Cara Upload File WordPress ke Hosting

Oleh Mutiara Auliya
Cara Upload File WordPress ke Hosting 1

Memindahkan website dari localhost ke hosting bisa terasa cukup rumit, terutama bagi kamu yang baru mulai belajar membuat website. WordPress sebenarnya menyediakan proses pembuatan website yang relatif mudah, tetapi cara yang kamu pilih akan menentukan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya.

Secara umum, ada dua cara untuk membuat website dengan WordPress. Pertama, kamu bisa menggunakan layanan yang menyediakan instalasi WordPress secara instan, seperti fitur Instant Deploy: Buat Websitemu dalam 5 Menit! dari DomaiNesia. Jika kamu ingin memahami prosesnya dari awal, kamu juga bisa mempelajari cara membuat website dengan WordPress.

Kedua, kamu bisa mengunduh file WordPress dari wordpress.org, lalu mengembangkan website terlebih dahulu melalui localhost. Jika menggunakan cara ini, kamu perlu memindahkan file WordPress beserta databasenya dari localhost ke hosting agar website dapat online dan diakses melalui internet. Panduan berikut akan menjelaskan cara upload file WordPress ke hosting secara bertahap.

Hosting Web dari Localhost

Sebelum memulai proses upload WordPress dari localhost ke hosting murah, kamu perlu menyiapkan beberapa hal agar proses migrasi berjalan lebih lancar. Persiapan ini mencakup hosting, database, serta metode untuk mengunggah file website.

1. Pastikan kamu sudah memiliki hosting yang mendukung WordPress. Jika belum menentukan layanan yang sesuai, kamu bisa membaca Tips Memilih Hosting untuk Pemula.

2. Kamu perlu memahami cara membuat database dan melakukan impor database karena WordPress umumnya menggunakan MySQL untuk menyimpan data website. Jika kamu mengelola server berbasis Debian secara mandiri, kamu juga bisa mempelajari cara install WordPress di Debian sebagai referensi instalasi WordPress pada lingkungan server tersebut.

3. Agar proses upload lebih mudah, kamu bisa membaca terlebih dahulu Cara Upload File Website ke Hosting. Bagi pemula, penggunaan File Manager lebih praktis karena seluruh proses dapat dilakukan melalui cPanel. Jika sudah terbiasa mengelola file website, kamu juga bisa menggunakan metode upload file dengan FileZilla.

Pada dasarnya, cara upload file WordPress ke hosting hampir sama dengan proses hosting website pada umumnya. Kamu perlu membuat database baru, mengimpor database dari localhost, mengunggah file WordPress ke hosting, lalu menyesuaikan konfigurasi database agar website dapat terhubung dengan benar.

Cara Upload File WordPress ke Hosting

Website WordPress memiliki dua komponen utama yang perlu dipindahkan, yaitu file WordPress dan database. Karena itu, proses upload dari localhost ke hosting dilakukan dengan menyiapkan database MySQL, mengunggah file WordPress, lalu menyesuaikan konfigurasi database pada website.

Setting Database MySQL

Sebelum mengunggah file WordPress, kamu perlu menyiapkan database MySQL terlebih dahulu. Setelah database baru dibuat di hosting, kamu dapat mengimpor database yang sebelumnya digunakan pada localhost melalui phpMyAdmin. Ikuti langkah-langkah berikut agar prosesnya lebih mudah.

1. Login cPanel Hosting

Masuk ke cPanel melalui https://namadomain/cpanel. Setelah halaman login terbuka, masukkan informasi akun hosting sesuai email Informasi Account Hosting yang dikirimkan oleh DomaiNesia.

Cara Upload File WordPress ke Hosting

2. Membuat Database Baru

Untuk membuat database MySQL baru, kamu bisa mengikuti Panduan Membuat Database MySQL di cPanel. Pastikan kamu menyimpan nama database, username, dan password karena informasi tersebut akan digunakan kembali saat mengatur file wp-config.php.

3. Melakukan Impor Database

Setelah database berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah mengimpor database dari localhost. Kamu bisa melakukan impor database melalui phpMyAdmin agar prosesnya lebih mudah. Ketik phpMyAdmin pada kolom pencarian cPanel, lalu klik menu phpMyAdmin.

Cara Upload File WordPress ke Hosting

Pilih database yang sudah kamu buat, lalu buka tab Import. Pada bagian File to Import, klik Choose File dan pilih file berformat .sql yang sebelumnya diekspor dari server lokal atau localhost. Setelah itu, klik Go dan tunggu hingga proses impor selesai.

cara upload file wordpress ke hosting

Jika proses selesai tanpa error, database dari localhost sudah berhasil dipindahkan ke hosting. Apabila suatu saat kamu perlu mengelola akun administrator langsung melalui database, panduan cara membuat user admin WordPress di phpMyAdmin dapat membantu kamu memahami prosesnya.

Upload File WordPress ke Hosting

Setelah database MySQL siap, kamu bisa melanjutkan proses dengan mengunggah file WordPress ke hosting. File ini diperlukan agar seluruh tema, plugin, media, serta file inti WordPress dapat dijalankan dari server hosting.

4. Memilih File Manager

Masuk kembali ke cPanel untuk membuka File Manager. Ketik File Manager pada kolom pencarian, lalu klik menu tersebut untuk mengelola file yang tersimpan di hosting.

Cara Upload File WordPress ke Hosting

5. Memilih Folder Untuk Upload File (Domain)

Setelah File Manager terbuka, pilih direktori public_html pada panel sebelah kiri. Jika website akan digunakan pada domain utama, unggah file WordPress langsung ke direktori public_html. Jika website akan digunakan pada subdomain, unggah file ke folder yang menjadi document root subdomain tersebut. Setelah menentukan direktori, klik Upload untuk memulai proses unggah.

cara upload file wordpress ke hosting

6. Memilih File WordPress

Pilih file WordPress yang ingin kamu upload ke hosting. Sebaiknya, kumpulkan seluruh file WordPress dalam format .zip agar proses upload dan ekstraksi menjadi lebih praktis. Klik Select File untuk memilih file dari perangkat, atau gunakan metode drag and drop dengan menyeret file .zip ke halaman upload. Tunggu hingga proses upload selesai sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

cara upload file wordpress ke hosting

7. Melakukan Ekstrak File WordPress

Setelah proses upload selesai, kembali ke File Manager dan cari file .zip yang baru saja diunggah. Klik kanan pada file tersebut, pilih Extract, lalu tunggu hingga seluruh file WordPress berhasil diekstrak ke direktori yang sudah dipilih.

cara upload file wordpress ke hosting

Sinkronisasi Database WordPress dengan Hosting

Setelah seluruh file WordPress berhasil diunggah, kamu perlu menghubungkan file website dengan database yang sudah diimpor. Sinkronisasi ini diperlukan agar WordPress dapat membaca konten dan konfigurasi yang sebelumnya tersimpan di database localhost.

Jika nama database, username, atau password pada konfigurasi WordPress tidak sesuai dengan database hosting, website dapat menampilkan pesan “Error establishing a database connection!”. Pengaturan koneksi database tersebut berada di dalam file wp-config.php, sehingga kamu perlu menyesuaikannya dengan informasi database yang sudah dibuat sebelumnya.

8. Mengubah Setting Database di wp-config.php

Pilih file wp-config.php, lalu klik Edit. Sesuaikan nama database, username, dan password dengan database yang sudah kamu buat pada langkah awal. Setelah seluruh pengaturan benar, klik Save Changes untuk menyimpan konfigurasi.

Jika kamu lupa informasi database yang digunakan, buka kembali menu MySQL Databases di cPanel. Dari menu tersebut, kamu dapat memeriksa nama database dan username yang sudah dibuat.

cara upload file wordpress ke hosting

Selain menyesuaikan file wp-config.php, kamu juga perlu memeriksa tabel wpna_options atau wp_options. Masuk ke phpMyAdmin, lalu pilih database baru yang sudah menerima hasil impor file .sql. Setelah itu, buka tabel wpna_options dan cari baris dengan option_name bernama siteurl dan home.

cara upload file wordpress ke hosting

Klik Edit pada data tersebut, lalu ubah nilai pada kolom option_value menggunakan domain atau subdomain baru. Pastikan alamat yang dimasukkan sesuai dengan lokasi WordPress yang digunakan di hosting.

cara upload file wordpress ke hosting

Setelah seluruh langkah selesai, website WordPress seharusnya sudah dapat diakses melalui domain yang digunakan. Jika halaman belum mengarah ke WordPress secara otomatis, periksa direktori website dan hapus file default.php apabila file tersebut masih tersedia.

Setelah website aktif, kamu bisa mulai membuat atau memperbarui konten menggunakan editor bawaan WordPress. Jika belum familiar dengan tampilannya, panduan cara menggunakan editor Gutenberg WordPress dapat membantu kamu memahami fungsi blok dan proses penyuntingan konten.

Apabila website dapat dibuka tetapi halaman tertentu menampilkan pesan 404, kamu bisa mengikuti panduan cara mengatasi 404 Not Found di WordPress. Panduan tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk memeriksa masalah halaman yang tidak ditemukan setelah website dipindahkan.

Kesimpulan

Website WordPress yang masih berada di localhost hanya dapat diakses dari perangkat atau lingkungan lokal yang digunakan. Agar website dapat diakses melalui internet, kamu perlu memindahkan database dan file WordPress ke hosting, lalu menyesuaikan konfigurasi database serta alamat website.

Jika mengalami kendala saat proses upload atau konfigurasi, kamu bisa menghubungi Tim Support DomaiNesia melalui live chat atau mengirim tiket. Setelah website berhasil online, kamu juga dapat meningkatkan keamanannya dengan mengikuti panduan Cara Agar WordPress Aman dan menggunakan SSL Gratis untuk membantu melindungi koneksi website.

Mutiara Auliya

Hi! I am Data Analyst and Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Nimbus Plus