apabila error hanya muncul di Chrome dan tidak terjadi di browser lain.

Cara Mereset Google Chrome

  1. Buka Google Chrome.
  2. Klik ikon titik tiga, lalu pilih Settings.
  3. Pilih menu Reset settings.
  4. Klik Restore settings to their original defaults.
  5. Klik Reset settings untuk mengonfirmasi.

Reset akan mengembalikan sejumlah pengaturan Chrome, menonaktifkan ekstensi, serta mereset cookies dan data situs. Bookmark dan password yang tersimpan tidak dihapus. proses selesai, buka kembali website sebelum mengaktifkan ekstensi satu per satu.

Cara Mengatasi ERR_CONNECTION_REFUSED bagi Pemilik Website

Apabila error dialami semua pengunjung, perubahan di browser tidak akan menyelesaikan masalah. Pemilik website perlu memeriksa server dan konfigurasi hosting.

Jika ERR_CONNECTION_REFUSED sering terjadi karena layanan server yang tidak stabil, kamu dapat mempertimbangkan Web Hosting DomaiNesia yang memudahkan pengelolaan website tanpa harus menangani seluruh konfigurasi server secara mandiri.

1. Periksa Status Web Server

Pastikan Apache, Nginx, LiteSpeed, atau layanan aplikasi sedang berjalan.

Pada server Linux yang menggunakan systemd, status layanan dapat diperiksa melalui perintah seperti:

atau:

Nama layanan dapat berbeda tergantung sistem operasi dan konfigurasi server.

2. Pastikan Port 80 dan 443 Digunakan

Periksa apakah terdapat layanan yang mendengarkan koneksi pada port HTTP dan HTTPS:

Jika tidak ada layanan pada port tersebut, periksa konfigurasi virtual host, reverse proxy, container, atau aplikasi web.

3. Periksa Firewall dan Security Group

Pastikan port 80 dan 443 diizinkan pada:

  • Firewall sistem operasi.
  • Firewall panel hosting.
  • Security group penyedia cloud.
  • Router atau NAT.
  • Layanan CDN dan Web Application Firewall.
Baca Juga:  Penting Untuk Brand-mu, Pahami Bagaimana Mengukur Keberhasilan Branding

Jika website baru dipindahkan, pastikan aturan firewall masih mengarah ke server yang benar.

4. Periksa DNS Domain

Pastikan record A atau AAAA domain mengarah ke alamat IP server yang aktif. Periksa juga apakah perubahan DNS masih dalam proses propagasi.

Apabila menggunakan Cloudflare atau CDN lain, coba periksa alamat origin server dan status proxy. Origin yang tidak aktif tetap dapat menghasilkan kegagalan koneksi meskipun DNS sudah benar.

5. Periksa Log Server

Log dapat menunjukkan apakah layanan gagal dijalankan, port sudah digunakan aplikasi lain, atau konfigurasi memiliki kesalahan.

Contoh lokasi log yang umum:

Lokasinya dapat berbeda sesuai sistem operasi, control panel, dan aplikasi yang digunakan.

Cara Mengatasi Connection Refused di FileZilla

Pada FileZilla, istilah yang biasanya muncul adalah connection refused atau could not connect to server, bukan halaman error Chrome.

Buka bagian Message log di FileZilla terlebih dahulu. Log tersebut membantu mengetahui tahap koneksi yang gagal.

1. Periksa Host, Protokol, dan Port

Gunakan informasi koneksi yang diberikan oleh penyedia hosting.

Konfigurasi yang umum:

  • FTP biasanya menggunakan port 21.
  • SFTP biasanya menggunakan port 22.
  • FTPS eksplisit biasanya menggunakan port 21.
  • Server dapat menggunakan port khusus sesuai konfigurasi administrator.

Port 22 bukan port FTP biasa. Jika menggunakan port 22, pilih protokol SFTP – SSH File Transfer Protocol atau gunakan format:

Dokumentasi FileZilla juga menyarankan agar protokol dicantumkan saat login membutuhkan SFTP atau FTPS. unakan Hostname yang Diberikan Penyedia Hosting

Gunakan hostname, alamat IP, atau server FTP yang tercantum pada panel hosting. Jangan membuat sendiri alamat seperti ftp.namadomain.com apabila record DNS tersebut belum tersedia.

Apabila menggunakan hostname, pastikan record DNS-nya mengarah ke server yang benar.

Panduan dasarnya dapat dibaca dalam artikel cara menggunakan FTP dengan FileZilla.

3. Gunakan Passive Mode untuk FTP

FTP membutuhkan koneksi kontrol dan koneksi data. Dalam kebanyakan jaringan klien, passive mode lebih mudah digunakan karena koneksi data dibuka dari sisi klien. FileZilla juga merekomendasikan passive mode untuk sebagian besar kondisi jaringan. Cara mengaturnya:

  1. Buka Edit → Settings.
  2. Pilih FTP → Active mode atau Passive mode.
  3. Gunakan passive mode.
  4. Hubungkan kembali ke server.

Pengaturan ini hanya berlaku untuk FTP atau FTPS, bukan SFTP.

4. Izinkan FileZilla pada Firewall

Periksa apakah FileZilla diizinkan membuat koneksi keluar. Hindari mematikan firewall secara permanen.

Jika menggunakan FTP passive mode, firewall perlu mengizinkan koneksi keluar menuju port data yang diberikan server. Di sisi server, administrator juga harus membuka dan meneruskan rentang port passive yang digunakan. astikan Layanan FTP atau SSH Aktif

Jika konfigurasi FileZilla sudah benar tetapi koneksi langsung ditolak, kemungkinan tidak ada layanan yang berjalan pada port tujuan.

Hubungi penyedia hosting atau administrator server untuk memastikan:

  • Layanan FTP, FTPS, atau SSH aktif.
  • Port koneksi sudah benar.
  • Alamat IP pengguna tidak diblokir.
  • Server mengizinkan koneksi dari jaringan eksternal.
  • Batas koneksi akun belum tercapai.

Menunggu pengguna lain keluar hanya diperlukan apabila log secara spesifik menampilkan pesan bahwa jumlah koneksi sudah mencapai batas.

Website Sering Tidak Bisa Diakses?

Beralih ke Hosting DomaiNesia!

 

✓

Atasi ERR_CONNECTION_REFUSED dari Penyebab Paling Sederhana

ERR_CONNECTION_REFUSED menunjukkan bahwa koneksi ke alamat dan port tujuan tidak diterima. Penyebabnya dapat berada pada Chrome, jaringan lokal, firewall, konfigurasi DNS, atau layanan server.

Mulailah dengan menguji website melalui perangkat dan jaringan lain. Setelah itu, restart router, periksa VPN atau proxy, bersihkan cache, flush DNS, dan periksa firewall.

Apabila masalah terjadi pada semua perangkat, pemilik website perlu memeriksa layanan web server, port 80 dan 443, DNS, firewall, serta log server. Untuk FileZilla, pastikan protokol dan port sudah sesuai, terutama perbedaan antara FTP dan SFTP.

Jika website sering tidak dapat diakses karena keterbatasan atau ketidakstabilan server, pertimbangkan menggunakan Web Hosting yang sesuai dengan kebutuhan website agar pengelolaan website lebih praktis dan infrastrukturnya lebih siap digunakan.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


suprianto
October 5, 2022

artikelnya sangat membantu sekali terimakasiih.

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya