• Home
  • Berita
  • Kupas Tuntas Growth Hacking, Strategi Marketing Untuk Startup!

Kupas Tuntas Growth Hacking, Strategi Marketing Untuk Startup!

Oleh Ratna Patria
3.33/5 (3)

Startup, mungkin menjadi salah satu kata yang sering kamu dengar beberapa tahun terakhir ini. Entah melalui konten media sosial, portal berita, bahkan film, tak jarang membahas tentang startup. Jika berbicara tentang startup, tak luput pembahasan mengarah pada pertumbuhan atau growth perusahaan. Investor sebuah startup selalu mengincar growth yang besar daripada revenue yang didapat. Lalu bagaimana rahasia startup mampu memiliki growth yang terus meningkat? Tentu, salah satu caranya adalah dengan Growth Hacking! Apa itu Growth Hacking dan apa saja contoh Growth Hacking? Artikel ini akan mengupas tuntas terkait Growth Hacking!

Growth Hacking adalah

Jika kamu bisa mengamati dengan jeli, sebenarnya bukan terkait pivoting atau iterating yang mampu meningkatkan pertumbuhan sebuah startup, melainkan Growth Hacking ini! Bisa dibilang, Growth Hacking adalah kunci keberhasilan startup! 

Ada sebuah revolusi yang terjadi di dunia startup khususnya pada pertumbuhannya, dan kamu harus memahami fenomena baru ini. Apabila kamu mampu memahami Growth Hacking ini, kamu akan memiliki keunggulan kompetitif untuk mengembangkan startup yang kamu rintis! Lalu, apa itu Growth Hacking?

growth hacking
Sumber: Envato

Growth Hacking adalah penggunaan taktik digital marketing untuk membantu menumbuhkan dan mempertahankan basis pengguna aktif, menjual produk, dan mendapatkan eksposur. Inilah metrik yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan sebuah perusahaan utamanya sebuah perusahaan rintisan atau startup. 

Dalam prakteknya, Growth Hacker (orang yang melakukan) sering melakukan berbagai macam eksperimen untuk mencari langkah terbaik mendapatkan dan mempertahankan pengguna, menjual produk, dan meningkatkan eksposur. Eksperimen yang dimaksud bisa dengan menggunakan AB testing produk maupun sarana penjualan (misal: landing page penjualan), email marketing, eksperimen copywriting, dan lain sebagainya.

Kadang terjadi kesalahpahaman antara Growth Hacker dengan Marketer. Kedua posisi pekerjaan ini tentu tidak bisa diukur dengan parameter tertentu. Tentu seorang Growth Hacker akan lebih unggul ketika di nilai dengan parameter growth sedangkan marketer akan lebih unggul saat diukur menggunakan parameter revenue misalnya. Hati-hati, keduanya memang tak sama. Growth Hacking adalah aktivitas yang fokus hanya pada pertumbuhan!

Perlu diingat juga bahwa strategi Growth Hacking ini sebenarnya tidak hanya diterapkan pada sebuah perusahaan rintisan. Namun Growth Hacking adalah strategi marketing yang dapat diterapkan di berbagai jenis perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhannya. 

Baca juga: Mengulik Trend Email Marketing, Strategi Marketing yang Efektif!

Contoh Growth Hacking

Bagaimana sudah mulai paham kan dengan apa itu Growth Hacking? Yuk, sekarang intip beberapa contoh Growth Hacking di berbagai perusahaan. Pertama, The Coca-cola Company patut menjadi contoh yang menarik. Produk utama mereka adalah minuman softdrink bernama Coca-cola. Namun lambat laun lemari pendingin di banyak toko terdapat minuman bernama Sprite dan Fanta. 

Ini nampak seperti sebuah persaingan dalam penyedia minuman softdrink. Namun dibalik ketiga nama minuman tersebut semua berada dibawah perusahaan The Coca-cola Company. Mereka terus berupaya melakukan eksperimen produk untuk memenuhi pasar, seakan menambah daya persaingan semu. Pada akhirnya tentu ini akan meningkatkan eksposur dan pembelian produk.

Contoh kedua adalah Paypal. Perusahaan ini sekarang menjadi raksasa dalam pembayaran online, juga memulai perjalanan growth eksponensial mereka menggunakan sistem referral. Dengan demikian, mereka mencapai pertumbuhan harian 10% dan memperoleh basis pengguna yang mencapai lebih dari 100 juta orang.

PayPal menggunakan Growth Hacking yang luar biasa. Mereka sebenarnya membayar pengguna untuk mendaftar. Setiap kali teman yang kamu referensikan membuat akun, kamu dan teman kamu akan menerima $10. Karena mereka memahami bahwa nilai seumur hidup pelanggan mereka lebih besar dari $20, jadi masuk akal untuk berinvestasi dalam sistem rujukan mereka sendiri. Mereka berorientasi pada pertumbuhan pengguna aktif yang terus bertambah.

growth hacking
Sumber: Envato

Contoh selanjutnya adalah LinkedIn. Selain menawarkan produk hebat untuk berjejaring dan menemukan pekerjaan yang sesuai, LinkedIn memungkinkan pengguna untuk membuat profil publik yang akan terindeks oleh mesin pencari. Dengan kata lain, pengguna akan muncul secara organik di hasil pencarian dan bisa terdaftar di halaman (bahkan pertama) Google tanpa effort. Berkat peretasan ini, LinkedIn dapat meningkatkan penggunanya dari 2 juta menjadi 200 juta dalam beberapa tahun.

Funnel Strategi dalam Growth Hacking

Setelah mendapatkan beberapa insight terkait contoh Growth Hacking, saatnya kamu tahu bagaimana step by step yang harus kamu lakukan untuk dapat menerapkan strategi ini. Tentunya kamu harus memahami secara utuh dan urut terkait funnel Growth Hacking. Sudah siap? Simak penjelasannya dibawah ini.

1. Acquisition

Step pertama dalam funnel Growth Hacking adalah acquisition. Ini menjadi poin penting! Pada bagian ini, kamu harus mampu mendapatkan sebanyak-banyaknya pelanggan potensial. Minimal, kamu harus mampu mengenalkan brand atau produk yang ditawarkan. Semakin banyak pelanggan potensial yang masuk maka semakin tinggi pula probabilitas yang terkonversi sebagai pelanggan. Pada era banjir informasi dan media sosial ini, menjadi viral mungkin salah satu caranya untuk mendapatkan pelanggan potensial yang banyak atau menghadirkan penjelasan brand atau produk di podcast-podcast terkenal juga menjadi alternatif lainnya.

2. Activation

Pelanggan potensial yang terkonversi sebagai pelanggan merupakan parameter keberhasilan dalam step ini. Ini artinya pelanggan telah menggunakan produk kamu untuk pertama kalinya. Bagian terpenting dari langkah ini adalah bahwa brand atau produk kamu menawarkan solusi untuk masalah atau kebutuhan pelanggan kamu. 

Contoh: Seorang pelanggan membutuhkan produk perawatan kulit yang merawat kulit kering. Brand kecantikan kamu telah merilis produk khusus untuk kulit kering. Melalui kampanye iklan, pelanggan menemukan situs web kamu, melihat berbagai jenis produk kulit kering yang kamu miliki, dan menambahkan item ke keranjang mereka dengan kode promo yang kamu berikan. Solusi yang kamu tawarkan dan kebutuhan pelanggan cocok, dan mereka tertarik hingga membeli. Itulah activation.

Baca juga: MVP adalah Strategi Pengembangan Produk, Apa Pentingnya Bagi Bisnis?

3. Retention

Ini adalah step untuk mempertahankan pelanggan kamu. Tentu mempertahankan pelanggan adalah hal sangat penting jika gagal, mereka akan menggunakan produk kompetitor dan kamu akan kehilangan pertumbuhan perusahaan yang kamu cari!  “Mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan”. Mungkin kamu sering mendengar ungkapan ini. Namun pada dasarnya mendapatkan pelanggan (acquisition) lebih memakan banyak effort dan modal finansial. Ingat, pertahankan pelangganmu! Jadikan mereka pelanggan setiamu!

4. Referral

Pada step ini berarti pelanggan setia kamu bersedia untuk merekomendasikan brand atau produk kamu yang ia gunakan. Kamu bisa memberikan imbalan kepadanya ataupun tidak. Membuat pelanggan kamu bertindak sebagai “duta” brand dan merujuk produk atau layanan kamu ke pelanggan potensial lainnya sangat bermanfaat bagi bisnis kamu. 

Selain untuk meningkatkan pertumbuhan pelanggan, ini merupakan pemasaran gratis dan bukti bahwa kamu telah membangun relasi baik terhadap pelanggan. Perlu kamu ketahui, biasanya pelanggan juga lebih cenderung membeli produk atau jasa yang direkomendasikan teman dan keluarga mereka. Word-of-mouth bukanlah konsep jadul yang tidak memiliki ruang di era digital. Dari mulut ke mulut sangat berguna dan bisa menjadi alat jangka panjang untuk mendapatkan prospek.

Itulah funnel dalam Growth Hacking. Semua step ini fokusnya adalah untuk meningkatkan growth suatu perusahaan. Namun, pada kenyataannya funnel ini biasanya juga berbanding lurus dengan peningkatan revenue perusahaan. Sebagai seorang Growth Hacker, tetaplah fokus terhadap growth. Saat revenue ikut meningkat, itu adalah bonus untuk kamu dan perusahaan!

growth hacking
Sumber: Envato

Tips menerapkan Growth Hacking

1. Buat produk yang benar-benar dibutuhkan

Lakukan riset matang dalam menciptakan sebuah produk. Jangan tawarkan solusi pribadi untuk problem pelanggan yang belum seutuhnya kamu ketahui. Tawarkan solusi berupa produk atas problem yang dialami pelanggan atau pelanggan potensial. Tips mudah yang dapat kamu gunakan sebagai berikut:

Mulai dengan pertanyaan dan jawaban

Jangan sampai kamu menghabiskan semua uang untuk iklan, tetapi kamu tidak benar-benar tahu apa yang dilakukan pelanggan. Buat daftar pertanyaan misalnya di mana mereka mengklik, atau apa saja perilaku mereka dalam situs web kamu. Setelah itu cari tahu apa jawabannya. Ini akan sangat membantu kamu untuk selalu melakukan evaluasi terhadap produk yang kamu tawarkan. 

Cari feedback

Jika kamu sedang merancang sebuah solusi untuk problem yang telah kamu riset, jangan malu untuk memberitahu orang lain. Buat prototipe atau detaul solusi yang kamu rancang lalu sebarkan kepada orang-orang terdekatmu. Minta mereka menilai dan memberi saran kepadamu. Feedback yang diberikan kepadamu adalah kunci keberhasilan produk yang telah kamu rancang!

2. Jangan targetkan semua orang dalam strategi Growth Hacking

Apabila kembali pada penjelasan sebelumnya mengenai funnel pada step Acquisition, walaupun untuk mengenalkan produk atau solusimu diperuntukan kepada pelanggan potensial sebanyak-banyaknya, kamu tetap perlu untuk menargetkan segmen tertentu. Viral bukan berarti semua segmen dapat menikmati. Namun buatlah viral pada segmen yang sesuai agar konversi yang tercipta tinggi. 

kamu harus membuat profil pelanggan. Pertimbangkan semua aspek produk kamu. Kemudian tanyakan pada diri sendiri: Siapa yang akan mendapatkan manfaat maksimal dari produk ini?

Baca juga: 14 Cara Terbaik Menentukan Strategi Harga

growth hacking
Sumber: Envato

Saatnya tingkatkan pertumbuhan startup dengan Growth Hacking    

Wow, menarik sekali strategi Growth Hacking ini. Tak hanya perusahaan startup, berbagai jenis perusahaan juga dapat menerapkan strategi ini untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan dalam berbagai sektor. Growth Hacking adalah penggunaan taktik digital marketing untuk membantu menumbuhkan dan mempertahankan basis pengguna aktif, menjual produk, dan mendapatkan eksposur. Growth Hacking memiliki funnel khusus untuk dapat efektif digunakan yaitu melalui step: acquisition, activation, retention, dan referral. Selain itu, pastikan produk atau solusi yang kamu tawarkan kepada pelanggan potensial mampu menyelesaikan problem yang mereka alami.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Mengamati Startup Melalui Seri Pendanaan - DomaiNesia
April 27, 2020

[…] Baca juga: Strategi Pemasaran Digital: Growth Hacking […]

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!