Apa Itu Hosting: Penjelasan Hosting untuk Pemula6 min read

apa itu hosting

Kamu pengen membuat website? Sebelum membuat website, kenalan dulu yuk sama hosting. Memang, apa itu hosting? Kenapa penting banget harus tahu hosting? Jadi, begini. Membuat website itu sama seperti membuat rumah. Kamu harus cari lahannya, menentukan alamatnya, dan lain-lain. Nah, kalau hosting itu lahan yang akan kamu bangun jadi website nantinya. Jadi, hosting nanti akan menjadi lahan bagi website kamu untuk menyimpan semua data mulai dari foto, tulisan, video, musik, dan semua yang ada di website kamu.

Nah, jadi paham kan apa itu hosting? Sekarang, kenalan lebih jauh lagi yuk sama hosting. Kita akan membahas tentang fungsi hosting, macam-macam hosting atau jenis hosting.

Apa Itu Hosting? Fungsinya Apa?

Secara dasar kamu sudah paham soal prinsip hosting. Hosting adalah tempat untuk menaruh segala data-data yang ada di website kamu. Seperti yang kamu tahu, website bisa berisi macam-macam; gambar, video, tulisan, plugin, script yang rumit, dan sebagainya. Jadi, saat website kamu dibuka oleh orang lain, data-data yang ada di website kamu akan langsung ditampilkan.

Sepenting itulah kamu harus punya hosting. Tanpa hosting, data-data yang ada di website kamu tidak akan bisa ditampilkan sehingga website kamu tidak bisa diakses oleh netizen. Karena data-data website kamu tidak punya tempat untuk ditaruh.

hosting indonesia

source: shutterstock

Jadi, alurnya begini. Untuk membuka website kamu, orang harus mengetik alamat domain website kamu. Terus, domain tadi akan menuntun orang itu ke hosting yang sudah dibangun website kamu.

Sudah paham kan apa itu hosting? Nah, sekarang kita cari tahu tentang macam-macam hosting yang ada sekarang.

Ada Berapa Macam Hosting Sekarang?

Masih menggunakan analogi lahan tadi, hosting juga ada beberapa macam yang sesuai dengan kebutuhan. Ada yang namanya shared hosting, dedicated hosting, VPS hosting, dan cloud hosting. Pada dasarnya, pembagian jenis hosting didasarkan pada penggunaannya. Ada satu hosting yang digunakan untuk satu website. Ada satu hosting yang bisa digunakan beramai-ramai. Ada juga satu hosting yang bisa digunakan beramai-ramai tapi berasa milik sendiri.

Bingung kan? Biar kamu lebih jelas, yuk kita cari tahu bareng-bareng jenis hosting.

Shared Hosting: Rumah Kontrakan

Shared hosting adalah hosting yang paling umum ada. Lalu, apa itu shared hosting? Shared hosting adalah satu hosting yang dibagi-bagi ke beberapa website/client. Pada prinsipnya, satu server/hosting yang ada nanti pembagiannya dipecah ke beberapa client agar semua bisa sama-sama memakai hosting.

shared hosting domainesia

source: pcmag

Lantaran satu hosting dipakai untuk beberapa website/client, maka biayanya relatif murah. Biasanya dengan 8 ribu rupiah kamu sudah bisa membeli hosting. Kok bisa semurah itu? Ibarat rumah kontrakan, ketika kamu menyewa satu rumah sendirian, maka akan terasa mahal. Tapi kalau kamu patungan dengan teman-temanmu, maka kamu bisa membagi biaya sewa kontrakan secara merata. Jadi lebih murah untuk satu orang. Hal seperti itu juga berlaku di hosting. Ketika kamu pakai shared hosting, biaya sewa hosting kamu juga akan lebih murah karena satu hosting akan dibayar beberapa client.

Baca Juga: Cara Memilih Hosting Murah Indonesia

Karena harga yang murah itulah, biasanya para pengguna shared hosting adalah blogger dan situs web untuk portofolio. Kalau kamu ingin jadi blogger atau minimal pengusaha kecil, shared hosting adalah pilihan yang tepat buat kamu.

Dedicated Hosting: Rumah Pribadi

Kalau hosting yang satu ini, kebalikannya dengan shared hosting. Kalau shared hosting adalah hosting satu dipakai untuk beberapa client. Kalau dedicated hosting adalah hosting satu dipakai untuk satu client saja. Misalkan orang pengen membuat website yang trafiknya sangat besar, misalkan membuat e-commerce atau sistem buat internal perusahaan, maka dia butuh hosting yang khusus untuk websitenya dan bisa dia otak-atik sesuka hati.

Jadi, dedicated hosting adalah hosting yang ruang penyimpanannya didedikasikan khusus untuk satu client saja. Keuntungannya kalau pakai dedicated hosting adalah kamu bisa mendapatkan sumber daya yang luas dan bebas untuk kamu gunakan. Selain itu, kamu juga tidak perlu direpotkan dengan pengaturan server virtual, karena server virtual sudah diatur oleh penyedia hosting.

webhosting

source: business.com

Intinya, dedicated hosting adalah hosting buat kamu yang ingin punya tempat yang luas dan tidak ingin ribet mengatur hosting.

Lalu, untuk apa penggunaan dedicated hosting ini bisa efektif? Website apa saja bisa pakai dedicated hosting. Tapi, yang paling efektif menggunakan dedicated hosting adalah website untuk usaha besar. Jika kamu ingin membuat website untuk e-commerce atau marketplace, maka kamu harus pakai dedicated hosting.

Baca Juga: Beli Hosting Gratis Domain di DomaiNesia

VPS Hosting: Tempat Kos

Pengen punya hosting pribadi tapi dedicated hosting terlalu mahal? Atau pengen bisa mengatur hosting sendiri tapi shared hosting tidak mendukung itu? Berarti VPS hosting jawabannya. Lalu, bagaimana prinsipnya VPS hosting itu?

VPS hosting itu ada di tengah-tengah antara shared hosting dan dedicated hosting. Kalau diibaratkan, VPS hosting itu seperti rumah kos. Rumah kos itu memiliki banyak kamar kos untuk disewa. Nah, kamu yang ingin menyewa tempat, hanya perlu menyewa satu kamar saja. Tidak perlu menyewa satu rumah secara keseluruhan.

vps hosting terbaik

source: pcmag.com

Sama dong seperti shared hosting? Ada bedanya, dong. Jika di shared hosting kamu hanya bisa menyewa tempat saja, tanpa bisa diatur konfigurasinya. Di VPS hosting, kamu bisa mengatur pembagian sumber daya yang ada. Jadi, bisa disesuaikan dengan kebutuhan website kamu.

Tapi, kamu harus hati-hati ya kalau pengen memakai VPS hosting. Lantaran kamu bisa mengatur sumber daya sendiri, berarti kamu harus paham cara menggunakan VPS. Sebaiknya, langsung pakai dedicated hosting atau cloud hosting kalau kamu tidak ingin direpotkan dengan VPS.

Biasanya, VPS hosting ini digunakan oleh blogger atau usaha menengah yang sudah memiliki trafik banyak dan sudah tidak bisa ditangani oleh shared hosting lagi. Jadi, kalau kamu pengen migrasi hosting dari shared hosting, kamu bisa coba VPS hosting dulu. Namun, pelajari dulu lebih lanjut soal VPS ya biar kamu tidak kebingungan.

Cloud Hosting: Juragan Rumah

Mungkin kamu sudah tidak asing sama cloud hosting, kan? Ya, cloud hosting memang jadi primadonanya hosting akhir-akhir ini. Soalnya, website kamu akan lebih jarang down kalau pakai cloud hosting.

cloud hosting adalah

source: dezzain.com

Kok bisa? Soalnya, prinsip cloud hosting adalah website kamu disimpan di beberapa server virtual. Jadi, ketika satu server mati, server yang lain masih bisa menghidupkan website kamu. Ibarat kamu punya banyak rumah. Saat salah satu rumah kamu rusak, kamu masih bisa tinggal di rumah yang satunya. Enak, bukan?

Nah, buat kamu yang sudah serius pengen membuat website, mungkin kamu bisa menggunakan cloud hosting sebagai alternatif dari shared hosting. Dengan kemampuannya yang tidak gampang down, cloud hosting adalah pilihan yang tepat.

Kesimpulan

Nah, itu tadi pengertian dari apa itu hosting. Tidak rumit kan? Sebenarnya, kamu tidak perlu mendalami semua jenis atau macam hosting di atas. Paling tidak kamu sudah punya gambaran ketika ingin membuat website mau pakai hosting apa. Selanjutnya, kamu bisa tanya pada penyedia jasa hosting yang cocok buat kamu. Jadi, mau bikin website kapan?

Pindah ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia?
Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, migrasikan layanan saya!