Apa Yang Harus Kamu Lakukan Setelah Beli VPS?

Oleh Mutiara Auliya
4.67/5 (3)
tutorial vps untuk pemula

Hi DomaiNesians! Jika hosting tidak mengakomodir kebutuhan kamu, VPS adalah solusinya. Pada dasarnya VPS sama seperti hosting yaitu sebuah server. Kamu dapat menyimpan file website di hosting ataupun di VPS. Perbedaannya hanya pada akses kontrol, kebutuhan resource dan sistem operasi yang digunakan. Di VPS, kamu dapat melakukan instalasi sesuai dengan kriteria dari aplikasi yang ingin kamu deploy. Berbeda dengan hosting yang penggunaannya terbatas. Nah, berikut ini DomaiNesia akan memberikan tutorial VPS untuk pemula. Apa saja yang harus dilakukan setelah beli VPS? Apa yang harus dipersiapkan? Yuk ikuti step by step berikut:

Tutorial VPS Untuk Pemula

Setelah order VPS dan melunasi invoice, kamu harus melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Cek Email Kamu

Biasanya setelah produk kamu aktif, maka DomaiNesia akan mengirimkan email yang berisi informasi tentang akun. Jika kamu membeli VPS, maka akan ada Informasi Virtual Server yang berisi Detail IP, Password Root, Akses Halaman Panel VPS, dan informasi lainnya untuk membantumu.
Di VPS, yang paling penting adalah IP Address dan password VPS. Jangan sampai lupa ya!

2. Mengakses Halaman / Control Panel VPS

Seperti layaknya hosting, kamu dapat menggunakan panel VPS. Namun panel VPS ini hanya berfungsi untuk melakukan beberapa pengelolaan di VPS. Misalnya,

  • menghidupkan VPS
  • mematikan VPS
  • restart VPS
  • memilih OS yang digunakan
  • cek log server
  • dan beberapa fungsi lainnya.

Jadi, ibarat kamu punya komputer server sendiri. Kamu dapat menghidupkan (start) VPS, mematikan (stop) VPS dan restart VPS melalui panel dashboard ini ya. Kamu bisa baca panduan Konfigurasi Dasar VPS dan Cara Menggunakan VPS Untuk Pemula agar lebih jelas. Sebelum menggunakan VPS, pastikan kamu sudah klik Start terlebih dahulu ya. Tombol start terletak pada bagian Power Options berwarna hijau. Jika status VPS sudah Online, artinya VPS sudah hidup. Jika masih Offline, artinya VPS belum dinyalakan.

cara menggunakan vps untuk pemula

Kamu juga bisa cek sistem operasi yang digunakan pada panel VPS ini ya. Ada 3 sistem operasi yang dapat digunakan yaitu Ubuntu, Debian atau CentOS.

  • Jika VPS sudah hidup, dan kamu belum memilih sistem operasi ketika order pertama kali, jangan lupa instal sistem operasi yang ingin digunakan. Ibarat laptop baru, tanpa adanya sistem operasi, laptop tidak dapat digunakan. Begitu juga dengan VPS. Jadi, instal OS terlebih dahulu ya. Bisa instal Ubuntu, Debian atau CentOS. Silakan ikuti Cara Install Ubuntu di VPS
  • Jika sudah memilih sistem operasi saat order pertama kali, maka tidak usah instal OS lagi. Kecuali, kamu ingin mengubah sistem operasi. Jika ingin mengubah sistem operasi yang digunakan, bisa cek Panduan Reinstall OS di VPS.

3. Remote VPS via SSH

Untuk mengelola, mengontrol dan melakukan instalasi di VPS, kamu dapat melakukan remote ke server. Apa itu SSH? Kamu bisa baca Apa itu SSH terlebih dahulu ya. Intinya, kamu dapat mengakses server secara remote melalui koneksi yang terenkripsi. Kamu dapat mengakses VPS dimanapun kamu berada via konsole. Hebat bukan? Kamu dapat melakukan instalasi, konfigurasi, monitoring, mengaktifkan cronjob, serta membuat script apapun. Dengan melalui SSH ini, kamu dapat melakukan segala aktivitas di server sepanjang kamu terhubung dengan internet.

Baca Juga: Cara Remote VPS

Untuk melakukan remote VPS, bisa langsung melalui terminal/ PuTTy lalu tuliskan SSH [IP ADDRESS VPS] . Misalnya, IP Address VPS adalah 45.127.134.46. Jadi, anda dapat menuliskan ssh 45.127.134.46

tutorial vps

4. VPS Telah Dapat Digunakan

Yeay! Sudah berhasil remote VPS? Jika sudah maka kamu akan masuk ke servernya. Sekarang tinggal kamu tentukan, VPS ini akan digunakan untuk apa? Apakah ingin digunakan untuk membuat web server? Ingin digunakan untuk membangun sebuah website? Ingin digunakan untuk membangun toko online?

*Catatan: Setiap VPS dapat memiliki sistem operasi (OS) yang berbeda. Proses instalasi dan konfigurasi dari setiap VPS juga berbeda. Tergantung dari sistem operasi yang digunakan. Jadi, sesuaikan sistem operasi yang digunakan dengan panduan VPS yang ada di DomaiNesia.

5. Perlu Kamu Tahu!

Bayangkan VPS adalah sebuah server kosong yang isinya mengikuti keinginan pengguna. Jadi, semua konfigurasi ada ditangan si pengguna. Misalnya untuk membuat website dengan VPS, kamu perlu yang namanya web server. Ada beragam jenis web server seperti Nginx atau Apache. Nah, dari masing-masing web server tersebut cara instalasinya juga berbeda di setiap sistem operasi. Jadi, lebih baik kamu tentukan terlebih dahulu apa yang ingin kamu instal di VPS.

Sebagai contoh, kamu memiliki VPS yang ingin digunakan untuk membuat website. Akan menggunakan:
Sistem operasi: Ubuntu
Web Server: Apache
Database: MySQL
Pengelolaan database: phpMyAdmin
CMS: WordPress

Jadi, kamu bisa ikuti panduannya satu persatu. Dimulai dari cara install Ubuntu dan cara install Apache di VPS Ubuntu. Kemudian instal LAMPP untuk pengelolaan MySQL, PHP dan phpMyAdmin.

Ohiya, sebelum kamu melakukan instalasi apapun, pastikan selalu lakukan update repository terlebih dahulu ya. Update repository ini bertujuan agar sistem operasi kamu fresh dan software didalamnya memiliki versi terbaru. Untuk sistem operasi CentOS silakan tulis perintah yum update pada terminal lalu enter. Dan untuk sistem operasi Debian/ Ubuntu, silakan tulis perintah apt-get update pada terminal lalu enter juga.

6. Menghubungkan Domain ke VPS

Baik hosting ataupun VPS, semua memiliki nomor IP/ IP Address. Namun, IP Address yang dimiliki hosting berbeda lho dengan IP Address VPS. Perbedaannya:

  • Hosting : Setiap hosting dapat memiliki IP Address yang sama. Tergantung dari server yang digunakan. Hal ini dikarenakan masuk kategori shared hosting Contoh: Hosting Dika dan Joko sama-sama berada di Jessie-Jakarta. Maka, mereka akan memiliki IP Address yang sama.
  • VPS : Setiap server punya IP Address masing-masing

Nah, jika kamu punya domain, bisa langsung diarahkan ke IP Address VPS lho. Caranya, bisa ikuti Panduan Mengarahkan Domain ke VPS ya.

7. Pasang SSL di VPS

Bisa juga! SSL digunakan sebagai keamanan pada website. Kamu bisa pasang SSL Gratis ataupun berbayar di VPS. Jika di Hosting, kamu hanya cukup pasang SSL dan website kamu aman. Semua urusan yang berkaitan keamanan dari sisi server, sudah diserahkan pada Tim DomaiNesia. Berbeda dengan di VPS. Kamu butuh melakukan konfigurasi tertentu untuk membuat VPS aman (hardening server) seperti pasang firewall, menutup port yang tidak diperlukan.

Baca Juga: Cara Instal SSL di VPS

8. Instal cPanel di VPS

Apakah bisa instal cPanel/ WHM di VPS? Bisa dong! Namun, saat ini DomaiNesia tidak menyediakan lisensi cPanel. Kamu dapat membeli lisensi ditempat lain lalu memasangnya di VPS DomaiNesia. Selain cPanel, kamu juga dapat menggunakan Webuzo, Plesk, Ajenti.

9. Mengubah Sistem Operasi di VPS

Jika tiba-tiba server bermasalah, kamu juga bisa mengubah sistem operasi di VPS lho. VPS adalah sebuah server yang bisa kamu instal dengan berbagai sistem operasi (OS). Sistem operasi yang cukup populer untuk server yaitu CentOS, Ubuntu dan Debian. Kamu bisa pilih sistem operasi untuk VPS sesuai keinginan.

*Catatan: Jika di Hosting, semua konfigurasi server hosting dilakukan dari Tim Support. Sedangkan untuk VPS, kamu harus mengelola server sendiri. Karena semua VPS DomaiNesia unmanaged.

Kesimpulan

Tutorial VPS untuk pemula ini dibuat untuk mempermudah kamu ketika pertama kali memiliki VPS. Menggunakan VPS memang diperlukan skill yang lebih jika dibandingkan dengan penggunaan hosting. Kamu perlu pengetahuan di bidang IT khususnya server dan networking. Tenang saja! DomaiNesia akan memberikan informasi sebagai panduan kamu dalam membuat website dengan VPS ya. Semangat belajar!

Mutiara Auliya

Hi! I am Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)

Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Pindah Ke DomaiNesia

Tertarik mendapatkan semua fitur layanan DomaiNesia? Dapatkan Diskon Migrasi 25% serta GRATIS biaya migrasi & setup

Ya, Migrasikan layanan Saya!