• Home
  • Tips
  • Tutorial Mudah Cara Mengatasi Error err_name_not_resolved

Tutorial Mudah Cara Mengatasi Error err_name_not_resolved

Oleh Mila Rosyida
Tutorial Mudah Cara Mengatasi Error err_name_not_resolved 1

Hai DomaiNesians! Pesan ERR_NAME_NOT_RESOLVED biasanya muncul ketika browser tidak berhasil menemukan alamat IP dari nama domain yang kamu buka. Untuk mengatasinya, mulai dengan memeriksa penulisan alamat website, mencoba jaringan lain, serta membersihkan cache DNS. Jika error terjadi pada website milikmu, periksa juga masa aktif domain, nameserver, dan DNS record.

Kesalahan ini tidak selalu berarti server hosting sedang mengalami gangguan. Penyebabnya bisa berasal dari browser atau jaringan pengunjung, tetapi bisa juga dari konfigurasi domain yang membuat website tidak dapat ditemukan melalui DNS.

Kenali Sumber Error ERR_NAME_NOT_RESOLVED

ERR_NAME_NOT_RESOLVED menunjukkan adanya kegagalan proses pencarian alamat berdasarkan nama domain. Saat membuka website, perangkat meminta bantuan Domain Name System (DNS) untuk mengetahui alamat IP yang terkait dengan nama tersebut. Apabila proses pencarian gagal, browser tidak dapat melanjutkan koneksi ke website tujuan.

Langkah pertama adalah menentukan apakah gangguan hanya terjadi di perangkatmu atau memang memengaruhi domain yang diakses. Gunakan pemeriksaan singkat berikut agar kamu tidak mencoba solusi yang tidak berkaitan dengan masalahnya.

Gejala Kemungkinan sumber Pemeriksaan awal
Hanya satu website gagal dibuka Nama domain, DNS record, atau cache untuk domain tersebut Periksa URL dan coba jaringan lain
Banyak website tidak dapat dibuka Koneksi atau DNS resolver perangkat/jaringan Uji koneksi internet dan DNS publik
Website milikmu gagal di beberapa jaringan Status domain, delegasi nameserver, atau record DNS Masuk ke panel registrar dan pengelola DNS

Penyebab ERR_NAME_NOT_RESOLVED

Masalah resolusi domain dapat muncul pada beberapa lapisan. Memahami penyebabnya membantu kamu menentukan langkah yang paling aman dan efektif sebelum mengubah konfigurasi jaringan atau domain.

  • Kesalahan penulisan domain: Nama host atau subdomain yang diketik tidak terdaftar atau tidak memiliki record yang sesuai.
  • Cache DNS tidak sesuai: Perangkat atau browser masih menggunakan hasil pencarian DNS yang sudah tidak relevan setelah perubahan konfigurasi.
  • DNS resolver bermasalah: Server DNS yang digunakan jaringan gagal memberikan jawaban yang diperlukan.
  • Nameserver atau DNS record keliru: Domain diarahkan ke penyedia DNS yang salah, atau record untuk hostname tertentu belum dibuat.
  • Domain tidak aktif: Domain yang kedaluwarsa atau mengalami masalah status registrasi dapat mengalami gangguan resolusi.
  • Konfigurasi DNSSEC tidak cocok: Perubahan nameserver tanpa penyesuaian record DS dapat menyebabkan validasi DNS gagal.

Perlu dibedakan bahwa alamat IP lama yang masih tersimpan di cache dapat pula membuat browser menuju server yang salah dan menghasilkan kode error koneksi lain. Jadi, jangan menganggap semua gangguan akibat perubahan IP pasti menampilkan ERR_NAME_NOT_RESOLVED.

Cara Mengatasi ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Browser dan Perangkat

Jika kamu sedang mencoba membuka website orang lain, lakukan pemeriksaan berikut secara berurutan. Mulailah dari cara yang paling sederhana dan hindari mengubah pengaturan sistem yang tidak diperlukan.

Infografis langkah mengatasi ERR_NAME_NOT_RESOLVED dengan pemeriksaan koneksi, cache DNS, nameserver, dan DNS record
Infografis Cara Mengatasi ERR_NAME_NOT_RESOLVED

1. Periksa Alamat Website dan Koneksi Internet

Pastikan nama domain tidak salah ketik, termasuk ekstensi dan subdomain seperti www. Setelah itu, coba buka website lain untuk memastikan perangkat masih dapat mengakses internet.

Jika hanya satu website yang gagal, bukalah alamat tersebut melalui perangkat atau koneksi lain, misalnya hotspot seluler. Apabila website berfungsi di jaringan lain, masalah kemungkinan berada pada jaringan awal atau DNS resolver yang digunakannya.

2. Bersihkan Cache DNS pada Perangkat

Cache DNS menyimpan hasil pencarian domain agar akses berikutnya lebih cepat. Ketika hasil tersebut tidak lagi sesuai, membersihkan cache memungkinkan perangkat meminta informasi terbaru dari DNS resolver.

Windows: Buka Command Prompt, lalu jalankan perintah berikut.

Baca Juga:  Cara Membeli Domain dan Keuntungan Memiliki Nama Domain

macOS: Pada banyak versi macOS modern, buka Terminal dan jalankan perintah berikut. Sistem mungkin meminta kata sandi administrator.

Linux: Jika perangkat menggunakan systemd-resolved, gunakan perintah berikut. Pada distribusi yang memakai layanan DNS lain, langkah pembersihan cache bisa berbeda.

Setelah itu, tutup dan buka kembali browser, lalu uji website yang sebelumnya bermasalah. Membersihkan cache tidak memperbaiki DNS record yang salah pada sisi pemilik domain.

3. Periksa Cache DNS dan Pengaturan Google Chrome

Google Chrome juga dapat menyimpan hasil pencarian nama host. Untuk membersihkannya, buka chrome://net-internals/#dns jika halaman tersebut tersedia pada versi Chrome yang kamu gunakan, lalu pilih Clear host cache.

Jika error masih muncul, buka Setelan > Privasi dan keamanan > Keamanan dan periksa opsi Gunakan DNS aman (Use secure DNS). Pengaturan DNS aman yang menggunakan penyedia tidak dapat dijangkau bisa memengaruhi akses. Uji pengaturan yang sesuai dengan jaringanmu, kemudian kembalikan pengaturan semula apabila perubahan tidak membantu.

Coba juga mode penyamaran atau browser lain untuk mengetahui apakah masalah hanya terjadi pada profil Chrome tertentu. Menonaktifkan ekstensi yang berkaitan dengan proxy, VPN, atau pemfilteran DNS dapat membantu proses diagnosis.

4. Uji DNS Resolver Alternatif

Jika beberapa website gagal dibuka pada jaringan yang sama, cobalah DNS resolver lain untuk membandingkan hasilnya. Sebagai contoh, Cloudflare menyediakan alamat IPv4 1.1.1.1 dan 1.0.0.1, sedangkan Google Public DNS menggunakan 8.8.8.8 dan 8.8.4.4.

Pada Windows, pengaturan tersebut dapat ditemukan melalui properti adaptor jaringan di bagian Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Pada macOS, buka pengaturan jaringan yang aktif lalu periksa bagian DNS. Catat pengaturan sebelumnya agar mudah dikembalikan, terutama jika perangkat dikelola perusahaan atau memakai DNS internal.

Mengganti DNS resolver berguna untuk pengujian, tetapi tidak akan membuat domain yang benar-benar tidak terdaftar atau tidak memiliki konfigurasi DNS tiba-tiba aktif.

5. Periksa VPN, Proxy, Firewall, dan Router

VPN, proxy, aplikasi keamanan, atau pengaturan router tertentu dapat mengubah jalur permintaan DNS. Nonaktifkan sementara hanya komponen yang aman untuk diuji, lalu aktifkan kembali setelah selesai membandingkan hasilnya.

Jika semua perangkat pada satu Wi-Fi mengalami gangguan, coba mulai ulang router sesuai petunjuk perangkat. Hindari langsung mereset seluruh konfigurasi firewall karena tindakan tersebut dapat menghapus kebijakan keamanan yang masih dibutuhkan.

Cara Memperbaiki ERR_NAME_NOT_RESOLVED pada Website Milik Sendiri

Untuk pemilik website atau webmaster, gejala yang muncul di banyak perangkat memerlukan pendekatan berbeda. Pengulangan flush DNS pada laptop pengunjung tidak akan menyelesaikan masalah apabila sumbernya berada pada status domain, delegasi nameserver, atau DNS record website.

1. Cek Masa Aktif dan Status Domain

Masuk ke akun registrar tempat domain didaftarkan dan periksa status serta tanggal kedaluwarsanya. Pada MyDomaiNesia, informasi ini tersedia melalui menu Domains dan daftar domain yang dikelola. Kamu juga dapat membaca panduan status domain di MyDomaiNesia untuk membedakan status aktif, masa tenggang, dan kedaluwarsa.

Jika domain sudah kedaluwarsa, lakukan perpanjangan melalui registrar terkait apabila domain masih berada dalam periode yang memungkinkan pemulihan. Jangan langsung membeli nama domain pengganti sebelum memastikan status dan opsi pemulihannya.

Untuk domain baru atau proyek website berikutnya, tersedia layanandomain DomaiNesia dengan fitur DNS Managementyang dapat dipertimbangkan untuk mengelola nama domain dan pengaturan DNS.

2. Pastikan Nameserver Mengarah ke Penyedia DNS yang Benar

Nameserver menentukan penyedia DNS yang berwenang menjawab permintaan untuk domainmu. Jika domain baru dipindahkan ke Cloudflare atau penyedia DNS lain, pastikan nilai nameserver di registrar sama persis dengan nameserver yang diberikan penyedia tersebut.

Jangan mengganti nameserver secara acak. Jika salah diarahkan, DNS record yang masih tersimpan di penyedia sebelumnya tidak otomatis digunakan. Untuk langkah perubahan melalui panel DomaiNesia, lihat panduan mengubah nameserver domain.

3. Cek DNS Record A, AAAA, dan CNAME

Periksa apakah nama domain utama dan subdomain yang digunakan, misalnya www, mempunyai record yang sesuai pada penyedia DNS aktif. Record A memetakan hostname ke alamat IPv4, AAAA ke IPv6, sedangkan CNAME dapat digunakan untuk mengarahkan hostname ke nama host lain sesuai kebutuhan konfigurasi.

Baca Juga:  Web Server Terbaik di Era Digital: Pilih yang Tepat untuk Websitemu

Pastikan alamat tujuan benar dan record dibuat pada zona DNS yang sedang aktif. Jika menggunakan domain dan hosting dari penyedia berbeda, ikuti panduan pengaturan DNS untuk domain dan hosting terpisah agar konfigurasi tidak diletakkan pada panel yang keliru.

Untuk memeriksa hasil DNS tanpa mengubah konfigurasi, jalankan salah satu perintah berikut pada perangkat yang mendukung nslookup. Ganti contoh.com dengan nama domain yang sedang diperiksa.

Jika jawaban DNS tidak ditemukan, periksa kembali hostname dan record pada panel DNS aktif. Bila hasil berbeda antardomain atau resolver, pertimbangkan waktu cache dan perubahan DNS yang baru dilakukan sebelum menarik kesimpulan.

4. Periksa DNSSEC Jika Validasi Gagal

DNSSEC menambahkan validasi kriptografis pada jawaban DNS. Ketika nameserver diganti tetapi record DS di registrar tidak sesuai dengan kunci DNSSEC penyedia baru, resolver yang melakukan validasi dapat mengembalikan kegagalan seperti SERVFAIL.

Periksa konfigurasi DNSSEC di registrar dan penyedia DNS berdasarkan dokumentasi masing-masing. Jangan langsung mematikan DNSSEC sebagai solusi permanen; perubahan atau penghapusan record DS harus mengikuti proses migrasi yang benar agar domain tetap dapat divalidasi dengan aman.

5. Perhatikan Cache DNS Setelah Perubahan

Perubahan nameserver dan DNS record mungkin belum terlihat sama pada seluruh resolver karena cache dan nilai TTL. Periksa hasil secara berkala menggunakan beberapa resolver, tetapi hindari melakukan perubahan berulang tanpa memastikan konfigurasi terakhir sudah benar.

Apabila domain sudah aktif, nameserver sesuai, dan record DNS benar tetapi masalah berlanjut di berbagai jaringan, hubungi registrar atau penyedia DNS dengan menyertakan nama domain, waktu kejadian, hasil nslookup, dan perubahan terakhir yang dilakukan.

Untuk Pemilik Website dan Webmaster

Website Anda Mengalami ERR_NAME_NOT_RESOLVED?

Cek apakah masa aktif domain Anda sudah habis, nameserver tidak lagi mengarah ke penyedia DNS yang benar, atau DNS record belum sesuai. Untuk kebutuhan domain baru, DomaiNesia menyediakan fitur DNS Management agar pengaturan domain dan DNS lebih praktis dikelola.

Kapan Masalahnya Bukan pada DNS?

Jika nslookup sudah menampilkan alamat IP yang benar, tetapi website tetap gagal dimuat, kemungkinan gangguan terjadi setelah tahap resolusi DNS. Misalnya, server tujuan tidak merespons, koneksi diblokir, atau layanan web sedang tidak berjalan.

Pada kondisi tersebut, catat kode error terbaru yang ditampilkan browser. Jika muncul ERR_CONNECTION_TIMED_OUT, lanjutkan pemeriksaan menggunakan panduan memperbaiki ERR_CONNECTION_TIMED_OUT karena penyebab dan langkah penanganannya berbeda.

Kesimpulan

ERR_NAME_NOT_RESOLVED menandakan browser tidak berhasil menyelesaikan pencarian alamat suatu nama domain. Untuk pengunjung, langkah awal yang paling efektif adalah memeriksa URL, mencoba jaringan lain, membersihkan cache DNS, dan mengevaluasi pengaturan resolver.

Bagi pemilik website, fokus utama beralih ke status domain, nameserver, DNS record, serta konfigurasi DNSSEC. Dengan memisahkan masalah di sisi pengunjung dan pemilik domain, proses penanganan menjadi lebih terarah tanpa perlu melakukan perubahan yang tidak relevan.

FAQ Seputar ERR_NAME_NOT_RESOLVED

Apa arti ERR_NAME_NOT_RESOLVED?

Pesan ini berarti browser tidak berhasil menemukan alamat jaringan untuk nama host yang diminta. Penyebabnya dapat berupa nama domain yang salah, DNS resolver bermasalah, atau konfigurasi DNS yang belum benar.

Apakah ERR_NAME_NOT_RESOLVED berarti hosting sedang down?

Tidak selalu. Kesalahan ini muncul pada proses pencarian alamat domain, sedangkan gangguan hosting dapat terjadi setelah alamat IP berhasil ditemukan.

Bagaimana mengetahui masalah DNS berasal dari website atau perangkat?

Coba domain yang sama dari jaringan dan perangkat berbeda. Jika hanya satu jaringan yang gagal, periksa DNS lokal; jika kegagalan terjadi di banyak jaringan, pemilik website perlu mengecek status domain dan DNS otoritatif.

Apakah domain kedaluwarsa bisa menyebabkan ERR_NAME_NOT_RESOLVED?

Ya, domain yang kedaluwarsa dapat mengalami gangguan resolusi, tergantung kebijakan registrar dan registry. Periksa status domain pada panel registrar dan opsi perpanjangannya sebelum mengubah DNS record.

Apakah mengganti DNS publik selalu menyelesaikan masalah?

Tidak. Mengganti resolver hanya membantu apabila gangguan berasal dari DNS yang digunakan perangkat atau jaringan, bukan jika domain tidak aktif atau record DNS pada penyedia otoritatif memang salah.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya