• Home
  • Tips
  • 10 Tanda Website Kamu Perlu Dibuat Ulang atau Redesign

10 Tanda Website Kamu Perlu Dibuat Ulang atau Redesign

Oleh Ratna Patria
10 Tanda Website Kamu Perlu Dibuat Ulang atau Redesign 1

Website menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kehadiran bisnis di internet. Selain menjadi tempat menyampaikan informasi, website juga dapat membantu membangun kredibilitas, mendapatkan calon pelanggan, dan mendukung aktivitas pemasaran.

Namun, website tidak cukup hanya dibuat sekali lalu dibiarkan. Seiring perkembangan bisnis, kebutuhan pengguna, teknologi, dan informasi yang ditampilkan juga ikut berubah.

Jika website sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, mungkin sudah waktunya melakukan pembaruan atau bahkan membuat website baru.

Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa website memang perlu dibuat ulang? Berikut 10 tanda yang bisa kamu perhatikan.

membuat website baru

1. Pesan yang Disampaikan Website Sudah Tidak Sesuai

Website seharusnya membantu pengunjung memahami siapa kamu, apa yang ditawarkan, dan mengapa mereka perlu memilih produk atau layananmu.

Jika informasi yang ditampilkan sudah tidak sesuai dengan bisnis saat ini, pengunjung bisa kesulitan memahami tujuan website.

Hal ini dapat terjadi karena perubahan produk, layanan, target pasar, maupun positioning bisnis.

Nama domain juga perlu diperhatikan. Domain yang tidak lagi sesuai dengan identitas bisnis dapat membuat pengunjung bingung.

Karena itu, evaluasi kembali apakah nama domain, informasi bisnis, desain, dan pesan utama website masih merepresentasikan bisnis kamu.

2. Website Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas

Sebuah website sebaiknya dibuat berdasarkan tujuan yang jelas.

Tujuannya bisa berbeda-beda, misalnya:

  • membangun kredibilitas bisnis;
  • mendapatkan leads;
  • meningkatkan penjualan;
  • memberikan informasi kepada pelanggan;
  • mendukung aktivitas pemasaran.

Jika website hanya berisi informasi tanpa mengarahkan pengunjung pada tujuan tertentu, efektivitasnya akan sulit diukur.

Sebelum membuat website baru, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai. Kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang cara membuat website dari nol, termasuk menentukan tujuan, memilih platform, dan menyiapkan hosting.

3. Konten Website Sulit Diperbarui

Coba tanyakan: apakah kamu bisa mengganti teks, gambar, atau informasi produk sendiri?

Baca Juga:  5++ Tips Memilih & Cara Menjadi Reseller Hosting

Jika setiap perubahan kecil harus selalu dilakukan oleh developer, sistem website mungkin sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pengelolaan saat ini.

Banyak website modern menggunakan Content Management System (CMS) agar konten dapat dikelola dengan lebih mudah tanpa harus mengubah kode secara langsung.

Jika ingin memahami lebih jauh, kamu bisa membaca panduan tentang apa itu CMS dan bagaimana sistem ini membantu pengelolaan website.

Website yang mudah diperbarui juga membuat tim lebih cepat menyesuaikan informasi ketika bisnis mengalami perubahan.

4. Tampilan Website Sudah Tidak Sesuai dengan Bisnis

Desain website bukan hanya soal terlihat menarik. Tampilan juga perlu mencerminkan identitas dan kebutuhan bisnis saat ini.

Website yang dibuat bertahun-tahun lalu mungkin masih bisa digunakan. Namun, jika desain, navigasi, tipografi, atau struktur informasinya sudah tidak sesuai, pengunjung bisa kesulitan menemukan informasi.

Perhatikan juga konsistensi elemen visual seperti warna, font, tombol, gambar, dan layout.

Jika elemen-elemen tersebut terasa tidak memiliki pola yang jelas, redesign dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki pengalaman pengguna tanpa harus selalu membangun seluruh website dari awal.

5. Website Memiliki Loading yang Lambat

Kecepatan website berpengaruh terhadap pengalaman pengunjung. Jika halaman membutuhkan waktu lama untuk dibuka, pengunjung berpotensi meninggalkan website sebelum melihat konten.

Masalah loading bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti gambar berukuran besar, terlalu banyak plugin, konfigurasi server, kode yang tidak efisien, atau elemen halaman yang terlalu berat.

Jadi, website lambat belum tentu langsung membutuhkan website baru.

Lakukan audit terlebih dahulu dan cari tahu sumber masalahnya. Jika ingin melakukan perbaikan teknis, kamu bisa membaca panduan mempercepat loading website.

Jika masalah performa berasal dari struktur website yang sudah sulit dioptimalkan, barulah redesign atau pembangunan ulang bisa dipertimbangkan.

6. Website Tidak Nyaman Digunakan di Perangkat Mobile

Pengunjung dapat mengakses website melalui berbagai perangkat. Karena itu, website sebaiknya dapat menyesuaikan tampilannya dengan ukuran layar yang berbeda.

Website yang tidak responsive biasanya memiliki masalah seperti:

  • teks terlalu kecil;
  • tombol sulit ditekan;
  • gambar terpotong;
  • menu sulit digunakan;
  • pengguna harus melakukan zoom atau scroll secara horizontal.

Responsive web design membantu website menyesuaikan tampilan dengan perangkat yang digunakan pengunjung. Konsep ini juga penting untuk menjaga pengalaman pengguna di smartphone dan perangkat lainnya.

Pelajari lebih lanjut tentang responsive web design sebelum memutuskan apakah website perlu dibuat ulang.

7. Website Sulit Ditemukan di Google

Website yang sulit ditemukan di Google dapat kehilangan peluang mendapatkan pengunjung dari pencarian organik.

Baca Juga:  20 Elemen Utama dalam Desain Website Modern

Namun, kondisi ini tidak otomatis berarti kamu harus membuat website baru.

Masalah visibilitas dapat berasal dari berbagai faktor, seperti struktur website, kualitas konten, indexing, metadata, performa, maupun strategi SEO yang belum optimal.

Karena itu, lakukan audit terlebih dahulu.

Jika struktur website memang sudah terlalu sulit dikembangkan untuk kebutuhan SEO saat ini, pembangunan ulang dapat menjadi salah satu opsi.

8. Informasi di Dalam Website Sudah Kedaluwarsa

Informasi lama dapat membuat website terlihat tidak terawat.

Periksa kembali:

  • profil perusahaan;
  • alamat dan nomor kontak;
  • daftar produk atau layanan;
  • harga;
  • portofolio;
  • informasi tim;
  • artikel;
  • kebijakan dan informasi lainnya.

Jika sebagian besar konten sudah tidak relevan, jangan langsung menghapus semuanya.

Tentukan informasi mana yang perlu diperbarui, dipindahkan, atau dihapus. Dari proses tersebut, kamu bisa mengetahui apakah website cukup diperbarui atau memang membutuhkan struktur baru.

9. Website Tidak Lagi Kompatibel dengan Browser dan Teknologi Modern

Website perlu bekerja dengan baik pada browser modern yang umum digunakan.

Masalah kompatibilitas dapat muncul ketika website menggunakan teknologi, framework, plugin, atau kode lama yang sudah tidak lagi mendapatkan dukungan.

Periksa website menggunakan beberapa browser dan perangkat. Pastikan fungsi penting seperti menu, formulir, tombol, gambar, dan proses transaksi berjalan dengan baik.

Jika terlalu banyak bagian yang perlu diperbaiki karena teknologi dasarnya sudah usang, membuat website baru bisa menjadi pilihan yang lebih efisien daripada terus menambal sistem lama.

10. Website Tidak Memberikan Dampak bagi Bisnis

Pada akhirnya, website perlu memberikan manfaat yang sesuai dengan tujuannya.

Jika website bisnis seharusnya menghasilkan leads tetapi hampir tidak ada pengunjung yang menghubungi kamu, evaluasi perlu dilakukan.

Perhatikan beberapa indikator seperti:

  • jumlah pengunjung;
  • sumber traffic;
  • halaman yang paling banyak dikunjungi;
  • jumlah leads;
  • conversion rate;
  • formulir atau tombol kontak yang digunakan.

Dari data tersebut, kamu bisa melihat apakah masalahnya ada pada traffic, konten, user experience, atau proses konversi.

Website baru bukan solusi otomatis untuk semua masalah. Yang lebih penting adalah memahami penyebabnya terlebih dahulu.

Sebelum Membuat Website Baru, Periksa Kondisi Website Saat Ini

Tidak semua website bermasalah harus langsung dibuat ulang.

Secara sederhana, kamu bisa membaginya menjadi tiga kondisi.

Pertama, cukup melakukan maintenance.
Pilihan ini cocok jika website masih memiliki struktur yang baik dan masalahnya hanya berkaitan dengan konten, plugin, keamanan, atau performa.

Baca Juga:  Rahasia Membangun Personal Branding yang Kuat dengan Blog

Kedua, melakukan redesign.
Redesign lebih tepat jika struktur dasar website masih dapat digunakan, tetapi tampilan, navigasi, UX, atau identitas visualnya sudah tidak sesuai.

Ketiga, membuat website baru.
Pilihan ini lebih masuk akal jika teknologi yang digunakan sudah terlalu lama, sistem sulit dikembangkan, banyak fungsi tidak lagi kompatibel, atau kebutuhan bisnis sudah berubah secara signifikan.

Jadi, jangan hanya bertanya, “Apakah saya perlu membuat website baru?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah, “Masalah apa yang ingin saya selesaikan dengan website baru?”

Jika jawabannya sudah jelas, proses pembangunan website akan lebih terarah.

Mulai dari Tujuan yang Jelas

Setelah menentukan kebutuhan, kamu bisa mulai menyusun struktur website, memilih CMS atau platform, menentukan domain, dan memilih hosting yang sesuai.

Jika ingin membangun website secara mandiri, kamu bisa mempelajari cara membuat website sendiri untuk memahami tahapan yang perlu disiapkan.

Sementara itu, jika masih ingin mencoba membuat website tanpa mengeluarkan biaya di awal, kamu juga bisa mempelajari cara membuat website gratis dan memahami keterbatasan dari masing-masing pilihan.

Untuk website bisnis dengan kebutuhan standar, kamu bisa memilih Web Hosting DomaiNesia yang sesuai dengan kebutuhan website agar proses pembangunan dapat dimulai dengan lebih terarah. Dengan begitu, website baru bukan hanya terlihat lebih modern, tetapi juga memiliki struktur yang lebih sesuai dengan tujuan bisnis dan kebutuhan pengunjung.

💡

Siap Membangun Website yang Lebih Optimal?

Mulai website baru dengan hosting yang sesuai kebutuhan. Pilih paket Web Hosting untuk membantu website tetap mudah dikelola dan siap mendukung kebutuhan bisnis kamu.

Dapatkan Hosting DomaiNesia!

Kesimpulan

Membuat website baru sebaiknya tidak dilakukan hanya karena website terlihat lama.

Perhatikan terlebih dahulu apakah website masih mampu menyampaikan informasi dengan jelas, memenuhi tujuan bisnis, mudah diperbarui, cepat diakses, responsive, mudah ditemukan di Google, dan memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung.

Jika masalahnya masih dapat diselesaikan melalui maintenance atau optimasi, tidak selalu perlu membangun website dari awal.

Namun, jika fondasi website sudah tidak mampu mendukung kebutuhan bisnis saat ini, redesign atau membuat website baru dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

Yang terpenting, mulai dari masalah dan tujuan yang jelas. Dengan begitu, website baru benar-benar menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar mengganti tampilan lama.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


kholifa
August 2, 2021

terimakasih atas informasinya, artikel ini sangat berguna untuk entrepreneur muda, ditambah lagi membaca artikel berikut akan lebih mengerti dalam digital marketing

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya