• Home
  • Tips
  • Cara Membuat Website dengan Joomla untuk Pemula

Cara Membuat Website dengan Joomla untuk Pemula

Oleh Ratna Patria
Cara Membuat Website dengan Joomla untuk Pemula 1

Halo DomaiNesians! Joomla memungkinkan kamu membuat website company profile, portal informasi, blog, hingga website dengan struktur konten yang cukup kompleks tanpa harus membangun seluruh sistem dari awal.

Namun, membuat website dengan Joomla tidak selesai ketika CMS berhasil diinstal. Kamu masih perlu menyusun halaman, kategori, menu, tampilan, SEO, keamanan, dan backup agar website benar-benar siap digunakan.

Dalam panduan ini, kita akan membuat contoh website company profile dengan struktur sederhana berupa Home, Tentang Kami, Layanan, Blog, dan Kontak. Dengan contoh tersebut, kamu sekaligus dapat memahami hubungan antara Article, Category, Menu Item, Template, dan Module yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan Joomla.

Panduan ini menggunakan Joomla 6 sebagai acuan. Posisi menu atau nama beberapa opsi dapat sedikit berubah mengikuti versi Joomla, Softaculous, dan tema cPanel yang digunakan, tetapi alur utamanya tetap sama.

Persiapan Sebelum Membuat Website dengan Joomla

Sebelum mulai menginstal Joomla, kamu membutuhkan domain dan hosting yang sudah aktif. Domain menjadi alamat website yang dikunjungi pengguna, sedangkan hosting menyimpan file Joomla, database, gambar, template, dan extension yang digunakan website.

Joomla 6 mendukung PHP mulai versi 8.3.0, sedangkan PHP 8.4 menjadi versi yang direkomendasikan dalam dokumentasi teknis Joomla saat ini. Joomla juga membutuhkan database yang kompatibel, seperti MySQL mulai versi 8.0.13 atau MariaDB yang masih berada dalam versi dukungan Joomla.

Kamu tidak harus menghafal seluruh requirement tersebut jika menggunakan hosting yang sudah sesuai untuk aplikasi web modern. Namun, pengecekan versi PHP tetap berguna agar kamu tidak mengalami masalah kompatibilitas setelah instalasi.

Mengecek versi PHP hosting sebelum menginstal Joomla
Pastikan versi PHP pada hosting kompatibel dengan Joomla 6.

Jika kamu belum mempunyai hosting, kamu dapat menggunakan Web Hosting DomaiNesia yang sesuai dengan kebutuhan resource website. Hosting menjadi fondasi Joomla karena seluruh file, database, media, dan konfigurasi website akan berjalan di dalam layanan tersebut.

Cara Install Joomla di cPanel dengan Softaculous

Setelah hosting siap, kamu dapat menginstal Joomla melalui Softaculous yang tersedia di cPanel. Metode ini lebih sederhana daripada instalasi manual karena kamu tidak perlu mengunduh paket Joomla, mengunggah file instalasi, atau menyiapkan database secara terpisah.

Softaculous memang dirancang sebagai auto installer untuk berbagai aplikasi web dan dapat digunakan melalui control panel seperti cPanel. Pada proses instalasi, kamu cukup memilih aplikasi, domain, directory, serta detail akun administrator sebelum Softaculous menjalankan instalasi.

1. Login ke cPanel

Pertama, login ke akun cPanel yang terhubung dengan hosting. Pengguna DomaiNesia dapat mengakses cPanel melalui MyDomaiNesia atau menggunakan informasi login hosting yang sudah diberikan saat layanan diaktifkan.

Jika kamu belum mengetahui prosesnya, ikuti Panduan Login cPanel terlebih dahulu. Setelah berhasil masuk, kamu akan melihat berbagai menu untuk mengatur domain, file website, database, email, keamanan, dan aplikasi.

Tampilan dashboard cPanel sebelum menginstal Joomla.
Login ke cPanel untuk mengakses Softaculous Apps Installer.

2. Buka Softaculous Apps Installer

Gunakan kolom pencarian pada cPanel, kemudian ketik Softaculous. Klik Softaculous Apps untuk membuka halaman pengelolaan aplikasi.

Softaculous dapat muncul pada kelompok menu Software atau menggunakan shortcut tersendiri, tergantung konfigurasi cPanel. Jika menu tersebut tidak ditemukan, pastikan paket hosting yang kamu gunakan memang menyediakan Softaculous.

Menu Softaculous Apps Installer pada cPanel.
Buka Softaculous Apps dari cPanel.

3. Cari Joomla

Setelah halaman Softaculous terbuka, gunakan kolom pencarian aplikasi dan ketik Joomla. Pilih Joomla dari hasil pencarian untuk membuka halaman informasi aplikasi.

Halaman Joomla biasanya menampilkan informasi mengenai aplikasi, versi yang tersedia, fitur, serta tombol untuk memulai instalasi. Gunakan versi stabil Joomla terbaru yang disediakan oleh Softaculous agar website tidak memulai dari versi lama.

Pilihan Joomla di Softaculous Apps Installer.
Pilih Joomla pada Softaculous untuk memulai proses instalasi.

4. Klik Install

Klik Install atau Install Now untuk membuka form instalasi. Softaculous kemudian akan meminta beberapa informasi yang menentukan lokasi Joomla serta akun administrator yang digunakan.

Bagian pertama biasanya berisi konfigurasi Choose Installation URL atau Software Setup. Nama field dapat sedikit berbeda mengikuti versi Softaculous, tetapi prinsip pengaturannya tetap sama.

5. Pilih Protocol dan Domain

Pada Choose Protocol, gunakan https:// apabila SSL pada domain sudah aktif. HTTPS membuat komunikasi antara browser dan website menggunakan koneksi terenkripsi sehingga lebih tepat digunakan untuk website publik.

Pada bagian Choose Domain, pilih domain yang akan digunakan untuk Joomla. Pastikan kamu memilih domain yang benar, terutama apabila satu akun hosting menampung beberapa domain.

Memilih domain untuk instalasi Joomla melalui Softaculous.
Tentukan HTTPS dan domain tempat Joomla akan diinstal.

6. Kosongkan In Directory untuk Domain Utama

Perhatikan field In Directory karena bagian ini menentukan lokasi instalasi Joomla. Softaculous menyarankan field tersebut dibiarkan kosong apabila aplikasi ingin diinstal langsung pada root domain.

Sebagai contoh, jika In Directory dikosongkan, website akan terbuka melalui:

Baca Juga:  Downtime Website Terhadap Citra Merek dan Kepercayaan User

https://contohwebsite.com

Namun, jika kamu memasukkan joomla, website akan berada pada:

https://contohwebsite.com/joomla

Untuk website utama, kosongkan In Directory agar pengunjung dapat membuka Joomla langsung melalui nama domain.

Pengaturan In Directory Joomla pada Softaculous.
Kosongkan In Directory untuk menginstal Joomla langsung pada domain utama.

7. Isi Nama Website

Selanjutnya, masukkan nama website pada bagian Site Name apabila opsi tersebut tersedia. Untuk tutorial ini, kamu dapat menggunakan contoh nama perusahaan seperti Nusa Digital.

Nama tersebut akan menjadi salah satu identitas dasar website Joomla. Kamu masih dapat mengubahnya setelah instalasi melalui Global Configuration sehingga pengaturan ini tidak bersifat permanen.

Mengatur Site Name Joomla melalui Softaculous.
Tentukan nama website yang akan digunakan Joomla.

8. Buat Akun Administrator

Pada bagian Admin Account, buat username dan password yang akan digunakan untuk mengakses backend Joomla. Hindari menggunakan username admin karena username tersebut terlalu umum dan mudah ditebak.

Gunakan password yang panjang serta mengandung kombinasi karakter yang sulit ditebak. Simpan username dan password pada password manager karena akun tersebut mempunyai akses untuk mengubah konten dan konfigurasi website.

Softaculous juga dapat meminta alamat email administrator. Gunakan alamat email yang aktif agar informasi penting terkait instalasi atau akun dapat diterima dengan baik.

Membuat akun administrator Joomla melalui Softaculous.
Buat akun administrator Joomla dengan username dan password yang kuat.

9. Periksa Advanced Options

Softaculous dapat menyediakan bagian Advanced Options untuk pengaturan tambahan seperti nama database, table prefix, backup, dan update. Pengguna pemula umumnya dapat mempertahankan konfigurasi default selama tidak memiliki kebutuhan khusus.

Kamu tidak perlu membuat database sendiri karena Softaculous dapat menangani database sebagai bagian dari proses instalasi. Softaculous juga mendukung parameter lokasi instalasi, database, serta kredensial aplikasi dalam sistem instalasinya.

Advanced Options Joomla pada Softaculous.
Advanced Options menyediakan konfigurasi tambahan untuk instalasi Joomla.

10. Jalankan Instalasi

Periksa kembali domain, directory, nama website, dan informasi administrator. Jika seluruh data sudah benar, klik Install di bagian bawah form.

Softaculous akan membuat instalasi Joomla dan menampilkan pemberitahuan ketika proses sudah berhasil. Setelah instalasi selesai, Softaculous biasanya menyediakan URL website serta URL administrator yang dapat langsung dibuka.

Joomla berhasil diinstal menggunakan Softaculous.
Softaculous akan menampilkan URL website dan halaman administrator setelah instalasi berhasil.

Login ke Joomla Administrator

Setelah instalasi berhasil, kamu perlu masuk ke backend Joomla untuk mulai membangun website. Secara umum, halaman administrator dapat diakses dengan menambahkan /administrator setelah nama domain.

Sebagai contoh, gunakan alamat berikut:

https://contohwebsite.com/administrator

Masukkan username dan password administrator yang dibuat melalui Softaculous. Setelah login berhasil, Joomla akan membuka Home Dashboard yang menjadi pusat pengelolaan konten dan konfigurasi website.

Halaman login Joomla Administrator.
Login ke Joomla Administrator untuk mulai mengelola website.

Selama membuat website, buka frontend dan Administrator pada dua tab browser yang berbeda. Dengan cara tersebut, kamu dapat melakukan perubahan di backend lalu langsung mengecek hasilnya pada halaman website.

Lakukan Konfigurasi Dasar Joomla

Sebelum membuat banyak halaman, buka System → Global Configuration. Area tersebut digunakan untuk mengatur konfigurasi utama yang berlaku pada website.

Periksa Site Name, timezone, default editor, metadata, dan beberapa pengaturan dasar lain. Kamu belum perlu mengaktifkan seluruh fitur optimasi karena struktur website sebaiknya dibangun terlebih dahulu.

Menu Global Configuration di Joomla Administrator.
Global Configuration menyimpan pengaturan utama website Joomla.

Pahami Cara Joomla Menyusun Konten

Sebelum melanjutkan, kamu perlu memahami bahwa struktur konten Joomla berbeda dengan website HTML biasa. Joomla memisahkan Article, Category, Menu Item, Template, dan Module karena setiap bagian mempunyai fungsi berbeda.

Article menyimpan isi halaman, sedangkan Category membantu mengorganisasi banyak Article. Menu Item menghubungkan pengunjung dengan konten, Template menentukan tampilan utama, dan Module digunakan untuk menampilkan blok tambahan pada posisi tertentu.

Memahami hubungan tersebut akan membuat proses berikutnya jauh lebih mudah. Kamu tidak sekadar mengikuti tombol yang perlu diklik, tetapi juga memahami alasan setiap pengaturan dibuat.

Buat Category untuk Blog

Kita akan menggunakan Category untuk mengelompokkan artikel blog. Buka Content → Categories, kemudian klik New.

Isi Title dengan Blog, lalu pastikan Status berada pada Published. Simpan Category tersebut agar dapat digunakan ketika membuat artikel berikutnya.

Joomla dapat menampilkan seluruh Article dalam sebuah Category menggunakan tipe menu seperti Category Blog. Ketika Article baru dimasukkan ke Category tersebut, artikel dapat otomatis masuk ke halaman blog sesuai konfigurasi Menu Item.

Membuat Category Blog di Joomla.
Buat Category Blog untuk mengelompokkan artikel website.

Jika website berkembang, kamu dapat membuat Category tambahan seperti Tutorial, Berita, atau Insight. Namun, hindari membuat terlalu banyak Category sejak awal apabila jumlah kontennya masih sedikit.

Buat Halaman dengan Article

Setelah Category selesai, buka Content → Articles, kemudian klik New. Article merupakan tipe konten utama Joomla yang dapat memuat teks, gambar, link, dan berbagai informasi lain.

Untuk latihan pertama, buat Article dengan judul Tentang Kami. Tambahkan dua atau tiga paragraf mengenai perusahaan, kemudian klik Save & Close.

Buat juga Article Layanan dengan langkah yang sama. Kedua halaman tersebut bersifat statis sehingga tidak harus dimasukkan ke Category Blog.

Selanjutnya, buat satu artikel untuk blog dan pilih Category Blog pada field Category. Dengan konfigurasi tersebut, Joomla mengetahui bahwa Article tersebut merupakan bagian dari kumpulan konten Blog.

Membuat halaman Tentang Kami menggunakan Article Joomla.
Article digunakan untuk membuat halaman dan konten utama website Joomla.

Ketika mengisi Article, gunakan heading secara hierarkis agar isi halaman mudah dipindai. Tambahkan juga gambar yang relevan dan hindari mengunggah file dengan ukuran terlalu besar karena gambar dapat memengaruhi waktu loading halaman.

Buat Menu Navigasi Website

Article yang sudah dibuat belum otomatis muncul pada navigasi. Untuk menghubungkannya dengan menu, buka Menus → Main Menu, kemudian klik New.

Isi Menu Title dengan Tentang Kami. Pada Menu Item Type, pilih Articles → Single Article, kemudian pilih Article Tentang Kami yang sudah dibuat sebelumnya. Joomla memang menggunakan tipe Single Article untuk membuat menu yang mengarah ke satu Article tertentu.

Membuat Menu Item Single Article pada Joomla.
Gunakan Single Article untuk menghubungkan menu dengan halaman Tentang Kami.

Lakukan proses yang sama untuk halaman Layanan. Setelah selesai, kedua halaman tersebut dapat diakses dari navigasi utama website.

Untuk menu Blog, buat Menu Item baru lalu pilih tipe Articles → Category Blog. Pilih Category Blog yang sudah dibuat agar seluruh artikel dalam kategori tersebut dapat ditampilkan dalam satu halaman.

Baca Juga:  Supabase: Fitur, Cara Kerja, dan Opsi Self-Hosting

Cara tersebut membuat pengelolaan blog lebih praktis. Setiap kali Article baru dimasukkan ke Category Blog, kamu tidak perlu membuat Menu Item baru untuk memasukkannya ke halaman utama blog.

Tentukan Homepage Joomla

Website juga membutuhkan satu Menu Item yang berfungsi sebagai homepage. Untuk website company profile sederhana, kamu dapat membuat Article bernama Home, lalu menghubungkannya dengan Menu Item bertipe Single Article.

Setelah Menu Item dibuat, buka daftar Main Menu dan tentukan item tersebut sebagai default Home. Joomla akan menggunakan Menu Item default tersebut ketika pengguna membuka domain tanpa path tambahan.

Menentukan homepage default pada Joomla.
Jadikan Menu Item Home sebagai halaman utama website Joomla.

Isi Article Home tidak harus menampung seluruh elemen homepage. Kamu dapat mengombinasikan Article dengan Module sehingga beberapa bagian halaman dapat dikelola secara terpisah.

Atur Tampilan dengan Template Cassiopeia

Joomla menyediakan Cassiopeia sebagai Site Template bawaan. Template tersebut bersifat responsive dan accessible serta dapat dikustomisasi melalui template options maupun file user.css.

Buka System → Templates → Site Template Styles, kemudian pilih Cassiopeia – Default. Dari halaman tersebut, kamu dapat mengatur beberapa opsi tampilan yang tersedia pada template.

Mulailah dengan mengatur identitas sederhana seperti logo dan brand website. Setelah menyimpan perubahan, buka frontend pada tab lain untuk melihat hasilnya secara langsung.

Mengatur template Cassiopeia pada Joomla.
Cassiopeia dapat dikustomisasi melalui Site Template Styles.
Mengatur template Cassiopeia pada Joomla.
Cassiopeia dapat dikustomisasi melalui Site Template Styles.

Jika hanya membutuhkan perubahan CSS sederhana, kamu dapat menggunakan user.css. Hindari mengubah file core Cassiopeia secara langsung karena file bawaan dapat berubah ketika Joomla diperbarui.

Susun Layout dengan Site Modules

Module digunakan untuk menampilkan blok konten pada posisi yang disediakan Template. Sebagai contoh, kamu dapat menggunakan Module untuk menu, breadcrumbs, search, banner, sidebar, maupun informasi tambahan di footer.

Buka Content → Site Modules untuk melihat Module yang tersedia. Setiap Module memiliki Position serta Menu Assignment yang menentukan lokasi dan halaman tempat Module tersebut ditampilkan.

Sebagai contoh, kamu dapat membuat Custom Module berisi informasi singkat perusahaan. Pilih Position yang sesuai, lalu gunakan Menu Assignment jika Module hanya ingin ditampilkan pada halaman tertentu.

Mengatur Site Modules dan module position di Joomla.
Site Modules membantu menempatkan blok konten pada area tertentu di website Joomla.
Mengatur Site Modules dan module position di Joomla.
Site Modules membantu menempatkan blok konten pada area tertentu di website Joomla.

Cassiopeia menyediakan berbagai posisi yang dapat digunakan oleh Module. Posisi yang tersedia mengikuti Template sehingga nama dan jumlahnya dapat berbeda apabila kamu menggunakan template pihak ketiga.

Buat Halaman Kontak

Website company profile sebaiknya mempunyai halaman yang memudahkan pengunjung menghubungi bisnis. Joomla sudah menyediakan Contacts Component sehingga kebutuhan dasar tersebut dapat dibuat tanpa langsung memasang extension form tambahan.

Buat Contact baru melalui area Contacts, kemudian isi nama, email bisnis, nomor telepon, atau informasi lain yang memang ingin ditampilkan. Joomla Contacts juga mempunyai konfigurasi form email apabila alamat email Contact tersedia.

Setelah Contact selesai dibuat, buka Menus → Main Menu → New. Pilih Menu Item Type Contacts → Single Contact, kemudian hubungkan dengan Contact yang sudah dibuat.

Membuat halaman Contact pada Joomla.
Joomla Contacts dapat digunakan untuk membuat halaman informasi dan formulir kontak.

Setelah langkah ini selesai, website contoh sudah mempunyai Home, Tentang Kami, Layanan, Blog, dan Kontak. Kamu dapat mengecek seluruh menu melalui frontend sebelum melanjutkan ke optimasi.

📈

Website Joomla Sudah Dibangun, Pastikan Hostingnya Siap Menopang Pertumbuhan

Joomla akan terus menyimpan Article, media, extension, database, dan berbagai konfigurasi baru ketika website berkembang. Gunakan hosting yang memberikan resource sesuai kebutuhan agar pengelolaan website tetap praktis saat jumlah konten dan pengunjung bertambah.

Dapatkan Hosting DomaiNesia!

Tambahkan Extension Sesuai Kebutuhan

Joomla sudah menyediakan banyak fungsi melalui core sehingga kamu tidak harus langsung memasang banyak extension. Extension sebaiknya ditambahkan ketika website memang membutuhkan fitur yang belum tersedia secara bawaan.

Sebagai contoh, website mungkin membutuhkan fitur backup tambahan, integrasi layanan eksternal, ecommerce, atau fungsi khusus lainnya. Sebelum memasang extension, kamu dapat melihat pembahasan Plugin dan Ekstensi Joomla untuk memahami pilihan yang tersedia.

Periksa kompatibilitas extension dengan versi Joomla yang digunakan. Hindari extension yang sudah tidak dipelihara karena extension lama dapat menimbulkan konflik ketika Joomla atau PHP diperbarui.

Optimasi SEO Website Joomla

Setelah struktur website selesai, lanjutkan dengan konfigurasi SEO dasar. Joomla sudah mempunyai sejumlah fitur SEO bawaan yang cukup untuk mengatur URL, metadata, serta structured data tanpa harus langsung menggunakan extension SEO.

Aktifkan Search Engine Friendly URL

Buka System → Global Configuration, kemudian cari bagian SEO Settings. Aktifkan Search Engine Friendly URLs agar Joomla menghasilkan URL yang lebih mudah dibaca.

Jika server menggunakan Apache dan konfigurasi hosting mendukungnya, aktifkan Use URL Rewriting. Dokumentasi Joomla juga menginstruksikan perubahan nama htaccess.txt menjadi .htaccess pada root Joomla ketika URL rewriting digunakan pada Apache.

Mengaktifkan Search Engine Friendly URL pada Joomla.
Aktifkan SEF URL dan URL Rewriting untuk menghasilkan struktur URL yang lebih bersih.

Setelah mengubah pengaturan URL, periksa beberapa halaman melalui frontend. Langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh Menu Item masih dapat dibuka dan tidak menghasilkan error 404.

Atur Page Title dan Meta Description

Setiap halaman penting sebaiknya mempunyai title dan meta description yang menjelaskan isi halaman secara spesifik. Metadata yang baik membantu mesin pencari dan pengguna memahami konteks halaman sebelum mengunjunginya.

Hindari memasukkan keyword yang sama berulang kali hanya untuk mengejar optimasi. Jika ingin mendalami penulisannya, kamu dapat membaca panduan menulis meta description sebagai referensi tambahan.

Gunakan Heading Secara Hierarkis

Gunakan heading untuk membantu pembaca memahami struktur konten. Judul utama halaman sebaiknya menjadi heading yang paling penting, kemudian H2 dan H3 digunakan untuk membagi pembahasan berdasarkan konteks.

Jangan memilih heading hanya berdasarkan ukuran teks. Struktur heading seharusnya mengikuti hubungan antarbagian konten agar halaman lebih mudah dipahami oleh pengguna maupun mesin pencari.

Tambahkan Alt Text pada Gambar

Tambahkan alt text pada gambar yang membawa informasi penting. Alt text sebaiknya menjelaskan isi atau fungsi gambar secara singkat dan tidak dipenuhi keyword yang tidak relevan.

Baca Juga:  Cara Menentukan Nilai Domain Secara Akurat dan Profesional

Untuk screenshot tutorial, kamu dapat menggunakan alt text yang menjelaskan aksi dalam gambar. Contohnya adalah “Mengatur Search Engine Friendly URL pada Joomla” daripada hanya menulis “Screenshot Joomla”.

Aktifkan Schema.org

Joomla mempunyai dukungan structured data melalui plugin System – Schema.org. Buka System → Plugins, cari schema, kemudian buka System – Schema.org.

Untuk website company profile, kamu dapat memilih Organization sebagai Base Type. Isi informasi organisasi yang tersedia agar Joomla mempunyai konteks dasar mengenai entitas yang direpresentasikan website.

Mengatur Schema.org Organization pada Joomla.
Gunakan Organization sebagai Base Type Schema.org untuk website perusahaan.

Pada Article tertentu, Joomla juga mendukung schema seperti BlogPosting dan jenis structured data lainnya. Gunakan tipe schema yang benar-benar sesuai dengan isi halaman dan jangan memilih schema hanya karena ingin mendapatkan tampilan tertentu di hasil pencarian.

Optimalkan Performa Website Joomla

Setelah konten dan tampilan selesai, periksa ukuran gambar yang digunakan. Gambar beresolusi sangat besar tetapi ditampilkan dalam ukuran kecil tetap dapat memperlambat proses loading karena browser harus mengunduh file aslinya.

Hapus juga extension atau Module yang sudah tidak digunakan. Semakin sedikit komponen tambahan yang harus diproses tanpa kebutuhan yang jelas, semakin sederhana website untuk dikelola.

Joomla menyediakan sistem caching yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi penyajian halaman. Namun, pengaturan cache sebaiknya diuji terlebih dahulu karena halaman yang mempunyai data dinamis dapat membutuhkan konfigurasi berbeda.

Tingkatkan Keamanan Joomla

Website yang sudah online akan terus berhadapan dengan percobaan login, bot, extension yang perlu diperbarui, dan berbagai risiko keamanan lainnya. Karena itu, keamanan perlu diterapkan sejak website mulai digunakan.

Gunakan password administrator yang kuat dan jangan memberikan akun Super User kepada semua anggota tim. Joomla mempunyai sistem permission yang memungkinkan akses pengguna dibatasi berdasarkan tanggung jawabnya.

Jika website dikelola oleh beberapa orang, kamu dapat mempelajari pengaturan akses pengguna berdasarkan peran di Joomla. Dengan pembagian akses tersebut, editor konten tidak harus mempunyai hak untuk mengubah seluruh konfigurasi sistem.

Aktifkan Multi-factor Authentication

Joomla menyediakan Multi-factor Authentication sebagai bagian dari sistem autentikasinya. Metode yang tersedia mencakup verification code dari aplikasi authenticator, WebAuthn, YubiKey, dan kode autentikasi melalui email.

Aktifkan MFA setidaknya pada akun yang mempunyai hak administrator tinggi. Jika password bocor, lapisan autentikasi tambahan dapat mempersulit akses tidak sah ke dashboard.

Mengaktifkan Multi-factor Authentication pada Joomla.
Aktifkan MFA untuk menambahkan lapisan perlindungan pada akun administrator Joomla.

Pastikan website juga menggunakan HTTPS dan update extension secara berkala. Untuk pengecekan yang lebih luas, lanjutkan ke panduan keamanan website Joomla.

Backup Website Joomla

Backup Joomla harus mencakup file dan database karena keduanya mempunyai fungsi berbeda. File menyimpan Joomla core, media, template, dan extension, sedangkan database menyimpan sebagian besar konten serta konfigurasi website.

Kamu dapat memanfaatkan sistem backup hosting atau menggunakan solusi backup yang sesuai dengan kebutuhan. Apa pun metode yang dipilih, jangan menyimpan satu-satunya backup pada lokasi yang sama dengan website produksi.

Backup juga perlu diuji, terutama sebelum perubahan besar. Dokumentasi Joomla menekankan pentingnya membuat backup sebelum update dan memastikan backup tersebut benar-benar dapat digunakan untuk pemulihan.

Update Joomla Secara Berkala

Joomla terus mendapatkan pembaruan untuk perbaikan sistem dan keamanan. Dashboard Joomla dapat memberikan pemberitahuan ketika update tersedia, sedangkan proses update dapat dijalankan melalui Joomla Update Component.

Sebelum menjalankan update besar, lakukan backup dan periksa kompatibilitas extension serta template. Langkah tersebut penting karena Joomla core yang kompatibel belum tentu berarti seluruh extension pihak ketiga sudah siap untuk versi tujuan.

Halaman Joomla Update pada Joomla Administrator.
Periksa update Joomla secara berkala agar website menggunakan versi yang masih didukung.

Joomla versi modern juga mempunyai fasilitas automatic update. Fitur tersebut dapat membantu maintenance, tetapi website yang bergantung pada banyak extension tetap sebaiknya mempunyai prosedur backup dan pengujian sebelum perubahan versi besar diterapkan.

Checklist Sebelum Website Joomla Online

Setelah seluruh tahap selesai, jangan langsung menganggap website siap dipublikasikan. Lakukan pengecekan terakhir agar masalah sederhana tidak baru diketahui setelah website digunakan pengunjung.

Bagian Yang Perlu Diperiksa
Domain Domain sudah membuka website yang benar
HTTPS Website dapat diakses melalui HTTPS
Homepage Menu Home sudah menjadi halaman default
Navigasi Semua Menu Item dapat dibuka
Mobile Layout tetap nyaman pada layar kecil
Konten Tidak ada dummy text atau konten percobaan
Blog Category Blog menampilkan Article yang benar
Kontak Informasi dan form kontak sudah diuji
URL SEF URL dan rewriting bekerja
Metadata Page title dan meta description sudah diperiksa
Gambar Ukuran file dan alt text sudah sesuai
Schema Base Type dan schema konten sudah dikonfigurasi
User Hak akses pengguna sudah sesuai kebutuhan
MFA Akun administrator penting sudah dilindungi
Extension Extension tidak terpakai sudah dihapus
Update Joomla dan extension menggunakan versi yang sesuai
Backup Backup terbaru tersedia dan dapat dipulihkan

Coba juga membuka website menggunakan mode incognito atau perangkat lain. Pengujian tersebut membantu memastikan website tidak hanya terlihat benar ketika kamu masih login sebagai administrator.

Website Joomla Kamu Sudah Siap Dikembangkan

Cara membuat website dengan Joomla menjadi lebih mudah ketika prosesnya dilakukan secara berurutan. Kamu dapat memulai dari instalasi Joomla melalui cPanel dan Softaculous, kemudian membangun Category dan Article, menghubungkan konten melalui Menu Item, serta menyusun tampilannya menggunakan Template dan Module.

Setelah website dasarnya berfungsi, lanjutkan dengan SEO, performa, keamanan, backup, dan update rutin. Dengan alur tersebut, hasil akhirnya bukan hanya instalasi Joomla yang berhasil, tetapi sebuah website yang mempunyai struktur jelas dan siap dikembangkan mengikuti kebutuhan bisnis.

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya