Strategi Marketing: 7 Contoh dan Cara Mengukur Hasilnya
Hai DomaiNesians! Strategi marketing membantu bisnis menentukan siapa yang ingin dijangkau, manfaat apa yang ditawarkan, dan bagaimana pemasaran mendukung penjualan. Kamu dapat memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, kemampuan tim, dan anggaran bisnis tanpa mengikuti setiap tren yang muncul.
AI, video pendek, personalisasi, kolaborasi kreator, website, SEO, dan retensi pelanggan mempunyai peran berbeda dalam pemasaran. Artikel ini membahas contoh penerapannya, langkah menentukan prioritas, serta cara mengukur hasil agar keputusan pemasaran tidak hanya bergantung pada jumlah tayangan.
Apa yang Perlu Ditentukan dalam Strategi Marketing?
Strategi marketing merupakan arah pemasaran yang menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan tujuan bisnis. Strategi tersebut mencakup pemilihan target pasar, keunggulan penawaran, penentuan harga, saluran penjualan, dan cara berkomunikasi dengan calon pelanggan.
Strategi berbeda dengan aktivitas promosi sehari-hari. Keputusan untuk melayani pemilik usaha yang membutuhkan katering rapat merupakan arah strategi, sedangkan pembuatan video menu dan pengiriman penawaran merupakan taktik pelaksanaannya.
Sebelum memilih kanal, bisnis perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut. Jawaban tersebut membantu tim menyusun rencana yang lebih terarah.
- Siapa pelanggan yang paling sesuai dengan produk atau layanan bisnis?
- Masalah apa yang ingin diselesaikan pelanggan melalui pembelian?
- Keunggulan apa yang membedakan penawaran bisnis dari pilihan lain?
- Di mana pelanggan mencari informasi dan melakukan transaksi?
- Hasil apa yang ingin dicapai bisnis dalam periode evaluasi?
Misalnya, usaha katering dapat menonjolkan ketepatan pengiriman dan kejelasan paket untuk pelanggan kantor. Pesan tersebut berbeda dari penawaran katering pesta yang lebih menekankan pilihan menu dan pelayanan acara.
Dalam pemasaran online, kanal seperti mesin pencari, media sosial, dan email membantu bisnis menjalankan strategi tersebut. Pembahasan tentang jenis dan strategi digital marketing dapat melengkapi pemahaman kamu mengenai fungsi masing-masing kanal.
7 Contoh Strategi Marketing untuk Bisnis
Bisnis dapat menggabungkan beberapa pendekatan sesuai tahap perjalanan pelanggan. Pilihan berikut dapat membantu kamu menyusun kegiatan pemasaran dari pengenalan produk hingga pembelian ulang.
1. Gunakan AI untuk Mendukung Produksi Konten
AI generatif dapat membantu tim menyiapkan ide konten, draf caption, variasi judul, dan kerangka naskah video. Tim pemasaran tetap memeriksa informasi produk, kesesuaian pesan, serta kualitas materi sebelum menerbitkan hasilnya.
Sebagai contoh, pemilik toko pakaian dapat meminta AI menyusun beberapa sudut pembahasan tentang pemilihan bahan untuk aktivitas harian. Tim kemudian menyesuaikan draf dengan spesifikasi produk dan foto asli agar calon pembeli memperoleh gambaran yang akurat.
Hasil AI dapat mengandung informasi keliru meskipun bahasanya terdengar meyakinkan. Tim juga perlu melindungi data pelanggan dan menggunakan visual yang tidak menyesatkan mengenai kondisi produk.
Pemanfaatan AI dalam digital marketing sebaiknya dimulai dari pekerjaan yang mudah diperiksa. Bandingkan waktu produksi dan kebutuhan revisi sebelum memperluas penggunaannya.
2. Buat Video Sesuai Kebutuhan Audiens
Video pendek dapat digunakan untuk menunjukkan cara pemakaian, menjawab pertanyaan pelanggan, atau memperlihatkan proses produksi. Setiap video sebaiknya membawa satu pesan utama agar audiens memahami manfaat yang ditawarkan.
Durasi video tidak harus selalu berada di bawah satu menit. YouTube, misalnya, mendukung Shorts hingga tiga menit, sehingga panjang materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan penjelasan dan aturan platform.
Usaha makanan dapat membuat video singkat tentang isi satu paket, lalu mengarahkan penonton ke katalog menu. Video penjelasan bahan atau proses pemesanan dapat membutuhkan durasi berbeda dari video pengenalan produk.
Jika audiens bisnis aktif di TikTok, kamu dapat mempelajari strategi marketing TikTok sebagai referensi kanal. Evaluasi retensi penonton, kunjungan ke halaman produk, dan pertanyaan yang masuk untuk melihat respons audiens.
3. Personalisasikan Pesan Berdasarkan Kebutuhan Pelanggan
Personalisasi membantu bisnis menyesuaikan pesan dengan kebutuhan dan tahap pembelian pelanggan. Pengelompokan audiens sebaiknya mempertimbangkan pertanyaan, minat terhadap produk, serta riwayat interaksi yang relevan.
Calon pelanggan yang baru mengenal sebuah layanan dapat menerima penjelasan manfaat dan contoh penggunaan. Pelanggan yang pernah membeli dapat menerima panduan perawatan atau informasi produk pelengkap yang sesuai.
Sebagai contoh, toko perlengkapan olahraga dapat membedakan materi untuk pelari pemula dan pelari yang sedang mempersiapkan lomba. Perbedaan pesan tersebut lebih bermakna daripada sekadar menyisipkan nama penerima dalam promosi yang sama.
Bisnis perlu menjelaskan tujuan pengumpulan data dan menghormati pilihan pelanggan mengenai komunikasi promosi. Mulailah dengan beberapa kelompok yang jelas agar tim mampu merawat kualitas data dan relevansi pesan.
4. Pilih Kreator yang Relevan dengan Produk
Kolaborasi kreator atau endorsement dapat digunakan untuk memperkenalkan produk melalui audiens yang sesuai. Pemilihan kreator perlu mempertimbangkan topik konten, profil pengikut, kualitas interaksi, dan kesesuaian cara komunikasi dengan brand.
Jumlah pengikut yang besar tidak menjamin peningkatan penjualan. Untuk usaha katering lokal, kreator kuliner dengan audiens di wilayah layanan dapat lebih relevan daripada figur populer dengan audiens yang tersebar jauh dari lokasi bisnis.
Brief kolaborasi sebaiknya menjelaskan manfaat produk, batas klaim, format konten, dan penanda kerja sama berbayar. Bisnis juga perlu menyepakati hak penggunaan materi apabila konten akan dipakai kembali untuk iklan.
Referensi tentang influencer marketing untuk bisnis dapat membantu kamu memahami pendekatan kolaborasi. Gunakan tautan kampanye atau kode promosi untuk mencatat respons, lalu cocokkan hasilnya dengan biaya kerja sama.
5. Hubungkan Promosi dengan Website dan Marketplace
Website dapat menjadi pusat informasi produk, profil bisnis, dan jalur pemesanan yang dikelola melalui domain sendiri. Marketplace dapat melengkapi kanal penjualan bagi pelanggan yang memilih bertransaksi melalui platform tersebut.
Setiap promosi sebaiknya mengarah ke halaman yang sesuai dengan pesan kampanye. Iklan paket katering rapat, misalnya, lebih relevan diarahkan ke halaman paket rapat daripada ke beranda yang menampilkan seluruh layanan.
Halaman tersebut perlu menjelaskan isi paket, harga atau mekanisme penawaran, wilayah layanan, dan langkah pemesanan. Tombol tindakan yang jelas membantu calon pelanggan melanjutkan proses tanpa mencari informasi yang tersebar.
Jika bisnis belum memiliki tim untuk membangun halaman tersebut, kamu dapatmengonsultasikan kebutuhan website bersama DomaiNesia.Sampaikan tujuan halaman, materi produk, dan kebutuhan pemesanan agar pembahasan layanan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Periksa pengalaman pengunjung melalui ponsel, termasuk keterbacaan teks, formulir, dan tombol pemesanan. Core Web Vitals membantu menilai kecepatan pemuatan melalui LCP, respons interaksi melalui INP, serta kestabilan tampilan melalui CLS.
Gambar berformat WebP atau AVIF dapat dipertimbangkan untuk mengurangi ukuran unduhan dengan kualitas yang tetap layak. Panduan strategi website marketing dapat melengkapi perencanaan konten dan fungsi halaman bisnis.
6. Jawab Kebutuhan Pencarian melalui Konten dan SEO
SEO membantu mesin pencari memahami konten dan membantu pengguna menemukan informasi yang relevan. Bisnis dapat menyusun halaman produk, panduan, atau perbandingan yang menjawab pertanyaan calon pelanggan sebelum membeli.
Usaha katering, misalnya, dapat menerbitkan panduan menghitung porsi makanan untuk rapat. Artikel tersebut kemudian menghubungkan kebutuhan pembaca dengan halaman paket yang sesuai melalui tautan kontekstual.
Konten perlu menyajikan informasi yang akurat, struktur yang mudah diikuti, dan contoh yang sesuai dengan produk. SEO membutuhkan evaluasi berkala dan tidak menjamin posisi pertama di hasil pencarian.
Iklan pencarian dapat menjadi pilihan tambahan ketika bisnis ingin menguji penawaran melalui anggaran tertentu. Pemahaman tentang perbedaan SEO dan SEM membantu kamu menilai fungsi pencarian organik dan berbayar dalam rencana pemasaran.
7. Rawat Pelanggan untuk Mendorong Pembelian Ulang
Strategi marketing juga mencakup hubungan dengan pelanggan setelah transaksi selesai. Informasi penggunaan produk, tindak lanjut layanan, dan penawaran yang relevan dapat mendukung pengalaman pelanggan serta peluang pembelian ulang.
Usaha katering dapat meminta masukan setelah pengiriman dan menawarkan jadwal pemesanan rutin kepada pelanggan kantor. Tim perlu memastikan mutu layanan tetap konsisten agar promosi lanjutan mempunyai dasar yang kuat.
Komunikasi melalui email marketing dapat digunakan untuk pelanggan yang bersedia menerima informasi. Sesuaikan frekuensi pengiriman dan sediakan pilihan berhenti berlangganan agar komunikasi tetap nyaman bagi penerima.
Cara Memilih Prioritas Strategi Marketing
Bisnis dengan tim kecil dapat memulai dari satu tujuan utama dan satu atau dua kanal yang mampu dikelola secara konsisten. Tabel berikut memberikan contoh pemilihan pendekatan berdasarkan masalah yang ingin diselesaikan.
| Kebutuhan bisnis | Prioritas pendekatan | Indikator awal |
|---|---|---|
| Produk belum dikenal oleh calon pelanggan. | Video pengenalan dan kolaborasi kreator yang relevan. | Jangkauan audiens sasaran dan kunjungan ke halaman produk. |
| Calon pelanggan membutuhkan penjelasan sebelum membeli. | Panduan, SEO, dan halaman penawaran yang lengkap. | Kunjungan relevan dan permintaan informasi yang sesuai. |
| Kampanye menghasilkan klik, tetapi sedikit pesanan. | Perbaikan penawaran, halaman tujuan, dan proses pemesanan. | Rasio pengiriman formulir atau pembelian dari sesi kunjungan. |
| Pelanggan jarang melakukan pembelian ulang. | Tindak lanjut layanan dan komunikasi pelanggan. | Proporsi pelanggan yang kembali membeli dalam periode yang ditetapkan. |
Setelah memilih pendekatan, tim perlu menetapkan penanggung jawab, batas anggaran, materi yang dibutuhkan, dan jadwal evaluasi. Rencana tersebut membantu bisnis menilai apakah strategi dapat dijalankan dengan sumber daya yang tersedia.

Cara Mengukur Hasil Strategi Marketing
Pengukuran strategi marketing harus mengikuti tujuan kampanye dan tindakan pelanggan yang ingin dicapai. Bisnis perlu membedakan perhatian terhadap konten, minat terhadap penawaran, dan transaksi yang benar-benar selesai.
- Jangkauan dan tayangan: Tim menggunakan metrik ini untuk melihat distribusi konten, lalu memeriksa kesesuaiannya dengan audiens sasaran.
- CTR: Tim menghitung jumlah klik dibagi jumlah tayangan, kemudian mengalikannya dengan 100% untuk menilai respons terhadap tautan atau iklan.
- Rasio konversi berbasis sesi: Tim menghitung sesi yang menghasilkan tindakan tujuan dibagi seluruh sesi dalam cakupan yang sama, kemudian mengalikannya dengan 100%.
- Biaya per lead: Tim membagi biaya kampanye dengan jumlah lead yang tercatat, lalu memeriksa apakah lead tersebut memenuhi kriteria calon pelanggan.
- ROAS: Tim membagi pendapatan yang diatribusikan kepada iklan dengan biaya iklan untuk menilai hasil pendapatan dari belanja iklan.
Sebagai ilustrasi, biaya iklan Rp1.000.000 dan pendapatan teratribusi Rp4.000.000 menghasilkan ROAS 4 kali. Angka tersebut belum menunjukkan laba karena bisnis masih menanggung biaya produk, operasional, dan biaya lain.
Untuk kampanye dari luar website, parameter UTM membantu membedakan sumber, medium, dan nama kampanye pada tautan tujuan. Gunakan penamaan yang konsisten agar laporan tidak memisahkan kampanye yang sama ke beberapa label.
Pada GA4, event seperti generate_lead dan purchase dapat digunakan sesuai tindakan pengguna yang benar-benar terjadi. Pengiriman formulir harus dicatat setelah berhasil, sedangkan klik WhatsApp hanya menunjukkan upaya membuka percakapan dan belum membuktikan adanya pesanan.
Bandingkan hasil pada periode yang setara serta catat perubahan harga, promosi, dan ketersediaan produk. Perbedaan hasil tidak selalu berasal dari strategi konten karena kondisi penjualan juga memengaruhi keputusan pelanggan.
Siapkan pusat informasi bisnis kamu
Bangun Website untuk Mendukung Strategi Marketing
Layanan jasa pembuatan website DomaiNesia dapat membantu kamu menyiapkan website bisnis dengan desain mobile friendly. Konsultasikan kebutuhan halaman, materi produk, dan jalur pemesanan sebelum memilih paket yang sesuai.
Mulai dari Kebutuhan Pelanggan dan Evaluasi Hasil
Strategi marketing yang terarah menghubungkan kebutuhan pelanggan, keunggulan penawaran, kanal pemasaran, dan hasil yang ingin dicapai. Bisnis dapat memulai dari pendekatan yang paling sesuai, kemudian memperbaikinya berdasarkan respons pelanggan dan data penjualan.
Gunakan tren sebagai bahan pertimbangan ketika tren tersebut mendukung tujuan bisnis. Konsistensi layanan, kejelasan informasi produk, dan proses pemesanan yang mudah tetap perlu diperhatikan agar kegiatan pemasaran menghasilkan pengalaman pelanggan yang baik.