• Home
  • Berita
  • Debian Adalah Distro Linux Populer Selain Ubuntu, Apa Perbedaannya?

Debian Adalah Distro Linux Populer Selain Ubuntu, Apa Perbedaannya?

Oleh Mila Rosyida

Selain Ubuntu, Debian adalah salah satu pilihan para ahli IT khususnya yang bekerja di bagian server. Selain itu, Debian juga bisa diinstal ke dalam Cloud VPS. Cloud VPS adalah pengembangan tingkat lanjut dari server yang tidak nyata atau secara virtual (VPS). Apa perbedaan Cloud VPS DomaiNesia dengan yang lainnya? Selengkapnya kamu bisa baca Mengenal Cloud VPS DomaiNesia.

Apa itu Debian?

Kamu pasti sudah familiar dengan sistem operasi Windows dan Linux.

Ubuntu dan Debian adalah dua sistem operasi berbasis kernel Linux yang sedang naik daun saat ini.

Namun, kedua distro ini memiliki perbedaan pada pengalaman dan fungsional di setiap aspeknya.

Memilih salah satu diantara kedua distro ini adalah hal yang sulit dilakukan.

Secara umum debian adalah yang dianggap sangat cocok untuk user yang sudah berpengalaman, sedangkan ubuntu ditargetkan untuk pemula.

debian adalah

Debian adalah sistem operasi yang terdiri dari software package yang dirilis sebagai free dan open software dibawah lisensi GNU General Public License dan lisensi software gratis yang lainnya. 

Fungsi Debian

Debian adalah salah satu distribusi Linux lama yang tersedia di pasar untuk pengguna admin Linux.

Hal ini yang mendasari debian menjadi distribusi Linux yang paling stabil dan serbaguna.

Selain itu, kamu dapat menjalankan debian pada banyak perangkat seperti laptop, desktop dan server.

Berikut detail fungsi debian yang perlu kamu ketahui :

Sebagai sistem operasi laptop dan desktop

Sesuai dengan yang sudah dijelaskan sebelumnya, debian merupakan salah satu sistem operasi untuk laptop dan desktop.

Debian dapat digunakan untuk berbagai jenis hardware mulai dari yang generasi lama hingga modern.

Tak hanya itu, debian memiliki puluhan ribu packages yang tidak dimiliki oleh operating sistem yang lain seperti microsoft office yang tidak tersedia pada linux pada debian digantikan dengan LibreOffice.  

Membangun Server

Fungsi lain debian selain sebagai sistem operasi desktop adalah untuk membangun server mulai dari server web, server mail, DNS dan lain sebagainya.

Debian tidak perlu spesifikasi hardware yang kompleks,  kamu dapat menginstalnya pada PC 32 bit atau yang lebih tinggi.

Debian server sudah mampu memberikan performa yang stabil beserta tingkat keamanan yang cukup ketat.

Sejarah Debian

Debian merupakan distro asli yang dibuat pada tahun 1993 oleh Ian Murdock.

Nama debian merupakan gabungan dari nama Ian Murdock dan istrinya Debra.

Debian didukung dan disponsori oleh GBU project dari The Free software foundation.

Ian beserta kelompok developer lainnya mengembangkan debian hingga pada tahun 1996 Ian menyerahkannya pada Bruce Perens.

Setelah penyerahan kepemimpinan pada Bruce Perens, versi debian mulai mengambil nama karakter dari film Toy Story.

Salah satu hal yang mendasari keputusan ini yaitu Bruce sendiri merupakan salah satu engineer dari Pixar yang memproduksi film Toy Story.

Pada setiap versi terbaru yang rilis, debian menghadirkan sistem yang selalu lebih stabil dan aman.

Tak hanya itu, tiap versinya disertai dengan packages yang selalu berkembang begitu juga dengan jumlah developer yang terlibat di dalamnya.

Uniknya lagi, debian menamakan salah satu versinya yang tidak stabil bernama “Sid”.

Sebab pada film Toy Story, karakter Sid merupakan sosok yang digambarkan suka menghancurkan mainan.

Keunggulan Debian

Kehadiran debian banyak memberikan manfaat bagi penggunanya.

Hal inilah yang mendorong debian mulai populer akhir-akhir ini. Keunggulan yang dimiliki debian diantaranya : 

Free dan Open Source

Kelemahan dari sistem operasi Windows yaitu tidak mudah diakses sebab tidak gratis.

Disisi lain, Linux menawarkan sistem operasi yang free dan open source.

Hal ini menyebabkan sistem operasi Linux telah mendapatkan banyak popularitas ditambah dengan stabilitas dan fleksibilitasnya.

Sebab sifatnya yang free dan open source, sistem operasi debian menjadi basis pengembangan software distribusi Linux gratis yang lainnya.

Distribusi dari Linux yang Sudah Terancang

Keunggulan lain yang dimiliki oleh debian adalah kemapanan.

Sebab sudah dirilis lebih dari dua dekade, debian merupakan salah satu distribusi dari linux yang tertua dan paling mapan tersedia untuk umum secara gratis.

Hal ini memiliki manfaat yang lebih spesifik bagi developer dan user. Mengingat adanya komunitas open source yang mengembangkan sistem operasi inilah yang membuat debian menjadi matang.

Hal ini berarti bahwa terdapat list dari resources dan support yang tersedia untuk developer dan user.

Banyak developer bereputasi dan kompeten yang telah membangun pengalaman menulis untuk debian.

Oleh karena itu jika terdapat individu atau organisasi  end-users dapat dengan mudah menggunakan debian siap pakai yang tersedia. 

Support untuk Arsitektur Sistem yang Berbeda

Berbeda dengan distribusi linux lainnya seperti Linux Mint hanya support untuk 32/64 bit Intel chips, debian dapat berjalan pada hampir setiap arsitektur yang ada.

Kamu dapat menginstal debian mulai dari 32 bit/64 bit arm64 ARM, 64 bit X86-64, 32 bit i386 of Intel, 64 bit powerPC dan power ISA hingga arsitektur prosesor berbasis RISC serta CISC yang lainnya.

Support yang luas ini dapat berjalan pada sistem dan prosesor komputer yang lama dan baru.

Sumber : Elements Envato

Sebagai contoh, PC lama yang tidak dapat menjalankan versi windows terbaru dapat diperbarui dengan menggunakan debian. 

Availability dari Free dan Proprietary Software

User yang sebelumnya terbiasa dengan sistem operasi Windows atau mac OS dan masih belum terbiasa menggunakan distribusi Linux mungkin akan merasa khawatir mengenai availability software dari debian.

Padahal debian merupakan distributor free software dengan lebih dari 57200 software packages yang dapat diakses secara gratis.

Debian juga dilengkapi dengan banyak pilihan free software pada saat penginstalannya seperti serangkaian software kebutuhan kantor yaitu LibreOffice.

Banyak juga pilihan software yang tersedia meliputi Adobe Photoshop, browser web berbasis Chromium seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox serta aplikasi editor video gratis lainnya. 

Cocok untuk penggunaan Desktop dan Pembangunan Server

Debian adalah alternatif yang ideal untuk menggantikan windows dan macOS.

Selain ideal untuk sistem operasi windows, debian juga ideal untuk menjalankan server.

Penginstalan utama debian mencakup pilihan antara penggunaan desktop atau server.

Penggunaan sistem operasi yang gratis seperti debian dapat memberikan biaya dan keunggulan yang kompetitif bagi organisasi.

Debian telah banyak digunakan oleh lembaga pemerintah dan organisasi nirlaba dan komersial seperti bank dan perusahaan berbasis teknologi di seluruh dunia. 

Stabilitas dan Keamanan yang Unggul

Sebab debian dikelola oleh komunitas developer yang mapan dan matang menyebabkan debian menjadi distribusi linux yang stabil dan aman.

Diperlukan rata-rata dua hingga tiga tahun bagi komunitas developer untuk melakukan rilis versi debian terbaru.

Waktu pengembangan yang lebih lama bertujuan untuk memastikan bahwa versi terbaru lebih stabil dan bebas dari bug serta masalah ketidakstabilan yang lain.

Selain itu, manual kebijakan debian telah dianggap menjadi pedoman pengambangan yang paling komprehensif diantara distribusi linux lainnya.

Manual ini berisi rincian package apa saja yang mungkin tersedia dan bagaimana ia dapat berinteraksi dengan yang lain.

Hal ini yang membuat keamanan debian tak perlu diragukan. 

Debian VS Ubuntu

Seperti yang sudah disebutkan di awal, debian dan ubuntu merupakan distribusi linux yang berbeda.

Langkah terbaik untuk memahami perbedaan dan persamaan diantara keduanya adalah dengan fokus pada kriteria tertentu.

Adapun kriteria yang dapat kamu soroti diantaranya :

Siklus Rilis

Siklus Rilis Debian : Stable, Testing dan Unstable.

Versi stabil dari debian adalah versi utama dan terbaru yang mencakup support lima tahun yang terdiri dari tiga tahun support dari Debian security team dan dua tahun support dari Debian LTS team.

Meskipun debian tidak memiliki siklus rilis yang tetap, namun biasanya versi stabil selalu keluar tiap dua tahun.

Siklus selanjutnya adalah versi testing yang mana versi ini adalah cabang stabil berikutnya dalam status pengembangan debian.

Versi testing mencakup fitur terbaru dan software yang diperbarui.  Versi ini cocok bagi user yang ingin melakukan pengujian pembaruan terbaru.  Namun, versi testing tidak memiliki support keamanan yang permanen.

Siklus terakhir debian adalah versi unstable. Versi ini memiliki package dan fitur software terbaru yang sepenuhnya belum diuji sebab versi ini termasuk pengembangan aktif dan berpotensi untuk break.  

Siklus Rilis Ubuntu : Long-Term Support (LTS) dan reguler.

Versi Long-term Support (LTS) pada ubuntu rilis tiap dua tahun dan memiliki lima tahu support.

Setelah itu user dapat melakukan subscribe untuk extend security maintenance (ESM) yang menyediakan tambahan lima tahun pemeliharaan keamanan untuk sistem operasi dasar Ubuntu.

Baca Juga : Cara Install Ubuntu di Cloud VPS

Sedangkan untuk versi reguler ubuntu rilis tiap enam bulan dan termasuk sembilan bulan support. Versi ini memiliki package software, fitur dan aplikasi terbaru.

Stabilitas

Debian adalah salah satu distro linux yang memiliki stabilitas yang lebih unggul dari ubuntu.

Debian akan di-upgrade setelah fitur baru sudah melalui testing dan diterima oleh Debian’s development team.

Oleh karena itu, kemungkinan behavior dan bug yang tidak diharapkan dapat diminimalisir.

Hal ini yang menjadi dasar debian menjadi sistem operasi pilihan untuk membangun server.  

Desktop Environment

Debian tidak memiliki desktop environment yang default, sehingga pada saat instalasi terdapat pilihan interface desktop sesuai keinginan kamu.

Pilihan tersebut berkisar dari lightweight minimalist window managers hingga full-featured desktop environments.

Manfaat utamanya adalah desktop environment debian menjadi lebih ringan jika dibandingkan dengan ubuntu.

Hal ini penting untuk jadi pertimbangan ketika melakukan setting distro pada hardware yang lebih lama.

Di sisi lain, ubuntu menggunakan interface out of the box yang dapat diinstal secara default.

Versi desktop ubuntu dianggap sangat intuitif dan ramah pengguna. 

Support Platform

Debian dapat support pada berbagai platform mencakup arsitektur 32/64 bit, 64 bit ARM, ARM EABI, ARMv7, 64 bit little endian powerpc, 64 little endian MIPS, dan IBM system z.

Berbeda dengan debian, ubuntu tidak memiliki support 32 bit. Gantinya, ubuntu tersedia pada platform 64 bit X86 dan ARM.

Development

Debian dan ubuntu merupakan sistem operasi yang sama-sama open source.

Perbedaan yang signifikan antara keduanya adalah bagaimana cara kedua distribusi ini dikembangkan.

Debian dikembangkan oleh proyek berbasis komunitas yang terbebas dari kontrol terpusat.

Hal ini berarti debian dikelola secara eksklusif oleh anggota komunitas dan dikembangkan oleh programmer seluruh dunia.

Sedangkan ubuntu dikembangkan dan dikelola oleh canonical dan juga memiliki komunitas user kuat yang berkontribusi pada pengembangannya.

Sebab ubuntu dikelola oleh perusahaan, ubuntu memiliki keterbatasan mencakup siklus rilis yang ditentukan dan support resmi untuk client perusahaan. 

Software, Drives dan Firmware

Debian secara default tidak memiliki proprietary software dalam repositorinya dan berfokus untuk melakukan penjagaan FOSS gratis dan open source.

Kebijakan ini juga berlaku untuk kernelnya yang tidak memiliki proprietary drivers dan firmware.

Walaupun pengguna debian sebagian besar memilih untuk menjaga sistem sepenuhnya open source, repository tambahan pada debian dapat diinstall secara manual.

Sebab debian tidak menyediakan closed source binary firmware, pengguna yang menggunakannya harus menambahkan proprietary drivers secara manual.

Disisi lain, ubuntu yang berfokus pada fungsionalitas menawarkan open source serta proprietary software.

Sumber : Elements Envato

Ubuntu menyediakan semua yang diperlukan untuk pengalaman out of the box bagi user yang memilih quick setup.

Hal ini dapat terjadi sebab support repository dan drive ubuntu yang besar.

Ubuntu memungkinkan kamu untuk menambahkan repository dan menginstal third party software dengan mudah menggunakan PPA (Personal Package Archives). 

Instalasi

Debian sering menjadi pilihan user yang sudah berpengalaman dan lebih suka memiliki kontrol selama proses instalasi.

Sistem operasi yang memanfaatkan installer debian berdasarkan nCurses membutuhkan input dan konfigurasi manual dari user.

Sangat berbeda dengan ubuntu, distribusi ini sangat ramah pemula.

Ubuntu menggunakan installer Ubiquity dengan modern graphical user interface  dan hanya perlu sedikit atau bahkan tanpa adanya konfigurasi.

Selain cepat dan mudah untuk dilakukan set up, ubuntu memiliki semua software yang diperlukan yang telah diinstall sebelumnya pada konfigurasi default ubuntu.

Ubuntu juga memiliki opsi boot ganda yang dapat mengenali dan memungkinkan sistem operasi lain diinstall pada disk. 

Baca Juga : 10 Dasar Konfigurasi Debian 9 di Cloud VPS

Mila Rosyida

Halo ! I'm a Technical Content Specialist in DomaiNesia. I love learn anything about Technical, Data, Machine Learning, and more Technology.


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!

Hosting Murah

This will close in 0 seconds