Tips Memilih Hosting Untuk Pemula

Hi DomaiNesians! Hosting dan domain merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia internet. Ketika anda ingin membuat website yang bisa diakses orang lain, tentu saja anda butuh domain serta hosting. Domain merupakan alamat sebuah website. Misalnya anda memiliki website websaya.com atau tokosaya.id. Nah, nama tersebut merupakan domain. Domain inilah yang akan menuntun para pengunjung untuk menuju ke lokasi website. Nah, lokasi di mana website ditempatkan inilah disebut Hosting. Pengen tahu lebih jelasnya? Silahkan cek Perbedaan Domain, Hosting, SSL dan Website. Banyak orang merasa kebingungan dalam memilih Hosting yang baik dan “pas” untuk websitenya. Khususnya bagi pemula yang baru berkecimpung dalam dunia website. Namun jangan khawatir, kali ini akan Kami berikan tips memilih Hosting sesuai dengan website anda! 😊

Bagaimana Hosting Dikatakan “pas”?

Untuk memilih suatu Hosting, bukan hanya harga dan disk space nya saja yang perlu diperhatikan. Anda juga harus menyesuaikan dengan website yang ingin anda buat. Misalnya website apa yang ingin dibuat, berapa estimasi pengunjung per harinya, perlu akses SSH atau tidak, perlu kecepatan tinggi atau tidak dan sebagainya. Hal tersebut sangatlah berpengaruh ketika anda memilih Hosting. Bisa dibayangkan ketika anda membuat website toko online yang diakses 1000 pengunjung tiap harinya. Tentu saja Hosting yang anda pilih juga harus dapat menampung seandar 1000 pengunjung, memiliki Core CPU dan RAM yang cukup serta kapasitas kurang lebih 2 GB. Anda tidak bisa memilih Hosting dengan kapasitas hanya 300 MB. Bisa- bisa toko online anda tidak akan maksimal dan mengalami overload atau resource limit. Hosting dikatakan “pas” jika sesuai dengan website yang ingin dibuat. Tidak lebih dan tidak kurang. Untuk apa membeli Hosting yang paling murah namun tidak dapat digunakan secara maksimal? 🙂

Saya Bingung Dengan Istilah Dalam Hosting!

Untuk memilih Hosting yang “pas” anda harus memperhatikan resource dalam web hosting. Resource ini tentu saja akan berpengaruh terhadap kinerja suatu website. Bagi anda yang masih pemula, terkadang merasa asing dengan istilah dalam hosting seperti CPU, RAM, SSD Disk Space, Bandwith, VMEM, PMEM dan sebagainya. Hmm jangan bingung DomaiNesians! Kami akan jelaskan satu persatu.

CPU

CPU atau Central Processing Unit merupakan salah satu perangkat komputer yang melaksanakan instruksi dari perangkat lunak di komputer. Intinya, CPU ini merupakan otaknya komputer. Di dalam CPU terdapat processor(core) yang berfungsi untuk mengatur semua aktifitas yang ada pada komputer. Hosting merupakan petak- petak (kavling) dari suatu server komputer. Nah, CPU inilah yang akan melaksanakan apa yang diinstruksikan oleh perangkat lunak. Dan perangkat lunak yang dimaksud ialah website. Jadi, ketika anda melakukan “klik” tombol yang ada di website, CPU akan melaksanakan instruksi tersebut. Untuk itu, pemilihan Core pada CPU sangatlah penting untuk diperhatikan. Biasanya, Hosting dengan Core 0,5 GHz – 1 GHz sudah lebih dari cukup untuk menampung website biasa. Namun untuk kebutuhan bisnis, Kami sarankan untuk menggunakan Hosting dengan Core CPU seandar 2 GHz agar performanya maksimal.

RAM

RAM (Random Access Memory) merupakan suatu memori tempat penyimpanan data sementara. Semakin besar RAM yang dimiliki maka Hosting akan semakin cepat dalam memproses website.

SSD Disk Space

SSD Disk Space merupakan kapasitas dari Hosting itu sendiri. Anda tahu Hardisk? Nah, hampir sama seperti itu. Namun, hardisk tidak dapat memberikan performa yang bagus untuk sebuah Hosting. Layanan Hosting yang bagus, pasti akan menyediakan SSD (Solid State Drive) sebagai media penyimpanannya. Salah satunya DomaiNesia. Kami mengimplementasikan penyimpanan SSD untuk akses super cepat dan stabil untuk website anda. Untuk lebih mengetahui keunggulan SSD, silahkan baca Keunggulan SSD DIbandingkan dengan Hardisk

VMEM dan PMEM

VMEM adalah Virtual Memory sedangkan PMEM merupakan Physical Memory. VMEM(Virtual Memory) yaitu memori virtual yang diambil dari SSD. PMEM merupakan memori fisik yang ada di RAM. Biasanya ukuran RAM akan sama dengan PMEM. Semakin besar PMEM yang dimiliki Hosting, maka proses website akan semakin cepat.

EP dan ENPROC

EP singkatan dari Entry Processes. Entry Process ini akan mengatur banyak script web yang berjalan tiap waktu. Misalnya, Hosting anda memiliki 15 EP. Itu artinya, dalam satu waktu (millisecond) terdapat 15 pemrosesan script website. Untuk keperluan bisnis, kami sarankan untuk memilih Hosting dengan 25-40 EP. Sedangkan ENPROC merupakan Entry Number of Processes. ENPROC pada dasarnya sama dengan EP. Namun, ENPROC juga mengatur banyak script, aplikasi web server, database yang berjalan tiap waktu. Biasanya Hosting memiliki 100 ENPROC.

IO serta IOPS

IO singkatan Input Output. Kemudian IOPS yaitu Input Output Per Second. IO dan IOPS ini akan berpengaruh terhadap kecepatan Hosting. IOPS ini akan mengatur jumlah proses upload dan download dalam 1 detik.

Memcached, Akses SSH, DNS Manager, FTP

Memcached merupakan salah satu fitur untuk mempercepat aplikasi web dinamis. Dengan fitur ini, pekerjaan Hosting akan lebih ringan. Untuk anda yang memiliki website dengan tampilan yang cukup dinamis dan banyak fitur, Kami sarankan untuk memilih Hosting yang memiliki fitur ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca Panduan Memcached.

SSH merupakan Secure Shell yang memperbolehkan anda untuk melihat aktivitas server, memonitor server, melihat direktori server, merestart server dan melihat job server. Apabila Hosting anda memiliki fitur ini, maka anda dapat mengakses server anda sendiri via konsol/ terminal. Untuk lebih jelasnya silahkan baca Kenalan dengan SSH yuk!

DNS Manager merupakan suatu kontrol panel yang akan memudahkan anda dalam urusan DNS Management. Anda dapat dengan mudah mengatur dan mengelola DNS record melalui fitur DNS Manager. Usahakan, anda memilih Hosting yang memiliki DNS Manager agar pengelolaan DNS record tidak ribet. Di DomaiNesia, anda dapat membaca panduannya di Pengaturan DNS Management

Sedangkan FTP (File Transfer Protocol) akan mempermudah anda dalam urusan upload file website di Hosting. Jadi, usahakan memilih Hosting yang dilengkapi dengan fitur FTP.

Tips Memilih Hosting

Sebelum membeli Hosting, pastikan anda mempersiapkan semuanya. Ini dia tips memilih Hosting agar “pas” dengan website:
1. Sesuaikan spesifikasi hosting dengan website yang anda buat. Jangan sampai anda memilih Hosting dengan kapasitas 48 GB namun hanya digunakan untuk website pribadi. Atau jangan sampai anda memilih Hosting dengan kapasitas sedikit padahal untuk toko online yang cukup besar.
2. Pastikan anda mempertimbangkan fitur SSH dan Memcached. Apakah website anda butuh fitur tersebut atau tidak.
3. Pastikan anda mempertimbangkan resource yang ada dalam Hosting seperti CPU, RAM, SSD Disk Space dan sebagainya. Jangan sampai tiba- tiba anda terkejut karena website error akibat resource limit.
4. Dan yang terakhir, selalu pilih Hosting dengan rincian yang jelas. Jangan mau anda dibohongi oleh penyedia jasa layanan domain dan hosting. Pastikan anda mengetahui spesifikasi Hosting yang ingin anda beli.

DomaiNesia Telah Menyediakan Hosting Terbaik!

Yaps, anda dapat melihat rincian spesifikasi Hosting baik untuk kebutuhan biasa atau kebutuhan bisnis di DomaiNesia. Silahkan buka https://www.domainesia.com/hosting/ kemudian klik Rincian.
tips memilih hosting
Maka anda akan mendapatkan beberapa rincian spesifikasi Hosting secara lengkap. Selain rincian resource, anda juga dapat melihat rincian performance, backup, security, database, auto installer, harga dan sebagainya. Untuk melakukan pemesanan Hosting, silahkan buka Panduan Order Hosting.

Closing

Hosting merupakan satu hal yang sangat penting bagi website. Untuk itu, Kami memberikan tips memilih hosting agar anda dapat mengetahui hosting yang “pas” untuk website anda. Buat apa beli Hosting dengan harga mahal dan kapasitas banyak namun hanya digunakan untuk website pribadi? Buat apa beli Hosting dengan kapasitas sedikit dan harga murah namun ternyata tidak cocok dengan website yang anda buat? Untuk itu, pastikan Hosting anda “pas” dengan website. Apabila ada pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi Tim Support Kami. Salam DomaiNesia! 🙂

Panduan dibuat khusus untuk pelanggan DomaiNesia, jika ada perbedaan dalam fitur/layanan dengan layanan yang Anda pakai, silakan hubungi penyedia layanan Anda.

Pindah ke DomaiNesia

Migrasi
Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!

Related Articles