Cara Upload File Laravel di Hosting

Oleh Mutiara Auliya
3.63/5 (27)

Upload File Laravel di Hosting – Pada panduan sebelumnya telah dijelaskan apa keunggulan Laravel dibanding dengan framework PHP lainnya. Kemudian telah dijelaskan cara install Laravel di cPanel. Bagi yang belum membacanya silahkan cek Cara Install Laravel. Nah, sekarang DomaiNesia akan menjelaskan cara upload file Laravel ke Hosting. Panduan ini ditujukan untuk kamu yang sudah membuat website berbasis Laravel di localhost lalu ingin diupload di Hosting. Mau tahu caranya? Yuk ikuti panduan berikut

Tahap Persiapan

Sebelum kamu melakukan upload file laravel ke Hosting pastikan telah mempersiapkan beberapa hal di bawah ini :

  1. Akun cPanel Hosting. Untuk melakukan upload file laravel di hosting akan membutuhkan akun cPanel hosting. File laravel bisa kamu upload di domain utama maupun di subdomain.
  2. Akses Internet. Karena panduan ini tidak bisa dilakukan tanpa adanya koneksi internet 🙂
  3. File website Laravel. Tentunya karena panduan ini akan menjelaskan cara upload file laravel di hosting, maka kamu perlu mempersiapkan file website yang berbasis laravel dalam format .zip untuk memudahkan proses upload.

Cara Upload File Laravel ke Hosting

Setelah mempersiapkan ketiga hal yang ada di atas tadi, sekarang saatnya untuk melakukan upload file laravel di hosting. Adapun langkah- langkah nya yaitu :

1. Login cPanel Hosting

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah login ke cPanel. Login cPanel dapat melalui https://namadomain/cpanel, sesuai email yang dikirim dari DomaiNesia mengenai Informasi Account Hosting. Bagi kamu yang belum tahu cara login cPanel, silahkan baca di Cara Mudah Login cPanel Hosting.

2. Menentukan Lokasi Upload

Selanjutnya kamu harus tentukan dimana lokasi file laravel yang akan diupload ke hosting. Kamu bisa upload file laravel apakah di domain utama atau di subdomain. Apabila ingin melakukan upload file laravel di subdomain, silahkan membuat subdomain terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa baca Cara Membuat Subdomain di Hosting. Pada panduan kali ini mengupload file laravel di subdomain.

3. Memilih File Manager

Setelah berhasil login, silahkan ketik file manager pada kolom pencarian. Klik Menu File Manager seperti gambar di bawah ini.

4. Upload File Laravel ke Hosting

Lalu kamu bisa upload file laravel di domain utama atau di subdomain. Apabila menggunakan domain utama, silahkan upload file laravel ke folder public_html. Sedangkan jika kamu menggunakan subdomain, silahkan upload di folder subdomain. Pada panduan kali ini akan melakukan upload file laravel di subdomain larav.websitesaya.net. Pertama- tama kamu bisa membuka folder subdomain, kemudian klik Upload untuk melakukan upload file laravel. Misalnya folder filelaravel.zip.


Setelah itu, silahkan klik Extract.


Jika selesai proses ektraksi folder, selanjutnya adalah memindahkan semua isi folder filelaravel ke folder subdomain. Semua file yang ada di folder filelaravel harus berada di luar folder filelaravel atau bisa dibilang berada di dalam folder subdomain. Untuk memindahkannya kamu bisa klik Select All kemudian klik Move.

Setelah itu pindahkan semua isi file ke dalam folder subdomain. Misalnya panduan kali ini di larav.websitesaya.net. Jika sudah klik Move Files.

Maka jika berhasil memindahkan semua isi file akan seperti gambar di bawah ini.

5. Konfigurasi Database

Setiap melakukan upload file website pasti diikuti dengan konfigurasi database. Nah, untuk konfigurasi database file laravel, hampir sama dengan file website lainnya. Adapun caranya silahkan baca Panduan Setting Database di Hosting. Perbedaannya terletak pada file databasenya saja. Biasanya untuk file website biasa teletak di file koneksi.php, connect.php atau database.php. Namun, untuk file laravel, silahkan edit di file .env.example kemudian rename menjadi .env . Berikut contoh konfigurasi yang ada.

Catatan: DB_PORT hanya digunakan ketika anda melakukan remote SQL. Jika tidak, silakan dihapus saja.

6. Konfigurasi File .htaccess

Setelah konfigurasi database selesai, agar file laravel bisa diakses pada domain utama atau subdomain silahkan melakukan konfigurasi file .htaccess. Kamu bisa memilih file .htaccess lalu klik tab Edit .

Kemudian masukkan perintah di bawah ini pada file .htaccess dan dilanjutkan klik Save Changes.

Contohnya seperti gambar di bawah ini :

7. Upload File Laravel Berhasil!

Jika kamu sudah melakukan konfigurasi dan upload file laravel, kamu bisa mengecek apakah upload file laravel berhasil atau tidak dengan cara mengakses domain utama atau subdomain di web browser. Upload file laravel akan berhasil jika tampilan website seperti yang kamu buat.

Baca Juga : Cara Menjalankan Cronjob Artisan Laravel

Kesimpulan

Sekarang, upload file laravel di Hosting sudah tidak bikin pusing kepala kan? Kamu bisa langsung melakukan upload dengan mudah. Oiya selain Laravel, DomaiNesia juga sudah support Python dan Node.js lho. Tertarik menggunakan hosting terbaik DomaiNesia? Kami memiliki hosting murah dan domain murah dengan teknologi termutakhir. Yuk jangan salah pilih Hosting ya! 😀

Mutiara Auliya

Hi! I am Data Analyst and Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!