• Home
  • Berita
  • Apa Itu Hosting dan Domain? Perbedaan, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Apa Itu Hosting dan Domain? Perbedaan, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Oleh Mutiara Auliya
Apa Itu Hosting dan Domain? Perbedaan, Fungsi, dan Cara Kerjanya 1

Hosting adalah layanan yang menyediakan tempat dan sumber daya untuk menyimpan serta menjalankan website. Sementara itu, domain adalah nama atau alamat yang digunakan pengunjung untuk menemukan website, misalnya domainesia.com.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Hosting menyimpan file, database, gambar, dan komponen website lainnya. Domain memudahkan pengunjung mengakses seluruh data tersebut tanpa harus mengingat alamat IP server.

Sederhananya, hosting dapat diibaratkan sebagai rumah atau bangunan, sedangkan domain adalah alamatnya. Sebuah rumah bisa saja berdiri, tetapi orang akan kesulitan menemukannya jika tidak memiliki alamat yang jelas.

Apa Itu Hosting?

Hosting adalah layanan yang menyediakan ruang penyimpanan dan sumber daya server agar website dapat diakses melalui internet.

Di dalam hosting tersimpan berbagai komponen yang dibutuhkan website, antara lain:

  • File HTML, CSS, dan JavaScript
  • Gambar dan video
  • Database
  • Tema dan plugin
  • File aplikasi
  • Email dengan nama domain sendiri
  • Konfigurasi website

Hosting tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan file. Server hosting juga memproses permintaan pengunjung, mengambil data yang dibutuhkan, dan mengirimkan hasilnya ke browser.

Sebagai contoh, ketika pengunjung membuka halaman produk toko online, server perlu menjalankan aplikasi website, membaca informasi produk dari database, dan mengirimkan halaman tersebut ke perangkat pengunjung.

Perumpamaan Hosting sebagai Sebuah Rumah

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan kamu ingin membangun sebuah rumah.

Hosting merupakan tanah sekaligus bangunan tempat seluruh barang disimpan. Dalam perumpamaan ini:

  • Storage adalah luas ruang penyimpanan di dalam rumah.
  • CPU adalah tenaga pekerja yang memproses berbagai permintaan.
  • RAM adalah meja kerja yang digunakan untuk menaruh kebutuhan sementara.
  • Bandwidth adalah kapasitas jalan untuk mengirimkan barang keluar dan masuk.
  • Entry Process adalah jumlah pintu yang dapat digunakan pengunjung pada waktu bersamaan.
  • Database adalah lemari arsip yang menyimpan informasi secara terstruktur.
  • Control panel adalah ruang kontrol untuk mengelola seluruh bagian rumah.

Semakin besar dan ramai sebuah website, semakin besar pula sumber daya hosting yang dibutuhkan.

Blog pribadi dengan beberapa halaman tentu memiliki kebutuhan berbeda dari toko online yang menyimpan ribuan produk dan menerima banyak transaksi secara bersamaan.

apa itu hosting dan domain

Mengenal Spesifikasi Hosting

Saat memilih hosting, kamu akan menemukan beberapa istilah teknis. Memahami istilah tersebut dapat membantu kamu menentukan paket yang sesuai dengan kebutuhan website.

1. Storage

Storage adalah kapasitas yang tersedia untuk menyimpan file website, database, email, gambar, dan data lainnya.

Kapasitas yang dibutuhkan dipengaruhi oleh jenis website. Landing page sederhana biasanya membutuhkan ruang lebih kecil dibandingkan portal berita atau toko online yang memuat banyak gambar produk.

Teknologi penyimpanan juga memengaruhi proses membaca dan menulis data. Hosting modern umumnya menggunakan SSD NVMe agar pemrosesan file dan database dapat berjalan lebih cepat.

2. CPU

CPU memproses perintah yang dijalankan oleh website. Aktivitas seperti menjalankan skrip PHP, memproses formulir, mengambil data produk, dan menampilkan halaman memerlukan resource CPU.

Dalam perumpamaan rumah, CPU adalah pekerja yang menyelesaikan permintaan. Semakin besar kapasitas kerjanya, semakin banyak pekerjaan yang dapat diproses.

3. RAM

RAM merupakan memori sementara yang digunakan saat aplikasi website dijalankan.

Baca Juga:  Membedah Fakta Hosting Unlimited dan Alasan Mengapa Kamu Butuh Resource Pasti

Jika CPU adalah pekerja, RAM dapat diibaratkan sebagai meja kerja. Meja yang lebih besar memungkinkan pekerja menata dan mengerjakan lebih banyak tugas tanpa harus terus memindahkan barang.

Website dengan banyak plugin, proses dinamis, atau pengunjung bersamaan biasanya membutuhkan RAM lebih besar.

4. Entry Process

Entry Process atau EP menunjukkan jumlah proses website yang dapat ditangani secara bersamaan.

EP dapat diibaratkan sebagai pintu masuk sebuah toko. Jika hanya tersedia sedikit pintu sementara banyak pelanggan datang bersamaan, sebagian pelanggan perlu mengantre.

Namun, EP bukan jumlah total pengunjung website. Satu pengunjung bisa membuat beberapa permintaan, sedangkan proses lain dapat selesai dengan cepat dan memberi ruang untuk permintaan berikutnya.

5. Bandwidth

Bandwidth berkaitan dengan jumlah data yang dikirimkan antara server dan pengunjung.

Website dengan banyak gambar beresolusi tinggi, video, atau file unduhan akan menggunakan lebih banyak bandwidth. Meskipun suatu paket menyediakan bandwidth unlimited, penggunaan website tetap dipengaruhi oleh batas CPU, RAM, EP, dan ketentuan layanan.

6. Database

Database menyimpan data secara terstruktur. Contohnya meliputi artikel, informasi pengguna, konfigurasi website, komentar, katalog produk, dan data transaksi.

WordPress menggunakan database untuk menyimpan konten dan pengaturan. Ketika pengunjung membuka artikel, aplikasi akan mengambil informasi yang sesuai dari database sebelum halaman ditampilkan.

apa itu hosting dan domain

Contoh Hosting: Hosting Nimbus DomaiNesia

Salah satu contoh layanan web hosting adalah Web Hosting DomaiNesia. Layanan ini dirancang untuk pengguna yang ingin mengelola website melalui cPanel tanpa harus menangani konfigurasi infrastruktur server secara langsung.

Hosting Nimbus menggunakan SSD NVMe dan prosesor AMD EPYC. Pengguna dapat mengelola file, database, domain, subdomain, serta email melalui cPanel.

Layanan ini juga menggunakan kombinasi Apache dan NGINX, dukungan HTTP/3, serta kompresi untuk membantu proses pengiriman data ke browser. Infrastruktur jaringannya didukung network backbone hingga 10 Gbps.

Dari sisi keamanan, Hosting Nimbus dilengkapi fitur seperti SSL gratis, Imunify360, Web Application Firewall, perlindungan DDoS, dan CageFS. Data juga dicadangkan melalui JetBackup ke server terpisah sesuai jadwal backup yang berlaku.

Dengan demikian, pengguna dapat berfokus mengelola website, sedangkan pemeliharaan infrastruktur server ditangani oleh penyedia hosting.

Perbandingan Paket Hosting Nimbus

Hosting Nimbus terdiri dari tiga paket utama yang dapat disesuaikan dengan kapasitas website.

Spesifikasi Nimbus One Nimbus Go Nimbus Plus
SSD NVMe 2 GB 15 GB 25 GB
Estimasi kunjungan bulanan 25.000 100.000 150.000
Jumlah website 1 Unlimited Unlimited
Akun email 3 Unlimited Unlimited
Database 2 Unlimited Unlimited
CPU 75% shared 100% shared 200% shared
RAM 512 MB 1 GB 2 GB
Entry Process 8 12 20
Backup remote Mingguan dan bulanan Mingguan dan bulanan Mingguan dan bulanan
SSH dan Git Tidak tersedia Tersedia Tersedia

Jumlah kunjungan pada tabel merupakan estimasi. Kemampuan hosting tetap dipengaruhi oleh ukuran halaman, konfigurasi aplikasi, tema, plugin, cache, dan pola akses pengunjung.

Nimbus One untuk Website Sederhana

Nimbus One sesuai untuk pengguna yang baru membuat satu website dengan kebutuhan ringan, seperti:

  • Blog pribadi
  • Portofolio
  • Curriculum vitae online
  • Landing page
  • Company profile sederhana
  • Website katalog dengan konten terbatas

Paket ini memiliki storage 2 GB SSD NVMe, RAM 512 MB, CPU 75%, dan EP 8. Pengguna dapat membuat satu website, tiga akun email, dan dua database.

Nimbus One sudah mendukung NGINX Cache, HTTP/3, SSL, perlindungan keamanan, serta instalasi CMS melalui Softaculous. Namun, paket ini belum menyediakan SSH, Redis, Memcached, dan WordPress Accelerator.

Nimbus Go untuk Website yang Mulai Berkembang

Nimbus Go ditujukan untuk website dengan konten dan aktivitas yang lebih besar. Contoh penggunaannya antara lain:

  • Blog profesional
  • Website perusahaan
  • Portal informasi
  • Toko online skala kecil hingga menengah
  • Beberapa website dalam satu akun
  • Proyek pengembangan web

Paket ini menyediakan storage 15 GB SSD NVMe, RAM 1 GB, CPU 100%, dan EP 12. Website, akun email, dan database dapat dibuat sesuai kebijakan penggunaan layanan.

Nimbus Go juga menyediakan fitur tambahan seperti WordPress Accelerator, Redis, Memcached, SSH, SFTP, Git Deploy Manager, dan dukungan Node.js. Fitur tersebut lebih sesuai untuk pengguna yang membutuhkan pengelolaan dan proses deployment lebih lanjut.

Baca Juga:  Canva Web Tools Gratis Untuk Membuat Desain Paling Mudah

Nimbus Plus untuk Kebutuhan Lebih Tinggi

Nimbus Plus menyediakan resource paling besar di antara ketiga paket Nimbus. Paket ini sesuai untuk:

  • Website perusahaan dengan trafik tinggi
  • Website sekolah atau instansi
  • Toko online dengan katalog besar
  • Portal berita
  • Website dengan banyak proyek
  • Aplikasi yang membutuhkan dukungan teknologi lebih luas

Paket ini memiliki storage 25 GB SSD NVMe, RAM 2 GB, CPU 200%, dan EP 20. Nimbus Plus juga mendukung MongoDB dan bahasa pemrograman yang lebih beragam, seperti Python, Ruby, Go, dan Rust.

Meski resource-nya lebih besar, Nimbus Plus tetap termasuk layanan dengan resource bersama. Jika aplikasi membutuhkan kendali penuh terhadap sistem operasi atau resource yang lebih terisolasi, pengguna dapat mempertimbangkan VPS atau layanan server lain.

Sebelum menentukan paket, kamu dapat membaca tips memilih hosting untuk pemula dan menyesuaikannya dengan jenis website, jumlah konten, perkiraan trafik, serta teknologi yang digunakan.

Dapatkan Hosting Terbaik DomaiNesia Sekarang!

Apa Itu Domain?

Domain adalah nama yang digunakan untuk mengakses website, misalnya domainesia.com.

Setiap server yang terhubung ke internet memiliki alamat IP. Namun, rangkaian angka atau karakter pada alamat IP sulit diingat oleh pengguna. Domain hadir sebagai nama yang lebih mudah dibaca, diketik, dan dibagikan.

Jika hosting diibaratkan sebagai rumah, domain adalah alamat rumah tersebut. Tanpa alamat yang jelas, pengunjung akan kesulitan menemukan rumah yang ingin dituju.

Domain tidak menyimpan file website. Fungsinya adalah mengarahkan pengunjung menuju server atau layanan yang sesuai.

Untuk memahami kaitannya, kamu juga dapat membaca penjelasan mengenai IP address dan fungsinya.

Bagian-Bagian Domain

Perhatikan contoh berikut:

domainesia.com

Nama tersebut terdiri dari:

  • domainesia sebagai Second Level Domain
  • .com sebagai Top Level Domain

Top Level Domain atau TLD merupakan bagian paling kanan dari nama domain. Contohnya meliputi .com, .net, .org, dan .id.

Pembahasan mengenai kategori dan fungsi ekstensi tersebut dapat dibaca lebih lanjut pada artikel apa itu Top Level Domain.

Subdomain

Domain juga dapat memiliki subdomain.

Contohnya:

blog.domainesia.com

Pada contoh tersebut, blog merupakan subdomain dari domainesia.com. Subdomain dapat digunakan untuk memisahkan bagian atau fungsi tertentu, seperti blog, toko, dokumentasi, dan portal pelanggan.

Subdomain berbeda dari path pada URL.

Contohnya:

domainesia.com/panduan

Kata /panduan merupakan path yang mengarahkan pengunjung ke bagian tertentu di dalam website. Path tersebut bukan Third Level Domain maupun subdomain.

Penjelasan lebih lengkap dapat ditemukan dalam artikel mengenai pengertian dan fungsi subdomain.

Perbedaan Hosting dan Domain

Hosting dan domain sering dibeli dalam waktu yang berdekatan. Namun, keduanya merupakan layanan yang berbeda.

Aspek Hosting Domain
Fungsi utama Menyimpan dan menjalankan website Menjadi nama untuk mengakses website
Bentuk Ruang dan resource pada server Nama seperti
contoh.com
Isi File, database, aplikasi, dan email Nama domain serta ekstensi
Pengelolaan Melalui cPanel atau control panel Melalui DNS dan dashboard domain
Perumpamaan Rumah atau bangunan Alamat rumah
Masa aktif Disewa dan diperpanjang secara berkala Didaftarkan dan diperpanjang secara berkala

Hosting tanpa domain tetap dapat digunakan melalui alamat IP, URL sementara, atau subdomain tertentu. Namun, alamat tersebut biasanya tidak praktis untuk website profesional.

Sebaliknya, domain dapat didaftarkan tanpa langsung membeli hosting. Domain bisa disimpan, diarahkan ke platform lain, atau digunakan pada waktu mendatang.

Bagaimana Domain dan Hosting Bekerja?

Agar website bisa dibuka, domain, DNS, alamat IP, dan hosting harus bekerja bersama.

Perumpamaannya dapat digambarkan seperti berikut:

  • Website adalah rumah atau toko.
  • Hosting adalah tanah dan bangunannya.
  • Domain adalah alamat yang tertulis pada papan nama.
  • Alamat IP adalah titik koordinat rumah.
  • DNS adalah layanan peta yang mencocokkan alamat dengan koordinat.
  • Browser adalah kendaraan yang digunakan pengunjung.
  • Server adalah petugas yang menyiapkan isi rumah untuk diperlihatkan kepada pengunjung.

1. Pengunjung Mengetikkan Domain

Proses dimulai ketika pengunjung mengetikkan nama domain pada browser, misalnya domainesia.com.

Ini seperti seseorang mengetikkan alamat tujuan pada aplikasi peta.

2. Browser Mencari Alamat IP melalui DNS

Browser kemudian meminta informasi kepada DNS untuk mengetahui alamat IP server yang terhubung dengan domain tersebut.

Baca Juga:  Bahaya Penggunaan Berlebihan Server Shared Hosting

DNS dapat diibaratkan sebagai aplikasi peta atau buku alamat. Pengunjung hanya mengetahui nama tempat, sedangkan DNS membantu menemukan titik koordinatnya.

Tanpa DNS, pengunjung harus memasukkan alamat IP secara langsung setiap kali ingin membuka website.

3. Browser Menghubungi Server Hosting

Setelah memperoleh alamat IP, browser mengirimkan permintaan ke server hosting.

Proses ini seperti kendaraan yang bergerak menuju rumah berdasarkan titik koordinat yang ditemukan.

4. Server Memproses Permintaan

Server menerima permintaan pengunjung dan menentukan data yang harus dikirimkan.

Untuk halaman statis, server dapat langsung mengambil file yang diperlukan. Untuk halaman dinamis, server mungkin perlu menjalankan aplikasi dan mengambil informasi dari database.

Misalnya, saat membuka halaman produk, server mengambil nama produk, harga, stok, dan gambar dari database sebelum menyusun halaman.

5. Website Dikirimkan ke Browser

Setelah proses selesai, server mengirimkan file dan data kepada browser. Browser kemudian menyusun HTML, CSS, JavaScript, gambar, dan komponen lainnya menjadi halaman yang dapat dilihat pengunjung.

Seluruh proses tersebut dapat berlangsung hanya dalam hitungan detik atau bahkan lebih cepat.

Pertanyaan Umum tentang Domain dan Hosting

Apakah Domain dan Hosting Harus Dibeli Bersamaan?

Tidak. Domain dan hosting dapat dibeli secara terpisah, termasuk dari penyedia layanan yang berbeda.

Jika domain dan hosting berada di provider berbeda, DNS atau nameserver domain perlu diarahkan ke server hosting yang digunakan.

Membeli keduanya dari satu provider biasanya lebih praktis bagi pemula karena pengelolaan dapat dilakukan melalui satu dashboard.

Apakah Domain Dapat Digunakan Tanpa Hosting?

Bisa. Kamu dapat mendaftarkan domain tanpa langsung membeli hosting.

Domain tersebut dapat disimpan untuk digunakan pada masa mendatang, diarahkan ke halaman media sosial, digunakan untuk email, atau diparkir sementara.

Namun, kamu tetap membutuhkan server atau platform tertentu jika ingin menampilkan website.

Apakah Hosting Dapat Digunakan Tanpa Domain?

Secara teknis bisa. Website dapat diakses menggunakan alamat IP, URL sementara, atau subdomain yang diberikan platform.

Meskipun demikian, domain sendiri lebih mudah diingat dan memberikan identitas yang lebih jelas bagi website.

Apakah Satu Hosting Bisa Digunakan untuk Beberapa Domain?

Kemampuan ini bergantung pada paket hosting.

Nimbus One hanya ditujukan untuk satu website. Sementara itu, Nimbus Go dan Nimbus Plus mendukung pengelolaan lebih dari satu website sesuai ketentuan penggunaan layanan.

Setiap website tetap menggunakan resource dari akun hosting yang sama. Karena itu, jumlah website bukan satu-satunya pertimbangan. Perhatikan juga storage, CPU, RAM, dan EP.

Bagaimana Cara Memasang Website di Hosting?

Website dapat dipasang dengan mengunggah file secara manual, menggunakan Git, atau menginstal CMS melalui auto-installer.

Pengguna pemula dapat menggunakan Softaculous atau fitur instalasi aplikasi yang tersedia di cPanel. DomaiNesia juga menyediakan Instant Deploy untuk membantu proses pemasangan aplikasi tertentu.

Apa yang Terjadi Jika Domain Tidak Diperpanjang?

Jika domain tidak diperpanjang, website dan email tidak dapat diakses menggunakan domain tersebut.

Domain biasanya melewati beberapa tahapan setelah kedaluwarsa, seperti masa tenggang dan masa pemulihan. Apabila tidak diperpanjang sampai seluruh periode tersebut berakhir, domain dapat tersedia untuk didaftarkan oleh pihak lain.

Apa yang Terjadi Jika Hosting Tidak Diperpanjang?

Jika hosting tidak diperpanjang, website dapat dinonaktifkan dan file di dalamnya berisiko dihapus sesuai kebijakan penyedia layanan.

Karena itu, lakukan backup secara berkala dan perhatikan tanggal jatuh tempo layanan.

Kesimpulan

Hosting adalah layanan yang menyediakan ruang penyimpanan dan resource server untuk menjalankan website. Domain adalah nama yang digunakan pengunjung untuk menemukan website tersebut.

Dalam perumpamaan rumah, hosting merupakan tanah dan bangunannya, sedangkan domain menjadi alamat. DNS berfungsi seperti layanan peta yang menghubungkan alamat domain dengan koordinat atau alamat IP server.

Saat memilih hosting, jangan hanya mempertimbangkan kapasitas penyimpanan. Perhatikan juga CPU, RAM, Entry Process, jumlah website, database, fitur keamanan, serta fasilitas backup.

Bagi kamu yang sedang menyiapkan website pertama atau membutuhkan layanan yang dapat dikembangkan sesuai pertumbuhan trafik, pilihan Web Hosting DomaiNesia dapat disesuaikan mulai dari website sederhana hingga kebutuhan bisnis dan pengembangan yang lebih besar.

Mutiara Auliya

Hi! I am Data Analyst and Technical Writer at DomaiNesia. I love Linux, Python, Server, WordPress, Data Analysis and Artificial Intelligence. I will help you making some technically being easy to understand :)


Berlangganan Artikel

Dapatkan artikel, free ebook dan video
terbaru dari DomaiNesia

{{ errors.name }} {{ errors.email }}
Migrasi ke DomaiNesia

Migrasi Hosting ke DomaiNesia Gratis 1 Bulan

Ingin memiliki hosting dengan performa terbaik? Migrasikan hosting Anda ke DomaiNesia. Gratis jasa migrasi dan gratis 1 bulan masa aktif!

Ya, Migrasikan Hosting Saya