Hati-hati! Mulai Juli 2018, HTTP “Tidak Aman” di Chrome

http tidak aman

Pernah membuka website kan ya? Pastinya pernah dong! Ketika membuka website, pernahkah kamu memperhatikan ada kata-kata HTTP atau HTTPS di depan alamat website? Seperti http:// websitesaya . net atau https:// websitesaya . net misalnya. Nah, HTTP dan HTTPS adalah salah satu protokol yang dikhususkan untuk website. Dulu, website dengan protokol HTTP sah-sah saja bahkan tidak masalah. Namun mulai Juli 2018, Chrome akan menandai bahwa protokol HTTP tidak aman! Bagaimana bisa? Coba ikuti penelusuran berikut ini.

Chrome: Semua HTTP Tidak Aman!

Dikutip dari theverge, Chrome akan menandai website yang memiliki protokol HTTP adalah website yang tidak aman. Hal ini akan dimulai pada bulan Juli 2018 bersamaan dengan rilisnya Chrome versi 68. Jadi, ketika kamu membuka website dengan protokol HTTP maka akan ada tulisan “Not secure” pada samping URL website. Bagaimana bisa Chrome mengklaim website yang menggunakan HTTP adalah jalur yang tidak aman? Apakah semua website di dunia sudah menggunakan HTTPS? Menurut Google Security Blog, 81 dari 100 website urutan teratas telah menggunakan protokol HTTPS secara default. Lebih dari 68% lalu lintas data di Chrome untuk Android dan Windows sudah terlindungi. Selain itu, lebih dari 78% lalu lintas data di Chrome OS dan Mac juga sudah terlindungi. Google mengklaim bahwa hal ini dilakukan agar semua orang sadar betapa pentingnya keamanan data pada website.

http tidak aman

Mengapa HTTP Tidak Aman?

Sudah bukan rahasia publik lagi bahwa protokol HTTP tidak aman seperti protokol HTTPS. Protokol HTTP bekerja pada port 80, sedangkan HTTPS bekerja pada port 443. Jika website kamu masih menggunakan protokol HTTP maka lalu lintas data antara web browser dengan web server masih terbuka. Nah inilah salah satu kelemahan protokol HTTP. Dikhawatirkan apabila ada orang jahil, data penting kamu bisa dicuri orang lain. Proses pencurian data penting ini biasa disebut dengan Phishing. Untuk menyikapi kelemahan dari HTTP maka muncullah protokol HTTPS. HTTPS merupakan singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure. Dikutip dari Wikipedia, HTTPS adalah versi aman dari HTTP. Sebuah website bisa berubah menjadi protokol HTTPS jika telah dipasang SSL!

Yuk Gunakan SSL!

Masih ingat kan perumpamaan hosting, domain dan SSL? Ibarat suatu perumahan, hosting adalah lokasi dimana rumah didirikan. Domain adalah alamat rumah, sedangkan SSL adalah pagar pengaman rumah. SSL adalah sebuah jalur yang terenkripsi antara website dan web browser dan berfungsi untuk melindungi website. Dengan SSL, website kamu akan lebih aman karena jalur yang menjadi tempat pertukaran data tersebut dilindungi dengan beberapa algoritma kriptografi. Banyak orang masih belum memasang SSL pada website karena mengganggap belum perlu atau harganya masih terlalu mahal. Padahal, ada SSL murah yang bisa kamu dapatkan secara GRATIS lho! Kamu bisa gunakan SSL Let’s Encrypt di website tanpa harus membayar sepeserpun. Buat kamu yang menginginkan keamanan lebih, kamu bisa gunakan SSL berbayar! Ada beragam vendor SSL berbayar yang bisa disesuaikan dengan budget yang kamu miliki.

Menurut Google, sekarang untuk mendapatkan HTTPS sudah sangat mudah dan murah dari tahun-tahun sebelumnya. Selain dari segi keamanan, HTTPS juga akan meningkatkan performa website lho! Sebelum terlambat, yuk pasang SSL dan arahkan website ke protokol HTTPS sekarang juga!

Baca Juga: Perlukah Saya Pasang SSL di Website?

Pindah ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!

Newsletter