• Home
  • Tips
  • Jumlah Plugin WordPress yang Sebaiknya Ada di Website

Jumlah Plugin WordPress yang Sebaiknya Ada di Website

Oleh Ratna Patria
No ratings yet.

Saat ini, berdasarkan situs Torquemag.io terdapat lebih dari 50.000 plugin WordPress gratis yang bisa digunakan. Namun, tentu saja tidak semua plugin tersebut harus kamu install.

Selain itu juga, ternyata masih ada lagi plugin berbayar. Artinya persebaran plugin WordPress yang ada saat ini sudah sangat banyak. Setiap plugin punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada beberapa plugin yang bisa dikombinasikan. Dan ada juga plugin yang fungsinya sama.

Nah, dalam dunia website terutama WordPress, berapakah jumlah plugin WordPress yang harus terinstall di website? Apa saja plugin yang harus diinstall? Dan bagaimana kriteria plugin yang baik? Untuk memahami pertanyaan tersebut, simak artikel ini sampai selesai ya!

plugin WordPress
Sumber: Pixabay

Mengapa Harus Menginstall Plugin WordPress?

Plugin bisa diibaratkan sebuah aplikasi tersendiri yang bekerja untuk website kamu. Tugasnya bermacam-macam, mulai dari membuat contact form, meningkatkan SEO website, membuat toko online, dan masih banyak yang lainnya.

Dengan menginstall plugin wordpress di website, kamu bisa meningkatkan kemampuan website kamu agar bisa memberikan fitur yang kamu inginkan. Tanpa perlu bersusah-payah mengotak-atik kode di dalamnya.

Selain dengan menambah fitur tertentu, plugin juga bisa digunakan untuk meningkatkan performa website. Contohnya seperti mengkompress gambar, mencegah spam, mempercepat loading, dan masih banyak lagi. Untuk itu, plugin sebenarnya berfungsi untuk memudahkan kamu dalam mengelola website.

Bagaimana Memilih Plugin yang Baik?

Seperti WordPress itu sendiri, plugin WordPress dibentuk menggunakan bahasa pemrograman PHP. Kemudian kode PHP itu bekerja di hosting website dan pasti memakan sumber daya server. Itulah sebabnya kamu harus memilih penyedia layanan hosting yang tepat.

Agar website dengan berbagai plugin di dalamnya bisa berjalan dengan efisien. Selain itu juga, kamu juga tidak bisa memasang plugin sembarangan. Tidak bisa juga menginstall semua plugin yang ada. Karena nantinya hanya akan memberatkan kinerja server hosting.

Nah, jika kamu bingung bagaimana memilih plugin yang baik. Berikut ini adalah kriteria Plugin yang baik untuk website kamu.

plugin WordPress
Sumber: Pixabay
  1. Plugin dibutuhkan oleh website

Plugin yang baik adalah plugin yang bisa difungsikan pada website WordPress kamu. Masalahnya hampir semua plugin, tentu saja bisa berfungsi di website WordPress. Untuk itu pilihlah plugin yang hanya dibutuhkan saja.

Jangan karena logo yang menarik atau fungsinya unik, kamu install dan aktifkan banyak plugin. Padahal plugin-plugin tersebut tidak kamu gunakan dan hanya memenuhi ruang disk kamu saja.

  1. Membuat website memiliki performa yang lebih baik

Selain karena dibutuhkan website, pastika plugin yang kamu Install adalah plugin yang bisa membuat website kamu punya performa menjadi lebih baik. Misalnya plugin yang bisa meringankan kinerja server, atau membuat website lebih cepat terdeteksi mesin pencari, memantau aktivitas website, dan lain sebagainya.

  1. Tidak membuat tampilan website terganggu

Jika kamu menginstal Plugin yang bertujuan untuk merubah tampilan desain website. Pastikan bahwa tampilannya tidak akan mengganggu kamu dan pengunjung website kamu. Dan pikirkan pula, ketika kamu meng-uninstall plugin tersebut apakah tampilannya akan berpengaruh atau tidak sama sekali.

plugin WordPress
Sumber: Pixabay
  1. Tidak membuat website semakin lambat

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan website menjadi semakin lambat. Nah, salah satunya adalah karena kamu menginstall plugin yang salah. Akhirnya tampilan website semakin berat dan susah untuk diakses.

Ini hanya akan merugikan kamu jika kamu tidak memperhatikan kecepatan website. Pengunjung yang akan datang, tentu saja akan langsung mencari website lain yang lebih cepat.

  1. Tidak membuat server down

Karena plugin juga menggunakan bahasa PHP, artinya Plugin juga dapat berinteraksi langsung ke server. Jangan sampai karena interaksi tersebut membuat website kamu down.

Penyebabnya mungkin karena program php yang berjalan memakan sumber daya yang terlalu banyak, sehingga server kamu tidak sanggup untuk beroperasi. Untuk itu pastikan jika plugin yang akan kamu install tidak memberatkan server kamu agar tidak terjadi down.

  1. Membuat website semakin aman dari serangan hacker dan spam

Plugin yang baik adalah plugin yang tidak menyisipkan program jahat pada struktur pemrogramannya. Pastikan jika plugin yang kamu install aman. Karena dengan menggunakan CMS WordPress pada website.

Kamu yang 100% harus berusaha mengamankan website kamu. Jangan sampai karena mengaktifkan plugin yang tidak jelas, website kamu malah terkena hack.

plugin WordPress
Sumber: Pixabay
  1. Tidak ada dua atau lebih plugin yang fungsinya sama

Dalam satu website, kamu tidak perlu menggunakan dua atau lebih plugin yang sama. Cukup gunakan satu saja. Contohnya, jika kamu menggunakan plugin Contact Form 7.

Kamu tidak perlu menggunakan Contact Form by WPForms, atau Everest Forms, dan plugin contact form lainnya. Cukup pilih salah satu saja karena fungsinya sama, dan plugin lain pastinya tidak akan kamu gunakan.

  1. Perhatikan rating dan review

Kamu harus memperhatikan rating dan review ketika mendownload sebuah plugin. Apakah ratingnya bagus? Atau ratingnya buruk? Apakah pengguna plugin tersebut banyak? Atau sedikit? Lihat juga bagian review untuk memastikan bahwa plugin yang akan kamu pasang di website akan aman dan baik-baik saja.

  1. Plugin Rutin Update dan Terdokumentasi dengan Baik

Nah terakhir, yang kriteria plugin WordPress yang baik adalah plugin yang rutin melakukan penyesuaian dan pembaharuan fiturnya. Menyesuaikan dengan menyesuaikan dengan versi CMS WordPress yang website kamu gunakan.

Hal ini sangat penting, karena jika plugin jarang di update, artinya akan ada celah tersendiri dan bisa membahayakan website. Selain itu, dokumentasi plugin juga harus lengkap dan jelas.

Sehingga ketika kamu menemukan kendala, kamu bisa menyelesaikan kendala tersebut dengan melihat dokumentasi yang ada.

plugin WordPress
Sumber: Pixabay

Plugin Apa Saja Yang Wajib Di Install di WordPress?

Jika kamu sudah mengetahui plugin yang seperti apa yang baik untuk website. Nah, sekarang DomaiNesia akan menjelaskan jenis plugin apa yang wajib untuk di Install. Berikut ini ulasannya.

  1. SEO

Plugin SEO adalah plugin yang wajib untuk kamu install. Plugin ini berfungsi untuk mengevaluasi website berdasarkan score SEO. Dengan begitu, kamu bisa memperbaiki apa yang disarankan dari plugin tersebut.

Selain itu, ketika kamu menulis konten, plugin SEO akan memberitahu kamu apakah konten yang kamu buat sudah sesuai dengan standar SEO atau belum. Hal ini tentu saja sangat penting. Karena untuk membuat website ramai pengunjung, harus dengan SEO yang mendukung.

  1. Statistika Website

Statistika website juga sangat berpengaruh untuk perkembangan bisnis kamu. Dengan plugin statistik ini, kamu bisa memantau visitor, dari mana mereka berasal, konten apa yang paling mereka sukai, usia, lokasi, jenis kelamin, dan sebagainya. Dengan begitu kedepannya, kamu bisa membuat konten yang sesuai dengan target visitor kamu.

  1. Security

Plugin wajib selanjutnya adalah plugin keamanan. Plugin ini akan mencegah hacker yang mencoba membobol sistem website kamu. Cara dengan memblok IP dari hacker yang mencoba menyerang.

Dengan plugin keamanan ini, kamu tingkat kekhawatiran kamu akan terkena serangan hack bisa menurun. Selain itu, dengan plugin ini, kamu bisa mencegah spam yang masuk. Biasanya ada di kolom komentar.

plugin WordPress
Sumber: Pixabay
  1. Back Up

Plugin back up juga sangat wajib untuk kamu aktifkan di website. Fungsinya tentu saja berfungsi membackup data yang ada di website. Sehingga ketika terjadi sesuatu di luar kendali kamu, misalnya server down, website dibajak, data terhapus, dan lain sebagainya. Kamu bisa mengembalikan data tersebut tanpa perlu pusing dan panik.

  1. Mempercepat Halaman

Plugin wajib selanjutnya adalah plugin yang berfungsi untuk mempercepat halaman website kamu. Sehingga ketika website diakses, website dapat terbuka dengan cepat. Tanpa harus membuat visitor menunggu lama. Website yang cepat inilah yang membuat visitor betah untuk berada di website kamu.

Plugin jenis ini juga biasanya dapat mengkompress berbagai file yang ada di website menjadi lebih kecil. Seperti ukuran foto, mengkompress pengkodean, dan lain sebagainya. Sehingga selain website dapat berjalan cepat, kapasitas server dapat terjaga sehat.

  1. Menyesuaikan dengan Fungsi Utama Website

Nah, yang terakhir adalah plugin yang sesuai dengan fungsi utama website. Misal website kamu adalah toko online, kamu mungkin perlu mengaktifkan plugin woocommerce. Tapi jika website kamu bukan toko online, tentu saja kamu tidak membutuhkan plugin seperti itu.

Selain toko online, ada banyak sekali plugin yang bisa menyesuaikan dengan fungsi utama website. Misalnya plugin untuk website forum, plugin untuk website keanggotaan berbayar, website pembelajaran online, dan lain sebagainya.

plugin WordPress
Sumber: Pixabay

Berapakah Jumlah Plugin WordPress yang Harus Terinstall?

Berdasarkan penjelasan di atas. Sebagai pemilik website berbasis CMS WordPress, kita tidak perlu menginstall dan mengaktifkan semua plugin yang ada. Atau mengaktifkan beberapa plugin yang memiliki fungsi yang sama.

Untuk blog standar atau website bisnis, jumlah plugin yang disarankan sebaiknya berkisar antara 20-30 plugin yang aktif. Sedangkan untuk website yang ingin memiliki sumber daya luar biasa. Plugin aktif bisa dipasang lebih dari 50 Plugin.

Yang penting, bukan seberapa banyak plugin yang kamu install di Website. Tapi seberapa banyak plugin yang kamu butuhkan untuk meningkatkan kemampuan website kamu. Karena jika plugin yang kamu install tidak bermanfaat, apa gunanya plugin tersebut?

Selama plugin yang diinstall tidak menyebabkan website lambat, atau hingga server down. Kamu bisa menginstall plugin WordPress berapapun yang kamu mau. Karena memang untuk install Plugin tidak ada batasan idealnya. Dengan kata lain, plugin yang kamu install adalah plugin bisa berjalan sebagaimana mestinya tanpa mengurangi performa website.

plugin WordPress
Sumber: Pixabay

Selanjutnya Uninstall Plugin yang Tidak Aktif!

Jika kamu sudah menerapkan langkah-langkah di atas, mulailah dari menginstall plugin yang dibutuhkan website. Selanjutnya, memilih plugin yang baik, dan menerapkan batas ideal plugin yang pas untuk website kamu.

Kamu bisa membedakannya berdasarkan web hosting yang kamu gunakan. Maka sekarang waktunya untuk uninstall dan hapus plugin WordPress website yang sudah tidak diperlukan dan tidak aktif lagi.

Plugin yang tidak aktif tapi berada di direktori folder plugin website hanya akan memancing hacker untuk mencari celah keamanan website. Jadi dengan kata lain, menyimpan plugin yang tidak aktif dapat membuat website kamu rawan terkena serangan hacker.

Maka dari itu sebaiknya uninstall dan hapus plugin yang sudah tidak kamu gunakan. Dengan begitu, sekarang performa website kamu pasti akan lebih baik. Nah, kalau di website mu ada berapa plugin yang kamu gunakan?

Ratna Patria


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!