• Home
  • Berita
  • Perbedaan JPG dan JPEG pada Format Gambar

Perbedaan JPG dan JPEG pada Format Gambar

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Jika diperhatikan, file gambar bisa memiliki perbedaan jenis ekstensi.

Tentu, meskipun beberapa awam menganggap hal tersebut sama saja, namun sebenarnya tetap ada perbedaan JPG dan JPEG yang cukup mendasar.

Salah satu perbedaan JPG dan JPEG adalah format atau ekstensi dari file gambar bisa mempengaruhi kualitas dari gambar tersebut.

Selain itu, perbedaan JPG dan JPEG juga disesuaikan dengan tujuan pembuatan gambar tersebut.

Nah, diantara jenis ekstensi file gambar, beberapa yang paling dikenal adalah JPG dan JPEG.

perbedaan JPG dan JPEG
Sumber: Freepik

Pada kesempatan ini akan dibahas perbedaan JPG dan JPEG yang perlu diketahui.

Tentu, beberapa penjelasan ini nantinya bisa menambah wawasan kamu tentang kedua format gambar tersebut.

Penasaran? Simak ulasan selengkapnya!

Sekilas Tentang JPG dan JPEG

Mungkin kamu bertanya mengenai ekstensi file JPG dan JPEG. Apakah kedua format gambar tersebut sama karena namanya yang mirip?

Selain itu, mana yang lebih bagus dari segi kualitas? Apa perbedaan JPG dan JPEG?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak ulasan singkat mengenai keduanya berikut ini.

  1. Tentang JPG

JPG adalah format gambar yang bisa dikatakan paling awal muncul.

Format gambar ini mulai dikenal sekitar tahun 1980an yang lalu, terutama pada komunitas fotografer profesional.

Ya, format gambar JPG menjadi acuan standar untuk kualitas hasil fotografer secara profesional.

Oleh karenanya, pada masa itu, format ini dikenal dengan istilah Joint Photographer Expert Group.

Pada masa itu, teknologi JPG hanya bisa digunakan untuk menyimpan data dengan ukuran yang cukup terbatas.

Oleh karenanya, gambar dengan format JPG tidak mendukung serta tidak digunakan untuk mengedit dan memanipulasi suatu foto.

Hingga saat ini, format JPG masih banyak digunakan.

Umumnya, format gambar ini digunakan untuk menyimpan gambar dengan gaya fotografi, gambar dengan banyak warna serta sangat cocok untuk gambar dengan beberapa gradien.

Adapun beberapa contoh gambar yang umumnya disimpan dengan format JPG adalah sebagai berikut:

  • Gambar aneka pemandangan
  • Gambar detail wajah seseorang
  • Gambar dengan perubahan warna secara perlahan atau yang umum disebut gradasi
  • Beragam gambar lainnya.

Secara kualitas, JPG memiliki kualitas yang cukup bagus. Memang, kualitas gambar nantinya juga dipengaruhi oleh resolusi dari gambar tersebut.

  1. Tentang JPEG

JPEG termasuk salah satu format gambar yang paling umum dan paling banyak digunakan.

Salah satu alasan penggunaan format gambar ini adalah adanya kelebihan JPEG dalam hal kualitas warna.

Gambar dengan ekstensi JPEG cenderung memiliki variasi warna yang lebih cocok dan lebih lugas.

Hanya saja, format gambar ini memiliki kekurangan dari segi ketajaman.

Meskipun kualitas warna gambar secara umum bagus, namun ketajaman warna bisa dikatakan kurang maksimal.

Jika dilihat saksama, maka hasil gambar dengan format JPEG akan cenderung sedikit kabur dikarenakan metode loss compression yang digunakan.

Perlu diketahui bahwa loss compression merupakan teknik yang juga umum digunakan untuk mengecilkan ukuran file pada audio, gambar dan lainnya.

Dengan teknik ini, maka ukuran file nantinya akan cenderung lebih kecil dan memudahkan untuk upload serta penyimpanan.

Hanya saja, pengurangan ukuran file berdampak pada kualitas dari file tersebut.

Dari beberapa paparan di atas, sekilas ada perbedaan JPG dan JPEG yang mencolok.

Secara kualitas gambar, format JPG cenderung memiliki ketajaman warna yang baik sedangkan gambar dengan format JPEG cenderung lebih kabur karena adanya kompresi.

Selain itu, dari segi penggunaan, format gambar JPG cenderung lebih cocok untuk gambar fotografi, terutama pemandangan dengan objek yang luas.

Di sisi lain format gambar JPEG lebih cocok untuk memotret objek wajah seseorang yang cenderung lebih sederhana.

Sistem Operasi yang Digunakan JPG dan JPEG

Berbincang tentang perbedaan JPG dan JPEG, salah satu hal yang penting untuk dibahas adalah sistem operasi yang mendukung keduanya.

Hal ini memang cukup mendasar karena sistem operasi akan menentukan apakah format gambar tersebut tersedia atau tidak.

Dalam hal ini, format gambar JPEG mulai banyak digunakan sebagai format standar untuk file gambar yang digunakan pada web hosting, fotografer amatir, kamera digital dan beragam hal lain yang berhubungan dengan gambar.

Hanya saja, pada saat itu, format gambar ini hanya didukung oleh sistem operasi terbatas di mana hanya digunakan beberapa orang saja, yaitu sistem operasi Windows dan sistem operasi Macintosh.

Pada sistem operasi Windows versi awal, file ekstensi atau format gambar yang bisa dibaca hanyalah format gambar JPG saja.

Dalam hal ini, foto dengan format gambar JPEG tidak dibuka.

Hal ini dikarenakan pada waktu itu Windows versi awal hanya bisa membuka format file dengan detail tiga huruf saja.

Oleh karenanya, format gambar yang awalnya JPEG diubah menjadi JPG.

Sedangkan pada sistem operasi Macintosh, format gambar JPEG bisa terbaca tanpa adanya masalah.

Hanya saja, pada waktu itu, Macintosh tidak bisa membaca format gambar JPG yang dibuat oleh Windows.

Oleh karenanya, bisa disimpulkan jika pada awalnya, terdapat perbedaan JPG dan JPEG yang cukup mencolok dari segi sistem operasi.

Format gambar JPG bekerja dengan baik pada sistem operasi Windows, sedangkan format gambar JPEG bekerja dengan baik pada sistem operasi Macintosh.

Hanya saja, perbedaan JPG dan JPEG tersebut kini sudah tidak ada lagi.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, kedua format baik JPG ataupun JPEG sudah bisa dibuka dengan mudah tanpa adanya masalah pada sistem operasi Windows dan juga Macintosh.

Kualitas Gambar JPG dan JPEG

Perbedaan JPG dan JPEG bisa dilihat dari kualitas gambar.

Hanya saja, dalam hal ini, perlu diketahui bahwa kualitas gambar pada format JPG ataupun JPEG akan cenderung berubah menyesuaikan kompresi yang dilakukan pada gambar tersebut.

Misalnya saja, apabila file gambar JPG dibuka tanpa pengeditan lalu disimpan dengan opsi Save As dengan nama yang baru, sekilas gambar tersebut tidak memiliki perbedaan.

Namun, jika dilihat dengan saksama pada kualitas gambar, maka ada sedikit perbedaan JPG dan JPEG di mana gambar yang disimpan belakangan akan cenderung lebih kabur dibandingkan dengan gambar aslinya.

Hal tersebut akan lebih terlihat jika kamu melakukan kompres gambar besar menjadi lebih kecil atau sebaliknya.

Mungkin, ketika kamu mengompres gambar dari ukuran besar menjadi ukuran kecil kamu tidak melihat perbedaan JPG dan JPEG yang mencolok.

Namun, jika gambar tersebut di zoom beberapa kali, maka akan terlihat cukup banyak noise yang ada di dalamnya.

Tentu, perihal yang sama akan terjadi ketika kamu mengubah gambar JPEG.

perbedaan JPG dan JPEG
Sumber: Freepik

Dalam hal ini, misalnya, kamu mengubah ukuran gambar JPEG dari kecil menjadi lebih besar, maka kamu akan melihat kesan gambar yang ditarik jika dibandingkan dengan gambar yang jernih atau bagus.

Oleh karenanya, bisa dikatakan jika kualitas gambar baik JPEG dan JPG akan cenderung menurun jika dilakukan pengeditan gambar secara kasar tanpa memperhatikan beberapa detail.

Lalu, bagaimana jika gambar diubah ke format gambar lainnya?

Hal yang sama akan terjadi ketika kamu mengubah format gambar JPG atau JPEG menjadi PNG. Saat perubahan format tersebut dilakukan, maka gambar nantinya akan terlihat memiliki bercak saat diperbesar.

Perubahan kualitas tersebut sebenarnya bisa menjadi acuan dalam penyimpanan gambar.

Dalam hal ini, jika kamu ingin menyimpan file gambar, maka simpan file tersebut sesuai file aslinya saja.

Di sisi lain jika ingin melakukan pengeditan, maka ada baiknya jika kamu melakukan editing pada gambar salinan.

Hanya saja, secara umum, kualitas gambar asli baik dari format JPG dan JPEG cenderung relatif sama.

Terlebih saat ini teknologi gambar sudah semakin sesuai dan lebih baik daripada sebelumnya.

Format Gambar Selain JPG dan JPEG

Untuk tambahan informasi, sebenarnya ada beberapa jenis format gambar lain selain JPG dan JPEG.

Tentu, dengan pengetahuan terkait aneka format gambar tersebut nantinya kamu bisa memilih mana format gambar yang tepat dengan kualitas terbaik untuk menyimpan file gambar yang kamu miliki.

Adapun beberapa format gambar selain JPG dan JPEG yang sebenarnya cukup populer diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. PCX

PCX bisa dikatakan sebagai salah satu format file gambar paling tua. Hal ini dikarenakan format dengan nama Picture Exchange tersebut muncul pertama kali pada tahun 1985.

PCX dikembangkan oleh perusahaan Amerika yang bernama ZSOFT Corporation.

Pada waktu itu, format PCX banyak digunakan karena kebanyakan pengguna mengenal komputer dengan basis DOS atau disk operation sistem, terutama perangkat IBM.

Awalnya, PCX hanya mendukung indeks palet dengan 256 warna dan 8-bit saja.

Namun, setelah pengembangannya, PCX mampu mendukung hingga 16,7 warna dan 24-bit.

  1. GIF

GIF merupakan kependekan dari Graphic Interchange Format. Selain PCX, bisa dikatakan jika GIF termasuk format gambar yang paling tua karena diperkenalkan pada tahun 1987 yang lalu.

Namun, dibandingkan dengan PCX, hingga saat ini, GIF cenderung masih dikenal dan banyak digunakan.

Apa yang menarik dari format ini adalah gambar yang bisa bergerak. Oleh karenanya, GIF disebut juga sebagai format video pendek sederhana.

Selain itu, format ini hanya memerlukan ukuran file yang jauh lebih kecil dibandingkan format video pada umumnya, seperti MPEG.

  1. TIFF

Mungkin kamu sebelumnya tidak pernah mengetahui format gambar yang satu ini.

TIFF atau Tag Image File Format adalah salah satu format gambar yang sudah cukup lama muncul.

Format gambar yang satu ini pertama kali dikenal pada tahun 1986 yang lalu.

Awalnya, TIFF dikembangkan oleh Aldus Corporation.

Kemudian, pengembangan TIFF dilanjutkan oleh Adobe setelah proses akuisisi Aldus.

Salah satu keunggulan dari format TIFF adalah kualitas yang begitu baik saat dicetak.

Karena kualitasnya yang mengesankan, mayoritas mesin scanner pada tahun 80 dan 90an mendukung format file yang satu ini.

Tidak hanya itu, TIFF dianggap cukup fleksibel karena bisa disusupi dengan keterangan ukuran ataupun data pengaturan gambar tersebut.

  1. PNG

PNG atau Portable Network Graphic menjadi format yang hingga kini cukup populer di samping JPEG dan JPG.

Format gambar yang satu ini menggunakan pendekatan kompresi yang mirip dengan GIF, di mana PNG akan memadatkan file gambar tanpa menghilangkan citra yang dikandung di dalamnya.

Secara kemampuan, PNG bisa menampilkan detail gambar dengan kedalaman warna 24-bit atau RGB dan 32-bit atau RGB + Alpha.

Selain itu, format PNG juga bisa menampilkan latar belakang transparan yang penting untuk membuat logo.

Hanya saja, file gambar yang satu ini memiliki kekurangan.

Salah satu kekurangan PNG adalah ukuran file yang cenderung besar bisa memperlambat loading saat membuka file.

Selain itu, PNG juga tidak mendukung banyak gambar dalam satu file sehingga tidak bisa digunakan dalam aplikasi.

  1. BMP

BMP merupakan file gambar yang dikembangkan oleh Microsoft.

Tujuan dari pengembangan ini adalah mengakomodasi komputer berbasis DOS agar bisa menampilkan gambar digital atau bitmap.

BMP sendiri sebenarnya bernama Standard Windows Bitmap.

Format gambar ini cukup fleksibel. Hal ini didasarkan kemampuannya untuk menyimpan gambar dengan kedalaman warna yang berbeda mulai 4, 8, 16 hingga 24-bit.

Selain itu, pada keadaan awal, format gambar BMP memiliki kualitas yang tinggi karena belum terkena kompresi apapun.

Juga, gambar dengan format ini cenderung lebih mudah untuk di edit.

Hanya saja, pada umumnya, gambar dengan format BMP memiliki ukuran file yang cukup besar.

Serta, tidak ada perangkat lain yang secara default mendukung format gambar ini kecuali perangkat dengan sistem operasi Windows.

  1. HEIF

Pernah mendengar tentang format gambar yang satu ini?

Bisa dikatakan HEIF adalah salah satu format gambar yang paling baru muncul.

HEIF adalah singkatan dari High Efficiency Image File Format yang diperkenalkan secara komersial sekitar tahun 2015 yang lalu.

Tujuan utama pengembangan format gambar HEIF adalah guna menciptakan gambar dengan kualitas tinggi dan ukuran yang cenderung ringkas.

HEIF ditunjukkan untuk format gambar yang disimpan pada beberapa jenis smartphone, baik Android ataupun iOS serta kamera profesional model terbaru.

Pengembang HEIF mengatakan bahwa gambar dengan HEIF akan memiliki ukuran file 50% lebih kecil daripada JPEG namun memiliki kualitas yang sama.

Selain itu, format HEIF cenderung menarik karena gambar dengan format ini bisa ditambahkan beberapa data, seperti peta lokasi ataupun metadata HDR.

  1. PDF

Mungkin banyak diantara kamu yang mengenal PDF merupakan ekstensi file untuk dokumen.

Hal ini wajar karena faktanya memang PDF banyak digunakan untuk menyimpan beragam jenis dokumen, terutama dokumen penting.

Tidak hanya itu, kepanjangan dari PDF sendiri juga Portable Document Format.

Namun, sebenarnya, PDF merupakan ekstensi dari format gambar yang pertama kali dikembangkan oleh Adobe pada tahun 1992 yang lalu.

Format file ini bisa memuat teks, gambar bitmap, element vektor, font dan lainnya.

Hal menarik lain dari format PDF adalah adanya banyak dukungan aplikasi editing dokumen meskipun sejatinya PDF adalah file ekstensi gambar.

Selain itu, PDF cenderung aman dari beragam kerusakan untuk menyimpan file.

Hanya saja, PDF tidak bisa terintegrasi secara langsung dalam website sehingga seseorang harus menggunakan tab terpisah.

perbedaan JPG dan JPEG
Sumber: Freepik

JPG dan JPEG Masih Menjadi Format Populer

Beberapa hal di atas adalah pembahasan mengenai perbedaan JPG dan JPEG serta beberapa format gambar lain yang sebenarnya ada.

Bisa dikatakan jika baik JPG dan JPEG hingga saat ini masih menjadi format gambar yang cukup populer dan banyak dikenal oleh pengguna.

Namun, tentu, ragam format tersebut terus akan berkembang.

Salah satu buktinya adalah kemunculan format HEIF yang bisa jadi di masa yang akan datang akan menggantikan kepopuleran JPG dan JPEG.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!