• Home
  • Tips
  • 4 Jenis VPS dengan Kelebihan dan Kekurangan yang Wajib Diketahui!

4 Jenis VPS dengan Kelebihan dan Kekurangan yang Wajib Diketahui!

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Virtual Private Server (VPS) adalah sebuah jenis server yang menyediakan lingkungan virtual yang terisolasi untuk menjalankan aplikasi atau website. VPS memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan mengelola server dengan lebih banyak fleksibilitas dibandingkan dengan shared hosting, tetapi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan dedicated hosting. Ada beberapa jenis VPS yang tersedia, termasuk VPS berbasis Windows, VPS berbasis Linux, dan VPS berbasis Cloud. Setiap jenis VPS memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan pilihan terbaiknya tentu tergantung pada kebutuhan spesifik masing-masing.

jenis VPS
Sumber: Envato

1. Open VZ

Jenis VPS yang pertama yaitu OpenVZ. OpenVZ adalah teknologi virtualisasi pada tingkat sistem operasi berdasarkan basis container pada sistem operasi Linux. Jenis VPS ini memungkinkan server fisik untuk menjalankan beberapa sistem operasi. OpenVZ adalah container yang menampung sistem operasi, jadi kamu bisa menginstal beberapa sistem operasi pada kontainernya. OpenVZ hanya dapat melakukan virtualisasi untuk sistem operasi berbasis Linux saja karena masih bergantung terhadap kernel linux. Kamu bisa menggunakannya pada Linux seperti Ubuntu, Debian, CentOS, dll. Jadi kamu tidak bisa menggunakannya untuk sistem operasi lainnya seperti Windows ya! 

OpenVZ memungkinkan terjadinya peminjaman space HDD atau RAM. Jika server pusat memiliki RAM 32GB, maka penjual dapat menjualnya ke 100 pembeli dengan masing-masing pembeli mendapat ram 1GB. Dari segi kepraktisan, OpenVZ merupakan jenis virtualisasi yang lebih mudah setupnya dan pengelolaannya terbilang gampang. Beberapa ISP yang menyediakan VPS OpenVZ adalah Ramnode, Oneasiahost (SGGS), interserver, dan crissic solution.

Kelebihan OpenVZ:

  • Hemat biaya

Keunggulan jenis VPS satu ini yaitu memiliki harga yang lebih terjangkau. Hal itu bisa terjadi karena jenis VPS ini bersifat open source sehingga lisensi dapat digunakan secara gratis.

  • Mudah digunakan

Kemudahan penggunaan akan kamu rasakan jika menggunakan jenis VPS satu ini. Kemudahan tersebut bisa kamu rasakan dalam penggunaan memory, jumlah proses, penggunaan CPU, penggunaan disk, dll. Kamu dapat melakukan kustomisasi kapan saja sesuai dengan kebutuhan tanpa perlu restart kontainer. 

  • Management resource yang efektif

Dapat menampung banyak guest jika kamu menggunakan jenis vpn ini. Alasannya karena kamu bisa melakukan kontrol resource misalnya CPU, disk space, memori, dsb yang bisa kamu kelola dengan fitur management sumber daya. Namun harus kamu ingat ya DomaiNesian bahwa menampung RAM yang terlalu melebihi kapasitas RAM akan menyebabkan sistem menjadi melambat.

  • Keamanan jaringan dengan spesifikasi mumpuni

Jenis VPS OpenVZ ini memiliki spesifikasi keamanan jaringan yang cukup mumpuni seperti.

  • Dapat menambahkan firewall untuk mencegah akses yang tidak diinginkan.
  • Isolasi jaringan di setiap container dengan tujuan melindungi tiap container.
  • Tiap container memiliki IP sendiri.
  • Container yang powerfull

Container yang dimiliki jenis VPS ini sama seperti Linux dengan menggunakan skrip standar, software vendor seperti Ubuntu dan Fedora dapat berjalan tanpa perlu penyesuaian dengan OpenVZ. Selain itu kamu bisa menambahkan beberapa software tambahan dan kamu bisa melakukan konfigurasi file secara bebas.

Kekurangan OpenVZ:

  • Hanya menggunakan template OS, tetapi tidak menawarkan opsi untuk menginstal Sistem Operasi kamu secara manual.
  • Hanya bisa diinstal sistem operasi linux dengan beberapa distro saja. Tidak bisa install Windows.
  • Beberapa pengaturan ada yang dibatasi node.
  • Tidak support SWAP.

    jenis VPS
    Sumber: Envato

2. KVM

KVM atau bisa juga disebut Kernel-Based Virtual Machine merupakan salah satu teknologi virtualisasi full hardware (berdiri sendiri). Dengan KVM, user dapat dengan leluasa menggunakan OS apapun yang mereka inginkan seperti linux, windows maupun yang lainnya. Oleh karena itu, virtualisasi KVM ini dikenal pula dengan istilah semi dedicated server.

Jika menurut hardware, KVM bisa lebih baik performanya karena KVM berdiri sendiri dan tidak mengganggu VPS lain, namun kalian jangan heran ketika kalian ingin merubah ukuran RAM, HDD dan lain sebagainya (setup), maka VPS ini harus direstart terlebih dahulu, sehingga bisa dikatakan pengaturanya cukup merepotkan dibandingkan dengan OpenVZ. Selain itu, harga yang ditawarkan oleh penyedia KVM biasanya lebih mahal dibandingkan dengan OpenVZ. Hal ini dikarenakan VPS KVM tidak dapat melakukan overselling, sehingga kalian akan mendapat harga lebih tinggi dibandingkan dengan OpenVZ.

Kelebihan KVM:

  • Dukungan RAM dan CPU milik sendiri

Salah satu resource yang digunakan oleh masing-masing VPS adalah RAM dan CPU. Karena sudah memiliki sumber daya sendiri tentunya proses sistem akan semakin lancar dan tidak mengganggu aktivitas VPS lainnya. Memori KVM juga didukung oleh Virtual Memory Management (VMM) dan manajemen memori yang lebih besar untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.

  • Dapat menggunakan berbagai OS

Kelebihan jenis VPS KVM adalah mampu menggunakan berbagai jenis sistem operasi. Adapun beberapa sistem operasi yang bisa kamu manfaatkan seperti Ubuntu, Debian, CentOS, Fedora, Suse, hingga Windows.

  • Resource tinggi

Jika website kamu memiliki trafik yang tinggi, berarti kamu bisa memilih jenis VPS KVM karena memiliki resource yang tinggi. Kenapa demikian? Karena semakin tinggi trafik maka dibutuhkan resource yang tinggi agar website tetap memiliki performa yang baik. Bahkan website sendiri terdiri dari berbagai gambar, media, dan data lain yang membutuhkan penyimpanan yang besar juga.

Kekurangan KVM:

  • Memiliki harga cukup mahal namun sebanding dengan kualitasnya.
  • Setup yang cukup merepotkan.
  • Menggunakan sumber daya sistem tambahan (memori).

    jenis VPS
    Sumber: Envato

3. Xen HVM

Xen adalah jenis VPS yang bersifat open source virtual machine monitor, dikembangkan di University of Cambridge. Dibuat dengan tujuan untuk menjalankan sampai dengan seratus sistem operasi dengan fitur penuh di hanya satu komputer. Virtualisasi Xen menggunakan teknologi paravirtualisasi menyediakan isolasi yang aman, pengatur sumberdaya, garansi untuk quality-of-services dan live migration untuk sebuah mesin virtual.

Untuk menjalankan Xen, sistem operasi dasar harus dimodifikasi secara khusus untuk kebutuhan tersendiri dan dengan cara ini dicapai kinerja virtualisasi sangat tinggi tanpa hardware khusus. Bisa dibilang VPS berbasis XEN hampir sama dengan KVM yang full virtualisasi juga ringan seperti OpenVZ. XEN juga tidak dapat di overselling serta dapat menjalankan berbagai macam OS tidak hanya linux saja.

Kelebihan Xen HVM:

  • Proses cepat

Dalam menjalankan VM nya, Xen HVM hanya membutuhkan waktu 10 menit saja loh DomaiNesian! Hal ini dapat membantu kamu untuk:

  • Tidak perlu melakukan konfigurasi infrastruktur manajemen yang rumit;
  • Mudah saat membuat jaringan khusus untuk menjalankan VM.
  • Dapat menginstal perangkat lunak dan menjalankannya secepat mungkin;
  • Manajemen server yang kuat

XEN dapat mengalokasikan data manajemen server di seluruh resource pool atau kumpulan sumber daya server. Dengan itu, dapat meminimalisir kegagalan manajemen server. Dibekali juga dengan fitur VM Protection and Recovery. Memiliki tujuan sebagai perlindungan, pencadangan, dan pemulihan. Dengan fitur ini, kamu dapat membuat kebijakan khusus secara otomatis.

  • Bisa digunakan untuk Os Windows

Tidak hanya bisa digunakan oleh Linux saja seperti Ubuntu, Fedora, OpenSUSE, dsb. Jenis VPS XEN HVM juga dapat digunakan pada OS Windows. Hal ini dapat membuat kamu lebih fleksibel dalam menggunakannya.

Kekurangan Xen HVM:

  • Kinerja server secara keseluruhan lebih lambat karena overhead perangkat keras.
  • Tidak bisa di over selling.

    jenis VPS
    Sumber: Envato

4. Microsoft Hyper-V

Hyper-V merupakan jenis VPS milik Microsoft yang berfungsi untuk mengoperasikan lebih dari satu Virtual Machine (VM) pada server hardware yang sama. Dengan menggunakan Hyper-V, setiap VM bisa memiliki OS yang berbeda-beda. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menyediakan satu server untuk satu VM dan satu OS.

Secara umum, Hyper-V diperuntukan bagi Sistem Operasi Windows. Tapi, Hyper-V juga bisa digunakan untuk menjalankan OS selain Windows sebagai OS guest. Hyper-V sendiri termasuk pada teknologi Hypervisor Tipe 1. Hyper-V, mempunyai parent partition dan child partition. Yang disebut dengan parent partition adalah bagian dimana VM dengan OS inti atau OS Host dioperasikan. Sedangkan VM dengan OS guest dijalankan pada child partition.

Kelebihan Microsoft Hyper-V:

  • Keamanan

Boot yang aman serta VM yang terlindungi bisa menghindarkan infrastruktur dari serangan malware serta mencegah akses tidak dikenal untuk bisa mencapai VM dan data.

  • Mendukung banyak OS

Hyper-V mendukung penggunaan beberapa OS selain windows. OS selain windows yang disebut dengan OS guest ini mempunyai serangkaian layanan dan drivers yang telah disesuaikan dengan Hyper-V. Hal ini akan membantu mengoptimalkan dan memudahkan pengoperasian setiap OS.

  • Mudah dalam melakukan migrasi

Hyper-V memiliki beberapa fitur seperti live migration, migrasi penyimpanan, serta sistem export dan import yang memudahkan proses pemindahan atau migrasi VM.

Kekurangan Microsoft Hyper-V:

  • Crash dari OS utama akan merusak semua VM.
  • OS harus diinstal agar Lapisan Hypervisor dapat beroperasi. 
  • Pembaruan OS dan keamanan yang sering diterjemahkan ke dalam overhead yang lebih besar. 
  • Kurangnya dukungan untuk layanan template .

Jadi, Jenis VPS Mana yang Cocok untuk Kamu?

VPS adalah server virtual yang berfungsi untuk menyimpan data dan file pada website. Jenis-jenis VPS yang tersebar saat ini bisa dibilang sedikit karena hanya ada 4 jenis VPS saja. Empat jenis VPS ini seperti Microsoft Hyper-V, Xen HVM, KVM, dan OpenVZ. Keempatnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jika kamu mencari VPS yang bersifat open source dan gratis berarti kamu bisa menggunakan OpenVZ. Meskipun bersifat gratis namun OpenVZ masih sangat mumpuni loh! Selain OpenVZ yang menawarkan segudang kelebihannya, kamu juga bisa menggunakan VPS dari DomaiNesia. Dijamin VPS murah Indonesia cuma ada di DomaiNesia aja! Meskipun murah kamu tetap mendapatkan performa yang tinggi. Tunggu apa lagi? Yuk coba VPS DomaiNesia!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah