• Home
  • Berita
  • Hostname: Pengertian, Aturan, dan Cara Membuat Hostname

Hostname: Pengertian, Aturan, dan Cara Membuat Hostname

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Sebelum membaca artikel ini lebih jauh, perlu digaris bawahi kalau hostname adalah penamaan host baik di komputer dan di jaringan internet.

Nah, di artikel ini kita bakal lebih fokus ke hostname untuk internet.

Sebuah halaman situs di internet pasti memiliki hostname yang berguna sebagai alamat unik komputer yang membedakannya dengan perangkat lain yang terhubung ke internet.

Ibaratkan seperti nama seseorang. Sebuah nama pasti terdiri dari barisan abjad yang mengindikasikan bahwa itu adalah identitas seseorang.

Hostname
Sumber: Envato

Internet pun demikian, sebuah situs juga dinamai yang dikenal dengan hostname.

Tujuan adanya hostname adalah agar jaringan internet bisa membedakan antara satu situs dengan situs lainnya untuk bisa melakukan aktivitas komunikasi.

Tapi, bagaimana jika jaringan internet mengindikasi adanya hostname yang sama alias kembar? Apakah situs akan langsung di take down?

Eits, jangan panik dulu. Ternyata ada cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat nama host terbaik yang dapat membantu bisnis kamu.

Tak usah berlama-lama, berikut ini DomaiNesia rangkum dengan lengkap mulai dari pengertian hingga cara mengganti hostname. Baca artikel di bawah ini sampai habis ya!

Pengertian Hostname

Hostname adalah label unik yang ditetapkan untuk sebuah perangkat (host) yang berada di dalam jaringan.

Nama ini yang akan membedakan antara satu perangkat dengan perangkat yang lain di jaringan tertentu atau melalui internet.

Hostname adalah nama atau string karakter tertentu yang merujuk ke sebuah host dan membuatnya dapat digunakan untuk jaringan dan dibaca oleh manusia.

Hostname adalah barisan nama yang juga digunakan oleh server DNS (Domain Name System).

DNS bertanggung jawab atas pembuatan nama domain yang mewakili alamat IP halaman web yang terdiri dari deretan angka yang tidak readable untuk manusia.

Secara harfiah, hostname adalah resolusi nama untuk alamat IP. Alamat IP sistem (misalnya, 127.0.0.1) dan nama host untuk alamat lokal biasanya masih dapat ditemukan di direktori root komputer.

Jika server domain tidak dapat dijangkau, resolusi nama tetap dapat ditangani dengan nama host.

Dengan begitu, kamu tetap bisa mengakses suatu website dengan nama yang human-able dan mudah diingat berkat nama domain tadi.

Selain itu, kamu tidak perlu mengingat serangkaian angka (alamat IP) untuk membuka website tertentu.

Hostname adalah nama untuk komputer, server web, atau antarmuka ke alamat IP masing-masing sehingga host dapat dialamatkan tanpa mengetahui alamat IP.

Dalam konteks ini, hostname adalah antarmuka jaringan virtual yang menerima dan mengirimkan data melalui internet.

Dalam posisinya di internet dan ketika nama host lengkap, hostname juga disebut sebagai Fully Qualified Domain Name. Lalu apa bedanya diantara mereka?

Jadi, hostname adalah nama yang dapat dipilih secara bebas untuk sebuah host.

Namun, jika komputer perlu tersedia melalui jaringan internet maupun lokal, nama host perlu dilengkapi dengan informasi yang menunjukkan bagian internet mana komputer tersebut berada.

Di internet, komputer dapat ditetapkan secara unik menggunakan kombinasi dari nama host dan domain.

Deretan nama yang dapat diidentifikasi secara unik ini lah yang dikenal sebagai “Fully Qualified Domain Name” (FQDN).

Catatan: Komputer yang dimaksud disini bukanlah 100% komputer berupa desktop, melainkan halaman web, server, atau cloud VPS. Ikuti panduan berikut untuk Mengganti Hostname di Cloud VPS Ubuntu.

Struktur Hostname

Setelah ditelusuri, ternyata nama host sering dikaitkan dengan nama domain dan buat banyak orang kebingungan.

Seperti yang sudah sempat dibahas di atas, nama host akan ‘bekerja sama’ dengan domain untuk menjadi sebuah alamat unik dari halaman web. Kamu bisa lihat contohnya di bawah ini:

Alamat website DomaiNesia itulah yang dinamakan Fully Qualified Domain Name.

Lalu apabila kamu membaca alamat web tersebut dari kanan ke kiri, kamu dapat mengenali komponen FQDN dalam urutan berikut:

  • top level domain (.com)
  • second level domain (domainesia)
  • nama host (www)

Hostname www biasa digunakan di setiap website yang berfungsi untuk mengarahkan DNS domain ke nama alias server.

Hal ini dilakukan agar memudahkan user dalam mengakses website.

Hostname
Sumber: Envato

Walaupun tidak semua website menggunakan hostname www, namun akan lebih disarankan jika tetap menggunakannya.

Namun, sebagian besar website yang kamu kunjungi bisa diakses tanpa menentukan nama host www.

Nama host tidak selalu www. Misalnya, server yang dirancang khusus untuk mengakses halaman web di perangkat seluler biasanya menggunakan nama host m, seperti m.example.com.

Lalu pada server email sering dinamai sesuai fungsinya atau protokol yang digunakan seperti mail, pop3 atau imap.

Selain itu, ada juga yang mensetting hostname untuk halaman web negara tertentu.

Di toko online, misalnya, tidak perlu menggunakan top level domain baru setiap kali ingin merujuk ke negara tertentu, contohnya adalah id.onlineshop.net.

Aturan Hostname

Tergantung pada protokol jaringan dan jenis jaringan yang digunakan, hostname harus memenuhi persyaratan yang berbeda untuk memenuhi standar internasional.

Pertama, sebagai private network. Nama host dapat ditetapkan secara bebas di intranet, VPN, atau LAN.

Kamu hanya perlu memperhatikan batasan protokol yang digunakan. Protokol yang sama sering digunakan, seperti halnya dengan WWW, yaitu TCP/IP dan HTTP.

Tergantung pada jaringan, protokol lain mungkin relevan. Misalnya, RC 5321 digunakan saat mentransfer email dan protokol RFC 5966 digunakan untuk transportasi data melalui TCP.

Kedua, sebagai public network. Di world wide web, nama host juga dibatasi untuk protokol Internet.

Untuk komputer yang dapat diakses di jaringan publik, nama host biasanya terdaftar sebagai Fully Qualified Domain Name (FQDN), yang memungkinkan tujuan langsung ke alamat IP.

Nama host dapat menggunakan karakter pedoman ASCII dan dapat dimulai dengan huruf atau angka.

Artinya semua karakter antara a sampai z, A sampai Z, 0 – 9, dan khusus simbol tanda hubung (-) dapat digunakan.

Nama host tidak boleh berisi spasi tapi nama host boleh dipisahkan oleh titik. Sebab, nama host hanya boleh terdiri dari alfabet atau alfanumerik (alfabet + numerik).

Secara umum, jumlah maksimal hostname adalah 255 karakter.

Catatan: Tanda titik (.) hanya diperbolehkan sebagai karakter terakhir dari nama host jika itu adalah pembatas dari Fully Qualified Domain Name (FQDN).

Kegunaan Hostname Dalam Bisnis

Hostname tidak hanya sekedar sebuah label unik sebagai identitas komputer dalam jaringan internet.

Namun, nama host juga bisa mengindikasikan seberapa baik halaman web di internet.

Nama host relevan dengan strategi pemasaran online. Hal ini dikarenakan biasanya hostname adalah bagian dari nama domain.

Misalnya, banyak situs di internet dapat diakses dengan atau tanpa awalan www karena kedua host mengarah ke halaman atau domain yang sama.

Nama host yang menarik juga dapat menjadi keuntungan bagi pengguna akhir.

Dari sudut pandang infrastruktur teknis internal, kamu perlu membuat nama host yang berbeda ketika ada layanan yang berbeda ingin berkomunikasi satu sama lain, seperti halnya dengan server email atau transfer file FTP.

Tips Membuat Hostname Bagus

Nah tadi kita sudah sama-sama belajar banyak tentang dasar informasi hostname yang harus diketahui.

Lalu ada yang paling penting, bagaimana pemilik website seharusnya memilih nama yang baik untuk komputer mereka?

Beberapa website menawarkan saran dan pilihan bahwa itu terserah pada administrator sistem yang imajinasinya hanya terbatas pada kenyataan bahwa tidak ada dua komputer dalam satu ruang domain yang dapat memiliki nama host yang sama.

Padahal bisa saja kedua komputer akan memiliki nama host yang sama. Berikut ini DomaiNesia beri tips cara membuat hostname yang bagus.

  • Gunakan kata/nama yang jarang digunakan. Di sini kamu dituntut untuk bisa bermain kata/istilah dengan lebih kreatif ya!
  • Gunakan nama tema website.
  • Gunakan kata-kata asli.
  • Jangan gunakan karakter non-alfanumerik dalam nama.
  • Karakter pertama boleh berupa karakter alfabet atau numerik dan karakter terakhir tidak boleh berupa tanda minus atau titik.
  • Jangan gunakan nama Anda sendiri.

Hostname adalah Nama Unik

Jadi, bisa disimpulkan bahwa hostname adalah nama unik dari sebuah komputer dalam jaringan internet.

Ada juga yang mengatakan bahwa hostname adalah nama atau string karakter tertentu yang merujuk ke host dan membuatnya dapat digunakan untuk keperluan dalam jaringan dan pengguna.

Hostname adalah Fully Qualified Domain Name yang secara unik dan mutlak menamai sebuah komputer yang mana terdiri dari nama host dan nama domain.

Nama domain adalah satu atau lebih label domain yang menempatkan komputer dalam hirarki penamaan DNS.

Nama host dan label nama domain dipisahkan oleh titik dan panjang total nama host tidak boleh melebihi 255 karakter.

Hostname
Sumber: Envato

Jika kamu ingin mengganti hostname, kamu bisa mengaturnya dengan mengakses cloud VPS yang kamu gunakan, apakah berbasis Windows, Linux, Ubuntu, atau OS lainnya.

Tak perlu khawatir jika belum punya cloud VPS karena kamu bisa beli cloud VPS hosting terpercaya di DomaiNesia dan serahkan semua urusan web server pada tim kami yang berpengalaman.

Semoga penjelasan hostname di artikel ini bisa menjawab kebingungan kamu ya, DomaiNesians!

Ratna Patria

Hi! Ratna is my name. I have been actively writing about light and fun things since college. I am an introverted, inquiring person, who loves reading. How about you?

Artikel

Lainnya


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 40% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!