• Home
  • Tips
  • Domain Gratis untuk Portofolio: GitHub Pages, Netlify, Vercel + Upgrade Domain

Domain Gratis untuk Portofolio: GitHub Pages, Netlify, Vercel + Upgrade Domain

Oleh Ratna Patria
Domain Gratis

“Dapat domain gratis.” Kelihatannya deal yang sulit ditolak. Tinggal daftar, langsung punya website + domain, tanpa keluar biaya.

Daftar Isi

Tapi pas dipakai, baru ngeh.

Alamatnya jadi namabisnis.wordpress.com atau brandkamu.vercel.app. Panjang, dan… ada “nama orang lain” nempel di belakang.

Di situ biasanya mulai kepikiran: ini sebenarnya domainku, atau cuma numpang?

Banyak yang baru sadar belakangan kalau “domain gratis” yang dimaksud itu bukan domain seperti .com atau .id, tapi subdomain, bagian kecil dari domain milik platform.

Dan ya, ini bukan jebakan. Lebih tepatnya, mereka nggak bohong, cuma nggak terlalu repot menjelaskan bedanya.

Di awal, ini jelas membantu. Kamu bisa langsung online tanpa mikir teknis atau biaya. Tapi begitu mulai serius, entah untuk branding, jualan, atau sekadar terlihat lebih profesional, rasanya beda.

Alamat website jadi kurang enak disebut, kurang meyakinkan, dan yang paling kerasa: bukan sepenuhnya milik kamu.

Makanya, sebelum terlalu jauh melangkah, ada baiknya paham dulu apa yang sebenarnya kamu dapat dan kapan itu sudah nggak cukup.

Kenapa “Domain Gratis” Bukan Domain seperti .com atau .id?

Definisi Cepat: Subdomain Vs Custom Domain

Domain adalah alamat yang kamu beli dan miliki, misalnya tokobaju.com. Kamu yang mendaftarnya, kamu yang bayar perpanjangannya, dan selama kamu yang pegang, tidak ada yang bisa ambil darimu.

Subdomain adalah turunan dari domain lain yang sudah ada. Kalau kamu daftar ke WordPress.com dan dapat tokobaju.wordpress.com, alamat .wordpress.com bukan milikmu, kamu cuma numpang di bawah domain WordPress. Ini yang sering disalahpahami sebagai “domain gratis.”

Lebih lengkap tentang bedanya, baca di sini: perbedaan domain dan hosting.

Contoh Nyata Domain Gratis Vs Berbayar

Tipe Contoh
Subdomain platform Website Builder tokobaju.wordpress.com
porto.wixsite.com/namakamu
Subdomain static site Static Site namakamu.github.io
porto.netlify.app
porto.vercel.app
Domain gratis .my.id DomaiNesia namakamu.my.id
Custom domain berbayar tokobaju.com
namakamu.id

Harga custom domain mulai dari sekitar Rp 150–200 ribu per tahun untuk .com. Bukan mahal, tapi ada biayanya. Subdomain di opsi platform? Domain gratis sepenuhnya. Domain gratis .my.id dari DomaiNesia juga gratis, tapi dengan syarat dan kuota tertentu.

Kapan Domain Gratis Cukup, Kapan Jadi Hambatan

Untuk portofolio awal, eksperimen, atau proyek kampus, domain gratis berbentuk subdomain bekerja baik. Tidak ada yang mempermasalahkan namakamu.netlify.app kalau proyeknya bagus.

Tapi begitu kamu mulai kirim lamaran kerja serius, pasang iklan, atau coba bangun brand, URL yang panjang dan ada nama platform di tengahnya mulai terasa mengganjal. Bukan soal teknis. Soal kesan pertama.

Domain Gratis Sungguhan: Program .MY.ID dari DomaiNesia

Ini satu-satunya opsi domain gratis dalam arti yang sebenarnya, bukan subdomain, tapi domain yang terdaftar atas namamu. DomaiNesia punya program domain gratis dengan ekstensi .my.id yang bisa kamu klaim tanpa bayar sepeser pun.

Domain Gratis

Apa Yang Kamu Dapat?

Domain gratis .my.id berlaku selama 1 tahun. Setelah itu, kalau mau lanjut, perpanjangan dikenakan harga normal. Tapi untuk tahun pertama: gratis.

Domain Gratis

Ekstensi .my.id masuk kategori ccTLD (country code Top-Level Domain) Indonesia, jadi ada keuntungan SEO lokal di dalamnya. Cocok untuk portofolio personal, blog, atau website komunitas yang target audiensnya Indonesia.

Cara Mendapatkan Domain Gratis Ini

Prosesnya tidak rumit, tapi ada seleksi. Langkah-langkahnya:

Domain Gratis

  • Follow minimal 3 akun media sosial DomaiNesia. Pilih dari: Instagram, TikTok, Twitter/X, YouTube, Facebook, atau LinkedIn. Upload screenshot sebagai bukti.
  • Isi form pendaftaran di domainesia.com/domain-gratis, masukkan nama domain gratis yang kamu inginkan, nama lengkap, email, dan nomor HP. Pastikan sudah punya akun DomaiNesia sebelum daftar.
  • Tunggu seleksi. Tim DomaiNesia yang menentukan pemenang. Keputusannya final dan tidak bisa diganggu gugat.
Baca Juga:  7 Cara Membuat Website yang User-Friendly dan Disukai Pengunjung

Syarat & Ketentuan yang Perlu Dipahami

Ada beberapa hal penting sebelum mendaftar program domain gratis ini:

Domain Gratis

  • Kuota terbatas: 30 domain per kuartal. Artinya hanya 30 orang terpilih setiap tiga bulan (Januari–Maret, April–Juni, Juli–September, Oktober–Desember). Persaingannya nyata.
  • Ekstensi hanya .my.id. Bukan .com, bukan .id biasa, bukan .net. Kalau kamu butuh .com, domain gratis ini bukan opsi yang tepat.
  • Gratis 1 tahun, bukan selamanya. Perpanjangan tahun berikutnya bayar normal.
  • Diproses akhir kuartal, aktif dalam 14 hari kerja setelah terpilih. Bukan instan.
  • Konfirmasi via email, pastikan email yang terdaftar di akun DomaiNesia aktif dan sering dibuka.

Cocok untuk Siapa?

Program domain gratis .my.id ini paling masuk akal untuk kamu yang:

  • Baru mulai dan belum mau keluar uang sama sekali. Butuh portofolio atau blog personal dengan domain yang terasa lebih “punya sendiri” dibanding subdomain platform
  • Target audiensnya pasar Indonesia 

Yang perlu diingat: karena kuota domain gratis ini hanya 30 per kuartal, jangan jadikan ini satu-satunya rencana. Kalau tidak terpilih, subdomain dari Netlify atau GitHub Pages tetap jadi opsi domain gratis yang solid untuk mulai.

Perbedaan Domain Gratis (Subdomain) vs Custom Domain Berbayar

Beda keduanya bukan cuma di panjang-pendeknya URL.

Kepemilikan & Kontrol

Subdomain gratis artinya kamu numpang. WordPress.com, Wix, Netlify, mereka yang punya domain utamanya, bukan kamu. Kalau platform tutup, ubah kebijakan, atau tiba-tiba batasi akun gratis, tidak ada yang bisa kamu lakukan selain pindah dan ganti alamat.

Custom domain yang terdaftar atas namamu tidak bergantung pada keputusan platform mana pun. Selama kamu bayar perpanjangan tahunan, domain itu milikmu.

Domain gratis .my.id dari DomaiNesia ada di posisi tengah, terdaftar atas namamu, tapi cuma berlaku 1 tahun dan kamu harus terpilih dulu.

Branding & Kredibilitas

Coba bayangkan dua kartu nama: satu tertulis tokobaju.com, satu lagi tokobaju.wixsite.com/home. Keduanya bisa dikunjungi, keduanya berfungsi. Tapi orang yang baca akan menarik kesimpulan berbeda sebelum mereka bahkan klik.

Ini bukan soal gengsi. Rekruter, klien, atau calon partner membaca URL sebagai sinyal seberapa serius kamu.

Kalau kamu mulai membangun brand, sebaiknya cek apakah nama domain kamu masih tersedia sebelum orang lain ambil duluan.

Cek Nama Domainmu Disini!

Fleksibilitas Teknis & Portabilitas

Pakai subdomain domain gratis berarti alamat websitemu melekat ke platform, bukan ke kamu. Pindah dari Netlify ke server sendiri? URL berubah. Semua link yang sudah tersebar, bio Instagram, LinkedIn, email signature, proposal klien, seketika mati.

Custom domain membalik logika ini. Yang kamu daftarkan adalah alamatnya, bukan platformnya. Mau ganti hosting, ganti stack, atau pindah platform sepenuhnya, tokobaju.com tetap tokobaju.com.

Seo & Konsistensi Link Jangka Panjang

Google bisa mengindeks keduanya. Tapi ada dua masalah nyata kalau pakai subdomain gratis untuk jangka panjang.

Pertama: otoritas yang kamu bangun selama berbulan-bulan terikat ke URL tersebut. Pindah platform berarti URL berubah, dan otoritas itu tidak ikut pindah secara otomatis. 

Kedua: subdomain platform berbagi “reputasi” dengan jutaan pengguna lain di bawah domain yang sama, kamu tidak punya kendali atas siapa tetanggamu di sana.

Email Profesional dan Kebutuhan Bisnis

halo@tokobaju.com butuh custom domain. Tidak ada jalan lain.

Selama pakai subdomain domain gratis, pilihan email yang ada hanya Gmail atau layanan email umum lainnya, yang langsung memperlihatkan bahwa kamu belum punya domain sendiri. Domain gratis .my.id bisa dipakai untuk email nama@namakamu.my.id kalau disambungkan ke layanan email hosting.

Subdomain dari Website Builder (Paling Mudah untuk Pemula)

Platform di bawah ini memberimu editor visual, template siap pakai, dan subdomain domain gratis yang stabil, tanpa perlu menyentuh kode sama sekali. Cocok kalau kamu mau website cepat jadi.

Kalau belum pernah bikin website sebelumnya, mulai dari: cara membuat website dari nol atau cara membuat website gratis.

WordPress.com (namasitus.wordpress.com)

Cocok untuk blog, personal branding, atau konten rutin. Editor WordPress sudah banyak dipakai dan tutorial tersedia di mana-mana.

Batasannya: versi domain gratis WordPress.com tidak memberi akses ke semua plugin dan tema. Kamu juga tidak bisa pasang script kustom atau modifikasi CSS secara leluasa. Fitur terbuka lebih banyak setelah upgrade ke paket berbayar.

Wix (namasitus.wixsite.com)

Cocok untuk landing page, profil usaha sederhana, atau portofolio visual. Editor drag-and-drop Wix memang intuitif.

Batasnya: versi domain gratis Wix menampilkan branding Wix di situsmu. Dan kalau websitemu berkembang besar, sistem Wix tidak selalu mudah dimodifikasi untuk kebutuhan teknis yang lebih kompleks.

Weebly (namasitus.weebly.com)

Cocok untuk kombinasi blog dan toko kecil atau portofolio sederhana. Interfacenya lebih simpel dari Wix.

Yang perlu diperhatikan: struktur dan template sangat terikat ekosistem Weebly. Migrasi konten keluar lebih susah dibanding platform lain.

Google Sites (sites.google.com/view/namasitus)

Cocok untuk keperluan internal, presentasi proyek, materi komunitas, atau website sekolah/organisasi. Integrasi dengan Google Workspace sangat mudah.

Tapi URLnya panjang dan kurang brandable. Fitur desainnya juga terbatas dibanding platform lain.

Checklist Memilih Platform Website Builder

Sebelum pilih, tanya dirimu:

  • Apakah editornya nyaman dipakai tanpa bantuan orang teknis?
  • Ada template yang sesuai bidangmu?
  • Apakah versi domain gratis nya sudah cukup untuk tujuan awalmu?
  • Kalau nanti mau pasang custom domain, apakah platformnya mendukung?
  • Apakah ada analitik bawaan untuk lihat siapa yang mengunjungi situsmu?

Platform-platform ini dirancang supaya kamu bisa online hari ini. Soal domainnya, itu urusan nanti, tapi lebih cepat lebih baik.

Subdomain dari Layanan Static Site (Lebih Fleksibel, Cocok Portofolio & Landing Page)

Kalau dari website builder untuk orang yang tidak mau ribet sama sekali, kalau pilihan static site ini untuk kamu yang setidaknya tahu cara kerja file HTML/CSS atau mau belajar sedikit. Performanya lebih baik, fitur domain gratis nya lebih longgar, dan URL subdomainnya lebih “clean”, tidak ada nama builder di dalamnya.

Baca Juga:  Domain Lokal vs Internasional: Pilih Mana?

Ketiga layanan di bawah ini berbasis pada konsep static site, website tanpa database, yang jalan dari file statis saja. Baca lebih lanjut: apa itu static site generator.

GitHub Pages (username.github.io)

Cocok untuk portofolio developer, dokumentasi teknis, atau CV online. Kalau kamu punya repositori di GitHub, deploy ke GitHub Pages cukup dengan beberapa klik atau satu command.

Formatnya sedikit berbeda: subdomain domain gratis defaultnya pakai username GitHubmu, bukan nama proyek. Jadi kalau usernamemu johndoe, situsnya jadi johndoe.github.io.

Netlify (namasitus.netlify.app)

Cocok untuk landing page, situs statis, atau prototipe cepat. Deploy ke Netlify bisa semudah drag-and-drop folder, atau terhubung langsung ke repositori Git untuk auto-deploy setiap kali ada perubahan kode.

Nilai plusnya: paket domain gratis Netlify sudah termasuk form handling, redirects, dan preview deployment untuk setiap branch.

Vercel (namasitus.vercel.app)

Cocok untuk web modern berbasis Next.js, demo produk, atau portofolio interaktif. Vercel dibuat oleh tim yang sama yang bikin Next.js, jadi integrasi keduanya sangat mulus.

Performa CDNnya termasuk yang paling cepat diantara ketiga layanan ini, load time konsisten dari berbagai lokasi geografis.

Checklist Memilih Layanan Static Site

  • Apakah situsmu statis (hanya HTML/CSS/JS) atau butuh database?
  • Seberapa nyaman kamu dengan Git dan command line?
  • Apakah kamu butuh preview link untuk kolaborasi dengan tim?
  • Apakah ada kebutuhan form atau serverless function?
  • Kalau mau pasang custom domain nanti, apakah prosesnya mudah di layanan ini?

Kalau mau dalami sisi teknisnya lebih jauh: pemrograman web.

Kamu tetap bisa pakai domain sendiri untuk portofolio di GitHub Pages, Netlify, maupun Vercel, ketiganya mendukung custom domain tanpa biaya tambahan di sisi platform.

Kapan Sebaiknya Tetap Pakai Domain Gratis (Subdomain)?

Tahap Validasi: Belum Yakin Niche atau Produk

Belum tahu apakah blog ini akan kamu teruskan tiga bulan lagi? Belum yakin produk digitalmu akan ada pembelinya? Jangan beli domain dulu.

Subdomain adalah tempat yang tepat untuk menguji ide sebelum komit. Kalau proyeknya mati di tengah jalan, tidak ada yang perlu kamu sesali selain waktunya.

Portofolio Awal, Tugas, atau Eksperimen

namakamu.github.io sangat cukup untuk portofolio pertama. Tidak ada rekruter tech yang mencoret kandidat hanya karena masih pakai subdomain, yang mereka buka adalah proyeknya, bukan URLnya.

Mau mulai dari smartphone? Cara membuat blog di HP bisa jadi titik mulai, dan subdomain sudah lebih dari cukup di tahap ini.

Uji Iklan Kecil Sebelum Komit

Sebagian orang pakai subdomain gratis untuk landing page uji iklan, lihat dulu angka konversinya sebelum investasi lebih jauh. Ini masuk akal.

Satu hal yang perlu diketahui: beberapa platform iklan lebih ketat terhadap subdomain dibanding custom domain, terutama untuk kategori tertentu di Facebook Ads. Bukan berarti tidak bisa, tapi ada kemungkinan proses approvalnya lebih panjang.

Sinyal Kamu Harus Upgrade ke Custom Domain

Semua opsi domain gratis, baik subdomain platform maupun .my.id, ada batasnya. Ini sinyal bahwa sudah waktunya naik level.

Kamu Mulai Bangun Brand

URL pendek dan mudah diingat itu punya nilai nyata. Beda antara menyebut tokobaju.com vs tokobaju.wixsite.com/home di percakapan atau kartu nama, yang satu keluar natural, yang satu butuh dieja dua kali.

Kamu Butuh Email Profesional

halo@tokobaju.com vs tokobaju@gmail.com. Kalau bisnis atau personal brandmu sudah mulai serius, ini bukan opsional lagi. Dan subdomain tidak bisa memberimu ini.

Kamu Mulai SEO Serius

Kalau target kamu masuk halaman pertama Google untuk kata kunci tertentu, kamu butuh fondasi domain yang stabil dan tidak akan berubah. Apa itu SEO dan cara agar website muncul di halaman pertama Google, dua bacaan yang layak dibuka sebelum mulai serius.

Risiko nyata dari subdomain untuk SEO jangka panjang: kalau kamu pindah platform dan URL berubah, otoritas dan backlink yang sudah terkumpul tidak otomatis ikut pindah.

Kamu Mulai Pasang Iklan, Kerja Sama, atau Masuk Proposal Klien

Ini momen di mana custom domain berubah dari “nice to have” jadi sesuatu yang orang perhatikan. Proposal atau media kit dengan namabrand.com terasa lebih siap dibanding yang masih pakai domain gratis berplatform.

Kamu Ingin Bebas Pindah Platform

Dengan custom domain, kamu bisa ganti dari Netlify ke Vercel ke server sendiri kapan saja tanpa kehilangan satu pun link yang sudah kamu sebar. Domain gratis .my.id juga memberi fleksibilitas ini, tapi ingat, berlaku hanya 1 tahun.

Kalau website kamu sudah mulai punya pengunjung atau dipakai untuk promosi, custom domain adalah upgrade paling berdampak.

Cara Upgrade dari Subdomain ke Custom Domain (Tanpa Ganti Platform)

Banyak yang nunda karena mikirnya harus pindah platform atau mulai dari nol. Padahal di kebanyakan kasus, websitenya tetap di tempat yang sama, yang berubah cuma alamatnya.

Langkah Umum (Berlaku untuk Wix, WordPress.Com, Netlify, Vercel, Github Pages)

Kabar baiknya: kamu tidak perlu pindah platform, tidak perlu rebuild website, dan tidak perlu mulai dari nol. Yang perlu dilakukan hanya menghubungkan domain baru ke platform yang sudah ada.

  • Beli custom domain, pilih nama dan ekstensi, selesaikan pendaftaran. Pastikan kamu sudah punya akses ke DNS panel domain tersebut sebelum lanjut ke langkah berikutnya.
  • Hubungkan domain ke platform via DNS. Dua cara yang paling umum:
    • A record — arahkan ke IP server platform
    • CNAME record — arahkan ke subdomain platform

Mana yang dipakai tergantung platform. Netlify, Vercel, WordPress.com, dan Wix semuanya punya panduan DNS spesifik di dokumentasi mereka, ikuti yang sesuai.

  • Aktifkan SSL/HTTPS. Netlify dan Vercel menangani ini otomatis. WordPress.com dan Wix juga mengaktifkannya begitu domain terhubung. Jangan lanjut sebelum situs bisa diakses via https://.
  • Redirect subdomain lama ke domain baru. Kalau platform mendukungnya, aktifkan. Siapa pun yang masih punya link lama tidak akan ketemu halaman 404.
  • Update semua titik distribusi, bio media sosial, email signature, kartu nama digital, proposal yang sudah tersebar. Langkah ini sering dilewati dan efeknya baru terasa berminggu-minggu kemudian.
Baca Juga:  Panduan Lengkap Tips dan Trik Membuat Addon Domains

Untuk pengelolaan yang lebih mandiri, baca juga: cara membuat website sendiri.

Tips Memilih Ekstensi Domain

Tidak semua ekstensi cocok untuk semua orang.

  • .com adalah pilihan paling aman, dikenal semua orang, mudah diingat, dan tidak butuh penjelasan tambahan. Untuk bisnis atau personal brand yang audiensnya luas, ini titik awal yang masuk akal.
  • .id bagus kalau kamu memang menarget pasar Indonesia dan ingin itu terasa eksplisit di URLmu.
  • .my.id bisa jadi alternatif terjangkau kalau nama .com yang kamu mau sudah diambil atau kalau tidak berhasil dapat domain gratis dari program DomaiNesia.
  • .store, .blog, dan ekstensi tematik lainnya bisa dipakai, tapi tanya dulu: apakah audiensmu cukup familiar dengan ekstensi ini? Kalau harus dijelaskan, mungkin bukan pilihan terbaik.

Kesalahan Umum Saat Upgrade

  • DNS propagation butuh waktu. Antara beberapa menit sampai 48 jam. Domain yang belum bisa diakses 15 menit setelah setup bukan berarti ada yang salah, tunggu dulu.
  • Record double. A record dan CNAME tidak bisa dipakai bersamaan untuk nama host yang sama. Pilih salah satu sesuai instruksi platformmu, hapus yang lain.
  • Lupa set primary domain. Beberapa platform butuh kamu tentukan secara eksplisit mana domain utama. Kalau tidak diatur, pengunjung bisa mendarat di versi yang salah.
  • Tidak redirect subdomain lama. Tanpa redirect, semua link lama yang sudah tersebar akan mengarah ke halaman 404. Aktifkan kalau ada opsinya.
  • Mixed content HTTP/HTTPS. Setelah pindah ke custom domain dengan HTTPS, pastikan semua link internal di situsmu juga pakai https://. Satu link http:// saja cukup untuk memicu peringatan browser di halaman tersebut.

Rekomendasi Cepat

Tiga jalur berbeda, tujuan yang sama: online tanpa keluar biaya dulu.

Website Builder — Kalau Kamu Tidak Mau Menyentuh Kode Sama Sekali

Wix, WordPress.com, Weebly, atau Google Sites. Editor visual, template siap pakai, website jadi dalam satu hari. Batasannya ada, kustomisasi terbatas, branding platform muncul di URL, tapi untuk mulai, ini jalur paling cepat.

Cocok untuk: blog personal, profil usaha sederhana, portofolio non-teknis.

Static Site — Kalau Kamu Nyaman dengan Kode atau Mau Belajar

GitHub Pages, Netlify, Vercel. Tidak ada editor drag-and-drop, kamu kerja langsung dengan file HTML/CSS/JS atau framework modern. Hasilnya lebih bersih, lebih cepat, dan URL subdomainnya tidak ada nama builder di dalamnya.

Cocok untuk: portofolio developer, landing page, demo produk, proyek Next.js.

Domain Gratis .my.id dari DomaiNesia — Kalau Mau Domain Sungguhan Tanpa Biaya

Kuotanya 30 per kuartal, ada seleksi, tidak instan. Tapi kalau terpilih, kamu dapat domain .my.id yang benar-benar terdaftar atas namamu, gratis 1 tahun. Daftar di domainesia.com/domain-gratis.

Dapatkan Domain Gratis Disini!

Sudah Siap Punya Domain Sendiri?

Domain gratis adalah titik awal yang masuk akal. Banyak website serius lahir dari subdomain platform atau namakamu.github.io, tidak ada yang salah dengan itu.

Tapi ada momen di mana subdomain mulai bekerja melawan kamu. Pas kirim proposal, pas mau pasang iklan, pas sadar URLmu terlalu panjang untuk diucapkan. Momen itu datang lebih cepat dari yang disangka.

Custom domain bukan soal gengsi, ini soal kendali. Dan harganya? Sekitar Rp 150–200 ribu per tahun untuk .com. Lebih murah dari satu bulan Netflix.

Cek Domain & Amankan Nama Brandmu

Sudah punya domain dan butuh hosting yang pas? Baca: tips memilih hosting DomaiNesia atau tips memilih hosting untuk pemula.

FAQ

Apakah domain gratis (subdomain) aman untuk jangka panjang?

Aman dalam arti tidak ada risiko keamanan langsung. Tapi “jangka panjang” adalah masalahnya, kamu bergantung pada kelangsungan platform. Kalau platform tutup atau ubah kebijakan, kamu tidak punya kendali atas apa yang terjadi dengan alamat domain gratismu.

Untuk keamanan teknis situs itu sendiri, baca: web security.

Apakah bisa SEO bagus dengan domain gratis subdomain?

Bisa, terutama untuk subdomain stabil seperti github.io atau netlify.app. Banyak situs developer dengan traffic organik ribuan per bulan masih pakai domain gratis ini.

Yang perlu diingat: kamu membangun otoritas di atas domain orang lain. Begitu kamu pindah dan URL berubah, pekerjaan SEO itu tidak semuanya bisa dipindahkan.

Kalau upgrade dari domain gratis ke custom domain, apakah traffic dan SEO hilang?

Tidak otomatis hilang, tapi bisa turun sementara kalau migrasi tidak dilakukan dengan benar. Kunci utamanya: setup redirect 301 dari URL lama ke URL baru, dan update semua backlink penting yang bisa kamu akses. Google biasanya butuh beberapa minggu untuk sepenuhnya mengindeks ulang.

Bisa punya email bisnis kalau masih pakai domain gratis subdomain?

Tidak bisa email nama@brand.com, itu butuh custom domain. Opsi yang ada kalau belum punya custom domain: pakai Gmail biasa atau format informal lainnya. Domain gratis .my.id bisa dipakai untuk email kalau disambungkan ke layanan email hosting yang mendukungnya.

Apakah custom domain harus ganti hosting juga?

Tidak harus. Kamu bisa beli custom domain dan sambungkan ke platform yang sudah kamu pakai sekarang, Netlify, Vercel, WordPress.com, Wix, semuanya mendukung ini. Hosting tidak harus berubah.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Murah

This will close in 0 seconds