• Home
  • Tips
  • Cara Membuat Website Company Profile dengan MCP DomaiNesia

Cara Membuat Website Company Profile dengan MCP DomaiNesia

Oleh Mila Rosyida
Cara Membuat Website Company Profile dengan MCP DomaiNesia 1

Calon pelanggan bisa mengenal sebuah bakery untuk pertama kalinya melalui Google sebelum mereka datang langsung ke toko. Dalam beberapa detik pertama, website harus mampu memperlihatkan karakter bakery melalui foto, warna, tipografi, cerita brand, serta informasi yang membantu pelanggan mengambil tindakan.

Karena itu, website company profile bakery tidak cukup hanya menampilkan nama bisnis, produk, alamat, dan nomor telepon. Website yang baik harus membawa sebagian pengalaman bakery ke layar sehingga pengunjung dapat membayangkan suasana toko, mengenal produknya, dan memahami karakter brand sebelum mereka datang.

Panduan ini akan membahas cara membuat website company profile bakery menggunakan Vibe Coding dan DomaiNesia AI Agent Access berbasis MCP. Kamu akan menggunakan AI sebagai partner untuk merencanakan, membuat, memeriksa, dan memperbarui website, sedangkan MCP menjadi penghubung antara AI dan resource hosting sesuai tingkat akses yang kamu berikan.

Sebelum Memulai: Tentukan Scope Project

1. Tentukan Tujuan Website Bakery

Kamu perlu menentukan tujuan website sebelum meminta AI menulis kode. Website pada contoh ini berfungsi sebagai company profile yang memperkenalkan brand, produk, cerita bakery, suasana toko, lokasi, serta saluran kontak.

Website ini tidak berfungsi sebagai toko online sehingga kamu tidak membutuhkan shopping cart, checkout, payment gateway, atau akun pelanggan. Scope tersebut membuat arsitektur website lebih sederhana karena kamu dapat menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript tanpa menambahkan database atau CMS yang tidak diperlukan.

Empat halaman sudah cukup untuk memulai project ini, yaitu Home, Products, About, dan Contact. Setiap halaman harus memiliki fungsi yang berbeda agar pengunjung tidak membaca informasi yang sama secara berulang.

2. Siapkan Hosting dan MCP DomaiNesia

Website membutuhkan domain sebagai alamat dan hosting sebagai tempat penyimpanan file yang dapat diakses melalui internet. Jika konsep tersebut masih terasa membingungkan, kamu dapat mempelajari terlebih dahulu perbedaan hosting dan domain sebelum melanjutkan proses deployment.

Pada workflow ini, kamu menggunakan hosting DomaiNesia sebagai tempat website berjalan dan AI Agent Access berbasis MCP sebagai penghubung antara AI dengan resource hosting. Akses yang tersedia bergantung pada permission yang kamu aktifkan sehingga AI tidak selalu memperoleh kebebasan penuh terhadap akun hosting.

Sebelum memulai workflow, kamu perlu memastikan MCP sudah terhubung dengan ChatGPT dan hosting yang akan digunakan. Jika koneksi tersebut belum tersedia, ikuti panduan menghubungkan ChatGPT dengan MCP DomaiNesia terlebih dahulu agar AI dapat mengakses resource hosting sesuai permission yang kamu tentukan.

Kamu sebaiknya menyesuaikan permission dengan pekerjaan yang sedang dilakukan. Gunakan Read-only ketika AI hanya perlu memeriksa kondisi hosting, gunakan No destructive ketika AI perlu membuat atau mengubah resource tanpa tindakan destruktif, dan gunakan akses yang lebih tinggi hanya ketika pekerjaan memang membutuhkannya.

Jika kamu belum memiliki hosting untuk menempatkan website company profile, kamu dapat menggunakan Web Hosting DomaiNesia sebagai fondasi untuk menyimpan file website dan menghubungkannya dengan domain.

3. Gunakan HTML, CSS, dan JavaScript sebagai Fondasi

Website company profile bakery tidak membutuhkan framework frontend yang kompleks jika kebutuhan utamanya adalah menampilkan informasi bisnis dan pengalaman visual. HTML dapat mengatur struktur halaman, CSS dapat membangun sistem visual, sedangkan Vanilla JavaScript dapat menangani interaksi yang memang membutuhkan logika.

Arsitektur sederhana tersebut tetap memungkinkan website memiliki scroll reveal, pergantian visual produk, navigasi mobile, galeri interaktif, dan micro-interaction. Jika kamu ingin memahami fondasinya terlebih dahulu, panduan membuat website dengan HTML dan CSS dapat menjadi referensi tambahan.

Aturan Global untuk AI Agent

Kamu tidak perlu menuliskan semua batasan keamanan pada setiap prompt. Kamu dapat memberikan aturan global berikut pada awal project agar AI memahami batasan yang berlaku selama seluruh workflow.

Aturan tersebut menjadi pagar pengaman selama proses Vibe Coding. Kamu tetap dapat menambahkan batasan khusus pada setiap tahap jika pekerjaan tertentu memiliki risiko tambahan.

Tahap 1: Audit Hosting Sebelum Membuat Website

4. Audit Kondisi Hosting dengan Read-only

Kamu tidak sebaiknya meminta AI langsung menulis file ke hosting karena document root dapat berisi website lama, konfigurasi penting, atau file lain yang masih digunakan. Tahap pertama harus berfokus pada pemeriksaan sehingga AI dapat memahami lingkungan hosting sebelum melakukan perubahan.

Gunakan akses Read-only pada tahap ini agar AI hanya dapat membaca informasi. Kamu dapat meminta AI memeriksa domain, document root, versi PHP, status SSL, struktur direktori, file index, dan keberadaan .htaccess.

Gunakan prompt berikut:

Hasil audit menjadi dasar untuk menentukan tindakan berikutnya. Jika AI menemukan website aktif atau file penting, kamu harus memahami fungsinya sebelum memberikan izin perubahan.

5. Tentukan Domain, Document Root, dan Backup

Setelah audit selesai, kamu perlu menetapkan satu domain production dan satu document root yang jelas. Struktur tersebut mencegah munculnya banyak folder percobaan seperti final, final2, atau website-baru-final yang menyulitkan maintenance.

Kamu juga harus membuat backup sebelum AI mulai mengubah file production. Backup memberikan jalur pemulihan apabila perubahan berikutnya menyebabkan masalah.

Gunakan prompt berikut:

Tahap 2: Rancang Website Sebelum Menulis Banyak Kode

6. Buat Project Brief dan Design System

Vibe Coding tidak berarti kamu hanya menulis perintah “buatkan website bakery yang bagus”. Prompt yang terlalu umum memberikan terlalu banyak keputusan kepada AI sehingga warna, tipografi, layout, serta gaya interaksi dapat berubah pada setiap revisi.

Kamu perlu memberikan project brief dan design system sebelum AI membangun halaman. Pada contoh ini, website menggunakan konsep Modern Artisan Bakery dengan warm cream, warm brown, charcoal, natural wood, exposed brick, tipografi editorial, whitespace, serta fotografi yang kuat.

Gunakan prompt berikut:

Design system tersebut membantu AI membuat keputusan yang konsisten pada setiap halaman. Kamu juga dapat menggunakan design system yang sama ketika melakukan maintenance beberapa bulan kemudian.

7. Susun Arsitektur Konten

Website company profile bakery dapat menggunakan empat halaman utama agar navigasinya tetap sederhana. Home berfungsi sebagai halaman pengenalan utama, Products menunjukkan produk unggulan, About menjelaskan cerita brand, sedangkan Contact membantu pengunjung menemukan lokasi dan saluran komunikasi.

Homepage sebaiknya membawa pengunjung melewati alur Hero, Brand Introduction, Featured Products, Our Story, Bakery Experience, Gallery, Visit Us, dan Footer. Urutan tersebut membuat website terasa seperti perjalanan mengenal bakery, bukan kumpulan blok informasi yang ditempel tanpa hubungan.

Kamu juga harus menentukan konten yang sudah tersedia dan konten yang masih menggunakan placeholder. AI tidak boleh mengarang alamat, tahun berdiri, penghargaan, harga produk, nama pendiri, atau klaim bisnis yang belum kamu berikan.

Tahap 3: Bangun Website dengan Vibe Coding

8. Bangun Foundation Website

Setelah scope dan design system selesai, AI dapat mulai membuat struktur website. Kamu sebaiknya menggunakan struktur file yang sederhana agar setiap komponen mudah ditemukan ketika website membutuhkan perubahan.

Struktur project dapat menggunakan susunan berikut:

Gunakan prompt berikut:

💻

Siapkan Hosting untuk Proyek Vibe Coding

Gunakan Web Hosting sebagai tempat menyimpan file HTML, CSS, JavaScript, dan asset website company profile agar project dapat dipublikasikan menggunakan domain sendiri.

Coba Hosting dengan MCP!

9. Bangun Homepage Berdasarkan Alur Pengunjung

AI sebaiknya tidak membuat semua section secara acak dalam satu proses. Kamu dapat membangun homepage mengikuti perjalanan pengunjung, mulai dari pengenalan brand hingga informasi yang mendorong mereka datang ke bakery.

Hero harus memperlihatkan karakter bakery melalui foto dan tipografi yang kuat. Section Featured Products kemudian memperlihatkan produk utama, sedangkan Our Story, Bakery Experience, dan Gallery membangun konteks tentang cerita serta suasana bakery.

Gunakan prompt berikut:

Website tidak memerlukan animasi kompleks pada tahap tersebut. Kamu harus memastikan struktur, hierarki konten, dan alur informasi sudah benar sebelum AI menambahkan motion. Hasilnya akan seperti ini:

Website company profile

10. Gunakan Konten dan Fotografi yang Sesuai Brand

Fotografi memiliki peran besar pada website bakery karena gambar dapat menjelaskan tekstur produk dan suasana toko lebih cepat daripada paragraf yang panjang. Kamu dapat mengelompokkan foto berdasarkan fungsi agar AI memahami konteks setiap asset.

Folder hero dapat menyimpan foto utama, sedangkan folder bread, pastry, interior, people, craftsmanship, dan gallery dapat menyimpan visual untuk section lainnya. Penamaan file yang jelas juga membantu AI memilih asset tanpa harus menebak isi gambar.

Kamu harus memasukkan data bisnis yang sebenarnya setelah struktur halaman stabil. AI hanya boleh menggunakan nama bakery, alamat, nomor WhatsApp, jam operasional, produk, harga, dan cerita brand yang memang kamu berikan.

Tahap 4: Sempurnakan Experience dan Kualitas Website

11. Tambahkan Animasi dan Responsive Design

Animasi sebaiknya masuk setelah konten dan layout stabil sehingga AI tidak mengutamakan efek visual daripada usability. Kamu dapat menggunakan scroll reveal, hover interaction, image transition, serta micro-interaction selama efek tersebut tetap halus.

Website juga harus nyaman digunakan melalui smartphone karena pelanggan dapat menemukan bakery ketika sedang berada di perjalanan. Kamu dapat membaca prinsip responsive web design untuk memahami alasan layout, tipografi, navigasi, dan interaction perlu menyesuaikan ukuran layar.

Gunakan prompt berikut:

Responsive audit juga harus memastikan website tidak memiliki horizontal scrolling, gambar yang keluar dari viewport, atau tombol yang terlalu kecil. Setiap interaction yang tersedia melalui hover harus memiliki perilaku alternatif pada perangkat touch.

12. Audit Accessibility, SEO, dan Performance

Website yang menarik tetap harus mudah digunakan dan dipahami. AI perlu memeriksa semantic HTML, heading hierarchy, alt text, keyboard navigation, focus state, color contrast, serta label form apabila halaman menggunakan formulir.

SEO dasar juga perlu diterapkan sebelum website online. Setiap halaman membutuhkan title, meta description, satu H1 utama, canonical URL, Open Graph metadata, structured data yang relevan, sitemap, dan robots.txt.

Jika kamu ingin memahami fungsi file tersebut dengan lebih detail, kamu dapat membaca panduan dasar robots.txt. Robots.txt harus dibuat berdasarkan kebutuhan crawling website dan tidak boleh digunakan sembarangan untuk memblokir halaman penting.

Gunakan prompt berikut:

Photography menjadi area yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena file gambar biasanya menjadi resource terbesar pada website bakery. AI harus mengoptimalkan ukuran gambar tanpa menurunkan kualitas visual secara berlebihan.

Tahap 5: Audit dan Deploy Website

13. Lakukan Final Code Audit

Kamu harus memeriksa kode sebelum memindahkan project ke kondisi production. Audit tersebut perlu mencakup HTML, CSS, JavaScript, internal link, image path, asset path, metadata, duplicate ID, sitemap, robots.txt, serta referensi yang rusak.

AI juga harus menjelaskan perubahan yang dilakukan ketika audit menemukan masalah. Pendekatan tersebut memudahkan kamu melacak penyebab apabila website memiliki perilaku yang berbeda setelah deployment.

14. Deploy Website melalui MCP DomaiNesia

Deployment harus menggunakan domain dan document root yang sudah disepakati pada tahap audit. AI tidak boleh memilih directory atau domain lain berdasarkan asumsi.

Gunakan prompt berikut:

Jika kamu perlu melakukan pemeriksaan manual, kamu juga dapat menggunakan File Manager di cPanel untuk memastikan file utama sudah berada pada lokasi yang tepat. Pemeriksaan manual tersebut dapat menjadi lapisan verifikasi tambahan setelah AI menyelesaikan deployment.

15. Periksa SSL dan DNS Secara Terpisah

Website production harus menggunakan HTTPS, tetapi pemeriksaan SSL tidak otomatis memberikan izin kepada AI untuk mengganti sertifikat. AI harus terlebih dahulu menampilkan status SSL dan masa berlaku sertifikat jika informasi tersebut tersedia.

DNS juga harus diperiksa tanpa langsung mengubah record. Perubahan DNS yang salah dapat memengaruhi website, email, atau layanan lain yang menggunakan domain yang sama.

Gunakan prompt berikut:

16. Lakukan Production QA dan Security Check

Website yang dapat dibuka belum tentu siap digunakan pelanggan. Production QA perlu memastikan homepage, Products, About, Contact, navigation, image, CSS, JavaScript, HTTPS, metadata, sitemap, robots.txt, dan perilaku responsive berjalan sesuai rencana.

Kamu juga perlu memastikan bahwa file publik tidak menyimpan credential, MCP Password, API secret, atau informasi sensitif lainnya. Backup yang mengandung informasi penting sebaiknya tidak berada pada directory yang dapat diakses publik.

Gunakan prompt berikut:

Setelah seluruh pekerjaan selesai, kamu dapat menurunkan permission MCP ke level minimum yang masih dibutuhkan. Maintenance sederhana biasanya tidak membutuhkan Full access sehingga prinsip least privilege tetap dapat diterapkan.

Maintenance Website dengan Vibe Coding

17. Gunakan Bahasa Bisnis ketika Meminta Perubahan

Keuntungan Vibe Coding semakin terasa ketika website sudah online dan membutuhkan perubahan kecil. Kamu tidak harus selalu mengetahui nama file atau fungsi JavaScript yang perlu diedit karena AI dapat memeriksa struktur website terlebih dahulu.

Misalnya, kamu ingin menambahkan produk bernama Olive Sourdough tanpa mengubah bagian lainnya. Kamu dapat memberikan kebutuhan tersebut dalam bahasa yang mudah dipahami sambil tetap membatasi scope perubahan.

Pola tersebut dapat digunakan untuk mengganti foto, menambahkan produk, memperbarui jam operasional, atau menyesuaikan konten. AI memahami kebutuhan bisnis terlebih dahulu, lalu menentukan perubahan teknis yang diperlukan.

Checklist Sebelum Website Dinyatakan Selesai

Gunakan checklist berikut untuk memastikan project sudah siap digunakan:

  • Brand: nama bakery, logo, warna, tipografi, dan photography sudah konsisten.
  • Konten: About, Products, Contact, alamat, jam operasional, WhatsApp, dan Instagram sudah menggunakan data yang benar.
  • UX: navigation, CTA, Google Maps, WhatsApp, Instagram, dan mobile navigation dapat digunakan.
  • Visual: Hero memiliki hierarchy yang kuat, produk mudah dipahami, dan animasi tidak mengganggu pembacaan.
  • Technical: HTML, CSS, dan JavaScript berjalan tanpa broken link atau broken asset.
  • Responsive: halaman tetap mudah digunakan pada smartphone, tablet, dan desktop.
  • SEO: title, meta description, heading, sitemap, robots.txt, canonical, dan structured data sudah diperiksa.
  • Hosting: domain dan document root sudah benar serta HTTPS sudah aktif.
  • Security: file publik tidak menyimpan credential atau informasi sensitif.
  • Backup: backup sebelum deployment masih tersedia pada lokasi yang aman.
  • MCP: permission sudah dikembalikan ke level minimum yang masih diperlukan.
Baca Juga:  10 Tanda Website Kamu Perlu Dibuat Ulang atau Redesign

Dari Ide Bakery Menjadi Website Production

Website company profile bakery tidak membutuhkan arsitektur yang rumit untuk menghasilkan pengalaman yang menarik. Kombinasi HTML, CSS, JavaScript, fotografi yang tepat, design system yang konsisten, dan interaction yang terukur sudah cukup untuk menghadirkan karakter bakery melalui layar.

Vibe Coding membuat proses tersebut lebih mudah diikuti karena kamu dapat menjelaskan kebutuhan melalui bahasa manusia sebelum AI menerjemahkannya menjadi pekerjaan teknis. MCP DomaiNesia kemudian membantu AI berinteraksi dengan resource hosting sesuai permission yang kamu tentukan.

Kunci workflow ini bukan memberikan akses sebesar-besarnya kepada AI. Kamu justru perlu membagi pekerjaan menjadi tahap inspect, plan, implement, verify, dan report sehingga setiap perubahan tetap dapat dipahami dan dikendalikan.

Dengan pola tersebut, website tidak hanya menjelaskan bahwa bakery menjual roti dan pastry. Website dapat membantu pengunjung mengenal brand, memahami produknya, membayangkan suasana tokonya, kemudian memutuskan untuk datang dan merasakan pengalaman tersebut secara langsung.

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya

Hosting Nimbus Plus