Cara Membuat Website Company Profile dengan MCP DomaiNesia
Calon pelanggan bisa mengenal sebuah bakery untuk pertama kalinya melalui Google sebelum mereka datang langsung ke toko. Dalam beberapa detik pertama, website harus mampu memperlihatkan karakter bakery melalui foto, warna, tipografi, cerita brand, serta informasi yang membantu pelanggan mengambil tindakan.
Karena itu, website company profile bakery tidak cukup hanya menampilkan nama bisnis, produk, alamat, dan nomor telepon. Website yang baik harus membawa sebagian pengalaman bakery ke layar sehingga pengunjung dapat membayangkan suasana toko, mengenal produknya, dan memahami karakter brand sebelum mereka datang.
Panduan ini akan membahas cara membuat website company profile bakery menggunakan Vibe Coding dan DomaiNesia AI Agent Access berbasis MCP. Kamu akan menggunakan AI sebagai partner untuk merencanakan, membuat, memeriksa, dan memperbarui website, sedangkan MCP menjadi penghubung antara AI dan resource hosting sesuai tingkat akses yang kamu berikan.
Sebelum Memulai: Tentukan Scope Project
1. Tentukan Tujuan Website Bakery
Kamu perlu menentukan tujuan website sebelum meminta AI menulis kode. Website pada contoh ini berfungsi sebagai company profile yang memperkenalkan brand, produk, cerita bakery, suasana toko, lokasi, serta saluran kontak.
Website ini tidak berfungsi sebagai toko online sehingga kamu tidak membutuhkan shopping cart, checkout, payment gateway, atau akun pelanggan. Scope tersebut membuat arsitektur website lebih sederhana karena kamu dapat menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript tanpa menambahkan database atau CMS yang tidak diperlukan.
Empat halaman sudah cukup untuk memulai project ini, yaitu Home, Products, About, dan Contact. Setiap halaman harus memiliki fungsi yang berbeda agar pengunjung tidak membaca informasi yang sama secara berulang.
2. Siapkan Hosting dan MCP DomaiNesia
Website membutuhkan domain sebagai alamat dan hosting sebagai tempat penyimpanan file yang dapat diakses melalui internet. Jika konsep tersebut masih terasa membingungkan, kamu dapat mempelajari terlebih dahulu perbedaan hosting dan domain sebelum melanjutkan proses deployment.
Pada workflow ini, kamu menggunakan hosting DomaiNesia sebagai tempat website berjalan dan AI Agent Access berbasis MCP sebagai penghubung antara AI dengan resource hosting. Akses yang tersedia bergantung pada permission yang kamu aktifkan sehingga AI tidak selalu memperoleh kebebasan penuh terhadap akun hosting.
Sebelum memulai workflow, kamu perlu memastikan MCP sudah terhubung dengan ChatGPT dan hosting yang akan digunakan. Jika koneksi tersebut belum tersedia, ikuti panduan menghubungkan ChatGPT dengan MCP DomaiNesia terlebih dahulu agar AI dapat mengakses resource hosting sesuai permission yang kamu tentukan.
Kamu sebaiknya menyesuaikan permission dengan pekerjaan yang sedang dilakukan. Gunakan Read-only ketika AI hanya perlu memeriksa kondisi hosting, gunakan No destructive ketika AI perlu membuat atau mengubah resource tanpa tindakan destruktif, dan gunakan akses yang lebih tinggi hanya ketika pekerjaan memang membutuhkannya.
Jika kamu belum memiliki hosting untuk menempatkan website company profile, kamu dapat menggunakan Web Hosting DomaiNesia sebagai fondasi untuk menyimpan file website dan menghubungkannya dengan domain.
3. Gunakan HTML, CSS, dan JavaScript sebagai Fondasi
Website company profile bakery tidak membutuhkan framework frontend yang kompleks jika kebutuhan utamanya adalah menampilkan informasi bisnis dan pengalaman visual. HTML dapat mengatur struktur halaman, CSS dapat membangun sistem visual, sedangkan Vanilla JavaScript dapat menangani interaksi yang memang membutuhkan logika.
Arsitektur sederhana tersebut tetap memungkinkan website memiliki scroll reveal, pergantian visual produk, navigasi mobile, galeri interaktif, dan micro-interaction. Jika kamu ingin memahami fondasinya terlebih dahulu, panduan membuat website dengan HTML dan CSS dapat menjadi referensi tambahan.
Aturan Global untuk AI Agent
Kamu tidak perlu menuliskan semua batasan keamanan pada setiap prompt. Kamu dapat memberikan aturan global berikut pada awal project agar AI memahami batasan yang berlaku selama seluruh workflow.
|
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 |
Anda harus mengikuti design system dan scope project yang telah disepakati. Anda tidak boleh mengubah domain lain yang tidak berkaitan dengan project. Anda tidak boleh mengubah DNS tanpa persetujuan saya. Anda tidak boleh menghapus file, database, backup, atau resource lain tanpa persetujuan saya. Anda harus menggunakan permission paling rendah yang masih cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Anda tidak boleh mengarang informasi bisnis yang belum saya berikan. Anda harus menggunakan placeholder jika informasi bisnis belum tersedia. Anda harus memeriksa kembali perubahan setelah implementasi selesai. Anda harus menjelaskan file dan resource yang berubah. Anda harus berhenti dan meminta persetujuan apabila tindakan berpotensi memengaruhi website production. |
Aturan tersebut menjadi pagar pengaman selama proses Vibe Coding. Kamu tetap dapat menambahkan batasan khusus pada setiap tahap jika pekerjaan tertentu memiliki risiko tambahan.
Tahap 1: Audit Hosting Sebelum Membuat Website
4. Audit Kondisi Hosting dengan Read-only
Kamu tidak sebaiknya meminta AI langsung menulis file ke hosting karena document root dapat berisi website lama, konfigurasi penting, atau file lain yang masih digunakan. Tahap pertama harus berfokus pada pemeriksaan sehingga AI dapat memahami lingkungan hosting sebelum melakukan perubahan.
Gunakan akses Read-only pada tahap ini agar AI hanya dapat membaca informasi. Kamu dapat meminta AI memeriksa domain, document root, versi PHP, status SSL, struktur direktori, file index, dan keberadaan .htaccess.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 |
Anda harus menggunakan DomaiNesia MCP untuk mengaudit hosting saya. Anda hanya boleh membaca informasi pada tahap ini. Anda harus memeriksa domain yang tersedia, domain utama, document root, versi PHP, status SSL, file index, file .htaccess, serta struktur file yang berada pada document root target. Anda juga harus memeriksa apakah document root masih memiliki website, CMS, atau file lama. Anda harus menampilkan hasil audit dan menjelaskan setiap risiko yang ditemukan. Anda tidak boleh membuat, mengubah, memindahkan, atau menghapus file selama tahap audit. |
Hasil audit menjadi dasar untuk menentukan tindakan berikutnya. Jika AI menemukan website aktif atau file penting, kamu harus memahami fungsinya sebelum memberikan izin perubahan.
5. Tentukan Domain, Document Root, dan Backup
Setelah audit selesai, kamu perlu menetapkan satu domain production dan satu document root yang jelas. Struktur tersebut mencegah munculnya banyak folder percobaan seperti final, final2, atau website-baru-final yang menyulitkan maintenance.
Kamu juga harus membuat backup sebelum AI mulai mengubah file production. Backup memberikan jalur pemulihan apabila perubahan berikutnya menyebabkan masalah.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 |
Anda harus menggunakan hasil audit untuk mengidentifikasi domain dan document root yang akan digunakan sebagai target production. Anda harus menjelaskan apakah document root tersebut aman untuk digunakan. Jika target sudah saya setujui, Anda harus membuat arsip backup dari file website yang berada di document root. Anda tidak boleh menghapus atau mengubah file asli ketika membuat backup. Anda harus menyimpan backup di lokasi yang aman dan menampilkan lokasi serta ukuran file setelah proses selesai. Anda tidak boleh melanjutkan proses build apabila backup gagal dibuat. |
Tahap 2: Rancang Website Sebelum Menulis Banyak Kode
6. Buat Project Brief dan Design System
Vibe Coding tidak berarti kamu hanya menulis perintah “buatkan website bakery yang bagus”. Prompt yang terlalu umum memberikan terlalu banyak keputusan kepada AI sehingga warna, tipografi, layout, serta gaya interaksi dapat berubah pada setiap revisi.
Kamu perlu memberikan project brief dan design system sebelum AI membangun halaman. Pada contoh ini, website menggunakan konsep Modern Artisan Bakery dengan warm cream, warm brown, charcoal, natural wood, exposed brick, tipografi editorial, whitespace, serta fotografi yang kuat.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 8 |
Anda harus membuat design system untuk website company profile artisan bakery. Anda harus menggunakan karakter visual warm cream, warm brown, charcoal, natural wood, exposed brick, natural daylight, dan handmade bakery. Anda harus menentukan color tokens, typography, spacing, border radius, shadow, button, navigation, image treatment, section spacing, dan animation timing. Anda harus menggunakan serif editorial untuk heading dan sans-serif yang mudah dibaca untuk body text. Anda tidak boleh menggunakan warna neon, gradient yang mencolok, glassmorphism, atau visual futuristik. Anda belum boleh membuat halaman website. Anda harus menampilkan design system terlebih dahulu agar saya dapat memeriksanya. |
Design system tersebut membantu AI membuat keputusan yang konsisten pada setiap halaman. Kamu juga dapat menggunakan design system yang sama ketika melakukan maintenance beberapa bulan kemudian.
7. Susun Arsitektur Konten
Website company profile bakery dapat menggunakan empat halaman utama agar navigasinya tetap sederhana. Home berfungsi sebagai halaman pengenalan utama, Products menunjukkan produk unggulan, About menjelaskan cerita brand, sedangkan Contact membantu pengunjung menemukan lokasi dan saluran komunikasi.
Homepage sebaiknya membawa pengunjung melewati alur Hero, Brand Introduction, Featured Products, Our Story, Bakery Experience, Gallery, Visit Us, dan Footer. Urutan tersebut membuat website terasa seperti perjalanan mengenal bakery, bukan kumpulan blok informasi yang ditempel tanpa hubungan.
Kamu juga harus menentukan konten yang sudah tersedia dan konten yang masih menggunakan placeholder. AI tidak boleh mengarang alamat, tahun berdiri, penghargaan, harga produk, nama pendiri, atau klaim bisnis yang belum kamu berikan.
Tahap 3: Bangun Website dengan Vibe Coding
8. Bangun Foundation Website
Setelah scope dan design system selesai, AI dapat mulai membuat struktur website. Kamu sebaiknya menggunakan struktur file yang sederhana agar setiap komponen mudah ditemukan ketika website membutuhkan perubahan.
Struktur project dapat menggunakan susunan berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 |
/ ├── index.html ├── products.html ├── about.html ├── contact.html │ ├── assets/ │ ├── images/ │ ├── icons/ │ └── fonts/ │ ├── css/ │ ├── style.css │ └── responsive.css │ └── js/ ├── main.js ├── animations.js └── products.js |
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 8 |
Anda harus membuat foundation website berdasarkan project brief dan design system yang sudah disetujui. Anda harus menggunakan HTML semantik, CSS variables, responsive CSS, serta Vanilla JavaScript. Anda harus membuat halaman Home, Products, About, dan Contact. Anda harus membuat struktur folder assets, CSS, dan JavaScript yang mudah dipelihara. Anda tidak boleh menggunakan framework frontend, database, CMS, sistem login, shopping cart, atau checkout. Anda tidak boleh menghapus file existing yang tidak berkaitan dengan project. Setelah implementasi selesai, Anda harus menampilkan daftar file yang dibuat dan menjelaskan fungsi masing-masing file. |
Siapkan Hosting untuk Proyek Vibe Coding
Gunakan Web Hosting sebagai tempat menyimpan file HTML, CSS, JavaScript, dan asset website company profile agar project dapat dipublikasikan menggunakan domain sendiri.
9. Bangun Homepage Berdasarkan Alur Pengunjung
AI sebaiknya tidak membuat semua section secara acak dalam satu proses. Kamu dapat membangun homepage mengikuti perjalanan pengunjung, mulai dari pengenalan brand hingga informasi yang mendorong mereka datang ke bakery.
Hero harus memperlihatkan karakter bakery melalui foto dan tipografi yang kuat. Section Featured Products kemudian memperlihatkan produk utama, sedangkan Our Story, Bakery Experience, dan Gallery membangun konteks tentang cerita serta suasana bakery.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 8 |
Anda harus membangun homepage berdasarkan design system yang sudah disetujui. Hero harus menggunakan photography sebagai visual utama, headline yang jelas, subheadline yang menjelaskan karakter bakery, satu primary CTA, dan satu secondary CTA. Featured Products harus menggunakan pendekatan editorial dan tidak boleh terlihat seperti katalog ecommerce. Our Story harus menggabungkan teks, photography, whitespace, dan layout editorial untuk menjelaskan identitas bakery. Bakery Experience dan Gallery harus memperlihatkan suasana toko, produk, proses pembuatan, serta pengalaman pelanggan. Visit Us harus menampilkan alamat, jam operasional, WhatsApp, Instagram, dan lokasi jika data tersebut sudah tersedia. Anda harus menggunakan placeholder apabila informasi bisnis belum saya berikan. |
Website tidak memerlukan animasi kompleks pada tahap tersebut. Kamu harus memastikan struktur, hierarki konten, dan alur informasi sudah benar sebelum AI menambahkan motion. Hasilnya akan seperti ini:

10. Gunakan Konten dan Fotografi yang Sesuai Brand
Fotografi memiliki peran besar pada website bakery karena gambar dapat menjelaskan tekstur produk dan suasana toko lebih cepat daripada paragraf yang panjang. Kamu dapat mengelompokkan foto berdasarkan fungsi agar AI memahami konteks setiap asset.
Folder hero dapat menyimpan foto utama, sedangkan folder bread, pastry, interior, people, craftsmanship, dan gallery dapat menyimpan visual untuk section lainnya. Penamaan file yang jelas juga membantu AI memilih asset tanpa harus menebak isi gambar.
Kamu harus memasukkan data bisnis yang sebenarnya setelah struktur halaman stabil. AI hanya boleh menggunakan nama bakery, alamat, nomor WhatsApp, jam operasional, produk, harga, dan cerita brand yang memang kamu berikan.
Tahap 4: Sempurnakan Experience dan Kualitas Website
11. Tambahkan Animasi dan Responsive Design
Animasi sebaiknya masuk setelah konten dan layout stabil sehingga AI tidak mengutamakan efek visual daripada usability. Kamu dapat menggunakan scroll reveal, hover interaction, image transition, serta micro-interaction selama efek tersebut tetap halus.
Website juga harus nyaman digunakan melalui smartphone karena pelanggan dapat menemukan bakery ketika sedang berada di perjalanan. Kamu dapat membaca prinsip responsive web design untuk memahami alasan layout, tipografi, navigasi, dan interaction perlu menyesuaikan ukuran layar.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 |
Anda harus melakukan responsive dan interaction pass terhadap seluruh website. Anda harus memeriksa tampilan mobile portrait, mobile landscape, tablet, desktop, dan layar yang lebih besar. Anda harus memastikan navigation, typography, image, button, dan product interaction tetap dapat digunakan melalui perangkat touch. Anda boleh menambahkan scroll reveal, hover interaction, dan image transition jika efek tersebut membantu hierarchy atau storytelling. Anda harus menggunakan transform dan opacity untuk animasi yang ringan. Anda harus menghormati prefers-reduced-motion dan tidak boleh membuat seluruh elemen bergerak. |
Responsive audit juga harus memastikan website tidak memiliki horizontal scrolling, gambar yang keluar dari viewport, atau tombol yang terlalu kecil. Setiap interaction yang tersedia melalui hover harus memiliki perilaku alternatif pada perangkat touch.
12. Audit Accessibility, SEO, dan Performance
Website yang menarik tetap harus mudah digunakan dan dipahami. AI perlu memeriksa semantic HTML, heading hierarchy, alt text, keyboard navigation, focus state, color contrast, serta label form apabila halaman menggunakan formulir.
SEO dasar juga perlu diterapkan sebelum website online. Setiap halaman membutuhkan title, meta description, satu H1 utama, canonical URL, Open Graph metadata, structured data yang relevan, sitemap, dan robots.txt.
Jika kamu ingin memahami fungsi file tersebut dengan lebih detail, kamu dapat membaca panduan dasar robots.txt. Robots.txt harus dibuat berdasarkan kebutuhan crawling website dan tidak boleh digunakan sembarangan untuk memblokir halaman penting.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 7 8 |
Anda harus melakukan quality audit terhadap seluruh website. Anda harus memeriksa accessibility, semantic HTML, heading hierarchy, alt text, keyboard navigation, focus state, contrast, dan prefers-reduced-motion. Anda harus membuat title serta meta description yang unik untuk setiap halaman. Anda harus memeriksa canonical URL, Open Graph metadata, structured data, sitemap.xml, dan robots.txt. Anda harus memeriksa ukuran gambar, lazy loading, font, CSS, JavaScript, layout shift, dan render-blocking resource. Anda harus memperbaiki masalah yang ditemukan tanpa mengubah design direction utama. Setelah audit selesai, Anda harus menampilkan masalah yang ditemukan dan tindakan perbaikannya. |
Photography menjadi area yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena file gambar biasanya menjadi resource terbesar pada website bakery. AI harus mengoptimalkan ukuran gambar tanpa menurunkan kualitas visual secara berlebihan.
Tahap 5: Audit dan Deploy Website
13. Lakukan Final Code Audit
Kamu harus memeriksa kode sebelum memindahkan project ke kondisi production. Audit tersebut perlu mencakup HTML, CSS, JavaScript, internal link, image path, asset path, metadata, duplicate ID, sitemap, robots.txt, serta referensi yang rusak.
AI juga harus menjelaskan perubahan yang dilakukan ketika audit menemukan masalah. Pendekatan tersebut memudahkan kamu melacak penyebab apabila website memiliki perilaku yang berbeda setelah deployment.
14. Deploy Website melalui MCP DomaiNesia
Deployment harus menggunakan domain dan document root yang sudah disepakati pada tahap audit. AI tidak boleh memilih directory atau domain lain berdasarkan asumsi.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 |
Anda harus melakukan deployment ke domain dan document root yang sudah saya setujui. Sebelum deployment, Anda harus memeriksa kembali nama domain, document root, backup, serta daftar file yang akan diubah. Anda tidak boleh mengubah domain lain, DNS, atau resource di luar document root target. Setelah deployment selesai, Anda harus memeriksa file index, CSS, JavaScript, images, sitemap.xml, dan robots.txt. Anda harus menampilkan file yang berubah serta hasil verifikasi setelah deployment selesai. |
Jika kamu perlu melakukan pemeriksaan manual, kamu juga dapat menggunakan File Manager di cPanel untuk memastikan file utama sudah berada pada lokasi yang tepat. Pemeriksaan manual tersebut dapat menjadi lapisan verifikasi tambahan setelah AI menyelesaikan deployment.
15. Periksa SSL dan DNS Secara Terpisah
Website production harus menggunakan HTTPS, tetapi pemeriksaan SSL tidak otomatis memberikan izin kepada AI untuk mengganti sertifikat. AI harus terlebih dahulu menampilkan status SSL dan masa berlaku sertifikat jika informasi tersebut tersedia.
DNS juga harus diperiksa tanpa langsung mengubah record. Perubahan DNS yang salah dapat memengaruhi website, email, atau layanan lain yang menggunakan domain yang sama.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 |
Anda harus memeriksa SSL dan DNS domain production tanpa melakukan perubahan. Anda harus menampilkan status SSL, masa berlaku sertifikat jika tersedia, serta record DNS yang relevan. Anda harus memeriksa apakah domain mengarah ke layanan hosting yang benar. Jika Anda menemukan masalah, Anda harus menjelaskan masalah dan tindakan yang diperlukan. Anda tidak boleh mengganti SSL atau mengubah DNS sebelum saya memberikan persetujuan. |
16. Lakukan Production QA dan Security Check
Website yang dapat dibuka belum tentu siap digunakan pelanggan. Production QA perlu memastikan homepage, Products, About, Contact, navigation, image, CSS, JavaScript, HTTPS, metadata, sitemap, robots.txt, dan perilaku responsive berjalan sesuai rencana.
Kamu juga perlu memastikan bahwa file publik tidak menyimpan credential, MCP Password, API secret, atau informasi sensitif lainnya. Backup yang mengandung informasi penting sebaiknya tidak berada pada directory yang dapat diakses publik.
Gunakan prompt berikut:
|
1 2 3 4 5 6 |
Anda harus melakukan production QA tanpa mengubah file terlebih dahulu. Anda harus memeriksa seluruh halaman, navigation, internal link, image, CSS, JavaScript, HTTPS, responsive behavior, metadata, sitemap, dan robots.txt. Anda juga harus memastikan bahwa HTML, CSS, JavaScript, dan file publik lainnya tidak mengandung password, MCP credential, atau API secret. Anda harus mengelompokkan hasil sebagai PASS, WARNING, dan FAIL. Jika Anda menemukan FAIL, Anda harus menjelaskan penyebabnya dan menunggu persetujuan sebelum melakukan perbaikan. |
Setelah seluruh pekerjaan selesai, kamu dapat menurunkan permission MCP ke level minimum yang masih dibutuhkan. Maintenance sederhana biasanya tidak membutuhkan Full access sehingga prinsip least privilege tetap dapat diterapkan.
Maintenance Website dengan Vibe Coding
17. Gunakan Bahasa Bisnis ketika Meminta Perubahan
Keuntungan Vibe Coding semakin terasa ketika website sudah online dan membutuhkan perubahan kecil. Kamu tidak harus selalu mengetahui nama file atau fungsi JavaScript yang perlu diedit karena AI dapat memeriksa struktur website terlebih dahulu.
Misalnya, kamu ingin menambahkan produk bernama Olive Sourdough tanpa mengubah bagian lainnya. Kamu dapat memberikan kebutuhan tersebut dalam bahasa yang mudah dipahami sambil tetap membatasi scope perubahan.
|
1 2 3 4 5 6 7 |
Saya ingin menambahkan produk baru bernama Olive Sourdough pada halaman Products. Anda harus mengikuti design system dan struktur produk yang sudah digunakan. Anda tidak boleh mengubah produk lain, navigation, atau struktur utama website Anda harus menggunakan placeholder apabila foto produk belum tersedia. Setelah perubahan selesai, Anda harus memeriksa halaman Products dan menjelaskan file yang berubah. Anda tidak boleh melakukan deployment sebelum menjelaskan hasil perubahan. |
Pola tersebut dapat digunakan untuk mengganti foto, menambahkan produk, memperbarui jam operasional, atau menyesuaikan konten. AI memahami kebutuhan bisnis terlebih dahulu, lalu menentukan perubahan teknis yang diperlukan.
Checklist Sebelum Website Dinyatakan Selesai
Gunakan checklist berikut untuk memastikan project sudah siap digunakan:
- Brand: nama bakery, logo, warna, tipografi, dan photography sudah konsisten.
- Konten: About, Products, Contact, alamat, jam operasional, WhatsApp, dan Instagram sudah menggunakan data yang benar.
- UX: navigation, CTA, Google Maps, WhatsApp, Instagram, dan mobile navigation dapat digunakan.
- Visual: Hero memiliki hierarchy yang kuat, produk mudah dipahami, dan animasi tidak mengganggu pembacaan.
- Technical: HTML, CSS, dan JavaScript berjalan tanpa broken link atau broken asset.
- Responsive: halaman tetap mudah digunakan pada smartphone, tablet, dan desktop.
- SEO: title, meta description, heading, sitemap, robots.txt, canonical, dan structured data sudah diperiksa.
- Hosting: domain dan document root sudah benar serta HTTPS sudah aktif.
- Security: file publik tidak menyimpan credential atau informasi sensitif.
- Backup: backup sebelum deployment masih tersedia pada lokasi yang aman.
- MCP: permission sudah dikembalikan ke level minimum yang masih diperlukan.
Dari Ide Bakery Menjadi Website Production
Website company profile bakery tidak membutuhkan arsitektur yang rumit untuk menghasilkan pengalaman yang menarik. Kombinasi HTML, CSS, JavaScript, fotografi yang tepat, design system yang konsisten, dan interaction yang terukur sudah cukup untuk menghadirkan karakter bakery melalui layar.
Vibe Coding membuat proses tersebut lebih mudah diikuti karena kamu dapat menjelaskan kebutuhan melalui bahasa manusia sebelum AI menerjemahkannya menjadi pekerjaan teknis. MCP DomaiNesia kemudian membantu AI berinteraksi dengan resource hosting sesuai permission yang kamu tentukan.
Kunci workflow ini bukan memberikan akses sebesar-besarnya kepada AI. Kamu justru perlu membagi pekerjaan menjadi tahap inspect, plan, implement, verify, dan report sehingga setiap perubahan tetap dapat dipahami dan dikendalikan.
Dengan pola tersebut, website tidak hanya menjelaskan bahwa bakery menjual roti dan pastry. Website dapat membantu pengunjung mengenal brand, memahami produknya, membayangkan suasana tokonya, kemudian memutuskan untuk datang dan merasakan pengalaman tersebut secara langsung.